Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
http://www.kaskus.co.id/thread/50e3c8c305346a0d53000007/anda-bertanya-berwin-menjawab---edisi-2013
Quote:Original Posted By novi77
oke ganti topik dulu

power tends to corrupt

absolute power corrupt absolutely

itu kata2 siapa mod?

ane berasumsi kalo ada seseorang dipucuk kekuasaan kaya presiden or gubernur tapi tidak corrupt berarti ada power yg lebih kuat dari dia padahal dia uda berkuasa

jadi kata2 absolute power corrupt absolutely masi berlaku karena pemimpin itu tidak berkuasa sepenuhnya makanya dia tidak corrupt

kalo begitu


Seorang politikus inggris yang bernaam Lord Acton.

Yah bisa dibilang begitu, intinya kekuasaan itu dibatasi oleh apa ? dahulu kan raja dan kaisar itu memiliki absolut power, kata2x mereka adalah hukum.

Namun semenjak mulau ada konstitusi macem magna carta, dsbnya itu maka ada sesuatu yang membatasi kekuasaan.

Quote:Original Posted By berwin


Seorang politikus inggris yang bernaam Lord Acton.

Yah bisa dibilang begitu, intinya kekuasaan itu dibatasi oleh apa ? dahulu kan raja dan kaisar itu memiliki absolut power, kata2x mereka adalah hukum.

Namun semenjak mulau ada konstitusi macem magna carta, dsbnya itu maka ada sesuatu yang membatasi kekuasaan.



kalo asumsi ane sih

kalo presiden yang punya kuasa ga corrupt maka ada yang lebih berkuasa

karena kita menganut demokrasi, maka sejatinya rakyat yang punya power lebih dibanding presiden

bisa dibilang vox populi vox dei

bukannya kaya gini tuh udah termasuk absolute power?

karena absolute power corrupt absolutely, maka yang corrupt disini bukan pemimpin, tapi rakyat!

Quote:Original Posted By novi77


kalo asumsi ane sih

kalo presiden yang punya kuasa ga corrupt maka ada yang lebih berkuasa

karena kita menganut demokrasi, maka sejatinya rakyat yang punya power lebih dibanding presiden

bisa dibilang vox populi vox dei

bukannya kaya gini tuh udah termasuk absolute power?

karena absolute power corrupt absolutely, maka yang corrupt disini bukan pemimpin, tapi rakyat!



Tidak, rakyat jg gak memiliki absolute power, mereka cuman punya voting righ doank dimasyarakat Demokrasi.

Absolute power itu gak boleh diberikan pada yang memiliki kehendak/ego makanya dalam konteks modern Absoulte powernya ada pada yang disebut Supremasi Hukum.

Namun ini kembali lagi akan sangat bergantung pada manusia2x yang menjalankannya, menginterpretasikannya, dsbnya. Oleh sebab itu dalam institusi kenegaraan modern dikenal sebagai Trias Politica agar kekuasaan dalam saling melakukan check and balance satu dengan yang lainnya yg dikuatkan oleh supremasi hukum tadi.
Quote:Original Posted By berwin


Dalam masa modern ini perang masalahnya bukan soal menang ato kalah.

Waktu itu pernah ada di reuters seorang jurnalis mewawancari inside source di pentagon kenapa US gka serang aja itu Korut.

Ternyata masalahnya bukan kekuatan militer soal menang ato kalah, dengna kekuatan militer US saat ini saya rasa nyaris tidak ada negara yang minimal tidak "Terluka" kalo perang lawan mereka.

Masalah terbesarnya adalah adanya pertentangan dari korsel sendiri, soalnya kalo peang terjadi itu pengungsi Korea bakal kaburnya kemana ? apakah mereka akan kabur ke New York ? ke Washington ?

Merkea pastinya akan kabur ke Korsel dan ada 23 juta penduduk Korut, ini akan menghancurkan ekonomi Korsel dan mereka belom siap untuk ini.

Jepang, partner lebih strategis.

itu kan klaimnya Filipina tp kan status negara malaysia itu kan berdasarkan perjanjian penyerahan kekuasaan jaman Kolonial dari Inggris dulu.

Lupa saya sapa itu pemberontaknya.


Next Topik :

-Sekarang apa yg akan dilakukan Korea Selatan dan USA supaya, Konflik-nya selesai? dibiarkan begitu saja atau Menunggu Korut menyerang atau Korut Hancur sendiri atau gimana?

-Jepang Strategist dalam Hal apa buat USA?

-Kayak-nya USA membatasi Ingin Membatasi Kekuatan Militer Negara Lain, Tetapi mereka terus Memperbesar kekuatan-nya sendiri. terlihat seperti USA ingin Menjadi Penguasa Dunia. Betulkah itu?
Quote:Original Posted By asamatomo


Next Topik :

-Sekarang apa yg akan dilakukan Korea Selatan dan USA supaya, Konflik-nya selesai? dibiarkan begitu saja atau Menunggu Korut menyerang atau Korut Hancur sendiri atau gimana?

-Jepang Strategist dalam Hal apa buat USA?

-Kayak-nya USA membatasi Ingin Membatasi Kekuatan Militer Negara Lain, Tetapi mereka terus Memperbesar kekuatan-nya sendiri. terlihat seperti USA ingin Menjadi Penguasa Dunia. Betulkah itu?


1. Rencana awalnya adalah isolasi korut dan mengoyang kekuasaan pemerintahannya melalui pemberontakan rakyat.

Menurut informasi yang pernah saya baca, dulu di salah satu universitas US mereka pernah membuat sebuah komputer untuk menganalisa permodelan politik, komputer itu dgn tepat memprediksi kejatuhan Sovyet pada 1990, dan memprediksi kejatuhan Korut pada 1999, namun nyatanya itu tidak terjadi.

Kenapa ?

Salah satu variable yang tidak dimaksukan adalah merosotnya hegemoni US dan naiknya RRC sebagai super power baru yang membacking Korut.

Ekonomi Korut sudah hancur sejak lama kalo bukan karena RRC terus membakcing mereka, membeli hasil produksi mereka dan mensuplai kebutuhan mereka dgn harga yang sangat murah.

2. Partner dagang terbesar no 3 US adalah Jepang dan No 2 Jepang adalah US. Jepang sendiri adalah Partner dagan no 1 Indonesia.

3. Iya memang seperti itu.

Ketika PD 2 selesai sebuah tatanan dunia baru harus dibuat, penguasa Dunia Lama seperti Inggris, Perancis dan Jerman semua sedang sekarat waktu itu.

Hanya ada 2 kekuatan yaitu US dan Sovyet.

Namun karena Sovyet berpaham Komunisme dan tidak adanya kebebasan disana maka negara2x super power lama seolah2x "mentransfer" tanggung jawab itu kepada US yg menerimanya dengan senang hati.

Salah satu maslaah dari keamanaan dunia adalah perlombaan senjata.

Semisal, Jika pakistan meningkatan persenjataanya maka india akan meningkatkannya juga.

Karena India meningkatkannya maka RRC jg akan melakukan hal yang serupa.

Jika RRC melakukan itu maka US akan melakukannya jg, dstnya ada efek berantai yang mungkin disebabkan oleh sebuah negara yang tidak signifikan.

Oleh sebab itu sebuah struktur harus tercipta,

Harus ada pengkastaan, siapa yang dibawah dan siapa yang diatas agar semuanya dapat berjalan dengan baik.

Jadi negara mana harus memiliki berapa banyak prajurit, berapa besar kekuatan militernya, etc itu diatur dan di enforced.

Kejadian yang sama pernah terjadi Sebelum PD 1 dan PD 2.

Semisal US waktu itu setuju untuk mengikuti aturan sehingga mereka menghancurkan 1/3 angkatan laut mereka agar angkatan lautnya tidak boleh lebih besar daripada Inggris. Dan inggris mengurangi 5 batalyon tank agar tidak lebih besar daripada Perancis, dstnya.

Tujuannya bukan menjadi penguasa tp lebih tepatnya Polisi dunia.

Mereka yang memegang "biggest stick" yg dapat enforced peraturan dunia kalau gak dunia ini kacau nantinya.

kk mod mau tanya
kalo telkomsel flash sama smart fren lebih bagusan mana untuk paket yang senilai? soalnya modem aku ilang, jadi mau beli lagi..
Quote:Original Posted By smughub
kk mod mau tanya
kalo telkomsel flash sama smart fren lebih bagusan mana untuk paket yang senilai? soalnya modem aku ilang, jadi mau beli lagi..


Tidak tahu kk, sudah lama tidak memakai produk2x tersebut.
mod,

1. kalau ada negara pake mata uang negara lain, inflasi deflasi dan fenomena ekonomi lainnya 'menular' gak mod?
contoh kaya timor2 kan pake US dollar, kalau di tim2 ada inflasi, apa 'nular' juga ke USA? terus kalau di amrik ada deflasi, apa 'nular' juga ke tim2?
2. kenapa uang luar negeri masih ada tulisan "I promise to pay'? kan uang kertas itu sendiri yg buat bayar? bukannya full bodied money udah lama ditinggalkan? terus kenapa dalam uang rupiah gak ada tulisan "saya berjanji untuk membayar"
3. kenapa ada "bubble" ekonomi mod? kaya negara yg kaya ekonominya pesat tiba2 ada berita bubble meletus terus bangkrut?
rtrefdsgd
Quote:Original Posted By berwin
rtrefdsgd

yah mod berwin malah ngejunk
nambah pertanyyan ya mod

Quote:Original Posted By azroel3
mod,

1. kalau ada negara pake mata uang negara lain, inflasi deflasi dan fenomena ekonomi lainnya 'menular' gak mod?
contoh kaya timor2 kan pake US dollar, kalau di tim2 ada inflasi, apa 'nular' juga ke USA? terus kalau di amrik ada deflasi, apa 'nular' juga ke tim2?
2. kenapa uang luar negeri masih ada tulisan "I promise to pay'? kan uang kertas itu sendiri yg buat bayar? bukannya full bodied money udah lama ditinggalkan? terus kenapa dalam uang rupiah gak ada tulisan "saya berjanji untuk membayar"
3. kenapa ada "bubble" ekonomi mod? kaya negara yg kaya ekonominya pesat tiba2 ada berita bubble meletus terus bangkrut?

4.jelasin tentang federal reserve system dong mod, apa bedanya dengan sistem bank sentral or monetary authority negara lain? kok USD printed by goverment ya mod? bukan oleh the Fed?
Quote:Original Posted By azroel3
mod,

1. kalau ada negara pake mata uang negara lain, inflasi deflasi dan fenomena ekonomi lainnya 'menular' gak mod?
contoh kaya timor2 kan pake US dollar, kalau di tim2 ada inflasi, apa 'nular' juga ke USA? terus kalau di amrik ada deflasi, apa 'nular' juga ke tim2?
2. kenapa uang luar negeri masih ada tulisan "I promise to pay'? kan uang kertas itu sendiri yg buat bayar? bukannya full bodied money udah lama ditinggalkan? terus kenapa dalam uang rupiah gak ada tulisan "saya berjanji untuk membayar"


1. Menular, nilai dari uang tersebut akan mengikuti penggunanya. Tp mungkin akibat berbagai faktor efek yg dapat diamatinya tidak terlihat.

2. Uang yang masih ada tulisan promise to pay itu umumnya uang lama dan kalaupun sekarang dibawa bakan ditukarkan dengan uang yang legal tender biasa.
Quote:Original Posted By azroel3

yah mod berwin malah ngejunk
nambah pertanyyan ya mod

3. kenapa ada "bubble" ekonomi mod? kaya negara yg kaya ekonominya pesat tiba2 ada berita bubble meletus terus bangkrut?

4.jelasin tentang federal reserve system dong mod, apa bedanya dengan sistem bank sentral or monetary authority negara lain? kok USD printed by goverment ya mod? bukan oleh the Fed?


3. Bubble itu dah inheren didalam sistem ekonomi saat ini, salah satunya karena alaasn psikologi yaitu aksi spekulasi, bubble tercipta karena adanya ekspektasi bahwa harga akan naik/turun dimasa yang akan datang yang mungkin tidak terealisasi.

Smisal gini :

Seorang menjual rumah Rp 1 Millyar, ada 1000 bidder, pemilik rumah yang lain yg memiliki rumah setipe itu lalu menaikan harga Rp 1,5 M karena merasa pasti ttp ada yang mau beli, efek ini terus berkembang harga rumah terus naik tp naiknya bkan karena suatu hal yang tangible/intrinsik semisal karena rumahnya memiliki kualitas bahan lebih baik atau karena areal rumahnay sekarang akan dibangun pusat perbelanjaan, dsbnya tetapi kenaikannya disebabkan rasa "Serakah" untuk mendapatkan the best offer.

(Hal yang sama jg terjadi dari sisi pembeli)

Kedua hal ini menciptakan suatu gelembung (bubble) didalam ekonomi dan cuman butuh tiba2x ada sekelompok orang menjadi rasional dan merasa, "Hmm, kayanya ada yg gak beres, masa sich rumah kaya gitu sekarang harganya udah Rp 5 M ?" dan ketika sentimen ini terjadi pada saat yang bersamaan secara meluas maka akan terjadi bubble burst.

Masalah terbesarnya adalah karena ada spekulator yang pasti sudah menimbun persediaan yaitu ngebeliin rumah2x itu karena merasa harga akan terus naik dan sekarang ketika harga nyungsep mereka harus melepas asset2x mereka secepat mungkuin menciptakan oversupply yang menjatuhkan harga.

Ini salah satu contohnya aja.

4. Fed sama Bank Sentral sama aja, gak ada beda. Yg printed memang Goverment sama aja kaya kita yang printer Peruri kan ? tp yang boleh kasih ijin ngeprintnya adalah Bank Sentral sebagai lembaga moneter tertinggi.

win indonesia kan pernah menderegulasi aturan perbankan, nah itu masih berlanjut gak sampe sekarang?

china waktu pertama kali ikut WTO kan petani kedelai-nya pada tiarap, nah abis itu gimana skrg? akhirnya bangkrut semua atau ditolong pemerintah?

negara2 eropa welfare state itu mirip sosialis bukan om? kok mereka gak jadi malas?
Quote:Original Posted By IQBAL08
mod, bisa ceritain gak tentang wajib militer mod? terutama yang ada di singapore? apa singapore gak punya tentara nya sendiri ato kayakmana mod?


Negara2x yang mewajibkan Wamil biasanya populasinya relatif kecil atau ini adalah bagian strategi pertahanan mereka untuk mengurangi biaya maintenance prajurit regular, jadi jika dalam keadaan perang penduduknya bisa dimobilisasi jadi tentara dan sudah siap pakai.

Singapore punya tentara Regular sekitar kurang lebih 25 rb prajurit ditamhah 30 rb an mereka yang menjalani active service sebagai bagian wamil ini.

Dahulu ancaman mereka adalah dari Malaysia dan Singapore tidak memiliki pasukan, lalu Lee Kwan Yew melihat ada negara lain didaerah timteng yang jg mirip keadaanya dgn Singaproe dan sukses mempertahankan negaanya walaupun dikerubitin sama negara2x tetangganya dan memenangkan pertempuran2x itu.

Akhrnya dia mengundang salah satu Jendral dari negara itu sebagai penasehat militer di Singapore dan mencontoh proses perekrutan, pelatihan dan strateginya dan jadilan yang disebut National Service alias Wamil.

Saat ini Singapore memiliki sekitar 1,2 jt reservist artinya jika sewaktu2x Singapore diserang maka akan ada 1,2 jt prajurit yang telah mendapatkan pelatihan dasar militer (Basic Military Training) dimana 300 rb diantaranya telah mendapatkan AMT (Advanced Military Training) untuk mempertahankan Singapore.
Quote:Original Posted By sang..pencerah
win indonesia kan pernah menderegulasi aturan perbankan, nah itu masih berlanjut gak sampe sekarang?

china waktu pertama kali ikut WTO kan petani kedelai-nya pada tiarap, nah abis itu gimana skrg? akhirnya bangkrut semua atau ditolong pemerintah?

negara2 eropa welfare state itu mirip sosialis bukan om? kok mereka gak jadi malas?


1. Gak, sekarang malah lebih ketat dibanding dulu dalam hal perijinan, modal, pelaporan, dsbnya,

2. Ngikutin cara US, pemerintah RRC membeli hasil kedelai petaninya dgn harga yang sudah memberi margin profit pada petani dan kemudian menjualnya kembali dengan harga pasar. Mereka bisa melakukan ini karena mereka sekarang cukup kaya untuk melakukannya.

3. Dasarnya memang sosialis, in a sense mereka malas. Apa ada mereka mau kerja lebih dari 8 jam perhari ato 40 jam/minggu ?

Bahkan Perancis lebih gila lagi mereka ingin mengurangi jam kerja dari 8 jam / hari jadi 6 jam / hari.

Yg jadi masalah bukanlah berapa lama kita bekerja tp produktivitas kita dalam bekerja.

Kamu gak usah jauh2x , bandingkan yang gampang aja dan dekat aja, kamu pergi ke Singapore dan lihat semisal Teller/Customer Service, etc di bank dan bandingkan dgn yang ada di Indonesia, kalau kamu bawa stop watch kamu boleh coba perhatikan bahwa untuk waktu yang sama maka Teller/CS, etc di Singapore bisa melayani 5-6 nasabah lebih banyak daripada yang ada di Indonesia.

Dengan kata lain untuk waktu kerja yang sama jumlah produktiivtasnya lebih tinggi. Atau untuk produktivitas yang sama maka banyak negara seperti yang kamu sebutkan itu bisa memiliki jam kerja lebih rendah.

Quote:Original Posted By IQBAL08


itu emang bener2 wajib diikuti sama smua laki2 warganegara singapore y mod? training nya berapa lama mod? kalo gak ikut ada konsekuensi nya gak mod? terus ada penilaian nya gak? yang gagal apa harus ulang ikut?

maaf banyak nanya y mod...


Tidak hanya semua laki2x WN Singapore, tp jg mereka yang berusia dibawah 18 thn ketika menjadi PR atau ketika orang tuanya menjadi PR.

Mereka harus mengbadi antara 20 bulan - 30 bulan tergantung pada beberapa faktor tp tipikalnya 24 bulan.

BMT (Basic Military Training) nya sekitar 9 minggu untuk yang normal ada yang 12 minggu dan paling lama 16 minggu untuk yang obesitas, definisi obesitas adalah kalo BMI lebih besar dari 27, definisi WHO untuk obesitas adalah kalo lebih besar dari 30.

Setelah lewat BMT mereka akan di posting di kesatuannya masing2x apakah masuk infantri, armored, artilery, dsbnya.

Setelah mereka menjalani 24 bulan mereka kemudian dapat disebut Reservist dan tergantung pangkat mereka maka mereka masih harus menjalani National Service sampai usia mereka 45 thn untuk pangkat non perwira dan 55 thn untuk pangkat perwira.

Mereka dapat dipanggil setiap thn maksimum 40 hari untuk mengabdi yg disebut National Service.

Tidak melaporkan diri untuk mengikuti National Service mendapatkan ancaman hukuman maksimum penjara 3 thn dan/atau denda SGD 70.000.

Melakukan Desersi mendapatkan ancaman hukuman penjara maks 10 thn.

Ketika seorang anak laki2x di Singapore (Citizen dan PR) berusia 16,5 thn mereka harus melaporkan diri untuk mengikuti Physical Examination (Tes Fisik) untuk menentukan kelayakan mereka mengikuti Wamil.

Ada yg butuh latihan tambahan seperti mereka yang obese atau yang terlalu kurus, dsbnya. Ada yg butuh modified training semisal karena kondisi kesehatran mereka, ada yang kalo cacat, dsbnya itu akan diberikan tugas administratif ato storeman biasa.

Tp ada yang semisal idiot, dsbnya, atau kecacatannya membuatnya tidak mampu mengerjakan tugas2x administratif maka mereka tidak diwajibkan mengikuti Wamil dan diberi konsensi (Discharge from NS).

Quote:Original Posted By berwin


1. Rencana awalnya adalah isolasi korut dan mengoyang kekuasaan pemerintahannya melalui pemberontakan rakyat.

Menurut informasi yang pernah saya baca, dulu di salah satu universitas US mereka pernah membuat sebuah komputer untuk menganalisa permodelan politik, komputer itu dgn tepat memprediksi kejatuhan Sovyet pada 1990, dan memprediksi kejatuhan Korut pada 1999, namun nyatanya itu tidak terjadi.

Kenapa ?

Salah satu variable yang tidak dimaksukan adalah merosotnya hegemoni US dan naiknya RRC sebagai super power baru yang membacking Korut.

Ekonomi Korut sudah hancur sejak lama kalo bukan karena RRC terus membakcing mereka, membeli hasil produksi mereka dan mensuplai kebutuhan mereka dgn harga yang sangat murah.

2. Partner dagang terbesar no 3 US adalah Jepang dan No 2 Jepang adalah US. Jepang sendiri adalah Partner dagan no 1 Indonesia.

3. Iya memang seperti itu.

Ketika PD 2 selesai sebuah tatanan dunia baru harus dibuat, penguasa Dunia Lama seperti Inggris, Perancis dan Jerman semua sedang sekarat waktu itu.

Hanya ada 2 kekuatan yaitu US dan Sovyet.

Namun karena Sovyet berpaham Komunisme dan tidak adanya kebebasan disana maka negara2x super power lama seolah2x "mentransfer" tanggung jawab itu kepada US yg menerimanya dengan senang hati.

Salah satu maslaah dari keamanaan dunia adalah perlombaan senjata.

Semisal, Jika pakistan meningkatan persenjataanya maka india akan meningkatkannya juga.

Karena India meningkatkannya maka RRC jg akan melakukan hal yang serupa.

Jika RRC melakukan itu maka US akan melakukannya jg, dstnya ada efek berantai yang mungkin disebabkan oleh sebuah negara yang tidak signifikan.

Oleh sebab itu sebuah struktur harus tercipta,

Harus ada pengkastaan, siapa yang dibawah dan siapa yang diatas agar semuanya dapat berjalan dengan baik.

Jadi negara mana harus memiliki berapa banyak prajurit, berapa besar kekuatan militernya, etc itu diatur dan di enforced.

Kejadian yang sama pernah terjadi Sebelum PD 1 dan PD 2.

Semisal US waktu itu setuju untuk mengikuti aturan sehingga mereka menghancurkan 1/3 angkatan laut mereka agar angkatan lautnya tidak boleh lebih besar daripada Inggris. Dan inggris mengurangi 5 batalyon tank agar tidak lebih besar daripada Perancis, dstnya.

Tujuannya bukan menjadi penguasa tp lebih tepatnya Polisi dunia.

Mereka yang memegang "biggest stick" yg dapat enforced peraturan dunia kalau gak dunia ini kacau nantinya.



-Apa keuntungan Korut bagi RRC? sehingga sampai sekarang dibantu terus?

-RRC secara terang"gan atau tidak mod, membantu Korut?

-Minyak, Uranium, dan Keperluan perang lain-nya itu siapa yg Suply? RRC?

-Apa guna-nya UN jika US yg pegang semua?

-Saya lihat Negara yg Kalah PD2 mengalami Kemajuan Ekonomi yg bisa dibilang sangat tinggi kayak Jepang dan Jerman, apa karena Mereka dibatasi Militer-nya sehingga, dana-nya ngak terlalu habis di militer atau Dendam dan Melawan melalui Ekonomi? atau ada hal lain-nya?
Quote:Original Posted By berwin

2. Ngikutin cara US, pemerintah RRC membeli hasil kedelai petaninya dgn harga yang sudah memberi margin profit pada petani dan kemudian menjualnya kembali dengan harga pasar. Mereka bisa melakukan ini karena mereka sekarang cukup kaya untuk melakukannya.


pertanian negara luar bisa maju karena lahannya yg luas digarap oleh satu orang. Indonesia mekipun secara total luas lahan sama, tapi terpisah2 karena dimiliki oleh banyak orang. Akibatnya tdk bisa menekan biaya dan keuntungannya sedikit. Gimana caranya mendorong kepemilikan lahan agar dimiliki sedikit orang saja?
Quote:3. Dasarnya memang sosialis, in a sense mereka malas. Apa ada mereka mau kerja lebih dari 8 jam perhari ato 40 jam/minggu ?

Bahkan Perancis lebih gila lagi mereka ingin mengurangi jam kerja dari 8 jam / hari jadi 6 jam / hari.

Yg jadi masalah bukanlah berapa lama kita bekerja tp produktivitas kita dalam bekerja.

Kamu gak usah jauh2x , bandingkan yang gampang aja dan dekat aja, kamu pergi ke Singapore dan lihat semisal Teller/Customer Service, etc di bank dan bandingkan dgn yang ada di Indonesia, kalau kamu bawa stop watch kamu boleh coba perhatikan bahwa untuk waktu yang sama maka Teller/CS, etc di Singapore bisa melayani 5-6 nasabah lebih banyak daripada yang ada di Indonesia.

Dengan kata lain untuk waktu kerja yang sama jumlah produktiivtasnya lebih tinggi. Atau untuk produktivitas yang sama maka banyak negara seperti yang kamu sebutkan itu bisa memiliki jam kerja lebih rendah.


menurut teori lu win, sosialisme lama2 akan menghilangkan persaingan dan membuat orang malas. Apa eropa sedang mengarah kesana? Mungkinkah karena ini mereka bisa disalip asia?

win katanya aset DBS untuk bisa disejajari mandiri butuh waktu 100 th
[URL="http://finance.detik..com/read/2013/02/26/163126/2180269/5/untuk-kejar-dbs-bank-mandiri-butuh-waktu-100-tahun?f9911023"][I]sumber[/I][/URL]
gimana ceritanya DBS bisa mengumpulkan aset dgn cepat
win, bisa gak si kita menghilangkan ketergantungan dengan yang namanya "uang"? kalo bisa gimana caranya, kalo enggak kenapa?
Quote:Original Posted By asamatomo


-Apa keuntungan Korut bagi RRC? sehingga sampai sekarang dibantu terus?
-RRC secara terang"gan atau tidak mod, membantu Korut?
-Minyak, Uranium, dan Keperluan perang lain-nya itu siapa yg Suply? RRC?
-Apa guna-nya UN jika US yg pegang semua?
-Saya lihat Negara yg Kalah PD2 mengalami Kemajuan Ekonomi yg bisa dibilang sangat tinggi kayak Jepang dan Jerman, apa karena Mereka dibatasi Militer-nya sehingga, dana-nya ngak terlalu habis di militer atau Dendam dan Melawan melalui Ekonomi? atau ada hal lain-nya?


1. Ada banyak keuntungan, pertama Korut akan jadi negara buffer. Kalo ada konflik maka konfliknya bakal terjadi di KORUT, kalo Korut gak dibacking dan collapse diambil sama selatan maka mereka akan langsung berbatasan dengan RRC dan artinya ada daerah perbatasan yang terbuka yang sekarang harus djaga.

Alasan lainny adalah agar RRC dianggap penting, dengan adanya KORUT dan KORUT hanya mau "ngomong" sama RRC maka peran RRC dalam diplomasi itu penting dan ini dijadikan kartu "AS" dalam negosiasi dengan US, jadi kalo RRC mau sesuai mereka bisa menggunakan isu korut sebagai senjata ataupun sebagai hadiah.

2. Bantuan yang dimaksud semisal kerja sama ekonomi, kerjasama pendidikan, dsbnya. Itu maksudnya bantuan, sebab tanpa itu semua korut sudah lama collpase. Walaupun tidak ada keuntungan Signifikan buat RRC bahkan mungkin rugi2x kecil tp hubungan itu ttp dijaga asal yang penting korut gak collapsed.

3. UN pada dasarnya adalah ekstensi dari Departemen Luar Negeri US, Inggris, Perancis, Russia dan RRC. Gunanya adalah forum tempat menyampaikan suara dan unek2x tp kebijakannya sudah digariskan berdasarkan kepentingan 5 negara diatas.

4. Salah satunya adalah mereka tidak memfokuskan pada militer dan akibatnya anggaran mereka tidak habis buat maintain militer.

Militer itu tidak produktif, kamu kalo gak ada perang buat apa bayar prajurit ? apakah prajurit akan menghasilkan produk barang atau jasa ? Militer itu pada dasarnya cost center dilihat dari sisi budgeter negara.

Unless ofcourse kamu menggunakan militer itu untuk mendapatkan kilang minyak, tambang emas, dsbnya disuatu negara lain maka baru militer itu memberikan keuntungan finansial.

Hal lainnya adalah Jerman dan Jepang bisa maju karena dibantu oleh US, Eropa secara general menerima bantuan dalam program marshall plan dan jg program ini diextend untuk membantu negara2x di wilayah asia.

Dan karena sebab ini maka US secara "morally" memiliki hak untuk mengatur dunia.