KASKUS

Quote:Original Posted By kampretzoo


iyaaa....kan seru tuh klw tawuran gak ada lagi yg pake lempar2 batu tapi pada ngeluarin jurus silat



koq malah buat tawuran...??
punya ilmu pencak klo buat tawuran mah percuma malu"in gan
lebih baik diaatas sasana jadikan sebuah pertandingan 1 vs 1 dari pada tawuran...itu baru berjiwa satria
Quote:Original Posted By proxymighty


andai ada inpres yg menjadikan silat sbagai mulok pada sekolah2 mendampingi bhs daerah. Bukan sekedar extrakurikuler.

Quote:Original Posted By proxymighty


sebenarnya tanpa inpres jg bisa. Seperti di cianjur, atas kebijakan onotomi daerah, bupati dan wakilnya sudah menetapkan silat maenpo cikalong utk diajarkan di sekolah2 sbagai mulok. Hanya saja dalam perjalanannya hasilnya kurang memuaskan krn banyak faktor. Seperti faktor ketersediaan pelatih, rasa cinta pada silat,dana,dll. Makanya bener kata komen brother diatas, coba seperti kungfu yg disupport total sama pemerintah pusatnya.
Yg membuat miris tuh di kota ane, bekasi, walikotanya bikin stadion pelatihan taekwondo kelas internasional tapi buat silat boro2. Bukannya kita melarang, tapi mbokya utamakan pengembangan beladiri dalam negri dulu atau minimal sama2 dibuatkan agar tdk trjadi kesenjangan.



kayanya harus bikin proposal tu gan buat di ajukan ke PAK SBY
Quote:Original Posted By gajah.tewur


kalo tawuran mah tetep aja .. yang ikut silat atau enggak sama aja .. tetap aja seh gak ada bedanya ...

sayangnya pencak silat yang harum di luar, malah berbau busuk di dalam gak lain gak bukan di rusak oleh orang orang / pendekar pendekar (ngakune seh .. ) persilatan itu sendiri ...

tawur antar perguruan pencak silat gara gara masalah sepele (pendelik pendelik'an) atau hanya karena rombongan pencak silat yang baru pulang dari acara melewati wilayah mayoritas perguruan silat tertentu ...

kok yang beda aliran .. wong 1 guru mek bedo jeneng ae saiki bacok bacok an , tawuran mek rebutan sopo sing paling bener ... plus ketambahan politik mlebu ... ajur wes ... (jangan tanya daerah mana atau perguruan apa )

wes di ajari dadi pendekar iku kudu ngerti bener lan salah .. tapi kelakuan koyo bocah .. di pendelik i moro ngamuk .. gak terimo, crito koncone .. moro nggruduk .. mesakne sing ora ngerti opo opo .. ora ngerti nduwe salah opo .. mulih latihan di kepruk watu .. yo budal ...

malah curcol ane


itu karna oknum" yang ga memahami ajaran yang sudah diajarkan gan..
seperti yang ane bilang diatas
Tidak ada suatu perguruan ataupun aliran pencak yang mengajarkan kejelekan"

Jawa Tengah dan Yogyakarta


Padepokan RangJat (Ranggah Jati) Persaudaraan Seni Beladiri Pencak Silat Inti Daya Padepokan Ranggah Jati. Didirikan di Yogyakarta tahun 2012 februari 21, oleh Dwi Warsanto B.N., S.Pd. Kor.
I. Perguruan ini sebelumnya sudah di matangkan dari tahun 2004 di mulai dengan nama Psifisionergi hingga RangJat (Ranggah Jati) sekarang 2012,
[SPOILER[/youtube]
.
Di dalam Padepokan RangJat menerapkan, seni ilmu beladiri berlapis, dengan konsep beladiri berdasar kekuatan dan kecepatan atau inti daya atau power.
Persilatan Ragajati berpusat di Banjarnegara, Jawa Tengah, didirikan tanggal 6 Agustus 1976 oleh (Alm.) Guru Besar Soeharno Soeroatmodjo. Saat ini Guru Besar Persilatan Ragajati dijabat oleh Agus Hirawan Suro Adi Wijoyo (Mas Agus), yang merupakan putra dari Guru Besar terdahulu.

Persatuan Hati (PH) didirikan oleh RM Mangku Pujono (Guru Besar) dan dibantu oleh para sesepuh lainnya di Yogyakarta pada tahun 1927, ini merupakan kelanjutan dari perkumpulan "Be United" tahun 1921.

Silat Perpi Harimurti - berasal dari Yogyakarta, didirikan oleh Eyang Sukowinadi yang berguru pada Gusti Harimurti

Silat PPS Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih - salah satu perguruan dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia. Berasal dari Yogyakarta.

Tapak Suci - perguruan silat di bawah ormas Muhammadiyah. Pendirinya berasal dari Banjarnegara dan berkembang di kawasan Kauman, Yogyakarta
Pusaka Sakti Mataram Lakutama - perguruan silat yang berasal dari Yogyakarta, didirikan oleh Ki Poleng Sudamala

Perguruan Pencak Silat Cepedi (Cepat Pembelaan Diri) - didirikan pada tanggal 17 September 1922 di daerah Dagen kawasan Malioboro barat, oleh Eyang Citra Mangkunagara.

Perguruan Beladiri Sinar Perak - merupakan suatu organisasi kekeluargaan beladiri yang secara resmi berdiri pada tanggal 24 Desember 1990.
Perguruan Beladiri Garuda Nusantara - didirikan oleh Bapak K.H. Muhammad Thoyyib Sumarko S.Pd. pada tahun 1996. tergolong muda, namun sudah mulai ikut andil dalam keuaraan tingkat jawa tengan maupun Nasional

PS Garuda Jisai - Perguruan yg berasal dari Yogyakarta yang di dirikan Oleh FX.Sukirdjo sejak tahun 4 Agustus 1970 Yang beraliran Rasional Dan Religius dan Berazaskan Atas Cipta,Rasa dan karsa

Jawa Timur dan Madura

Persaudaraan Setia Hati (SH), diturunkan dari Persaudaraan Sedulur Tunggal Kecer yg didirikan oleh Ki Ngabehi Suro Diwiryo dan menurunkan banyak perguruan silat seperti: PSHT, SH Winongo, SH Putih. Pusat perguruan ini berdomisili di Madiun, Jawa Timur.
PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) didirikan oleh Ki Hajar Harjo Utomo tahun 1922 di Pilangbango, Madiun. Perguruan ini berbentuk organisasi dan lebih menekankan pada rasa persaudaraan. Perguruan ini mempunyai anggota yang sudah menyebar keseluruh penjuru nusantara, bahkan sampai keluar negeri di antaranya Malaysia, Singapura, Belanda, Mesir dan Rusia.
Gubug Ramaja (PPSGR) adalah perguruan pencak silat yang berpusat di Ngawi, Jawa Timur. Perguruan ini adalah penerus perguruan pencak silat "Tabib Ketimuran Gubug" yang didirikan oleh alm. R. Koeshartoyo pada tahun 1935 di desa Ketanggi, Ngawi, Jawa Timur.
HASDI (Himpunan Anggota Silat Dasar Indonesia) yang didirikan oleh Bapak RS. Hasdijatmiko pada tahun 1961, yang berpusat di Jember Jawa Timur. Merupakan perguruan silat yang mengembangkan tekhnik gerak silat cepat dan lugas.
Silat Bawean - silat dari Pulau Bawean, Jawa Timur. Silat Bawean atau orang Bawean menyebutnya pokolan[1], merupakan salah satu aliran dari pencak silat yang merupakan permainan beladiri dan juga sebagai hiburan.
Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP) - sebelumnya bernama Silat Mardi Anoraga Sakti, didirikan oleh Eyang Mursid. Tahun 1964 menjadi Pencak Silat Cempaka Putih yang didirikan oleh Eyang Wagiman (anak Eyang Mursid), yang juga terkenal dengan silat hadirannya. PSCP berdiri di kecamatan Panekan, Magetan, dan mempunyai anggota di seluruh Indonesia serta luar negeri.
Keluarga Persilatan Ki Ageng Pandan Alas, didirikan di kecamatan kare Madiun Oleh bapak Koestari Adi andaya (seorang purnawirawan TNI-AU AURI) pada tanggal 10 Nopember 1972 yang bernaung di bawah IPSI. Persilatan ini mengajarkan warga dan siswanya menjadi tangan-tangan penyelamat, menyelamatkan dirinya sendiri dan orang lain dalam tafsir yang sangat luas serta berpegang teguh pada “Hablum Minalloh Wa Hablum Minannas”.
Persatuan Hati (PH) di Ponorogo, Jawa Timur, yang didirikan oleh Mbah Trimo
Perguruan Pencak Silat NH Perkasya (Nurul Huda Pertahanan Dua Kalimat Syahadat) yang berpusat di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng kabupaten Jombang Jawa Timur. Perguruan Silat yang didirikan oleh Bapak Lamro Asyhari pada 2 November 1982 (menurut AD/ART) ini beraliran YUKASI (Yudo, Karate, Pencak Silat). Selain itu juga diajarkan kemampuan mental spiritual, wawasan keislaman,wawasan kenegaraan, kepemimpinan , menejemen keorganisasian, dan akidah islaamiyah untuk bekal materi dakwah. Sebagian besar Dewan Pendekar NH Perkasya sendiri juga yang mempelopori berdirinya Pagar Nusa pada waktu itu.
Pagar Nusa (PN) di kediri jawa timur, yang didirikan oleh Gusmaksum. Merupakan persatuan dari berbagai pencak silat yang bernafaskan agama islam NU
Silat Cobra, pusat perguruan berada di Pamekasan, Pulau Madura, yang didirikan oleh Pak Arif Budiman. Perguruan ini telah berkembang ke seluruh Indonesia, salah satunya di Pontianak.
Persaudaraan Rasa Tunggal, Pencak Silat dan Tenaga Dalam. Didirikan oleh RM. Sutadi Rakhanta pada tahun 1972 berpusat di Kota Madiun Jawa TImur. Menekankan pada prinsip budi luhur dan mencari ridho dan keslamatan dari Allah SWT. Saat ini mempunyai Anggota dan Warga di seluruh Indonesia.
Perguruan Ilmu Seni Bela Keselamatan Syiar Islam (SI)) di Tuban, Lamongan dan sekitarnya, didirikan oleh K. H. Ahmad Muzaini. Perguruan ini merupakan persatuan dari berbagai perguruan yang bernafaskan ajaran agama islam.
Perguruan Seni Ilmu Beladiri Kung Fu IKS.PI. Kera Sakti didirikan oleh Bapak R.Totong Kiemdarto pada tanggal 15 Januari 1980 di Jl. Merpati No. 45, Kel. Nambangan Lor, Kec Mangunharjo, Kodya Madiun. Adapun nama dari perguruan ini semula adalah IKS.PI. yang artinya adalah Ikatan Keluarga Silat "Putera Indonesia" tetapi ketika perguruan mulai berkembang diberi nama tambahan "Kera Sakti" dibelakangnya, sebab masyarakat maupun murid murid perguruan lebih mengenal nama jurus perguruan yaitu teknik jurus keranya daripada nama asli perguruan. Untuk itu selanjutnya dalam memudahkan pencarian identitas perguruan sekaligus secara tidak langsung menambah wibawa nama perguruan maka disebutlah IKS.PI. Kera Sakti.
Sebagai pendiri pertama sekaligus sebagai guru besar dari perguruan ini adalah Bapak R Totong Kiemdarto. Oleh guru besar diajarkan pelajaran silat monyet dan kerohanian untuk memantapkan fisik dan iman dari siswa dan siswi yang selaras dengan tujuan pembangunan nasional yaitu memujudkan manusia Indonesia seutuhnya, yang sehat lahir maupun batin dan berjiwa PANCASILA.
Pada mulanya perguruan ini hanya dikenal dilingkungan masyarakat desa Nambangan Lor saja tetapi pada sekitar tahun 1983 beberapa murid angkatan I dan II mulai mengembangkan ajaran perguruan dibeberapa tempat, yaitu SMAN 3 Madiun, Lanuma Iswahyudi dan Dempel. Baru kemudian menyusul berkembang ditempat lain tidak saja diwilayah eks Karesidenan Madiun tetapi juga diluar bahkan sampai keluar pulau Jawa.
PPS Bintang Surya,Surabaya didirikan oleh R.Pandji ( cucu Sunan Gunung Jati ) di Surabaya pada tahun 14 Desember 1973.PPS Bintang Surya adalah salah satu Perguruan Pencak Silat yang murni warisan dari leluhur Bangsa Indonesia, bersumberkan dari ilmu Syeh Syarif Hidayatullah, yang bergelar Sunan Gunung Jati, Cirebon, yang merupakan salah satu dari Wali Songo yang termahsyur.
Ane Pernah kenalan sama mantan sesepuh SHO. Tapi lupa waktu dia crita sjarahnya.
memang nama pencak silat sering dicoreng oleh perilaku oknum2 yang gak bertanggung jawab,suka sombong,padahal diatas langit masih ada langit. sehingga orang2 malah takut belajar pencak silat,dikira ilmu yang anarkis.


lets safe our pencak silat,bersatulah indonesiaku...
mas admin, utk posting #84 agak kacau di deskripsi mengenai perguruan bintang surya dan ikspi. terima kasih
Quote:Original Posted By yanuartama
memang nama pencak silat sering dicoreng oleh perilaku oknum2 yang gak bertanggung jawab,suka sombong,padahal diatas langit masih ada langit. sehingga orang2 malah takut belajar pencak silat,dikira ilmu yang anarkis.


lets safe our pencak silat,bersatulah indonesiaku...


bener bgt gan. Apalagi udah punya ilmu kebal bantuan jin, petantang petenteng dah di pasar atau terminal padahal baru bisa 1,2 jurus.malakin org lah,toko2lah. Bikin org awam takut dan benci silat. Istilahnya pendekar karbitan.
Di daerah ane tuh dulu waktu ada pembuatan jalan cor2an dikampung malah petugasnya sering dimintain uang keamanan. Gila kan? Bukannya bersyukur kampungnya dibangun. Akhirnya petugas PU minta bantuan polis. Dicidukin dah tuh para pendekar karbitan yg cuma modal golok ama ilmu kebal. Sukurin!
Quote:Original Posted By gajah.tewur


kalo tawuran mah tetep aja .. yang ikut silat atau enggak sama aja .. tetap aja seh gak ada bedanya ...

sayangnya pencak silat yang harum di luar, malah berbau busuk di dalam gak lain gak bukan di rusak oleh orang orang / pendekar pendekar (ngakune seh .. ) persilatan itu sendiri ...

tawur antar perguruan pencak silat gara gara masalah sepele (pendelik pendelik'an) atau hanya karena rombongan pencak silat yang baru pulang dari acara melewati wilayah mayoritas perguruan silat tertentu ...

kok yang beda aliran .. wong 1 guru mek bedo jeneng ae saiki bacok bacok an , tawuran mek rebutan sopo sing paling bener ... plus ketambahan politik mlebu ... ajur wes ... (jangan tanya daerah mana atau perguruan apa )

wes di ajari dadi pendekar iku kudu ngerti bener lan salah .. tapi kelakuan koyo bocah .. di pendelik i moro ngamuk .. gak terimo, crito koncone .. moro nggruduk .. mesakne sing ora ngerti opo opo .. ora ngerti nduwe salah opo .. mulih latihan di kepruk watu .. yo budal ...

malah curcol ane


hhahahahaha ane tahu yg ente maksud mbah GT
padahal sejatinya Bela diri apapun untuk menempa diri
untuk tidak bersifat EGOIS / mau menangnya sendiri
sadar akan kelemahan diri melatih kedisiplinan
membela yg lemah dgn bukan berarti yg salah di bela

kalo entengnya kata anak muda jaman sekarang adalah

(┌’.')┌ lo baik sama gue = (┌’,'┐)
gue bakal lebih baik sama lo ƪ(˘⌣˘)ʃ

heheheheheh................................................

silat tradisional biasanya mengajarkan murid-muridnya tidak hanya beladiri saja tapi memasukan nilai2 spritual yg membangun jiwa murid2nya supaya tidak menjadi sombong dan angkuh.. dalam silat banyak filosofi2 yg sangat berharga. makanya makin bagus ilmu silatnya makin tunduk dan tidak menunjukan kepiawaiannya dalam bersilat. lain dengan jaman sekarang. perguruan silat kebanyakan hanya mengajarkan pencaknya saja tapi jarang mengjarkan filosofi dan nilai spritual2.
Quote:Original Posted By FORBIDEND


hhahahahaha ane tahu yg ente maksud mbah GT
padahal sejatinya Bela diri apapun untuk menempa diri
untuk tidak bersifat EGOIS / mau menangnya sendiri
sadar akan kelemahan diri melatih kedisiplinan
membela yg lemah dgn bukan berarti yg salah di bela

kalo entengnya kata anak muda jaman sekarang adalah

(┌’.')┌ lo baik sama gue = (┌’,'┐)
gue bakal lebih baik sama lo ƪ(˘⌣˘)ʃ

heheheheheh................................................



ya udah kalo udah tau .. cuman jangan di sebut aja .. ntar malah jadinya debat rebut bener di thread yang bagus ini ..

hanya saran aja, seumpama di forum ini ada sesepuh padepokan silat, mungkin perlu di fikirkan pula faktor kejiwaan / siap tidak nya mental seorang murid sebelum dia di sahkan / di luluskan dan di beri label PENDEKAR

tidak bisa di pungkiri kejadian ribut antar perguruan di dominasi pendekar karbitan yang notabene masih berusia remaja (kalo gak mau di sebut masih bocah ingusan)

knp ane bilang pendekar karbitan .. ya iya .. secara umur masih muda, mental dan spiritual blum stabil, darah masih panas, daya nalar masih blum panjang untuk memikirkan efek jangka panjang dari suatu perbuatan. tapi dia sudah di ijasahkan / di wisuda / di sah kan untuk menjadi / menyandang gelar PENDEKAR hanya berdasarkan si murid / santri telah mengenyam pendidikan sampai dengan bilangan jurus tertentu dan atau malah ada yang latihan jg blum, baru jg daftar udah langsung aja di sahkan menjadi pendekar .. dengan kata lain , di sahkan / diwisuda dulu baru latihan belakangan

akhirnya ya gitu deh .. secara bocah ketemu bocah di tengah jalan .. lihat lihatan, pelotot pelototan .. datengin .. jegerrrrrr.... yang di jeger gak terima karena merasa kalah (baik kalah ilmu maupun kalah jumlah saat itu) , langsung cikar kanan bukannya intropeksi diri dan kembali berlatih, langsung bergalau ria curhat dengan teman seliting / malah ke senior nya .. gak pake lama sepeda motor di pancal .. berbekal balok dan batu datengin daerah dimana yang di perkirakan sebagai lawan tadi berada, gak mo tau begitu masuk tapal batas langsung membabi buta ...

dalam arti lain, semoga kedepannya para sesepuh padepokan perguruan silat tidak hanya mengejar kuantitas massa / murid tetapi jg meneguhkan mental dan spiritual para santri nya ..

semangat pagi semuanya .. sori pagi pagi ane udah ember ..
Quote:Original Posted By gajah.tewur


ya udah kalo udah tau .. cuman jangan di sebut aja .. ntar malah jadinya debat rebut bener di thread yang bagus ini ..

hanya saran aja, seumpama di forum ini ada sesepuh padepokan silat, mungkin perlu di fikirkan pula faktor kejiwaan / siap tidak nya mental seorang murid sebelum dia di sahkan / di luluskan dan di beri label PENDEKAR

tidak bisa di pungkiri kejadian ribut antar perguruan di dominasi pendekar karbitan yang notabene masih berusia remaja (kalo gak mau di sebut masih bocah ingusan)

knp ane bilang pendekar karbitan .. ya iya .. secara umur masih muda, mental dan spiritual blum stabil, darah masih panas, daya nalar masih blum panjang untuk memikirkan efek jangka panjang dari suatu perbuatan. tapi dia sudah di ijasahkan / di wisuda / di sah kan untuk menjadi / menyandang gelar PENDEKAR hanya berdasarkan si murid / santri telah mengenyam pendidikan sampai dengan bilangan jurus tertentu dan atau malah ada yang latihan jg blum, baru jg daftar udah langsung aja di sahkan menjadi pendekar .. dengan kata lain , di sahkan / diwisuda dulu baru latihan belakangan

akhirnya ya gitu deh .. secara bocah ketemu bocah di tengah jalan .. lihat lihatan, pelotot pelototan .. datengin .. jegerrrrrr.... yang di jeger gak terima karena merasa kalah (baik kalah ilmu maupun kalah jumlah saat itu) , langsung cikar kanan bukannya intropeksi diri dan kembali berlatih, langsung bergalau ria curhat dengan teman seliting / malah ke senior nya .. gak pake lama sepeda motor di pancal .. berbekal balok dan batu datengin daerah dimana yang di perkirakan sebagai lawan tadi berada, gak mo tau begitu masuk tapal batas langsung membabi buta ...

dalam arti lain, semoga kedepannya para sesepuh padepokan perguruan silat tidak hanya mengejar kuantitas massa / murid tetapi jg meneguhkan mental dan spiritual para santri nya ..

semangat pagi semuanya .. sori pagi pagi ane udah ember ..


wah
parahnya kalo ada beneran padepokan yg seperti itu
sejatinya dimana tempaannya di mana olahannya
tahu2 jadi pendekar

tidak bisa menyalahkan kalo senior pada galak dan kadang berbuat di luar kewajaran(bukan pe maklum an)
tapi sejatinya untuk menempa bathin dan mental agar tidak cengen
untuk fisiknya tentunya agar lebih terbiasa sakit
Quote:Original Posted By FORBIDEND


wah
parahnya kalo ada beneran padepokan yg seperti itu


yang mana negh ???

1. di beri gelar pendekar karena siswa telah menempuh bilangan tertentu .. banyak padepokan spt ini (kalo gak mo di bilang ampir semuanya)

2. di kasih gelar dulu sebagai pendekar , baru latihan , ada .. dan bener bener ada , lalu apakah ini parah ?? gak tau jg deh ..
Quote:Original Posted By FORBIDEND


hhahahahaha ane tahu yg ente maksud mbah GT
padahal sejatinya Bela diri apapun untuk menempa diri
untuk tidak bersifat EGOIS / mau menangnya sendiri
sadar akan kelemahan diri melatih kedisiplinan
membela yg lemah dgn bukan berarti yg salah di bela

kalo entengnya kata anak muda jaman sekarang adalah

(┌’.')┌ lo baik sama gue = (┌’,'┐)
gue bakal lebih baik sama lo ƪ(˘⌣˘)ʃ

heheheheheh................................................



mantap Mbah Gan hehehe
Quote:Original Posted By gajah.tewur


yang mana negh ???

1. di beri gelar pendekar karena siswa telah menempuh bilangan tertentu .. banyak padepokan spt ini (kalo gak mo di bilang ampir semuanya)

2. di kasih gelar dulu sebagai pendekar , baru latihan , ada .. dan bener bener ada , lalu apakah ini parah ?? gak tau jg deh ..


setahu ane untuk menempuh gelar PENDEKAR
gak gampang dan lama bukan dari lengkapnya bilangan jurus
tapi dari apa yg sudah dia dapatkan selama penempaan dan ujian2
bahkan ada yg intip2 kehidupan pribadi si calon pendekar
mungkin setiap padepokan berbeda cara peng Ijazahan kependekaran
karena alasan waktu uang dll ....
Kalo kata Kong Sanusi Pendekar betawi Alm
"Pendekar itu selalu Menang dalam pertempuran
tanpa perkelahian"
met jalan kong
Quote:Original Posted By gajah.tewur


ya udah kalo udah tau .. cuman jangan di sebut aja .. ntar malah jadinya debat rebut bener di thread yang bagus ini ..

hanya saran aja, seumpama di forum ini ada sesepuh padepokan silat, mungkin perlu di fikirkan pula faktor kejiwaan / siap tidak nya mental seorang murid sebelum dia di sahkan / di luluskan dan di beri label PENDEKAR

tidak bisa di pungkiri kejadian ribut antar perguruan di dominasi pendekar karbitan yang notabene masih berusia remaja (kalo gak mau di sebut masih bocah ingusan)

knp ane bilang pendekar karbitan .. ya iya .. secara umur masih muda, mental dan spiritual blum stabil, darah masih panas, daya nalar masih blum panjang untuk memikirkan efek jangka panjang dari suatu perbuatan. tapi dia sudah di ijasahkan / di wisuda / di sah kan untuk menjadi / menyandang gelar PENDEKAR hanya berdasarkan si murid / santri telah mengenyam pendidikan sampai dengan bilangan jurus tertentu dan atau malah ada yang latihan jg blum, baru jg daftar udah langsung aja di sahkan menjadi pendekar .. dengan kata lain , di sahkan / diwisuda dulu baru latihan belakangan

akhirnya ya gitu deh .. secara bocah ketemu bocah di tengah jalan .. lihat lihatan, pelotot pelototan .. datengin .. jegerrrrrr.... yang di jeger gak terima karena merasa kalah (baik kalah ilmu maupun kalah jumlah saat itu) , langsung cikar kanan bukannya intropeksi diri dan kembali berlatih, langsung bergalau ria curhat dengan teman seliting / malah ke senior nya .. gak pake lama sepeda motor di pancal .. berbekal balok dan batu datengin daerah dimana yang di perkirakan sebagai lawan tadi berada, gak mo tau begitu masuk tapal batas langsung membabi buta ...

dalam arti lain, semoga kedepannya para sesepuh padepokan perguruan silat tidak hanya mengejar kuantitas massa / murid tetapi jg meneguhkan mental dan spiritual para santri nya ..

semangat pagi semuanya .. sori pagi pagi ane udah ember ..


bagus itu gan memang seharusnya setiap perguruan bukan kwantitas yang di cari tapi kwalitas
masa PENDEKAR maen keroyokan kan lucu jadinya
pendekar tak punya JIWA SATRIA ya bgtu gan

Quote:Original Posted By FORBIDEND


wah
parahnya kalo ada beneran padepokan yg seperti itu
sejatinya dimana tempaannya di mana olahannya
tahu2 jadi pendekar


emang ada yang bgtu puh itulah makanya kwalitas para PENDEKAR sekarang itu jauh berbeda dengan yang dulu karna matengnya KARBITAN alias INSTAN

Quote:Original Posted By FORBIDEND
tidak bisa menyalahkan kalo senior pada galak dan kadang berbuat di luar kewajaran(bukan pe maklum an)
tapi sejatinya untuk menempa bathin dan mental agar tidak cengen
untuk fisiknya tentunya agar lebih terbiasa sakit


cma ya tetap aja salah klo kerasnya itu di luar aturan" yang ada gan
soalnya ane juga di didik keras gan dulu lebih" dari militer tapi menurut ane wajar karna memang aturanya bgtu
klo" smpe berdarah atau mungkin muntah darah bahkan sampe merenggut nyawa itu mah penganiayaan namanya gan bukan lagi kekerasan yang biasa
Quote:Original Posted By leosingo
silat tradisional biasanya mengajarkan murid-muridnya tidak hanya beladiri saja tapi memasukan nilai2 spritual yg membangun jiwa murid2nya supaya tidak menjadi sombong dan angkuh.. dalam silat banyak filosofi2 yg sangat berharga. makanya makin bagus ilmu silatnya makin tunduk dan tidak menunjukan kepiawaiannya dalam bersilat. lain dengan jaman sekarang. perguruan silat kebanyakan hanya mengajarkan pencaknya saja tapi jarang mengjarkan filosofi dan nilai spritual2.


benar gan ibarat padi makin berisi makin nunduk
hanya saja para pesilat jaman sekarang rata" tidak bisa memahami betul" gan makanya pada ngawur pada semaunya sendiri

Kalimantan


Bersilat - silat dari Kalimantan
Kuntau Banjar,Sendeng Banjar,Sendeng Belalang,Bang'koe(silat monyet) dari Kalimantan Selatan
Kuntau Kutai,Kuntau Kilan dari Kalimantan Timur
Cuyusika Bangau Putih - perguruan silat yang menggabungkan 4 jenis aliran beladiri. Lahir di Banten, berdiri di Banyuwangi dan berkembang di Pontianak Kalimantan Barat oleh Muchsiono Hadi Saputra.(Red.H.E.Hrp)
Pencak Silat Setia Budhi, Pencak silat ini merupakan pencak silat yang bersenandung Jihad fi Sabilillah, pencak Ini di dirikan oleh beliau Bapak Soekarman
Perguruan IKS.PI Kera sakti di beberapa cabang / kabupaten dan kota antara lai. kalimantan timur ( samarinda,Balikpapan,Tenggarong,Penajam Paser Utara/PPU, gerogot,ITCI,Dong hwa,Bontang,Sangata,sangkulirang,berau,tarakan dll )Kalimatan selatan; kota baru,banjarmasin, Tanjung,Batu Licin dll. Kalimatan Tengah; Palangkaraya, sampit, Pangkalanbun, dll di Kalimantan Barat; spr di ketapang,pontianak dll
PSOB Taruna Bhakti, Kalsel-Tim.

Bali

Silat Bakti Negara - dirintis oleh antara lain pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai namun secara resmi didirikan pada 31 Januari 1955 oleh para pendekar Bali yakni Ida Bagus Oka Dewangkara, Pendekar Ida Bagus Oka Sahadewa, Pendekar Bagus Made Rai Keplak, Pendekar Anak Agung Rai Tokir, Pendekar Anak Agung Meranggi, dan Pendekar Sri Empu Dwi Tantra. Perguruan ini cukup berprestasi di ajang silat nasional dengan melahirkan atlet-atlet juara. Selain muatan lokal, banyak dipengaruhi aliran Cikaret dan Cikalong.
Silat Kerta Wisesa - dalam perguruan ini kembangan atau seni pencak lebih mendapat porsi dibandingkan dengan dalam perguruan Bakti Negara.
Silat Seruling Dewata - ilmu silat dari desa Kerambitan-Tabanan yang konon sudah ada sebelum datangnya agama Hindu. Silat ini diperkenalkan kembali oleh Drs.I Ketut Nantra pada tahun 1980-an. Jurus-jurus yang dimilkinya antara lain: Harimau, Ular, Putri Bungsu, Tali Rasa.
Silat Gobleg - ilmu silat dari Bali Utara, tepatnya Desa Gobleg yang terletak dekat Danau Tamblingan. Dan mungkin inilah satu-satunya desa di Bali atau di Indonesia di mana nama desanya di ambil dari nama tokoh silat. Gobleg adalah nama dari pendekar dan guru Silat terkemuka.Sedikit melenceng dari topik; di perbatasan kabupaten Gianyar dan Bangli ada juga desa yang bernama Siladan, menurut hikayat ini pula berasal dari kata silat. Di perbatasan itu dulu para prajurit dari Bangli dan Gianyar saling tantang dan adu tanding dengan jurus-jurus silat.
Silat Sitembak - ilmu silat yang berkembang di Bali Utara, namun berakar dari silat Sunda
Mepantigan - Mepantigan adalah olah raga beladiri bantingan dan kuncian tradisi Bali yang diiringi gegambuhan atau gamelan yang dirintis Putu Witsen Widjaya di awal milenium ini namun bersumberkan pada ilmu silat Bali.
Quote:Original Posted By FORBIDEND


setahu ane untuk menempuh gelar PENDEKAR
gak gampang dan lama bukan dari lengkapnya bilangan jurus
tapi dari apa yg sudah dia dapatkan selama penempaan dan ujian2
bahkan ada yg intip2 kehidupan pribadi si calon pendekar
mungkin setiap padepokan berbeda cara peng Ijazahan kependekaran
karena alasan waktu uang dll ....
Kalo kata Kong Sanusi Pendekar betawi Alm
"Pendekar itu selalu Menang dalam pertempuran
tanpa perkelahian"
met jalan kong


itu ilmu Pengendalian Diri gan itu Baru namanya Pendekar Sejati Berjiwa Satria
×