KASKUS

[Diskusi] Golden Traders Indonesia Kabur - isu or kenyataan silahkan dibahas bersama

Update

Quote:Original Posted By khaory
Yang mw masuk ke GRUB chat bbm pm sis kheyren ya pinnya.. Tapi maap mungkin akan kami sortir dolo sebelom accept. Soalnya ngapain ke grub chat klo setan2 rese ngintilin??.. So sabar ya mungkin aceptnya akan rada lama.
Sementara yg bru di sortir agan mirandajfk. Jadi tolong agan mirandajfk pm pin ente ke gn kheyrens


Quote:Original Posted By pasukanbata1
Gw uda bikin grup dikaskus.

Join aja yah..

Nb:sampah dilarang masuk.

Ini groupnya : klik disini untuk join groupnya.





Bbrp kaskuser bilang sudah mndapatkan CB
Quote:Original Posted By ChillyFlame
sumber dari temen ane yg ikutan, katanya baru masuk CB nya



Be united as a family, To all kaskuser

6/3
Quote:Original Posted By thiando
selamat malam semuanya

sesuai judul trit, untuk saat ini tdk ada update info yg bisa sy bantu share,
kecuali menunggu 2-3 hari sesuai surat pemberitahuan yg di ttd oleh direktur baru GTIS pak Aziddin.

semoga kamis atau paling lambat jumat sudah ada kabar.
kalo TS yg punya trit ini berkenan, nanti sy bantu share hasilnya bagaimana.


note : terlepas dari pro kontra didalam trit ini, disini sy hanya bantu share informasi utk pihak2 yg sedang membutuhkan.



Update 4/3
http://www.tempo.co/read/news/2013/03/04/090464854
Hari Ini Golden Traders Gelar RUPS di Jakarta

Update : terakhir dpt info ktnya akan tetap berjalan GTI



Smoga benar. Maaf gmbar jelek. Dikirimin tman


Quote:Original Posted By Username78
http://investasi.kontan.co.id/news/m...tis/2013/03/01

Jumat, 01 Maret 2013 | 07:52 WIB

JAKARTA. Manajemen PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) akhirnya angkat bicara. Kabar simpang siur mengenai dana nasabah serta keberadaan direktur utama sekaligus pendiri GTIS Dato Taufiq Michael Ong dijelaskan oleh Dewan Penasehat dan Pengawas GTIS, Aziddin.
Menurut Aziddin yang juga mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrat, para pengurus GTIS telah melakukan rapat di Jakarta, Rabu (27/2). Hasilnya, Michael Ong dinonaktifkan sebagai Direktur Utama GTIS, dan David sebagai Direktur GTIS per 27 Februari 2013."Karena keduanya dianggap tak bisa memenuhi tugas dengan baik," ujar dia.
Namun dalam rapat itu, Dato Zahari Sulaiman sebagai Komisaris GTIS tidak hadir. Aziddin bilang, Dato Zahari telah memberi kuasa kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai dewan syariah untuk mengadakan rapat bersama bersama nasabah pada 4 Maret 2013 nanti. Dalam rapat itu akan dipilih pengganti Michael Ong dan David.
Ke depan, GTIS akan dioperasikan seperti perusahaan terbuka. Para nasabah akan menjadi investor dan memegang saham perusahaan. Ia juga menampik kabar Michael Ong membawa lari dana nasabah. Setelah rapat 4 Maret 2013, Aziddin yakin, keadaan bisa kembali normal.
Ia menggaransi bonus yang sempat mampet sejak 25 Februari akan kembali mengalir setelah rapat 4 Maret 2013. "Dana nasabah miliaran rupiah, tidak sebesar yang dikabarkan," ujar Aziddin kepada KONTAN, kemarin.
Masih menurut dia, sejak awal tahun ini Michael Ong berada di India. Di sana, Michael Ong mendirikan perusahaan investasi emas sejenis, namun tanpa label syariah.
Tetap beroperasi
Sejauh pantauan KONTAN, kantor pusat GTIS yang berlokasi di Mega Kemayoran Tower, Jakarta, masih tetap buka. Sejumlah cabang GTIS di Jakarta pun masih tetap beroperasi, walau tampak minim aktivitas.
Darius, karyawan yang bekerja di kantor pusat GTIS yang KONTAN temui mengatakan, Michael Ong tidak hadir lagi dalam rapat yang digelar di GTIS, Rabu malam lalu.
Kantor cabang GTIS di Kompleks Puri Niaga III, Jakarta pun tetap beroperasi. Kantor cabang ini hanya melayani pengambilan invoice yang telah jatuh tempo.
Pada dinding kantor ini terdapat deretan foto Michael Ong bersama Ketua MUI, Ma'ruf Amin dan Ketua DPR, Marzuki Alie. Pada keterangan foto disebut Ma'ruf Amin sebagai Dewan Pengurus Syariah GTIS. Sementara foto Michael Ong bersama Marzuki Alie diambil dalam acara Gerakan Dakwah Islamiyah Musantara (GDIN). "Jangan mudah tergiur tawaran fix income," ujar Ibrahim, analis Harvest International Futures.
Apakah pernyataan pengurus GTIS ini akan menjadi kenyataan? Kita tunggu saja awal Maret ini.



Quote:Original Posted By boewatch


http://www.tempo.co/read/news/2013/03/01/058464447/MUI-Akan-Ambil-Alih-Saham-PT-GTI-Syariah

TEMPO.CO, Yogyakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengambil alih saham PT Golden Traders Indonesia (GTI) Syariah yang sebagian besar milik warga negara Malaysia. "Agar tidak menimbulkan persoalan bagi nasabah," kata konsultan PT GTI Syariah Yogyakarta, BRAy Joyokusumo, kepada Tempo, Kamis, 28 Februari 2013. Menurut dia, para pemegang saham perusahaan itu telah membahasnya.

Saham GTI Syariah dimiliki oleh perorangan dan lembaga. MUI memiliki saham sebesar 10 persen, Ketua DPR Marzuki Alie 10 persen, sisanya dikuasai dua warga Malaysia. Salah satunya Ong Han Cun.

Ong diduga melarikan emas dan uang nasabah sebesar Rp 10 triliun. Namun, Joyokusumo membantah Ong kabur ke luar Indonesia. "Ini hanya persoalan internal dan ada pembenahan sistem pendataan nasabah GTI Syariah."

Joyokusumo mengatakan MUI sebagai Dewan Penasehat PT GTI Syariah juga telah mengeluarkan pengumuman perusahaan itu tetap menjalankan mekanisme perusahaan. Surat tertanggal 28 Februari 2013 itu berisi seruan agar seluruh staf, karyawan, dan agen PT GTI Syariah tetap bekerja seperti biasanya dengan alasan perusahaan itu dalam pengawasan MUI. Surat ditandatangani oleh Dewan Penasehat dan Pengawas PT GTI Syariah, KH. Aziddin.

GTI Syariah memiliki lebih dari 100 nasabah. GTI Syariah menjual emas batangan produk PT Aneka Tambang dengan harga 20 persen lebih mahal ketimbang harga emas di pasaran. Nasabah setiap bulan mendapatkan bonus sebesar 1,5-2 persen dari harga pembelian emas.

SHINTA MAHARANI


Quote:Original Posted By boewatch
http://www.tempo.co/read/news/2013/03/01/087464425/Kerabat-Keraton-Yogyakarta-Konsultan-GTI-Syariah

Kerabat Keraton Yogyakarta Konsultan GTI Syariah
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta- Isteri GBPH Joyokusumo, BRAy Joyokusumo menjadi konsultan PT Golden Traders Indonesia (GTI) Syariah di Yogyakarta. Perusahaan itu dikabarkan bermasalah karena pemilik saham asal Malaysia, Ong Han Cun diduga melarikan emas dan uang nasabah senilai Rp10 triliun.

Isteri adik kandung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ini menyebutkan kondisi perusahaan saat ini tidak pailit. Hanya saja, muncul persoalan internal yang mendera salah satu pemilik saham asal Malaysia, Ong Han Cun atau Datuk Michael. Namun, Bray Joyokusumo tidak menjelaskan persoalan internal yang dimaksud. “Posisi Datuk Michael memang tidak di Indonesia. Tidak benar kalau uang nasabah dilarikan. Ini hanya persoalan internal Datuk Michael,” kata dia ditemui Tempo di Gadri Resto Yogyakarta, Kamis, 28 Februari 2013.

Menurut dia, PT GTI Syariah saat ini sedang membenahi sistem pendataan nasabah. Pemberian bonus kepada nasabah yang membeli emas di PT GTI Syariah setiap bulan juga tetap berjalan sesuai kontrak atau perjanjian.

Ia menjelaskan GTI syariah merupakan bisnis konvensional. GTI menjual emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) dengan harga 20 persen lebih mahal ketimbang harga emas di pasaran.
.........
nasabah membeli juga kecil karena emas dipegang nasabah,” katanya.
(Lanjut di link saja krn tdk muat)


Quote:Original Posted By boewatch
http://www.tempo.co/read/news/2013/03/01/063464496

Marzuki Alie Berkukuh Tak Terlibat GTI Syariah
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie kembali memastikan dia tak terlibat dalam PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS), perusahaan investasi emas, yang dituding melarikan dana nasabahnya senilai triliunan rupiah.

"Saya tak ada hubungan bisnis, tak ada ikut-ikutan," kata Marzuki di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2013. Dia memastikan hanya beberapa kali bertemu dengan manajemen GTIS. Pertemuan itu pun tak ada kaitannya dengan keikutsertaan dia, namun murni sebagai ajang silaturahmi.

Sebelumnya, saham GTI Syariah disebut-sebut dimiliki oleh perorangan dan lembaga. Majelis Ulama Indonesia memiliki saham sebesar 10 persen. Sedangkan Marzuki 10 persen. Sisanya dikuasai dua warga Malaysia. Salah satunya Ong Han Cun. Marzuki membantah tegas informasi ini.

"Kalau ada saya punya saham, tunjukkan, akan saya ganti sejuta kali, saya bagikan untuk wartwan," katanya. Marzuki merasa aneh ketika namanya diseret-seret. Apalagi perusahaan itu tengah menuai polemik lantaran salah satu pemegang sahamnya diduga melarikan emas dan uang nasabah sebesar Rp 10 triliun.

"Karena banyak pertanyaan makanya mencari tahu juga informasinya," ucapnya. Selain memastikan penyebutan namanya, Marzuki mengaku mendapat informasi dari MUI tentang langkah penyelamatan oleh lembaga yang berperan sebagai dewan penasihat PT GTIS. Marzuki mendukung langkah MUI untuk tetap melanjutkan usaha.

GTI Syariah memiliki lebih dari 100 nasabah di sejumlah daerah, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. GTI Syariah menjual emas batangan produk PT Aneka Tambang dengan harga 20 persen lebih mahal ketimbang harga emas di pasaran. Nasabah setiap bulan mendapat bonus 1,5-2 persen dari harga pembelian emas.

IRA GUSLINA SUFA


Quote:Original Posted By limwilliam
Update :

Situsnya GTIS sudah bisa dibuka kembali begitu juga facebooknya


Update di post ke 3


Saya bukan agent GTI and gada hub nya ama GTI. Cuma prihatin atas kasus ini.
Bukti gimana boss.. Gtis klo smp ada apa2 pasti akan menyebabkan bisnis sejenis kolapse.. Takutnya
Quote:Original Posted By faudy
Bukti gimana boss.. Gtis klo smp ada apa2 pasti akan menyebabkan bisnis sejenis kolapse.. Takutnya


Kolapse mungkin tidak,apabila memang perusahaan tsb sehat dan benar pengolahannya tapi sorotan dr publik dan lembaga pemerintahan pasti akan makin kuat. Sehingga perusahaan sejenis yg tdk jelas akan terganggu.

Apabila konsumen mereka takut krn tanpa adanya jaminan, maka apabila mereka secara serempak menarik dananya maka akan berdampak kurang baik bagi cash flow perusahaan sejenis yg tdak kuat.

Jika mungkin ada info yg lebih pasti boleh dishare disini

Update

Quote:Original Posted By Username78
cekidot : http://www.mui.or.id/

Menyalahi Syariah, Sertifikat TGIS Otomatis Dicabut

Jumat, 01 Maret 2013 19:40

Sekjen MUI: Saham 10 Persen Diberikan Secara Sukarela

Jakarta, (MUIonline)

Wakil Ketua Komisi Fatwa Maejelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. H. Maulana Hasanuddin, M.Ag menegaskan, sertifikat pergadangan syariah yang dijalankan Global Traders Indonesia Syariah (GTIS) otomatis tercabut, begitu yang bersangkutan melakukan pelanggaran hukum syariah yang merugikan orang lain. “Kalausul pencabutan otomatis itu sudah tercantum dalam semua teks sertifikat MUI,” katanya kepada MUIonline, di Jakarta, Jum’at (1/3) menanggapi persoalan yang menimpa TGIS.

Seperti diberitakan, Kepala Bidang Humas Polrestabes Jawa Timur Kombes Hilman Thoyib membernarkan bahwa setidaknya ada tiga nasabah Raihan Jewellary, yang merupakan bagian dari pelaksanaan bisnis syariah TGIS, melaporkan penipuan yang dilakukan pihak menejemen. Menurut pelapor, pihaknya sejak Desember 2012 sudah tidak lagi menerima pembagian keuntungan sebagaimana yang dijanjikan perusahaan.

Bahkan, seperti diberitakan Harian Kompas, pimpinan GTIS Taufik Michel Ong, yang warganegara asli Malaysia, ditengarai telah melarikan diri bersama dana sebesar sepuluh triliun rupiah. Ketua DPR RI dari Partai Demokrat Marzuki Ali membantah keras namanya disebut-sebut sebagai salah seorang yang tercantum dalam pimpinan GTIS itu. Namun Marzuki mengaku, Taufik Michel Ong pernah datang bersama KH. Azidin dari MUI sekedar berbincang dan berfoto bersama.

Sementara itu, dari Milan, Italia, Sekjen MUI Drs. H. Ichwan Sam mengaku bahwa pihak MUI diberikan saham kosong sepuluh persen oleh perusahaan GTIS. Saham kosong itu tidak ada wujudnya dan merupakan good will dari perusahaan terkait dengan pengawasan syariah MUI. Saham itu juga tidak terkait sama sekali dengan kesewenang-wenangan dan kenakalan yang dilakukan pimpinan GTIS.

“Saham itu diberikan dengan sukarela oleh perusahaan. Kalau memang Ternyata nantinya dalam perkembangan berikutnya praktik GTIS itu nakal dan tidak lagi memenuhi ketentuan syariah sebagaimana ditetapkan MUI, ya sertifikat itu pasti otomatis dicabut. Jadi, saham yang diberikan kepada MUI itu tidak ada kaitan dengan semacam sogok agar sebuah perusahaan boleh melakukan apa saja. MUI tetap tidak akan mentolerir siapapun melakukan transaksi-transaksi yang di luar ketentuan syariah, walaupun bayar berapapun,” tegasnya.

Di bagian lain dikemukakan Maulana Hasanuddin, yang juga Wakil Sekretaris Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional (BPH DSN) MUI, pihaknya sudah membicarakan soal perkembangan terakhir GTIS dalam rapat internal DSN pada Rabu (27/2) lalu. Pembicaraan final akan dilanjutkan pada pekan depan menunggu para petinggi MUI kembali ke Tanah Air. Saat ini, sebagian pengurus teras MUI ada yang melaksanakan umroh dan sebagian lagi ada yang melaksanakan tugas kunjungan kerja ke Itali dan Rusia.

Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, menurut Maulana, memberikan sertifikat bisnis syariah kepada GTIS karena sudah memenuhi kriteria-kriteria syariah sesuai ketentuan MUI. Seperti diketahui, sesuai fatwa MUI, semua operasional bisnis syaraiah harus mendapatkan sertifikat syariah MUI. Dan selama pelaksanaan aktifitasnya, perusahaan itu tentunya harus tunduk dan terikat dengan ketentuan MUI sebagaimana tercantum dalam sertifikat syariah MUI.

Ketentuan itu misalnya, dalam melaksanakan operasionalnya, perusahaan tersebut harus tidak ada unsure tipuan, bukan transaksi spekulasi yang berpotensi merugikan sala satu pihak dan lain sebagainya. “Bahwa di tengah perlaksanaannya perusahaan itu menyimpang dari ketentuan syariah, ya MUI berhak untuk mencabut sertifikat yang sudah diberikan. Jangankan menipu orang lain, tidak menipu pun, kalau dalam pelaksanaannya dinilai menyimpang dari aturan syariah, ya pasti sertifikat itu dicabut,” ujar Maulana sambil menambahkan bahwa pihaknya akan terus mempelajari lebih lanjut sejauh mana kasus TGIS itu. (Qr)




Quote:Original Posted By Username78


Nuraida Bantah Emas Nasabah GTI Syariah Dibawa Kabur

Yogyakarta (CiriCara.com) – BRAy. Nuraida Joyokusumo, konsultan PT Golden Traders Indonesia (GTI) Syariah membantah kabar uang nasabahnya dibawa kabur pemilik saham, Ong Han Cun (Taufiq Michael Ong). Menurutnya, GTI Syariah hanya sedang mengalami masalah internal. “Tidak benar kalau uang nasabah dilarikan. Ini hanya persoalan internal Datuk Michael,” ujar Nuraida yang juga merupakan isteri GBPH Joyokusumo, adik kandung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, seperti dikutip dari Tempo.co, Jumat (1/3/2013). Ong Han Cun (Datuk Michael), yang diduga membawa kabur emas dan uang Rp 10 triliun milik nasabah diketahui telah meninggalkan Indonesia. Pasalnya, Datuk Michael merupakan warga negara Malaysia. “Posisi Datuk Michael memang tidak di Indonesia,” tuturnya, di Gardi Resto Yogyakarta, Kamis (28/2/2013) kemarin. Menurut dia, saat ini PT GTI Syariah sedang melakukan pembenahan sistem pendapatan nasabah. Dia menjelaskan bahwa pemberian bonus kepada nasabah yang telah membeli emas di PT GTI Syariah tetap berjalan sesuai dengan kontrak yang dipilih nasabah. Lebih lanjut Nuraida menjelaskan rincian sistem kerja PT GTI Syariah. GTI menjual emas batangan dari PT Aneka Tambang (Antam) dengan harga lebih mahal 20 persen dari harga emas di pasar. Tujuannya adalah agar harga emas yang dibeli nasabah tetap stabil. Nasabah bisa membeli emas batangan 100 gram dengan harga Rp 71.800.000. Nantinya, nasabah akan mendapatkan bonus sebesar 1,5 – 2 persen dari harga pembelian emas. Bonus diberikan selama 3-6 bulan, sesuai dengan kontrak yang sudah dipilih masing-masing nasabah. Nasabah mempunyai hak untuk menjual emas yang dibelinya ke toko emas lainnya atau juga ke PT GTI Syariah. Harga emas yang dijual ke GTI Syariah akan sama dengan harga pembelian awal, dengan syarat harus menunjukkan bukti pembelian emas dan sertifikat yang dikeluarkan PT Antam. Menurut Nuraida, investasi emas itu memiliki resiko kerugian yang sedikit. Pasalnya, harga emas selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. (YG)

Copyright © CiriCara.com


Quote:Original Posted By boewatch
http://www.tempo.co/read/news/2013/03/02/087464623

MUI Akui Terima Keuntungan Golden Traders
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Perekonomian Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Amidhan, mengakui MUI menerima keuntungan saham sebesar 10 persen dari PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS). Keuntungan tersebut diterima Yayasan Dana Dakwah Pembangunan milik MUI.

Menurut Amidhan, keuntungan tersebut diterima karena pengurus MUI duduk sebagai dewan penasihat di GTIS. “MUI hanya menjadi dewan pengawas syariah di GTIS,” ujarnya kemarin. Dewan pengawas dari MUI, kata dia, adalah Sekretaris Jenderal Ichwan Sam dan Ketua Bidang Fatwa KH Ma’ruf Amin.

Amidhan menuturkan, emas yang dikelola GTIS hanya 1,2 ton atau bernilai sekitar Rp 600 miliar. Dengan demikian, kabar bahwa dana nasabah Rp 10 triliun raib tidak benar. Nilai emas ratusan miliar rupiah, kata dia, masih aman karena sudah diblokir oleh Bank BCA dan Bank Mandiri.

Menurut Amidhan, Presiden Direktur GTIS Michael Ong dan Direktur Edward sejak pekan lalu menghilang dari Jakarta. Manajemen langsung mengamankan rekening perusahaan dan rekening pribadi dua direktur asal Malaysia itu. Namun dia mengakui kedua direktur itu telah membobol Rp 4 miliar dari rekening pribadi dan Rp 10 miliar dari rekening perusahan untuk dibagikan ke sembilan orang. Menurut Amidhan, nama penerima dana masih dalam penyelidikan.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan Sri Wahyuni Widodo mengatakan pihaknya tak bisa mencabut izin GTIS. Upaya yang bisa dilakukan adalah memberikan rekomendasi pencabutan izin usaha. “Kepada lembaga yang mengeluarkan izinnya,” ujarnya kemarin.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas Syahrul R. Sempunajaya menyatakan polisi berwenang melakukan penyelidikan. “Karena ini ranah pidana,” ujarnya.

Nasabah GTIS di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Hendry, menyatakan menunggu hasil rapat umum pemegang saham Senin depan untuk penyelesaian uang miliknya. Ia mengaku berinvestasi Rp 1 miliar di GTIS.

ALI NY | SUNDARI | GUSTIDHA | ANANDA PUTRI | ADITYA | DIANANTA | SHINTA MAHARANI | ERICK P



bukan GTi yang collaps, ini mirip2 doang

ini link berita nya di kontan:

http://investasi.kontan.co.id/xml/ba...ihan-jewellery

http://investasi.kontan.co.id/xml/in...memakan-korban
saya juga baru menerima info dari agen GTIS saya, kata nya sich GTIS kabur, kejadian nya baru semalam, tapi kronologi gmn pun saya belom di jelas khan, krn kontrak saya dengan mereka berakhir bulan juli 2013, bunga yang mereka janji khan selama febuari ini, masih di bayar dengan lancar.
kalau ada informasi yang lebih akurat dan positif,mohon di share yah,
thanks
Itu yg kabur itu owner atau direktur gan?
Yg pasti kemarin BH masi lancar
yang pasti agen gti ane gak bisa di hubungin

lagi nunggu kabar baik aja dah
mudah2an cm isu doank...

tp emang agak aneh nih... website gak bisa di buka...
trus biasanya kan gti klo mau ultah udah ada rencana perayaan anniversarynya,tp thn ini kok g ada gembar gembornya buat ultah ke3nya

positif kabur

Barusan kontak ma agen saya, dia sdh cari info di kantor pusat. Ternyata semalam dana tunai, sekitar 20 kg emas, server data pelanggan sdh tdk ada lg. Pegawai level manajer berkebangsaan malaysia sdh tidak ada di tempat termasuk bos besarnya.

Beberapa manajer indonesia lalu berinisiatif menelpon pak Dato yg memiliki jabatan komisaris. Beliau jg menyatakan tidak mengetahui situasi yg terjadi. Tp beliau mengatakan spy beberapa perwakilan dr indonesia dtg ke malaysia utk membicarakan hal ini.

Kita berharap yg terbaik aj. Balik syukur, klo ga ya we know all the risk.
Quote:Original Posted By sandys2
Barusan kontak ma agen saya, dia sdh cari info di kantor pusat. Ternyata semalam dana tunai, sekitar 20 kg emas, server data pelanggan sdh tdk ada lg. Pegawai level manajer berkebangsaan malaysia sdh tidak ada di tempat termasuk bos besarnya.

Beberapa manajer indonesia lalu berinisiatif menelpon pak Dato yg memiliki jabatan komisaris. Beliau jg menyatakan tidak mengetahui situasi yg terjadi. Tp beliau mengatakan spy beberapa perwakilan dr indonesia dtg ke malaysia utk membicarakan hal ini.

Kita berharap yg terbaik aj. Balik syukur, klo ga ya we know all the risk.


kalau komisaris nya masih mau bertemu dan berdiskusi harusnya, masih ada harapan, apalagi cuman 20 kg aja yg di bawa kabur, kurang lebih 1,45 Triliyun, masalah nya, gmn dia bawa kabur nya,masa kalau ada pengiriman dana dalam jumlah besar, bisa di lakukan dalam semalam aja.
semoga ada solusi terbaik deh, Raihan aja di cicil kok, masa ini ngk bisa di cicil, berharap yg terbaik deh untuk kasus GTIS ini.
Quote:Original Posted By xstrata
Itu yg kabur itu owner atau direktur gan?
Yg pasti kemarin BH masi lancar


Katanya owner nya.



Quote:Original Posted By darkshang
Saya cuman ingin meringkas berita yang saya dapat dari pertama Hebohnya GTIS hingga sekarang, inilah infonya:

1. MUI mengakui terima keuntungan saham sebesar 10% dari GTIS, diterima oleh Yayasan Dana Dakwah Pembangunan milik MUI.

2. MUI dewan pengawas syariah GTIS diwakili oleh sekjend. Ichwan Sam dan Kabid. Fatwa KH. Ma'aruf Amin.

3. Emas yang dikelola GTIS hanya 1,2 ton atau senilai Rp 600M. Dengan demikian, kabar bahwa dana nasabah Rp 10T hanya isu belaka.

4. Dana ratusan Milyar masih aman karena sudah diblokir BCA dan Mandiri.

5. Sesaat Michael Ong dan Edward menghilang, manajemen langsung amankan rek GTIS dan rek pribadi 2 direktur yang melarikan diri.

6. Diakui Michael Ong memang sempat membobol 4M dari rek pribadi dan 10M dari rek GTIS untuk dibagikan ke 9 orang.

Dan menurut info yang saya dapet dari marketing GTIS saya akan diadakan rapat masalah ini dari tanggal 4-13 maret 2013.

Untuk seluruh Non fisik ataupun fisik tidak boleh dicairkan sampai jatuh tempo karena bila semua orang mencairkan dana yang diinject oleh GTIS pasti akan kekurangan.

Sekian info yang saya dapat semoga dapat bermanfaat.




Quote:Original Posted By celebron
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...-Angkat-Bicara

Minggu, 03 Maret 2013 | 11:14 WIB

Golden Traders, MUI Angkat Bicara

TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia membantah berbisnis melalui PT Golden Traders Indonesia (GTI) Syariah. Menurut Ketua Bidang Perekonomian dan Produk Halal KH Amidhan, MUI hanya menjadi Dewan Pengawas Syariah PT Golden Traders. Pengawas dari MUI adalah Sekretaris Jenderal Ichwan Sam dan Ketua Bidang Fatwa KH Ma’ruf Amin.

"MUI tidak berbisnis, ulama-ulamanya saja tidak digaji," kata Amidhan. Namun MUI mempunyai Yayasan Dana Dakwah Pembangunan (YDPP) untuk mencari dana operasional MUI. Sebagai penasihat, PT Golden Traders Indonesia Syariah memberikan keuntungan saham sebesar 10 persen yang diterima oleh YDDP.

Amidhan menuturkan, emas yang dikelola oleh PT GTIS hanya 1,2 ton atau sekitar Rp 600 miliar. Jadi, kata dia, isu Rp 10 triliun itu tidak benar. Angka ratusan miliar itu mayoritas masih aman karena sudah diblokir oleh BCA dan Bank Mandiri atas permintaan manajemen dan MUI. (Baca: MUI Akui Terima Keuntungan Golden Traders)

Amidhan juga membantah bahwa MUI akan mengakuisisi saham lainnya. "Duit dari mana MUI bisa membeli saham?" kata Amidhan. Menurut dia, itu bukan MUI, melainkan empat investor baru yang berniat membeli saham. Dia belum tahu apakah GTIS memilih salah satu atau berapa investor.




Ane mantau gan
Mumpung pertamax
Quote:Original Posted By INVESTOR.BATA
yang pasti agen gti ane gak bisa di hubungin

lagi nunggu kabar baik aja dah
mudah2an cm isu doank...

tp emang agak aneh nih... website gak bisa di buka...
trus biasanya kan gti klo mau ultah udah ada rencana perayaan anniversarynya,tp thn ini kok g ada gembar gembornya buat ultah ke3nya


Bakal jd sorotan publik dan instansi pemerintahan nih
oh, udah ada threadnya dari kemarin...

ane baru tau tadi pagi.
mudah2an ada penyelesaian yang baik.

mau tau perkembangan GTI selanjutnya gimana nih apakah sama dengan terdahulunya macam SPEEDLINE???

Quote:Original Posted By joe.rzl
mau tau perkembangan GTI selanjutnya gimana nih apakah sama dengan terdahulunya macam SPEEDLINE???



Lg dibentuk tim buat nemuin datuk nya, mo klarifikasi tentang keberadaan ownernya.


*sy bukan agen gti bukan pengamat bukan apa2 jgn pm / call saya mengenai GTi. Pantau thread aj. Biar yg tau info saling sharing disini.
Thx

Quote:Original Posted By nokige


kalau komisaris nya masih mau bertemu dan berdiskusi harusnya, masih ada harapan, apalagi cuman 20 kg aja yg di bawa kabur, kurang lebih 1,45 Triliyun, masalah nya, gmn dia bawa kabur nya,masa kalau ada pengiriman dana dalam jumlah besar, bisa di lakukan dalam semalam aja.
semoga ada solusi terbaik deh, Raihan aja di cicil kok, masa ini ngk bisa di cicil, berharap yg terbaik deh untuk kasus GTIS ini.



Bos nya raihan masi bs ditemuin di GMCS
Krn GMCS waktu itu mau kasi jalan kluar buat raihan. Tp kerjasama nya tdk mencapai kesepakatan.


Quote:Original Posted By juggern4ut

PEMBERITAHUAN

Menanggapi beberapa informasi yang masuk dan beredar di lapangan, serta dari Customer Raihan Jewellery, dapat kami sampaikan :
Perusahaan PT. Goldenmakmur Citra Sejahtera tidak pernah mengambil alih atas perusahaan Raihan Jewellery.
Beberapa bulan yang lalu, perusahaan PT. Goldenmakmur Citra Sejahtera mempunyai rencana untuk membeli seluruh hutang dari perusahaan Raihan Jewellery. Setelah di bicarakan, cara penyelesaian yang ditawarakan ditolak. Maka sejak saat itu hingga hari ini kami menganggap perjanjian dibatalkan.
Mengenai cara dan format penyelesaian tentang customer Raihan Jewellery dengan pihak perusahaan Raihan Jewellery, PT. Goldenmakmur Citra Sejahtera tidak tahu menahu dan tidak ikut campur.
Adapun kerjasama selama ini, hanya bersifat personal antara agen dengan perusahaan. Layaknya agen-agen lain yang bekerjasama dengan perusahaan PT. Golden Makmur Citra Sejahtera.
Bpk. Muhammad Azhari adalah benar sebagai agent dari perusahaan PT. Golden Makmur Citra Sejahtera dan juga mengadakan kontrak jual beli emas menggunakan namanya sendiri.
Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Hormat kami,


Direksi PT. Goldenmakmur Citra Sejahtera

Quote:Original Posted By sandys2
Barusan kontak ma agen saya, dia sdh cari info di kantor pusat. Ternyata semalam dana tunai, sekitar 20 kg emas, server data pelanggan sdh tdk ada lg. Pegawai level manajer berkebangsaan malaysia sdh tidak ada di tempat termasuk bos besarnya.

Beberapa manajer indonesia lalu berinisiatif menelpon pak Dato yg memiliki jabatan komisaris. Beliau jg menyatakan tidak mengetahui situasi yg terjadi. Tp beliau mengatakan spy beberapa perwakilan dr indonesia dtg ke malaysia utk membicarakan hal ini.

Kita berharap yg terbaik aj. Balik syukur, klo ga ya we know all the risk.


Quote:Original Posted By nokige


kalau komisaris nya masih mau bertemu dan berdiskusi harusnya, masih ada harapan, apalagi cuman 20 kg aja yg di bawa kabur, kurang lebih 1,45 Triliyun, masalah nya, gmn dia bawa kabur nya,masa kalau ada pengiriman dana dalam jumlah besar, bisa di lakukan dalam semalam aja.
semoga ada solusi terbaik deh, Raihan aja di cicil kok, masa ini ngk bisa di cicil, berharap yg terbaik deh untuk kasus GTIS ini.


20 kg bukannya cuman sekitar 14,5 millyar ya gan? 1kg sekitar 500jtan kan?
Paman gw jg gabung tp untungnya dia pegang fisik emasnya... Kalau mau berita lengkapnya ada yang tau ga telponnya kemana? karena agennya ga bisa dihubungi..
Rek gtis smntara sudah di freeze sejak pagi tadi.. team delegasi sudah mnuju malaysia u/ bermusyawarah... smoga dpt tanggapan positif dari dato dan gtis bisa kembali normal...
Krn klo mnurur sy apbl gtis bnr2 hancur imbas nya akan ke copycat jg...
Krn saat ini klo bisa dprediksi gtis yg terbesar...

Sampai saat ini suasana msh kondusif smp ada kabar dari team delegasi yg di utus ke malaysia...

itu kabar smntara sampai sore hari ini yg sy tau dari agent gtis
Dan jg mdh2an KBRI disana bisa mmudahkan pertemuan team delegasi dgn dato. Krn kmaren sudah ada tanggapan positif mlalui tlp oleh dato.

Tlg jgn pm dan tlp saya... apbl ad kabar pasti akan sy update..
Trimz...
trus penyebab si bos kabur apaan gan?
apa karena si raihan?
gara2 harga emas jeblok 6 bln blakangan?
Quote:Original Posted By KecoaSalto
Rek gtis smntara sudah di freeze sejak pagi tadi.. team delegasi sudah mnuju malaysia u/ bermusyawarah... smoga dpt tanggapan positif dari dato dan gtis bisa kembali normal...
Krn klo mnurur sy apbl gtis bnr2 hancur imbas nya akan ke copycat jg...
Krn saat ini klo bisa dprediksi gtis yg terbesar...

Sampai saat ini suasana msh kondusif smp ada kabar dari team delegasi yg di utus ke malaysia...

itu kabar smntara sampai sore hari ini yg sy tau dari agent gtis
Dan jg mdh2an KBRI disana bisa mmudahkan pertemuan team delegasi dgn dato. Krn kmaren sudah ada tanggapan positif mlalui tlp oleh dato.

Tlg jgn pm dan tlp saya... apbl ad kabar pasti akan sy update..
Trimz...


Yap saya sudah lihat dokumennya nih.. Tp memang masi diharapkan untuk bijak dlm penyebaran informasi sampai ad pernyataan yg resmi.