KASKUS

Quote:Original Posted By bawabata


klo youtube ini mah jamannya si malay blom kabur gann.. lihat aje orang yg sebelah paling kanan


betul gan,,,,,itu juni 2012,,,udah ada gejala yg di rasakan sama nasabah dan media. - ini pembanding aja, dn analisa aja sama agan-agan -

Quote:Original Posted By kaiserblack


Mau menghilang kaya managemen GTIS?
Mana janji 200rb buat panti jompo nya????? Mau di ingkarin lagi?


harusnya agan aktifkaskuser kasi tenggat waktu taruhannya, ntar yg terdesak bisa aja bilang nanti kan dibayar cash backnya sama manajemen. nanti kpn. nanti2.. kapan2...
Quote:Original Posted By xiaow3n


harusnya agan aktifkaskuser kasi tenggat waktu taruhannya, ntar yg terdesak bisa aja bilang nanti kan dibayar cash backnya sama manajemen. nanti kpn. nanti2.. kapan2...


DI bayarin cash back setelah 500 taun, kita udh jadi tengkorak dan inflasi udh 10000%

Ada yg kangen?

Quote:Original Posted By Arya323


?????

Asset ngk jelas, utang banyak sekali . . . berani juga seorang investor ini.


mungkin untuk meredam suasana

Terimakasih Indonesia...gw bisa beli ferarri

Quote:Original Posted By xiaow3n
harusnya agan aktifkaskuser kasi tenggat waktu taruhannya, ntar yg terdesak bisa aja bilang nanti kan dibayar cash backnya sama manajemen. nanti kpn. nanti2.. kapan2...


1. ane gak menghilang, gak ada motiv ane harus hilang
2. sebelum menjudge ini adalah taruhan, tolong baca dan selidiki dulu awal mula keluar ungkapan angka 1 juta itu gmn.

gw heran sama sebagian penghuni sini, kebanyakan asal jeplak mentang2 diskusi online
Quote:Original Posted By bubarjalan1


kompor aje ni bocah

Skali lagi terimakasih...untuk para marketing...gw pesta dulu ya

yang kesel pura2 gak kesel tapi keliatan dari gaya bahasanya
grow up agan2, saya yakin kalo diskusi bukan di forum online begini pasti agan2 sekalian akan lebih respect 1 sama lainnya, ga asal bunyi gini..
bantu kasi info udah cukup kok
Pray For Nasabah GTIS ... Semoga Masalah Cepat Selesai.. dan Duit2 nya pada dibalikin..AMIN

Saran Ane mending jangan lagi dah yg FIXED2 INCOME,, hadeghh bahaya en menurut ane RIBA( aliash HAROM)..

MUI juga pura2 bego apa bego beneran, dimana2 yg namanya Bunga Itu ya RIBA(menurut Islam)... ini malah di Syariatkan....

Untuk Agen GTIS yg tabah gan, ane bantu doa semoga masalah Cepat Clear...Pasti beban berat handling client2 yg menanyakan kejelasan GTIS, tapi pasti ada penyelesaiannya..

Untuk Para Investor.. mudah2an jadi pelajaran yg arif, untuk lebih selektif dan bisa melihat bisnis dan investasi yg aman dan nyaman dan HALAL,

1. Pelajari apa Bisnisnya prusahaan tersebut, diputerin dimana, hasilnya apaaan.
2. Hitung Resikonya.
3. Lihat Track Record Companynya
4. Berapa Returnnya.
5. Estimasi Periode Investasinya
6. Sesuaikan dengan Modal anda untuk berinvestasi( jangan duit pinjeman and duit anak bini yg dijadiin investasi )

Jangan terbuai sama Persentase keuntungan yang besar, dan testimony2 client sebelumnya..Insya Alloh Selamat...

AMATI, PELAJARI, CERMATI, ACTION

Demikian Komentar Ane..

Wassalam


Gak usah diladenin gan. Info agan sll ditunggu oleh nasabah2 disini.

Quote:Original Posted By thiando


1. ane gak menghilang, gak ada motiv ane harus hilang
2. sebelum menjudge ini adalah taruhan, tolong baca dan selidiki dulu awal mula keluar ungkapan angka 1 juta itu gmn.

gw heran sama sebagian penghuni sini, kebanyakan asal jeplak mentang2 diskusi online


Quote:Original Posted By cfdbroker
Pray For Nasabah GTIS ... Semoga Masalah Cepat Selesai.. dan Duit2 nya pada dibalikin..AMIN

Saran Ane mending jangan lagi dah yg FIXED2 INCOME,, hadeghh bahaya en menurut ane RIBA( aliash HAROM)..

MUI juga pura2 bego apa bego beneran, dimana2 yg namanya Bunga Itu ya RIBA(menurut Islam)... ini malah di Syariatkan....

Untuk Agen GTIS yg tabah gan, ane bantu doa semoga masalah Cepat Clear...Pasti beban berat handling client2 yg menanyakan kejelasan GTIS, tapi pasti ada penyelesaiannya..

Untuk Para Investor.. mudah2an jadi pelajaran yg arif, untuk lebih selektif dan bisa melihat bisnis dan investasi yg aman dan nyaman dan HALAL,

1. Pelajari apa Bisnisnya prusahaan tersebut, diputerin dimana, hasilnya apaaan.
2. Hitung Resikonya.
3. Lihat Track Record Companynya
4. Berapa Returnnya.
5. Estimasi Periode Investasinya
6. Sesuaikan dengan Modal anda untuk berinvestasi( jangan duit pinjeman and duit anak bini yg dijadiin investasi )

Jangan terbuai sama Persentase keuntungan yang besar, dan testimony2 client sebelumnya..Insya Alloh Selamat...

AMATI, PELAJARI, CERMATI, ACTION

Demikian Komentar Ane..

Wassalam




Beuhh die malah nongkrong dimarih
Udah buruan pulang ayam ga ada yg kasih makan noh ntar pd koitt

Ga usah ikut nimbrung nanti kena sengatan lau, lg pd panas
Buat tmn2 agen dan nasabah Gti ane doa'in biar semua cepet kelar yak dan ada solusi terbaik

Buat Bro Thiando tetep semangat dan berharap yg terbaik krn pengharapan itu sesuatu yg manusiawi dan mutlak ada di manusia
Kabar2in bro kalo udh ada yg telp lau kali aja gw jg bs salaman sm orang2 ntuh
Quote:Original Posted By purenatural
Direktur GTIS Kabur Bawa Dana Nasabah
Selasa, 5 Maret 2013 | 08:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Manajemen Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) akhirnya mengakui bahwa dana nasabah dibawa kabur bekas direktur utamanya, Taufiq Michael Ong. Pengelola GTIS akan melaporkan Michael Ong ke polisi.

Namun, GTIS belum mau menyebut total dana nasabah yang dibawa kabur Michael Ong. Azidin, Dewan Penasihat GTIS, menyatakan belum menghitung dana nasabah yang dibawa kabur, detail jumlah dana nasabah di GTIS, dan tunggakan bonus.

Pengurus baru GTIS pun masih dia rahasiakan. Asal tahu saja, kemarin (4/3/2013), GTIS menggelar rapat umum pemegang saham sekaligus memilih pengurus baru GTIS.

Azidin hanya menjamin bahwa GTIS memiliki cukup dana untuk membayar bonus dan tagihan kepada nasabah. Ia menyatakan, GTIS telah mendapatkan seorang investor besar dari dalam negeri yang bersedia membayar penggantian dana.

Siapa investor itu? Lagi-lagi Azidin merahasiakannya. "GTIS ini sudah berjalan bagus, makanya investor mau masuk," kata Azidin. Dengan dasar itu pula, dia akan menjalankan bisnis GTIS seperti sedia kala.

Seorang nasabah GTIS asal Jembatan Tiga yang mengaku bernama Udin berharap janji-janji GTIS bukan angin surga. "Kami berharap apa yang dijanjikan kepada kami bisa segera diberikan," kata Udin.

Beroperasi tanpa izin

Persoalannya, masih ada hal lain yang bisa mengganjal GTIS. Sejauh ini, GTIS beroperasi hanya berdasarkan izin perdagangan syariah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan belum mengantongi izin regulator yang berkompeten.

Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional MUI Adiwarman Karim menjelaskan, sejumlah perusahaan yang menawarkan investasi emas, termasuk GTIS dan Raihan Jewellery, memang presentasi di Badan Syariah Nasional (BSN) MUI. Mereka berniat menjalankan bisnis jual beli emas dan investasi berskema syariah. Itu sebabnya, mereka meminta sertifikasi syariah dari MUI.

Menurut Adiwarman, MUI meminta mereka melengkapi izin perdagangan dari Kementerian Perdagangan (Kemdag) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Para pengelola investasi itu menyanggupi dan berjanji melengkapi berbagai izin tersebut.

Nyatanya, mereka tak pernah mengurus izin tersebut kendati sudah menjerat ribuan nasabah yang kini menjadi korban. Kemdag dan Bappebti tegas-tegas menolak pernah menerbitkan izin bagi Raihan Jewellery dan GTIS.

Arlinda Imbang Jaya, Kepala Humas Kemdag, mengungkapkan, perusahaan investasi emas hanya berbekal surat izin usaha perdagangan (SIUP) yang diterbitkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah. Mereka juga hanya berbekal surat dan rekomendasi MUI di perdagangan emas berbasis syariah. Kepala Bappebti, Syahrul Sampurnajaya, menegaskan, bisnis Raihan maupun GTIS bukan merupakan ranah Bappebti.

Terlepas dari kesimpangsiuran izin, Adiwarman menilai praktik penyedia investasi emas berbasis syariah itu melanggar beberapa hal. Pertama, mereka tak memiliki izin dan baru ketahuan setelah memakan ribuan korban.

Kedua, jika menjalankan perdagangan emas seperti toko emas, mereka harus memiliki ahli emas. Nyatanya, mereka tak memilikinya. Ketiga, mereka menjual emas dengan skema nasabah tak memegang emas fisik. Ini berisiko bagi nasabah.

"Ini pelajaran bagi BSN MUI untuk tidak begitu saja percaya dengan perusahaan sejenis ini lagi jika belum lengkap izinnya," kata Adiwarman. (Rizki Caturini, Dina Farisah, Agus Triyono/Kontan)


Jadi Bappebti & kemendag gak kasih ijin ? Gila yah Indonesia. Ini udah anniversary ampe 2 kali tapi bisa tetep beroperasi tanpa diketahui. Apa coba kerjaannya ? Ngawas yg ada ijin doank ? aneh dah.
Quote:Original Posted By ubhaya


Jadi Bappebti & kemendag gak kasih ijin ? Gila yah Indonesia. Ini udah anniversary ampe 2 kali tapi bisa tetep beroperasi tanpa diketahui. Apa coba kerjaannya ? Ngawas yg ada ijin doank ? aneh dah.


ane sih gak sama sekali belain Regulator di indo..
tapi sebagai perbandingan SEC di amerika juga bertahun tahun tidak bisa mencium bau nya di madoff sampai bertahun tahun lama banget berjalan..
biasanya kasus ginian jarang kembali duitnya.. turut prihatin gan semoga lebih teliti dalam investasi gan

berita dr kompasiana

salam kenal gan. m.kompasiana.com/post/moneter/2013/03/05/insider-story-of-gtis/
saran saja buat para investor, perkecil kemungkinan kerugian anda semua dengan cara : "membujuk" agen dan para leader yang mensponsori anda untuk memberi jaminan berupa barang fisik yang bisa anda pegang dimana nilainya sebesar kemungkinan loss anda. yaitu investasi awal anda di gti-nilai real emas fisik yang anda pegang sekarang.

buat surat perjanjian antara anda dengan agen/leader anda jika selama 1 bulan tidak ada pembayaran deviden maka barang itu akan menjadi milik anda.

usahakan jangan membeli janji buying time lagi. jika mereka membujuk anda supaya mempercayai gti lagi, desak mereka untuk membeli investasi anda senilai investasi awal anda di kurangi deviden yang sudah anda dapat, jadi anda sudah bep.

perkiraan nubie ttg gti s

saya nasabah pt GTi syariah, waktu kemaren mulai mandeg. saya langsung pergi ke ktr pt gtis cabang medan.Nah yg sy herannya setelah berbincang2 dgn cs disitu, mereka juga bingung dgn apa yg terjadi. baru dapet kbr tgl 26 nya dr kantor pusat ktnya diambil alih sementara ama mui sampai Rups tgl 4 maret. kami berbincang2 dgn kepala cab medan sampai menyimpulkan jatuhnya gtis ada hubnya dgn jatuhnya bpk Anas dr partai demokrat. krn kbr2 nya banyak politisi demokrat ada hubnya dgn pt gtis.
Anggaplah GTIs running lagi, yg terjadi kemudian adalah :
1. Nasabah akan berame-rame utk mencoba menarik dana investasinya (rush kalo di perbankan), sedikit sekali yg akan memperpanjang kontrak investasi, dan nasabah barupun akan sangat sulit didapatkan.

2. dalam kondisi ini, perusahaan sebesar apapun tidak akan bertahan.
×