Quote:Original Posted By komunis13


Wiranto sudah memecat Prabowo dari militer bung !!! PS keburu kabur ke Jordania !!!

setelah memecat knapa tidak di tahan / di cekal ?? setelah prabowo kembali ke indonesia kenapa wiranto tidak menyeret prabowo ke mahkamah militer ??
wiranto pengecut atau takut konspirasinya terbongkar ??
Quote:Original Posted By komunis13

kalo situ berani tanya WIRANTO dong !

kenapa gak anda sendiri yang menanyakan hal ini langsung kepada prabowo ??
Quote:Original Posted By ECOMO

setelah memecat knapa tidak di tahan / di cekal ?? setelah prabowo kembali ke indonesia kenapa wiranto tidak menyeret prabowo ke mahkamah militer ??
wiranto pengecut atau takut konspirasinya terbongkar ??

kenapa gak anda sendiri yang menanyakan hal ini langsung kepada prabowo ??
lha yg pengen tau kan elo ???!!
gue sih gak perlu tanya emang udah tau kok banyak tanya2 nanti matek kowe, didor dan dikarungin
Quote:Original Posted By komunis13

Kalo memang Wiranto yg ingin kudeta saat itu kenapa tidak dilakukan langsung ??!! secara posisi dia sangat memungkinkan sekali krn dia PANGAB !!! buktinya beliau mengamankan jakarta dari kerusuhan yg meluas dan menunggu Pak Harto pulang dari mesir. ????


apakah anda berani memastikan bahwa wiranto tidak memiliki niat seperti itu ?? karena bisa jadi kalau wiranto melakukan darurat militer, dia tetap tidak bisa menjadi presiden jika suharto kembali dari mesir. kalau anda bisa memastikan bahwa wiranto tidak memiliki niat kudeta, lantas apa hubungan anda dengan wiranto sehingga tau detail dan seluk beluk pemikiran wiranto ??
Quote:Original Posted By komunis13
lha yg pengen tau kan elo ???!!
gue sih gak perlu tanya emang udah tau kok banyak tanya2 nanti matek kowe, didor dan dikarungin


lantas sumber kredibel anda dari mana sampai bisa mengatakan demikian ?? terlihat anda hanya asal bicara tanpa tahu kebenaran nya !!
Quote:Original Posted By ECOMO


apakah anda berani memastikan bahwa wiranto tidak memiliki niat seperti itu ?? karena bisa jadi kalau wiranto melakukan darurat militer, dia tetap tidak bisa menjadi presiden jika suharto kembali dari mesir. kalau anda bisa memastikan bahwa wiranto tidak memiliki niat kudeta, lantas apa hubungan anda dengan wiranto sehingga tau detail dan seluk beluk pemikiran wiranto ??

makanya jadi mahasiswa waktu itu bung, jadi tau semua informasi negara. loe masih pake popok sih ya waktu itu HIDUP REFORMASI !!!

Quote:Original Posted By ECOMO


lantas sumber kredibel anda dari mana sampai bisa mengatakan demikian ?? terlihat anda hanya asal bicara tanpa tahu kebenaran nya !!


mau sumber ??? cari di google aja banyak kok , mau yg inggris atau indonesia seluruh dunia juga tau kalo letjen PS dalang nya tragedi mei 98, loe aja yg masih oon

nih gue bocorin info: tau enggak loe Prabowo "dibanned" oleh amrik, tidak boleh memasuki wilayah AS atau berkunjung ke AS krn dianggap penjahat HAM ???
Quote:Original Posted By komunis13
siapa bilang PS sendiri ??? banyak2 jenderal hitam dibelakangnya kok, tp itu semua rahasia intelejen

contoh: jend KZ, FZ, AS, SS, dkk



Wah hebat ya agan bisa sampai tau rahasia intelejen yg ngga mungkin diketahui oleh orang awam. Berarti pangkat agan tinggi dong dalam militer gan , sampe bisa baca baca arsip negara. Padahal awalnya agan memposisikan diri sebagai aktivis, ada yg agak agak gimana gitu disini
Quote:Original Posted By ECOMO
apakah anda berani memastikan bahwa wiranto tidak memiliki niat seperti itu ?? karena bisa jadi kalau wiranto melakukan darurat militer, dia tetap tidak bisa menjadi presiden jika suharto kembali dari mesir. kalau anda bisa memastikan bahwa wiranto tidak memiliki niat kudeta, lantas apa hubungan anda dengan wiranto sehingga tau detail dan seluk beluk pemikiran wiranto ??




Quote:Original Posted By ECOMO
lantas sumber kredibel anda dari mana sampai bisa mengatakan demikian ?? terlihat anda hanya asal bicara tanpa tahu kebenaran nya !!



udah lah gan ga usah di tanggepin orang ga jelas itu .. motifnya cuma pengalihan isu , dia ingin di anggap dekat dengan intelijen .. padahal cuma sampah..


kalo mau jelas tentang prabowo baca biografi nya .. hambatan terbesar wiranto itu prabowo maka dengan segala cara wiranto berusaha menyingkirkan prabowo ..

Situasi politik berpihak ke Prabowo, priviliges menantu Soeharto tentu saja. Wiranto tak banyak pengaruhnya walau dia sebagai Pangab. Politik sipil dipegang Tutut & Hartono lewat Golkar ( bisik bisik ada hubungan khusus diantara mereka berdua ), Habibie memegang ICMI, lalu Prabowo di ABRI, Banyak teman Prabowo mengisi seperti KSAD, Pangdam Jaya, Danjen Kopassus sampai Dankomarinir.

Ketika Habibie jadi Wapres, Posisi Prabowo tambah kuat, hubungan mereka yg dekat. Sejak lama Prabowo kagum thd Habibie. Berulang kali Habibie bilang kepada Prabowo dalam bahasa Inggris. “ Prabowo, jika saya jadi presiden, kau akan menjadi pangab

Tutut & Hartono yg tdk suka Habibie , membuat jarak dg Prabowo. Apalagi Hartono pernah usulkan Prabowo jadi Pangdam di Irian. Sementara Prabowo enggan karena sedang mengembangkan Kopassus dan merasa terbuang, jauh dari Jakarta

Dengan adanya kasus penculikan. Posisi Wiranto diatas angin, dengan mengajukan team Kopassus ke pengadilan, ia dapat simpati publik. DKP yg menyelidiki kasus penculikan ini, tidak pernah mengungkap hasil hasil pemeriksaan. Prabowo tdk pernah diberi tahu hasil DKP, Sepertinya Wiranto tdk ingin Prabowo buka siapa yang memerintahkan atau rahasia dibalik itu. Prabowo bersikeras tdk pernah perintahkan, Hanya saja Prabowo mengambil alih tanggung jawab anak buahnya. “ Saya ambil alih tanggung jawabnya “.

Dalam penembakan Mahasiswa Trisakti. Wiranto juga sengaja mengulur waktu, buying time dengan tidak mengusut kasus ini secara cepat. Tuduhan kembali ke Prabowo jadi bulan bulanan massa, dicurigai sebagai orang dibalik penembakan itu. Dan Puspom ABRI tidak bisa memaksa Dibyo searhkan anggota & senjata. Wiranto didesak Samsu menekan Dibyo krn Kapolri dibawah Pangab

17 hari setelah Insiden itu, Kapolri Dibyo Widodo baru dipanggil Wiranto . “ Lu serahin anggota “. Dibyo menjawab ‘ Siap”, Itupun anggota diserahkan ke Polda bukan ke Pom ABRI. Sementara senjata baru diserahkan tanggal 11 Juni 98

Tuduhan mengarahkan Prabowo di balik penembakan, dg konspirasi anggota kopasus memakai seragam Polri sebagai pelaku penembakan sniper. Teori konspirasi ini tak pernah terbukti, krn peluru snipper diatas 7 mm & projectile peluru tertanam di korban caliber 5,56mm. Sementara korban dipilih secara random, kalau snipper akan memilih misalnya pemimpin demo atau target pilihan

Lima hari setelah insiden Trisakti. Prabowo datang ke rumah Herry Hartanto, salah satu korban. Dia mengambil Al Qur’an, Dia bersumpah di depan, Syahrir Mulyo Utomo, orang tua korban. “ demi Allah saya tdk pernah memerintahkan pembantaian mahasiswa “ Kelak sampai uji balistik di Belfast, Irlandia Feb 2000 akhirnya membuktikan peluru berasal dari anggota polri dari unit Gegana

Kerusuhan Mei pecah. Ada yang aneh tgl 14 Mei 98, di tengah kerusuhan. Pangab Wiranto memboyong petinggi dan Jenderal menuju Malang Ditengah kerusuhan, justru ABRI menggelar lacara pasukan Pasukan Reaksi Cepat di Malang. Menurut Prabowo dia berusaha mencegah Menurut Prabowo, sehari sebelumnya ia hubungi berkali kali ke Wiranto utk membatalkan acara ini karena keadaan ibu kota yg genting Wiranto tdk akui ada telpon masuk dari Prabowo. Wiranto : permintaan pembatalan tdk ada dalam catatan sekretaris pribadi / ajudan Menurut sespri Prabowo, Letkol Fuad Basya, ia sendiri yg menghubungi sespri Pangab, Letkol Muktianto. Krn Prabowo tdk bisa hubungi Letkol Muktianto hanya menyampaikan perintah Wiranto agar Prabowo tetap ikut pergi ke Malang

Hasil rekomendasi TGPF pimpinan Marzuki Darusman, tgl 3 Nov 1998 sebutkan, perlu selidiki pertemuan Makostrad tgl 14 Mei 1998. TGPF ingin mengungkapkan dan memastikan peranan Letjend Prabowo S dan pihak lainnya dalam proses yg menimbulkan terjadinya kerusuhan Beberapa yg hadir dlm pertemuan itu spt Buyung Nasution, WS Rendra, Setiawan Djody dan Fahmi Idris membantah pertemuan itu rahasia Buyung mengingat itu ada Din Samsudin, Bambang Widjoyanto, dll. Ini inistiatif Djody menelpon sespri Prabowo minta waktu bertemu Prabowo datang. Lalu ditanya apakah dalang kerusuhan “ Demi Allah saya tdk terlibat. Saya di set up “ Menurut Buyung, terlihat jujur Ini berbeda dg KPP Mei 1998 ( Komisi Penyelidik Pelanggaran berat HAM Mei 1998 ) yg dibentuk tahun 2003 dgn dipimpin Solahudin Wahid ,Menurutnya Pangdam Djaya Safrie Syamsudin dan Kapolda Hamami Nata yang bertanggung jawab karena ada pembiaran , crime by omission

lanjutan dibawah >>>>
Kembali pada tgl 15 Mei jam 01.00 malam. Prabowo menemui Gus Dur di rumahnya. Saat itu GD sedang sakit dan sudah tidur Ia memasuki kamar , memijit kakinya GD hingga bangun. Prabowo menangis & meminta GD menenangkan massa sehingga kerusuhan stop. Tgl 16 Mei, Tutut bilang Prabowo dan Muchdi bahwa ia mundur sbg Menteri sosial agar redakan resistensi masyarakat terhadap Pemerintah, Tutut bertanya ke Prabowo, apa yg akan dilakukan jika mahasiswa terus menduduki DPR. Prabowo menjawab, mereka tak mungkin ditembak

Malam harinya Brigjen Robby Mukav bacakan berita dari Mardeka Barat bahwa Kapuspen ABRI Brigjend Wahab Mokodongan berbicara empat hal Ia bicara 4 hal yakni 1) permintaan maaf 2 ) ABRI mendukung PBNU 3) Jumlah korban 500 orang 4) Ibu kota aman, Ternyata yang dimaksud dukungan ke PB NU adalah pernyataan PBNU sebelumnya utk mendukung Presiden Soeharto lengser keprabon. Pernyataan aneh krn tidak ada kop surat / tak ditandatangani. Karena Wiranto tak hadir, maka yg beri konferensi pers adalah Kapuspen

Prabowo, Muchdi, KSAD Soebagyo HS, Yusril menemui Soeharto di Cendana mengatakan mereka tidak tahu mengenai siaran pers Mabes ABRI Prabowo kembali bertemu Tutut yg bertambah sebal, krn siang sebelumnya ia bilang ke Tutut, solusinya adalah Pak Harto mundur. Untuk keputusan sepenting ini masak KSAD tidak diajak bicara, kata Soebagyo..Soeharto meminta usut dari mana datangnya siaran per itu. Coba tanya pada kasum atau Kasospol “ kata Soeharto. KSAD Soebagyo tambah kebingungan, karena secara struktural dia tdk dilibatkan , Menurut Wiranto. Tuduhan itu bermula dari pertemuan dirinya dan Gus Dur utk membicarakan situasi yang berkembang , Hasilnya positif, lalu Wiranto memerintahkan Assiten Kasospol Mayjend Mardiyanto menyiapkan pernyataan pers agar masyarakat memahami , Wiranto heran, pernyataan yang masih konsep & belum disetujui, beredar di pers dan oleh Prabowo langsung disampaikan ke Presiden, Wiranto menuduh Prabowo telah melaporkan , bahwa dirinya berkhianat kepada Presiden, Wiranto menegur Mardiyanto karena kasus ini, dan Mardiyanto menyesali dan meminta maaf ke Wiranto. Menurut Mokodongan. Pernyataan pers dukungan PBNU itu dibuat Kasospol SBY dan Mardiyanto. Cuma tidak jelas siapa yang menyebarkan. Sebelumnya Mokodongan diperintahkan oleh Wiranto utk membuat pernyataan pers, ditandatangi sendiri dg cap Puspen ABRI, Ketika diserahkan ke Wiranto., lalu ia minta Mokodongan membacakan didepan wartawan. Saat itu beredarlah konsep SBY dan Mardiyanto, Malam itu juga Wiranto membangunkan seluruh perwira untuk menarik konsep siaran pers versi SBY dan Mardiyanto, Pemimpin media dihubungi, utk tidak memuat berita itu. Kepala intelejen Zacky Makarim dan Kapuspen kontrol berita dari koran/ TV

Hubungan Wiranto dan Prabowo terus memburuk. Pangab terus dilapori aktivitas Prabowo Kata Wiranto “ Seharusnya Pangkostrad berorientasi pada wilayah tugas dan tanggung jawabnya sebagai Pangkostrad “ Wiranto lanjutkan : yang menggerakan pasukan atas perintah pangab. Bukan kesana kemari ngurusin masalah politik dan kenegaraan

20 Mei 1998. Mayjen Kivlan Zen bersiap siap untuk mencegah demo 1 juta rakyat yag rencananya akan digelar Amien Rais di Monas, Kivlan Zen sudah menyiapkan Pam Swakarsa ( kelak melebur jadi FPI ) sebagai bagian dari skenario utk hadapi demo rakyat, Perintah menggalang massa diberikan oleh Wiranto. Dia panggil Kivlan Zen utk meminta dana dari Setiawan Jody, Pertemuan ini diatur oleh Jimmly Assidique, dan dalam pertemuan ini Wiranto mengatakan ini perintah Habibie. Entah benar atau tidak, Kivlan Zen meminta Prabowo agar Amien membatalkan niat demo sejuta umat, dengan konsekuensi dirinya akan ditangkap, Kivlan juga mengatur tank & panser. “ Lindas saja mereka yang memaksa masuk Monas “ instruksinya. Namun aksi sejuta orang batal

Selepas magrib. Prabowo menemui Habibie.“ Pak, kemungkinan besar Pak tua turun “. Lalu Habibie nyatakan kesiapannya gantikan Soeharto Prabowo lalu kembali ke Cendana. Dia mengira akan mendapat pujian, karena menggagalkan aksi demo sejuta orang, Nyatanya ia mendapatkan kejutan. Wiranto sedang duduk di ruang keluarga bersama putra puteri Cendana Kata Prabowo. Mamiek menuding jarinya seinci dari hidung saya. “ Kamu pengkhianat , jangan injak kakimu di rumah saya lagi” Prabowo keluar dan menunggu. Dia bilang, Saya butuh penjelasan. Tatiek istrinya hanya bisa menangis. Lalu Prabowo pulang Ia menelpon ayahnya, Prof Soemitro. “ Papi nggak percaya kalau saya bilang. Saya dikhianati oleh Mertua Jadi sebelumnya Wiranto mengeluh pergerakan Prabowo & mengindikasikan dia runtang runtung dg Habibie serta para aktivis

Soeharto bilang ke Wiranto “ singkirkan saja Prabowo dari pasukan “. Wiranto bertanya lagi, Ditaruh di Irian saja Pak ” Tidak usah, kasih saja pendidikan. Khan keluarganya intelektual ” Kata Soeharto. Saat itu Wiranto sudah memenangkan pertempuran Soeharto lebih percaya Wiranto. Ia memberikan surat Komando Operasi Kewaspadaan dan Keselamatan Nasional pd Wiranto. Ini semacam surat pelimpahan kekuasaan yang memberikan kekuasaan tanpa batas, kepada Wiranto. Just In case, Soeharto mewanti wanti Wiranto. “ Mbok menowo mengko ono gunane – siapa tahu kelak ada gunanya. Menjelang tengah malam, Soeharto duduk, wajahnya pias. “ Saya sudah berbicara dengan anak anak. Saya akan mundur besok” Wiranto kemudian menjamin bahwa ABRI akan melindungi seluruh mantan Presiden beserta keluarganya Tatiek Prabowo menitikan air mata. Ia menangis dg suara tertahan. Hadir juga disana Mayjend Endriartono Sutarto, Komandan Paspampres

21 Mei 98. Soeharto mengundurkan diri dan diganti oleh Habibie. Jam 23 malam, Prabowo dan Muhdi bertemu dengan Habibie di kediamannya Pertemuan ini utk dukungan Presiden baru. Prabowo & Muhdi sebelumnya dilepas dg doa dari Din Syamsudin agar hati Habibie dibukakan, Ini menjadi antiklimaks ketika esok harinya tgl 22 Mei, Prabowo justru dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad Versi Habibie : Prabowo desak menemuinya. Ia jengah nerima Prabowo. krn sepakat dg Wiranto, ABRI yg ingin menemui harus izin pangab, Menurut Habibie . Ketika Prabowo masuk & melihatnya tanpa membawa senjata. Habbibie puas, artinya Prabowo tidak mendapat ekslusivitas Prabowo : Ini penghinaan bagi keluarga saya dan keluarga mertua saya Presiden Soeharto. Dia berkata ke Habibie Habibie menjelaskan kalau ia mendapat laporan dari Pangab bahwa ada gerakan pasukan Kostrad menuju Jakarta, Kuningan dan Istana Saya bermaksud mengamankan Presiden , Kata Prabowo. “ Ini tugas Pampapres yg tanggung jawab pd Pangab bukan tugas anda, ujar Habibie Prabowo minta setidaknya 3 bln di Kostrad. Habibie menolak. “ Tidak, sampai matahari terbenam, anda harus menyerahkan semua pasukan, Ketika perdebatan berlangsung. Sinton Panjaitan masuk. “ Jenderal, bapak Presiden tdk punya waktu dan segera meninggalkan ruangan, Versi lain menceritakan, Prabowo menolak melepaskan pistol dan kopelnya sehingga dilarang bertemu Presidenoleh Paspampres, Prabowo marah & membuat paspampres keder. Paspampres hubungi Wiranto. Walhasil Wiranto meminta paspampres mengamankan Prabowo, Wiranto menelpon Mayjen Marinir Suharto apa berani mengusir Kopasus dari Istana. “ Berani “. Suharto & Prabowo sebenarnya teman lama, Keduanya pernah tinggal satu kamar di Seskogab Bandung. Marinir akhirnya bergerak ke Istana dan pasukan Kopassus megundurkan diri Forum Editor Asia – Jerman tgl 15 Feb 1999. Habibie bilang, Pasukan di bawah Prabowo konsentrasikan di bbrp tempat, trmsk rumah saya Versi Prabowo : Saya ingat perkataan Habibie. “ Prabowo kapan kamu ragu, temui saya setiap waktu dan jangan berpikir protokoler Setelah bertemu. Prabowo bertanya ke Habibie “ Sir , do you know I was going to be replaced today “ Jawab Habibie “ Yes yes, your father in law asked me to replace you. Its best. II’ll make you ambassador to the United states Habibie menunjuk Wiranto tetap sbg Menhankam/ Pangab. Padahal calon kuat Pangab sebelum pengumuman Kabinet adalah Jend Hendropriyono

Saat Prabowo pamit hendak pergi ke Yordania. Wiranto bilang ketus “ Sudah pergi sana, daripada di Mahkamah Militer “
dibikin pilemnya lebih seru nih >
Waktu itu saya belum paham situasi politik.
Jujur saja saya penasaran bagaimana sebetulnya fakta 1998.
Saya sudah simak dari berbagai wacana, dan memang sulit memahami apa yang terjadi. Terlalu banyak spekulasi dan perbedaan kesaksian.
Quote:Original Posted By Wi3ndY.

Saat Prabowo pamit hendak pergi ke Yordania. Wiranto bilang ketus “ Sudah pergi sana, daripada di Mahkamah Militer “

nah ini satu lagi antek2 brengsek PS yg ingin memutar balikkan fakta sejarah. Kalo PS tidak bersalah kenapa kabur ke Jordania ??? pengecut ??? atau pecundang yg gagal kudeta ???

beritanya tak disajikan secara menyeluruh oleh TS, kenapa tak smeuanya diexpose ?
agan komunis13, mana jawaban anda ? katanya anda MAHASISWA YANG TAHU INFORMASI NEGARA ?? hanya menjawab DIMANA & SEDANG APA PARA PERWIRA TINGGI SAAT TRAGEDI MEI '98 ???
Wow mantaf penjelasannya
Quote:Original Posted By komunis13
nah ini satu lagi antek2 brengsek PS yg ingin memutar balikkan fakta sejarah. Kalo PS tidak bersalah kenapa kabur ke Jordania ??? pengecut ??? atau pecundang yg gagal kudeta ???


kalo kabur ngapain dia pamit ke wiranto ??? dia pamit ke jendral loh ?? ga kabur diem2 ... dan kenapa dia ga di cekal ??? kenapa dia ga di jemput paksa kyk nazarudin ??
Quote:Original Posted By komunis13

nah ini satu lagi antek2 brengsek PS yg ingin memutar balikkan fakta sejarah. Kalo PS tidak bersalah kenapa kabur ke Jordania ??? pengecut ??? atau pecundang yg gagal kudeta ???



kalau anda tidak punya power dan di fitnah, tindakan apa yang paling baik buat anda ?? melawan atasan yang powerfull atau menyingkir dari situasi yang tidak meng-enakkan ??
BISA JAWAB GAK PERTANYAAN SAYA ??
Quote:Original Posted By Wi3ndY.


kalo kabur ngapain dia pamit ke wiranto ??? dia pamit ke jendral loh ?? ga kabur diem2 ... dan kenapa dia ga di cekal ??? kenapa dia ga di jemput paksa kyk nazarudin ??


itulah gan, MAHASISWA sok TAHU SEMUA RAHASIA NEGARA tapi menjawab pertanyaan gampang saja tidak mampu !!
Quote:Original Posted By ECOMO
agan komunis13, mana jawaban anda ? katanya anda MAHASISWA YANG TAHU INFORMASI NEGARA ?? hanya menjawab DIMANA & SEDANG APA PARA PERWIRA TINGGI SAAT TRAGEDI MEI '98 ???


aku bantu jawab ya .. knpa doi ga ngejawab karena dia ga tau mau jawab apa .. aktivis sampah yang ngaku2 dekat dengan intelijen

Jawa Pos Online Senin, 28/02/2000
Prabowo bercerita dari sudut pandangnya sendiri tentang berbagai kesan
miring mengenai dirinya selama ini.
Tentang tuduhan memimpin pasukannya mengepung rumah Habibie dan Istana
Negara pada 21 Mei 1998 malam dan menjadi dalang (mastermind) kerusuhan
etnis di Jakarta, Prabowo menyangkal dengan keras. ''Saya tidak pernah
mengancam Habibie, saya tidak pernah berada di belakang kerusuhan 13-14 Mei.
Saya tidak pernah mengkhianati Pak Harto. Saya tidak pernah mengkhianati
negara saya sendiri.''
Tuduhan bahwa dirinya berniat ''menyandera'' Habibie itu dirasakan Prabowo
sebagai sesuatu yang berlebihan. Dia mengakui, sejak lama hubungan dirinya
dengan Habibie sangat baik. Sosok Habibie sendiri di mata Prabowo cukup
perfect.
Berbekal hubungan pribadi yang begitu dekat itu, Prabowo menuturkan, setelah
Soeharto terkena stroke pertama pada Desember 1997, Habibie -yang diakui
Prabowo sangat berpeluang menggantikan Soeharto- mengatakan hal penting
kepada dirinya.
''Berkali-kali dia mengatakan, 'Seandainya saya menjadi presiden, kamu akan
saya jadikan KSAD. Kamu akan jadi perwira berbintang empat','' tutur Prabowo
menirukan ucapan Habibie.
Hubungan yang terbina baik selama bertahun-tahun itu, menurut Prabowo,
terputus begitu saja ketika dia akan menghadap Habibie pada 22 Mei 1998 di
Istana Merdeka. Suasana yang begitu tegang ketika Prabowo menyerahkan
pistolnya kepada petugas Istana sebelum bertemu Habibie justru membuat
Prabowo bertanya-tanya sendiri.
''Saya berbuat menurut prosedur resmi. Tapi, saya diinformasikan mau
mengadakan kudeta. Informasi itu keliru. Saya percaya ada kelompok tertentu
yang menginginkan saya menjadi kambing hitam untuk menutupi keterlibatan
mereka (dalam drama kerusuhan 13-14 Mei)
,'' ungkapnya.
Berbeda dengan hubungannya yang mulus dengan Habibie di waktu lalu, Prabowo
mengakui hubungannya dengan Wiranto sejak lama memang kurang akrab. Wiranto
tumbuh dalam budaya Jawa yang kuat, sedangkan Prabowo sangat kosmopolit.
Selain itu, Wiranto banyak bertugas sebagai perwira staf kodam, sedangkan
Prabowo besar dalam tugas-tugas pertempuran.
''Tidak ada jalinan hubungan baik di antara kami. Tidak pernah kami bertugas
dalam kesatuan yang sama. Kami berasal dari latar belakang yang berbeda,''
jelas Prabowo.
Saling asing satu sama lain ini, menurut Prabowo, sangat terasa ketika dia
gagal mencegah rencana Wiranto ke Malang pada 13 Mei 1998 untuk memimpin
upacara Kostrad di Malang. Wiranto secara tegas mengatakan ''Tidak!'' ketika
Prabowo memintanya untuk tidak datang ke Malang.
''Sepanjang hari itu, saya menelepon kantornya sebanyak delapan kali dan
semua jawabannya sama bahwa the show must go on,'' aku Prabowo.

Perbedaan dengan Wiranto kembali muncul ketika cuaca politik yang panas
menerpa Jakarta menjelang rencana Amien Rais mengumpulkan massa di Kompleks
Monas pada 19 Mei 1998. Dalam rapat perwira tinggi militer yang dipimpin
Wiranto menjelang showdown Amien Rais, Prabowo yang ikut dalam rapat sempat
mendengar ucapan mengejutkan dari Wiranto.
''Rapat yang dipimpin Wiranto mengatakan bahwa perintah yang dibuat adalah
mencegah masuknya para pendemo dengan segala cara (at all cost). Saya
bertanya berkali-kali apa maksud perintah itu. Apakah akan digunakan peluru
tajam. Dia (Wiranto) tidak memberikan jawaban jelas,'' tutur Prabowo.

Diungkapkan pula oleh mantan Pangkostrad itu bahwa salah satu peristiwa yang
sangat menyakitkan hatinya adalah peristiwa sehari sebelum dan sesudah
Soeharto lengser. Saat menghadapi Habibie, dia berkata, ''Pak, bapak sepuh
mungkin akan lengser. Siapkah Anda menggantikannya. Dia (Habibie) menjawab
'Ya, ya, ya'. Selanjutnya, saya meminta dia untuk mempersiapkan diri.''
Merasa apa yang dilakukannya secara konstitusional dibenarkan, Prabowo lega.
Aksi-aksi di Jakarta dia duga akan berangsur-angsur mereda dan langkah
Pangdam Jaya Sjafrie Samsoeddin mengatasi massa sangat tepat. Namun, ketika
Soeharto sudah lengser, Prabowo tidak menyangka akan diperlakukan
semena-mena oleh keluarga mertuanya itu.
Ketika Prabowo menuju rumah Soeharto, dia melihat Soeharto duduk dikelilingi
kelompok Wiranto. Dia menuturkan lagi, begitu wajahnya terlihat, putri
bungsu Soeharto, Siti Endang Hutami Adiningsih atau Mamiek, langsung
menghardik Prabowo dengan kasar. ''Dia menatap saya, mengacungkan jari
telunjuknya hanya berjarak satu inci tepat di muka hidungku, sambil berkata,
'Kamu pengkhianat. Jangan injakkan kakimu di rumah saya lagi'. Saya kemudian
keluar dan istrinya saya, Titik, menangis,'' urai Prabowo.
Pada 22 Mei 1998, sesudah salat Jumat, Prabowo di Makostrad ditelepon Mabes
AD. Prabowo diminta menanggalkan benderanya. Perintah itu dia artikan, tak
lain, adalah bahwa dirinya akan diganti. Merasa ada yang kurang beres,
Prabowo langsung menghadap Habibie di istana. Langkah itu, meski berisiko,
dia ambil karena alasan kuat.
''Saya ingat perkataan Habibie. 'Prabowo, kapan pun kamu ragu, temui saya
setiap waktu dan jangan berpikir tentang protokol'. Saya kenal betul dengan
Habibie selama bertahun-tahun. Saya jawab oke.''
Setelah melalui momen cukup tegang saat bertemu para petugas protokoler
istana, Prabowo langsung menemui Habibie. Begitu bertemu, Habibie langsung
mencium kedua belah pipinya. Kemudian, Prabowo berkata, ''Pak, apakah Anda
sudah mendengar saya akan diganti? Dia mengatakan 'Ya, ya, ya'. Setelah itu,
dia (Habibie) berkata bahwa mertua saya (Pak Harto) meminta agar saya
diganti. Katanya, itu yang terbaik. Jika saya berhenti dari dinas di AD, dia
akan menunjuk saya menjadi Dubes RI untuk Amerika Serikat.''
Prabowo mengaku sangat terkejut mendengar ucapan Habibie itu. Dia langsung
pamitan keluar dan berusaha menemui KSAD Subagyo Hadisiswoyo ketika itu.
Dalam perjalanan menuju Mabes AD, Prabowo sempat bertemu para jenderal
pendukungnya. Kolega-koleganya itu berpesan, ''Mari kita konfrontasi saja!''
Mendengar pesan tersebut, Prabowo mengaku hanya bisa diam.
Setelah itu, Prabowo bertemu Danjen Kopassus Muchdi Purwopranjono dan
sepakat membangun persepsi bahwa pergantian Pangkostrad tersebut hendaknya
tetaplah dikesankan sebagai pergantian biasa. Pesan ini disampaikan kepada
Subagyo. Lantas, Subagyo yang juga senior Prabowo itu menghadap Wiranto.
Usulan manis tersebut ternyata tak digubris Wiranto. Prabowo memperoleh
kabar dari Subagyo bahwa Wiranto tidak mau ada penundaan penggantian
Pangkostrad. ''Wiranto mengatakan penggantian Pangkostrad harus terjadi hari
itu juga,'' tutur Prabowo.
Sementara itu, tentang tuduhan berada di belakang kerusuhan etnis 13-14 Mei
di Jakarta, Prabowo secara tegas mengatakan bahwa tuduhan itu sangat tidak
berdasar. Prabowo tahu persis bahwa menghancurkan Cina di Indonesia akan
merugikan Indonesia sendiri. ''Siapa pun tidak bisa memungkiri orang Cina
memainkan peranan sangat besar dalam perekonomian kita. Sangat tidak masuk
akal menghancurkan mereka,'' tegasnya.
Prabowo juga amat menyayangkan sikap Menko Polkam Feisal Tanjung dan Pangab
Wiranto yang konsisten menyangkal bahwa perintah membuat kerusuhan tersebut
berasal dari mereka atau datang langsung dari Soeharto sebagai Pangti.
Tuduhan bahwa perintah tersebut berasal dari Prabowo justru hanya didengar
Prabowo dari siaran-siaran radio.
''Orang-orang itu (Feisal dan Wiranto) tidak mempunyai keberanian untuk
menghadapi saya atau memanggil saya. Harus saya katakan. Segala sesuatu yang
saya lakukan, semuanya sepengetahuan para atasan saya, dengan restu dan di
bawah perintah mereka langsung,'' tandasnya.
Prabowo mengakui, mungkin saja perintah itu tidak dalam satu rangkaian
komando. Sebab, tuturnya, bos-bosnya itu senang bekerja secara
melompat-lompat dalam berbagai level. Bagi dia sendiri, operasi dilakukan
semata-mata untuk menghentikan kampanye teror. Dia juga secara tulus
mengakui pernah bersikap kurang hati-hati. Namun, dia memastikan bahwa
dirinya tidak pernah memperoleh order menyiksa orang.
Quote:Original Posted By ECOMO
agan komunis13, mana jawaban anda ? katanya anda MAHASISWA YANG TAHU INFORMASI NEGARA ?? hanya menjawab DIMANA & SEDANG APA PARA PERWIRA TINGGI SAAT TRAGEDI MEI '98 ???

yang kami lihat ada pasukan Marinir waktu itu mencegah para perusuh dan mengamankan Jakarta, selain itu kagak ada, polisi aja pada ngumpet semua rahasia intelejen, entar gue dikarungin lagi