KASKUS

OPERASI KIKIS 1981

Beberapa kisah selanjutnya dibawah ini adalah cuplikan pengalaman Letjen Purn. Kiki.S (Timtim the untold story)

Operasi Kikis adalah operasi pagar betis gabungan pada tahun 1981 yang melibatkan beberapa satuan TNI (AD/Marinir/Paskhas) dan Wanra (kekuatan rakyat). Operasi Kikis I dilaksanakan dengan sasaran pengepungan Gunung Matebian, di sektor timur Timtim. Setelah beberapa hari dilakukan penyisiran, ternyata wilayah tersebut sudah dikosongkan oleh Fretilin. Pasukan TNI, didukung oleh barisan Wanra, kemudian bergerak ke target berikutnya, Gunung Aitana, masih tetap dalam formasi pagar betis dari berbagai arah. Pengepungan Gn. Aitana ini dikenali dengan mana Operasi Kikis II.

Dalam gerakan hari2 berikutnya, kami menghadapi kontur medan yang terdiri dari perbukitan dan lembah, dengan kecenderungan menanjak menuju Gn.Aitana. Hari pertama selepas Cribas keadaan masih “landai-landai” (aman), seluruh pasukan masih belum menemukan kelompok Fretilin, target operasi. Demikian pula hari berikutnya.

Memasuki hari ketiga selepas Cribas, kami mulai bergerak pada hari sekitar pukul 6 pagi. Tiba2, sekitar pukul 8 terdengar suara tembakan cukup ramai di sektor sebelah kiri Batalyon 744. Kadang diselingi juga dengan rentetan panjang tembakan. Kami segera mengenali, suara tembakan tersebut berasal dari senapan M16. Seskali terdengan dentuman tembakan lebih keras dari senapan G3 serta bunyi....tak!...duk! khas senapan Mouser. Kami tau, kedua jenis senjata buatan jerman tersebut dimiliki oleh Fretilin. Karena itu, kami segera memastikan, disekitar sektor sebelah kiri kami sedang terjadi kontak senjata...istilahnya VC (vire contact..bhs.belanda).

Pasi Ops Lettu Sahala segera mengontak Danki A Lettu Agus Muljadi yang bergerak sebagai kompi kiri Yonif 744.
“Anna.....Sinta-2....!” Sahala memanggil lewat radio PRC-77.
“Anna” adalah nama sandi Danki A, “Bebby” untuk Danki B, “Corry” untuk Danki C, “Carla”untuk Danki Ban (bantuan), dan “Maya” untuk Danki Markas. Sedangkan “Rama” merupakan panggilan untuk Danyon, “Sinta” untuk Wadanyon, dan “Dorce” untuk dokter batalyon. Nama sandi para Pasi (perwira seksi) adalah “Sinta...” diikuti angka/kode bidang masing2.

“Masuuuuuuuk...! jawab Agus.
“Siapa yang VC, Gus!” terdengar seruan Sahala.
“Siaap, Marinir VC!” Jawab Agus, Danki A.
“Waspada! Mungkin dia lari kedepan kamu!” balas Sahala, memperingatkan.
“Somodok, monitor!” seru Sahala kemudian memanggil sekaligus memperingatkan Lettu Chaeruddin Azis yang bergerak depan pagar betis, memimpin Tim Khusus Somodok
“Siaaapppp....! Monitor!” sahut Azis lantang.

VC antara Marinir dan Fretilin tidak berlangsung lama, hanya kira2 30 menit. Setelah itu tidak terdengar lagi tembakan. Juga tidak dilaporkan adanya korban dari kedua belah pihak.
“Bergerak senyap....! Pasang mata-telinga...!” Sahala memperingatkan satuan bawah melalui radio.

Kira2 2 jam setelah Marinir selesai VC, terdengar lagi suara tembakan yg lebih ramai dan sporadis. Kali ini Tim Khusus Somodok 744 masuk dalam VC!
“Somodok...Somodok-2...!”
Kami melihat sekelompok orang dari arah jam 11, dalam jarak 100 meter. Terdengar Sertu Lucas Bire, salah satu komandan sub tim Somodok melaporkan situasi dengan berbisik dari radio.
"Dekati pelan-pelan, waspada...!" jawab Azis.

Beberapa menit kemudian terdengar ramai suara tembakan.
"Somodok-2 VC!" Lucas Bire melaporkan singkat
"Somodok 1, Somodok 2, merapat kearah tembakan!" seru Azis memerintahkan satuannya.
"Somodok 3 VC...!" lapor Sertu Johanis Maudobe, dansubtim Somodok lainnya, beberapa menit berselang. Sertu Johanis ini adalah Bintara 744 yang menembak mati Nicolao Labato, Presiden Fretilin dipenghujung tahun 1978.

Saat itu, setidaknya 3 subtim Somodok terlibat VC. Sementara, Azis dan Sahala sibuk mengendalikan, sesekali perintah kepada kompi lainnya dijajaran Yonif 744 agar melakukan penutupan atau penghadangan kearah pergerakan Fretilin.
"Kelompok besarrrr....!" kembali terdengar seruan Sertu Lucas di radio. Pertempuran kian riuh dan gencar.

2 jam kemudian pertempuran perlahan mereda. Hnaya sesekali terdengar suara tembakan satu-dua yg dilepaskan oleh anggota Somodok. Setelah melakukan konsolidasi, Azis melaporkan, sejumlah besar gerilyawan Fretilin dilumpuhkan dan ditembak mati.










nanti dilanjut sambungannya
NKRI Harga MATI... MERDEKA NEGRI KU... INDONESIA... Semangat 45 Setiap HARI
mantap....ditunggu kelanjutannya
Quote:Original Posted By Gyosantos
tanpa mengurangi rasa kagum ane terhadap kekuatan militer indonesia, ane pengen nanya sama agan.
menurut agan pioneer1980 pasukan gurkha itu hebat ga?
soalnya denger2 mereka pasukan terbaik di muka bumi?


Hebat tidaknya itu relatif gan. Tergantung dari perspektif dari mana kita memandangnya.Tidak ada istilah pasukan terbaik dimuka bumi..emangnya rambo ga bisa mati2.....tiap2 pasukan apapun namanya...dari mana asalnya...tetap ada kekurangan maupun kelebihannya. Tidak diragukan, Gurkha, bangsa kulit kuning tegap2 dari kaki Gn.Himalaya memang sudah terkenal seantero jagat..sejarah mereka panjang...jauh sebelum PD2 lagi. Yang pasti kagak ada yg dibilang pasukan terbaik di dunia

Quote:Original Posted By fufujr
Bokap ane mantan banteng raider juga dulu,,
pulang-pulang bawa monyet dari sana
waktu patroli di padang rumput yang banyak batu2 gedhe ada 2 orang temennya ketinggalan dibelakang, pas dijemput balik karena lama banget ga muncul baru ketahuan deh. dah dikuliti idup-idup di belakang batu gedhe
ada lagi pas lagi ngepung krebo di hutan, pasukan bokap ane g tahu kalo udah ada pasukan pengepung di depan, jadilah itu friendly fire dari belakang. TS tau ga yang kisah ini, dishare dunk cerita lengkapnya yang mengenai ini . .


friendly-fire dalam bhs.tentara nya "salah lirik" masgan.ane kurang tau itu kejadiannya kapan...tahun berapa....jbatu gedhe dimana..adi ane ga bisa ngasi penjelasan.

Quote:Original Posted By senijder


Gerilyawan FRETILIN Ketika Berperang Melawan Penindasan dan Penjajahan Indonesia atas Tanah Air Timor Timur. Tentara Gerilyawan FRETILIN berperang selama 24 tahun mereka tersebar dihutan. Kemampuan perang dan taktik perang mereka telah dijajal oleh beberapa pasukan khsusu Indoensia dan hasilnya mereka tidak dapat dikalahkan. Senjata yang digunakan oleh Gerilyawan FRETILIN semuanya adalah hasil rampasan dari Militer – Militer Indonesai yang pernah bertugas di Timor – Timur.

kaya amerika di vietnam dong, vietcong ga bisa di kalahkan


kalau mau bahas masalah mengapa Indonesia masuk ke Timtim, jadi bias mas bray...jadi oot deh ntar..cukuplah kalau dijelaskan secara singkat..TENTARA ITU HANYA TAU SIAP LAKSANAKAN! ga ada lain.PERINTAH UNTUK DILAKSANAKAN..BUKAN UNTUK DIPERDEBATKAN..APALAGI DISANGGAH
Cerita nya seru,merinding,dan meningkatkan rasa nasionalisme NKRI nih,
Monggo dilanjutken...
Quote:Original Posted By pioneer1980
Beberapa kisah selanjutnya dibawah ini adalah cuplikan pengalaman Letjen Purn. Kiki.S (Timtim the untold story)

Operasi Kikis adalah operasi pagar betis gabungan pada tahun 1981 yang melibatkan beberapa satuan TNI (AD/Marinir/Paskhas) dan Wanra (kekuatan rakyat). Operasi Kikis I dilaksanakan dengan sasaran pengepungan Gunung Matebian, di sektor timur Timtim. Setelah beberapa hari dilakukan penyisiran, ternyata wilayah tersebut sudah dikosongkan oleh Fretilin. Pasukan TNI, didukung oleh barisan Wanra, kemudian bergerak ke target berikutnya, Gunung Aitana, masih tetap dalam formasi pagar betis dari berbagai arah. Pengepungan Gn. Aitana ini dikenali dengan mana Operasi Kikis II.

Dalam gerakan hari2 berikutnya, kami menghadapi kontur medan yang terdiri dari perbukitan dan lembah, dengan kecenderungan menanjak menuju Gn.Aitana. Hari pertama selepas Cribas keadaan masih “landai-landai” (aman), seluruh pasukan masih belum menemukan kelompok Fretilin, target operasi. Demikian pula hari berikutnya.

Memasuki hari ketiga selepas Cribas, kami mulai bergerak pada hari sekitar pukul 6 pagi. Tiba2, sekitar pukul 8 terdengar suara tembakan cukup ramai di sektor sebelah kiri Batalyon 744. Kadang diselingi juga dengan rentetan panjang tembakan. Kami segera mengenali, suara tembakan tersebut berasal dari senapan M16. Seskali terdengan dentuman tembakan lebih keras dari senapan G3 serta bunyi....tak!...duk! khas senapan Mouser. Kami tau, kedua jenis senjata buatan jerman tersebut dimiliki oleh Fretilin. Karena itu, kami segera memastikan, disekitar sektor sebelah kiri kami sedang terjadi kontak senjata...istilahnya VC (vire contact..bhs.belanda).

Pasi Ops Lettu Sahala segera mengontak Danki A Lettu Agus Muljadi yang bergerak sebagai kompi kiri Yonif 744.
“Anna.....Sinta-2....!” Sahala memanggil lewat radio PRC-77.
“Anna” adalah nama sandi Danki A, “Bebby” untuk Danki B, “Corry” untuk Danki C, “Carla”untuk Danki Ban (bantuan), dan “Maya” untuk Danki Markas. Sedangkan “Rama” merupakan panggilan untuk Danyon, “Sinta” untuk Wadanyon, dan “Dorce” untuk dokter batalyon. Nama sandi para Pasi (perwira seksi) adalah “Sinta...” diikuti angka/kode bidang masing2.

“Masuuuuuuuk...! jawab Agus.
“Siapa yang VC, Gus!” terdengar seruan Sahala.
“Siaap, Marinir VC!” Jawab Agus, Danki A.
“Waspada! Mungkin dia lari kedepan kamu!” balas Sahala, memperingatkan.
“Somodok, monitor!” seru Sahala kemudian memanggil sekaligus memperingatkan Lettu Chaeruddin Azis yang bergerak depan pagar betis, memimpin Tim Khusus Somodok
“Siaaapppp....! Monitor!” sahut Azis lantang.

VC antara Marinir dan Fretilin tidak berlangsung lama, hanya kira2 30 menit. Setelah itu tidak terdengar lagi tembakan. Juga tidak dilaporkan adanya korban dari kedua belah pihak.
“Bergerak senyap....! Pasang mata-telinga...!” Sahala memperingatkan satuan bawah melalui radio.

Kira2 2 jam setelah Marinir selesai VC, terdengar lagi suara tembakan yg lebih ramai dan sporadis. Kali ini Tim Khusus Somodok 744 masuk dalam VC!
“Somodok...Somodok-2...!”
Kami melihat sekelompok orang dari arah jam 11, dalam jarak 100 meter. Terdengar Sertu Lucas Bire, salah satu komandan sub tim Somodok melaporkan situasi dengan berbisik dari radio.
"Dekati pelan-pelan, waspada...!" jawab Azis.

Beberapa menit kemudian terdengar ramai suara tembakan.
"Somodok-2 VC!" Lucas Bire melaporkan singkat
"Somodok 1, Somodok 2, merapat kearah tembakan!" seru Azis memerintahkan satuannya.
"Somodok 3 VC...!" lapor Sertu Johanis Maudobe, dansubtim Somodok lainnya, beberapa menit berselang. Sertu Johanis ini adalah Bintara 744 yang menembak mati Nicolao Labato, Presiden Fretilin dipenghujung tahun 1978.

Saat itu, setidaknya 3 subtim Somodok terlibat VC. Sementara, Azis dan Sahala sibuk mengendalikan, sesekali perintah kepada kompi lainnya dijajaran Yonif 744 agar melakukan penutupan atau penghadangan kearah pergerakan Fretilin.
"Kelompok besarrrr....!" kembali terdengar seruan Sertu Lucas di radio. Pertempuran kian riuh dan gencar.

2 jam kemudian pertempuran perlahan mereda. Hnaya sesekali terdengar suara tembakan satu-dua yg dilepaskan oleh anggota Somodok. Setelah melakukan konsolidasi, Azis melaporkan, sejumlah besar gerilyawan Fretilin dilumpuhkan dan ditembak mati.










nanti dilanjut sambungannya



:nyimax:

dibelain begadang buat nunggu updetanya...lanjut ndan 86
Quote:Original Posted By Gyosantos
tanpa mengurangi rasa kagum ane terhadap kekuatan militer indonesia, ane pengen nanya sama agan.
menurut agan pioneer1980 pasukan gurkha itu hebat ga?
soalnya denger2 mereka pasukan terbaik di muka bumi?

coba diadu gan, sehebat2nya tentara tergantung nasionalismenya. Ane yakin kl bentrok dgn kopassus masih menang kopassus. Inget gan kopassus pasukan urutan ke 3 terbaik di dunia
nice thread gan....ijin mantau terus lanjutannya.....
Quote:Semakin panjang Lanjut gan ________



This post originally posted by mur.mer


Dilarang Meniru, Apalagi Memperbanyak :

ceritanya keren
maap gan, gue belom iso

usul nih.. kayanya TS tentara ya, ato ada di lingkaran tentara,
jujur aja, cerita2 agan humanis banget, manusiawi..
nah, agan bikin buku aja gan, cari editor yg mau bantu (biasanya wartawan senior mau, & mereka kemampuan berbahasanya udah setingkat pasukan elit ) terus agan publis deh, kalo ada dana ya cetak, kalo mau berbagi ya publish ebook aja

lanjut gan
Quote:Original Posted By mur.mer




This post originally posted by mur.mer


Dilarang Meniru, Apalagi Memperbanyak :

komengnya jgn gini trs gan nti disangka pke bot
Quote:signal goyangin sayapnya..yg mungkin artinya.." noh sono ambil "
gembira lah para rajawali bisa dapat menjangan, kalau hidup lumayan bawa ppulang basis di jawa

Sampai di tempat kawanan menjangan, terdengar umpatan dari anggota rajawali..."diancukkkkkkk!!! kenapa ditembak pake napalm!!!??


Cuk ngakak aQ..............
ijin bookmark dolo kaka
Dari awal gue pantengin terus cerita lu gan. Bener bener ga kebayang yang bertempur disana deg deg an nya gimana, nafsu mau ngebunuh kribo atau GAM kaya apa dan perjuangan hidup lainnya. lanjut terus ceritanya ya
si agan udah kaya live report dimasa itu gan. ditunggu lanjutannya gan. paman ane juga mantan anggota yang tugas di timtim. oleh"nya bawa sangkur
Mana neeh updatenya?
Lanjutgan....
gila ..di interogasi ternyata bantuan dananya ada yg dri jepang ama jakarta. surabaya jga..mlah ada yg pns juga !!

buat foot notes nya dong gan biar mkin seruuu
Lanjut ndan,dah mantengin thread ini dari kmrn:
RIP buat para pahlawan yg dah gugur membela NKRI
mantaf gan threatnya, ane tunggu update-tannya gan