JUST INFO

salah post
upsssssss

ternyata sis imeliya punya hobi macho
Ane pernah debat rame tahun 2007 ama para investor Swisscash di detikforum,ane di olok2 sebagai pengacau,akhirnya waktu yang berbicara semua pada SCAM,melongo serasa tdk percaya ,begitu bonafide nya swisscash yang mendunia,janji2 para upline semua mengulur-ulur waktu malahan ada tawaran yang lebih menggiurkan supaya mau ikutan program baru ,tapi siapa yang percaya ? duit belum balik di suruh invest lagi.
Pertanyaannya sampai kapan investasi model beginian yang sdh memakan korban begitu banyak masih terulang dan terulang terus dgn janji2 yang muluk2 pakai garansi segala,tapi setelahnya selalu menyesal ,tapi seperti kapok lombok,juga masih ada yang belum tahu samasekali.
Semua terjadinya karena sifat TAMAK tapi memikirkan resiko,padahal secara bisnis sangat tdk masuk di akal,tapi mereka dgn segala rayuan dan dalilnya berusaha untuk meyakinkan para calon nasabah.
Apakah kita lebih rendah dan lebih bodoh dari keledai?
Pepatah" KELEDAI TIDAK AKAN TERANTUK PADA BATU YANG SAMA".tidak berlaku dalam investasi model begini?
Silakan direnungkan,waktu yang akan membuktikan,sejarah akan berulang seperti yang sudah2.HIGH GAIN ,HIGH RISK,itu adalah rumus yang tdk terbantahkan sampai sekarang.
Sejarah telah mencatat: QISAR,PROBEST,SPI,SWISSCASH,KLB,DLL masih kurang????
Quote:Original Posted By m4stermind
Ane pernah debat rame tahun 2007 ama para investor Swisscash di detikforum,ane di olok2 sebagai pengacau,akhirnya waktu yang berbicara semua pada SCAM,melongo serasa tdk percaya ,begitu bonafide nya swisscash yang mendunia,janji2 para upline semua mengulur-ulur waktu malahan ada tawaran yang lebih menggiurkan supaya mau ikutan program baru ,tapi siapa yang percaya ? duit belum balik di suruh invest lagi.
Pertanyaannya sampai kapan investasi model beginian yang sdh memakan korban begitu banyak masih terulang dan terulang terus dgn janji2 yang muluk2 pakai garansi segala,tapi setelahnya selalu menyesal ,tapi seperti kapok lombok,juga masih ada yang belum tahu samasekali.
Semua terjadinya karena sifat TAMAK tapi memikirkan resiko,padahal secara bisnis sangat tdk masuk di akal,tapi mereka dgn segala rayuan dan dalilnya berusaha untuk meyakinkan para calon nasabah.
Apakah kita lebih rendah dan lebih bodoh dari keledai?
Pepatah" KELEDAI TIDAK AKAN TERANTUK PADA BATU YANG SAMA".tidak berlaku dalam investasi model begini?
Silakan direnungkan,waktu yang akan membuktikan,sejarah akan berulang seperti yang sudah2.HIGH GAIN ,HIGH RISK,itu adalah rumus yang tdk terbantahkan sampai sekarang.
Sejarah telah mencatat: QISAR,PROBEST,SPI,SWISSCASH,KLB,DLL masih kurang????


saya juga... di trit ecmc/ vgmc dan skr gtis heheheh
lagi rame neh di trit sebelah sebelum dikacaukan oleh agan acangz

mungkin ga perlu debat ama pelaku monigem, dikasih logika , ga ada logikanya... mungkin langsung sikat aja
Quote:Original Posted By m4stermind
Ane pernah debat rame tahun 2007 ama para investor Swisscash di detikforum,ane di olok2 sebagai pengacau,akhirnya waktu yang berbicara semua pada SCAM,melongo serasa tdk percaya ,begitu bonafide nya swisscash yang mendunia,janji2 para upline semua mengulur-ulur waktu malahan ada tawaran yang lebih menggiurkan supaya mau ikutan program baru ,tapi siapa yang percaya ? duit belum balik di suruh invest lagi.
Pertanyaannya sampai kapan investasi model beginian yang sdh memakan korban begitu banyak masih terulang dan terulang terus dgn janji2 yang muluk2 pakai garansi segala,tapi setelahnya selalu menyesal ,tapi seperti kapok lombok,juga masih ada yang belum tahu samasekali.
Semua terjadinya karena sifat TAMAK tapi memikirkan resiko,padahal secara bisnis sangat tdk masuk di akal,tapi mereka dgn segala rayuan dan dalilnya berusaha untuk meyakinkan para calon nasabah.
Apakah kita lebih rendah dan lebih bodoh dari keledai?
Pepatah" KELEDAI TIDAK AKAN TERANTUK PADA BATU YANG SAMA".tidak berlaku dalam investasi model begini?
Silakan direnungkan,waktu yang akan membuktikan,sejarah akan berulang seperti yang sudah2.HIGH GAIN ,HIGH RISK,itu adalah rumus yang tdk terbantahkan sampai sekarang.
Sejarah telah mencatat: QISAR,PROBEST,SPI,SWISSCASH,KLB,DLL masih kurang????


mirisnya, banyak yang mengajak orang yang belum tahu jelas soal investasi bodong ini, mereka justru tahu jelas investasi bodong ini akan memakan korban, dan umumnya yang mengajak itu pemain lama di bidang investasi bodong ini.
Quote:Original Posted By new.dodozakaria

Pak Ronny aka Miss Ameeliya yang hobi seperti ini : ???
itu hobynya Pak ronny YANG NGAKU2 SEBAGAI MISS AMEELIYA ...HEHEHEHEHE

Gan .. ID nya kaskus dia sharing ..
Gw gak bela belain siapapun, klarifikasi tentang Sis Imeliya, dia bener cewek, dan klo penasaran bisa ketemu di kantor GMCS di kelapa gading. Jadi sis imel bukan fiktif .. Hehe
Gw tau krn gw prnh ketemu dia dan dijelasin produk ini di kelapa gading.

Nah klo ID kaskus sharing gmn coba? Kadang ID gw ini juga dipake istri gw buat jualan, dgn pertimbangan ID udh lama dan scr psikologis org lebih percaya.

*No Offense bro .. Just clarification
Quote:Original Posted By m4stermind
Ane pernah debat rame tahun 2007 ama para investor Swisscash di detikforum,ane di olok2 sebagai pengacau,akhirnya waktu yang berbicara semua pada SCAM,melongo serasa tdk percaya ,begitu bonafide nya swisscash yang mendunia,janji2 para upline semua mengulur-ulur waktu malahan ada tawaran yang lebih menggiurkan supaya mau ikutan program baru ,tapi siapa yang percaya ? duit belum balik di suruh invest lagi.
Pertanyaannya sampai kapan investasi model beginian yang sdh memakan korban begitu banyak masih terulang dan terulang terus dgn janji2 yang muluk2 pakai garansi segala,tapi setelahnya selalu menyesal ,tapi seperti kapok lombok,juga masih ada yang belum tahu samasekali.
Semua terjadinya karena sifat TAMAK tapi memikirkan resiko,padahal secara bisnis sangat tdk masuk di akal,tapi mereka dgn segala rayuan dan dalilnya berusaha untuk meyakinkan para calon nasabah.
Apakah kita lebih rendah dan lebih bodoh dari keledai?
Pepatah" KELEDAI TIDAK AKAN TERANTUK PADA BATU YANG SAMA".tidak berlaku dalam investasi model begini?
Silakan direnungkan,waktu yang akan membuktikan,sejarah akan berulang seperti yang sudah2.HIGH GAIN ,HIGH RISK,itu adalah rumus yang tdk terbantahkan sampai sekarang.
Sejarah telah mencatat: QISAR,PROBEST,SPI,SWISSCASH,KLB,DLL masih kurang????


mau debat monigem lagi
masuk sini gan

http://www.kaskus.co.id/thread/512b6...as-bersama/127
JAKARTA. Pasca dinyatakan gagal bayar, manajemen PT Lautan Emas Mulia berjanji akan menyelesaikan pembayaran bunga dalam waktu secepatnya. Gagal bayar disebabkan oleh terganggunya cash flow perusahaan.
Diana, customer service LEM cabang Bandung mengakui adanya masalah yang melilit perusahaan. Sejak dua minggu lalu, pihaknya gagal membayar kewajiban bunga setiap bulan kepada nasabah. Alasannya, banyak investasi yang sudah jatuh tempo. Sementara investasi yang masuk berkurang. Hal ini mengakibatkan kas perusahaan terganggu.
“Nasabah komplain seminggu kemarin. Terlebih lagi, pemberitaan GTIS (Golden Traders Indonesia Syariah) membuat nasabah kami khawatir,” ungkap Diana, Jumat (15/3).
Namun, pihaknya belum dapat memastikan kapan akan menunaikan kewajiban pembayaran bunga kepada nasabah. Saat ini, seluruh cabang LEM masih menantikan keputusan dari kantor pusat. Meski belum mendapat kepastian, sejauh ini belum ada nasabah yang mencairkan investasinya.
Selain membahas kejelasan nasib pembayaran bunga terhadap nasabah, rapat di kantor pusat LEM di Gedung Menara Global juga akan menyinggung ada tidaknya perubahan bunga. Saat ini, LEM menawarkan skema investasi dengan jangka waktu 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun. Pada jangka waktu 3 bulan dan 6 bulan, nasabah berhak memperoleh bunga antara 2%-2,5% dari total investasi mereka setiap bulannya. Sementara untuk jangka waktu satu tahun, nasabah dijanjikan bunga 30% per tahun.
Besaran bunga tersebut, lanjut Diana, akan dikaji ulang apakah akan dipertahankan atau direvisi. Untuk mendapatkan imbal hasil menggiurkan tersebut, nasabah diharuskan menanamkan investasi minimal 100 gram emas. Adapun nilai jual emas yang ditawarkan LEM senilai Rp 709.800 per gram. Dus, minimal investasi setara Rp 70.980.000.
Yohanes, mantan nasabah LEM cabang Bandung menuturkan, masih banyak pihak yang bersedia menjadi agen dan tergoda menjadi nasabah. Yohanes bergabung di LEM pada April 2012. Meskipun awalnya sudah memiliki kecurigaan terhadap skema bisnis LEM, ia tetap menginvestasikan uang sebesar Rp 60 jutaan. Selanjutnya, ia memegang fisik emas 100 gram. “Kalau manajemennya kabur, saya hanya rugi 30%,” ujarnya.
Sejak awal, Yohanes tidak berniat menjadi investor jangka panjang. Setiap bulannya, ia mengaku mendapatkan bunga sekitar Rp 1 juta. Bunga tersebut selalu ditransfer ke rekeningnya. Selama ia menjadi nasabah, pembayaran bunga tidak pernah bermasalah. Enam bulan kemudian, ia keluar dari LEM tanpa didera kerugian.
“Sudah banyak yang tahu tentang LEM. Seharusnya nasabah juga tahu risikonya,” ucap Yohanes.
 
Selain berkantor pusat di Menara Global, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, LEM juga memiliki lima kantor cabang. Berdasarkan situs LEM http://www.lautanemasmulia.com/, kantor cabang LEM di Bandung berkantor di Jalan Pasir Kaliki No 17B. Di Serpong, alamat kantor LEM berada di Jalan Raya Kelapa Dua, Ruko Paramount Center No 12, Gading Serpong-Tangerang. Ada pula kantor cabang LEM di Medan dengan alamat di Jalan Letjen S Parman No 27.
Sementara di Palembang, LEM berkantor di Jalan R Sukamto No 04. Cabang lainnya di Cirebon yakni di Jalan Tuparev No 83 (Tuparev Super Block), Blok B lantai 3 No 6.

Lagi, muncul kasus gagal bayar investasi emas

JAKARTA. Satu per satu, kasus gagal bayar produk investasi emas muncul ke permukaan. Kasus PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) dan Raihan Jewellery belum rampung, kini muncul PT Lautan Emas Mulia (LEM) yang disebut-sebut telah wanprestasi alias gagal membayar bonus rutin kepada investor.
Kemarin, salah seorang investor LEM, Tommy, yang menghubungi KONTAN bilang, LEM telah menyatakan diri tidak bisa membayar bonus ke investor, sejak Senin (11/3). LEM tidak menyebutkan alasan yang jelas. Tapi, investor mulai resah karena bonus tidak lagi bisa dibayar LEM.
Menurut dia, kejanggalan sudah terasa sejak 6 Maret 2013. Saat itu, bonus yang dibayarkan LEM ke nasabah hanya sebagian dan tidak sesuai dengan kontrak awal.
Dalam situs www.lautanemasmulia.com, LEM menawarkan empat produk. Keempat produk itu yakni pembelian emas konvensional, deposito emas, deposito gadai ritel emas dan deposito gadai emas permodalan usaha, dengan nilai bonus bervariasi.
Nah, Rabu lalu (13/3), sejumlah investor dan agen LEM mendatangi kantor Lautan Emas Mulia di lantai 12 Gedung Menara Global, Jakarta. Dari pantauan KONTAN, terdapat puluhan investor dan agen yang datang meminta penjelasan.
Menurut informasi dari salah seorang agen penjual LEM yang enggan disebut namanya, bonus rutin yang dijanjikan LEM per bulan mendadak macet. Dus, ia pun meminta kejelasan soal ini.
Tapi, Feri, salah satu tenaga pemasaran LEM mengaku, tidak terjadi apa-apa dengan bisnis LEM.
Menurut Tommy, para agen LEM melakukan rapat di Jakarta guna membicarakan penyelesaian dana nasabah, kemarin. Informasi yang diperoleh Tommy, manajemen LEM menawarkan skema penyelesaian dana nasabah dengan cara dicicil per bulan sebanyak 12 kali hingga 18 kali. Selain itu, besaran bonus rutin yang seharusnya diterima nasabah mungkin akan dipangkas.
Setali tiga uang, nasib dana nasabah GTIS sampai kini juga belum jelas. GTIS telah gagal membayar hadiah (atthoya) sejak 22 Februari 2013. Aziddin, Dewan Penasihat GTIS yang juga menjabat direktur GTIS mengaku, tidak bisa membayar bonus ke seluruh nasabah secara sekaligus. Ia beralasan, GTIS harus menunggu pengesahan akta kepengurusan baru dari Kementerian Hukum dan HAM, yang kemungkinan baru kelar sebulan lagi.
Hanya saja, GTIS mengaku telah membayarkan atthoya untuk 22 Februari pada 13 Maret. Namun, belum semua nasabah menikmati. "Saya belum terima," ujar salah investor GTIS yang mengaku bernama Tuti.


sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/l...mas/2013/03/15
Quote:Original Posted By kartz


sorry aja kalo gua dibilang pendukung TS, gua ga pernah ngedukung yg namanya invetasi kek gini.

coba you baca lagi tulisan gua diatas yg jelas.
gua investor tp bukan seperti ini, kerja gua seperti biasa jam 9.30 mantau layar, ijo atau merah


mulainya sekarang jam 9.00 gan...sdh lama ga main saham ya gan...
Quote:Original Posted By gunawan3112


mulainya sekarang jam 9.00 gan...sdh lama ga main saham ya gan...


jam segitu gua masih dijalan gan, rutinitas harian
JAKARTA. Pihak yang bisa dikenai ancaman pidana dalam kasus investasi emas illegal tak cuma pengurus perusahaan. Tenaga pemasar dan agen yang menjajakan produk tersebut juga bisa diseret dengan pasal pidana karena terlibat sebagai pelaku tindak pidana.
Menurut pakar hukum pidana Ganjar Laksmana, tenaga marketing memang bertindak untuk dan atas nama si perusahaan, dan diperintahkan oleh atasannya. Termasuk teknik dan strategi pemasaran produknya juga diajarkan oleh perusahaan. 
Namun mereka menjadi aktor penting dalam menggaet nasabah hingga mencemplungkan dananya di perusahaan tersebut. Selain itu mereka juga ikut menikmati keuntungan berupa komisi dari setiap dana klien yang masuk. "Tenaga marketing itu pelakunya, yang berhadapan dengan kliennya," tandas Ganjar.
Sementara untuk menjerat pengurus perusahaan termasuk pemilik perusahaannya ke ranah pidana, digunakan konsep penyertaan. Artinya, mereka ini tidak melakukan tindak pidana itu sendirian, melainkan menggunakan orang lain untuk melaksanakannya. "Masak marketingnya doang yang bersalah. Perusahaan kan terlibat dong," ujarnya.
Pemilik dan pemimpin perusahaan, termasuk agen dan marketing bisa saja dikenai pasal pidana penipuan berdasarkan KUHP pasal 378. Bunyinya; barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
Quote:Original Posted By aktifkaskusker
JAKARTA. Pihak yang bisa dikenai ancaman pidana dalam kasus investasi emas illegal tak cuma pengurus perusahaan. Tenaga pemasar dan agen yang menjajakan produk tersebut juga bisa diseret dengan pasal pidana karena terlibat sebagai pelaku tindak pidana.
Menurut pakar hukum pidana Ganjar Laksmana, tenaga marketing memang bertindak untuk dan atas nama si perusahaan, dan diperintahkan oleh atasannya. Termasuk teknik dan strategi pemasaran produknya juga diajarkan oleh perusahaan. 
Namun mereka menjadi aktor penting dalam menggaet nasabah hingga mencemplungkan dananya di perusahaan tersebut. Selain itu mereka juga ikut menikmati keuntungan berupa komisi dari setiap dana klien yang masuk. "Tenaga marketing itu pelakunya, yang berhadapan dengan kliennya," tandas Ganjar.
Sementara untuk menjerat pengurus perusahaan termasuk pemilik perusahaannya ke ranah pidana, digunakan konsep penyertaan. Artinya, mereka ini tidak melakukan tindak pidana itu sendirian, melainkan menggunakan orang lain untuk melaksanakannya. "Masak marketingnya doang yang bersalah. Perusahaan kan terlibat dong," ujarnya.
Pemilik dan pemimpin perusahaan, termasuk agen dan marketing bisa saja dikenai pasal pidana penipuan berdasarkan KUHP pasal 378. Bunyinya; barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.


Good info gan............
Wah berarti Raihan, GTIS, LEM sudah masalah... Terus Makira kabarnya bonus untuk Marketing juga mundur..
Quote:Original Posted By imalliance
Wah berarti Raihan, GTIS, LEM sudah masalah... Terus Makira kabarnya bonus untuk Marketing juga mundur..

Hooh.. Tau ni kabar LEM blom kedengeran gmn..
Gt* ktnya ud ad yg bbrp dibyr..

Announcement

Quote:Original Posted By juggern4ut

Hooh.. Tau ni kabar LEM blom kedengeran gmn..
Gtis ktnya ud ad yg bbrp dibyr..

Announcement



To Pak Ronny. Noted
jangan memancing ikan di air keruh.

Di saat perusahaan lain sejenis collapse , anda menawarkan investasi serupa dan meng klain berbeda dgn perusahaan sebelumnya dengan segala fasilitas super nya.


Kalau terjadi sesuatu , anda yang akan di cari sampai ke ujung dunia.
Ingat alamat dan id anda udah diketahui banyak orang.


Jangan memberi iming2 yang menyesatkan.

Anda masih safe saat ini.
Tapi begitu GMCS kabur / collapse , anda adalah nomor 1 yang dicari nasabah...............

Apakah anda yakin...

Tunggu saja tanggal mainnya.

BLarrrrrrrrrrrrrrr
Quote:New Product - Coming Soon
  • Diamond-Gold 13
  • Stock Gold 13



Quote:Original Posted By juggern4ut




itu ane dapet info dr agen gmsc katanya udah gak pake bca lagi jd cb di tranfer ke mandiri atau bri...?
kenapa?
skrdr mau cros cek info dari kakak imellia aja
Quote:Original Posted By vita46


itu ane dapet info dr agen gmsc katanya udah gak pake bca lagi jd cb di tranfer ke mandiri atau bri...?
kenapa?
skrdr mau cros cek info dari kakak imellia aja


Wah, info menarik.. dan apa ada sesuatu??

Quote:Original Posted By vita46


itu ane dapet info dr agen gmsc katanya udah gak pake bca lagi jd cb di tranfer ke mandiri atau bri...?
kenapa?
skrdr mau cros cek info dari kakak imellia aja


Tidak masalah sih, krn memang dr pertama acc utama perusahaan di Bank Man*** jd memudahkan transfer aja, supaya nga telat, serta mengajak konsumen untuk buka acc BR* aja..
Saya ttp pakai BC* sih, and no prob..

Quote:Original Posted By imalliance


Wah, info menarik.. dan apa ada sesuatu??


Nga sih nga ada apa2 Pak