Quote:Original Posted By beng2sempal
Om swastyastu


Dimana saya bisa belajar ilmu kebatinan dan mantra-mantra nya ya bli??


hubungi bli sepuh @saphiae gan

TANYA

mohon maaf agan2 disini ,..saya mau tanya,..bagaimana cara pengobatan bagi orang terkena acep-acepan,..mohon di beri saran .trims
Beberapa waktu yg lalu sempat ada tugas d bali...Mau tanya puh kalo perguruan Sandhi Murti pimpinan Bapak I Gusti Ngurah Harta dimana alamatnya ya ..?kalo mau ikutan gabung gman ya....
Thaks gan ..........
Quote:Original Posted By candracenter
mohon maaf agan2 disini ,..saya mau tanya,..bagaimana cara pengobatan bagi orang terkena acep-acepan,..mohon di beri saran .trims


Mohon maaf jika sampai kesini bertanyanya.... Sebenarnya ini sub forum yg membahas budaya. Namun tiang akan bantu jawab
Seperti yg tiang sudah katakan sebelumnya bahwa bapak anda terkena pada otak bagian belakang. Layaknya seperti sudah diprogram utk itu. Banyak hal sebenarnya yg bisa dilakukan tergantung dari kemampuan si penyembuh. Mulai dari sentuhan, pijatan, prana, reiki, usadha, tenaga dalam, dan lain sebagainya
Pada usadha, biasanya akan menggunakan "tutuh" atau cairan yg dimasukkan melalui hidung. Tutuh yg digunakan adalah asaban (gosokan + air) kayu rangda baik yg merah (istri) ataupun putih (lanang). Setelah itu baru dilakukan pembersihan.
Cara yg lain adalah memohon panugrahan dalem. Kepada bethara dalem kita mohonkan utk memutuskan jalur "komunikasi" antara si sakit dan yg menyakiti. Setelah itu baru dilakukan pembersihan. Utk memohon panugrahan dalem pemutus acep2an tersebut menggunakan bungkak nyuh gading dan bungkak nyuh bulan. Kedua bungkak ini dimohonkan panugrahan di pura dalem yg kemudian digunakan utk melukat. Setelah itu, baru si sakit ditangani oleh si penyembuh.
Begitu kira2.... Mohon maaf jika ada kata2 yg tidak berkenan

ps: jangan kuatir masalah dewasa. Sebab utk hal2 seperti ini tidak mengenal dewasa karena menyangkut kesehatan / nyawa seseorang. Namun jika berkenan utk mendapatkan vibrasi yg lebih kuat, lakukan di saat mapag kajeng kliwon (sehari sebelum kajeng kliwon) dan rahina kajeng kliwon :')

Quote:Original Posted By Rakshasa


hubungi bli sepuh @saphiae gan


Sorry.... Ga nerima murid

numpang lewat bentar
info menarik nihh
kok di ane gambare gak muncul yo?

dah tak refresh bbrapa kali..
thread budaya bali yang keren
ijin mengetahui budaya bali lewat thread ini
Maaf agak OOT. Tiang cuma forward informasi saja

0M swastiastu,

Dalam rangka memperkenalkan dan melestarikan budaya bali, khususnya keris dan usada bali, kami para pengusada serta Pencinta keris mengadakan pameran dan pengobatan gratis yang akan diadakan pada hari sabtu, minggu dan senin ( 16, 17, 18 Maret 2013 ) di gedung KRIYA (Art Center)..

JADWAL PAMERAN DAN PENGOBATAN GRATIS
1. Pameran keris jam 09.00 wita - 21.00 wita
2. Pengobatan gratis jam 13.00 wita - sampai dgn selesai

Pameran keris :
Lebih meningkatkan keris kpd masyarakat khususnya bali sehingga dapat menumbuh kembangkan rasa cinta budaya yg dapat membentuk karakter bangsa yg cinta tanah air dan senantiasa menjunjung tinggi harga diri demi tegaknya NKRI

Usada :
Mengenal dan mendalami serta menumbuhkan usada-usada yang diwariskan leluhur dan moderenisasi yang terjangkau,muda­h serta terpercaya untuk kesehatan..

Pengobatan gratis :
1. Pengecekan penyakit
2. Terapis penyakit medis dan non medis

Pengecekan penyakit :
1. Iridiology
2. Kinesiology
3. Tensi
4. Gula darah
5. Asam urat
6. Hepatitis
7. Pengecekan niskala (non medis)
8. Pengecekan penyakit lainnya

Terapis penyakit medis dan non medis :
1. Akuputur.
2.Soqi.
3. Yoga therapy.
4. Pijit refleksi.
5. Totok prana.
6. Prana
7. Herbal
8. Terapis air
9. Phytobiophysics
10. Inner beauty
11. Yoga healing
12. Terapis otak untuk kecerdasaan anak2, memperkua­t daya ingat
13. Penyinaran

Konsultasi :
1. Konsultasi bisnis/terapis bisnis
2. Konsultasi umum.

Terimakasih kpd pengusada dan paguyuban keris bali :
1. Ghanta yoga
2. Yoga healing bali
3. Usada holistik modern
4. Bapak ketut pesta (ahli akuputur).
5. Bapak ketut dharmika ( soqi )
6. Dharma murti
7. Paguyuban keris bali.
Serta para pengusada yang berpatisipasi dalm pengobatan gratis (baik perorangan)

Demikianlah informasi ini kami sampaikan, kami mengharapkan semeton2 bali untuk mewartakan hal ini...
Apabila ada kekurangan, kesa­lahan, baik disengaja maupun tidak selama pelayanan kami kurang baik,kami mohon maaf yang sebesar2nya..

OM santhi santhi santhi OM
@atas, ternyata udah selesai... moga tiap bulan, klo ngak tiap taun diadain



ternyata ada pameran keris juga
Quote:Original Posted By wirapati99
Beberapa waktu yg lalu sempat ada tugas d bali...Mau tanya puh kalo perguruan Sandhi Murti pimpinan Bapak I Gusti Ngurah Harta dimana alamatnya ya ..?kalo mau ikutan gabung gman ya....
Thaks gan ..........

googling aja gan... ada linknya kok

Quote:Original Posted By saphiae


Sorry.... Ga nerima murid


beh... jgn sungkan2 bli sepuh
tread yang mantap gan...ijin nyimak gan..
Quote:Original Posted By Rakshasa
@atas, ternyata udah selesai... moga tiap bulan, klo ngak tiap taun diadain



ternyata ada pameran keris juga


Semoga tiada halangan, bulan Juli akan diadakan kembali
Quote:Original Posted By saphiae


Semoga tiada halangan, bulan Juli akan diadakan kembali

sing milu kayang ne dadi usada bli Gus??

--------------

PENGERTIAAN NGABEN DAN PITRA YADNYA


Ngaben sering dipersepsikan dengan arti negatif yaitu “ngabehin” (berlebihan). Ada pula yang menyebut “ngabin” atau nampa. Ada juga yang mengartikan “Ngabuin” (menjadikan abu. Ngaben asal katanya “Api”, mendapat prefix ang menjadi “ngapi”, kemudian mendapat suffix “an” menjadi “ngapen”. Kemudian terjadi perubahan fonem P menjadi B menjadi ngaben. Upacara ngaben merupakan proses pengembalian unsur Panca Maha Butha kepada Sang Pencipta. Kekuatan Panca Maha Butha menciptakan adanya “Stula Sarira” yaitu Pertiwi (kulit), Teja (darah daging), Akasa (urat-urat), Bayu (tulang belulang), Apah (sumsum). Ada juga yang mengartikan lain, ngaben berasal dari kata beya (biaya atau bekal). Dari ngaben muncul kata meyanin atau ngabeyanin yang disingkat menjadi ngaben. Ngaben juga disebut sebagai Pitra Yadnya (Lontar Yama Purwana Tattwa). Pitra artinya leluhur atau orang yang mati, yadnya adalah persembahan suci.

Runtutan upacara Pitra Yadnya
1. Upacara Atiwa-tiwa
2. Upacara Pengabenan
3. Upacara Pemukuran (Penyekahan)
4. Upacara Pengelemijian
5. Upacara Pengrorasan (pada pengabenan)
6. Upacara Nilapati (ngunggahang Betara Hyang)

Tahapan ini dapat diringkas menjadi empat bagian yaitu:
1. Atiwa-tiwa
2. Pengabenan
3. Pemukuran/Penyekahan/Pengerorasan
4. Nilapati.

Upacara Atiwa-tiwa memiliki tatanan upacara sebagai berikut:
1. Ngeringkes (Upacara mebersih dan penyucian atau ngeringkes).
2. Upacara menghaturkan Saji Pitra
3. Upacara Pepegatan
4. Upacara Pengiriman
5. Upacara Pengrorasan


MAKNA UPACARA ATIWA-TIWA

Asal kata Atiwa-tiwa: Ati = berkeinginan, Awa = terang atau bening atau bersih. Artinya: Keinginan melaksanakan pebersihan dan penyucian jenasah dan kekuatan Panca Maha Buthanya. Atiwa-tiwa juga disebut upacara melelet atau upacara pengeringkesan. Merupakan upacara pebersihan dan penyucian secara permulaan thd jenasah dari kekuatan Panca Maha Butha. Dikenal dg Puja Pitara utk meningkatkan kesucian Petra menjadi Pitara.

Ngeringkes atau Ngelelet pengertiannya adalah pengembalian atau penyucian asal mula dari manusa yaitu berupa huruf2 suci sehingga harus dikembalikan lagi. Manusia lahir diberi kekuatan oleh Sang Hyang Widhi berupa Ongkara Mula, didalam jasad bermanifestasi menjadi Sastra Mudra, Sastra Wrestra (Nuriastra) dan Sastra Swalalita. Ketiga kekuatan sastra ini memberi makna Utpti, Stiti, Pralina (lahir, hidup, mati). Ketiga sastra ini kemudian bermanifestasi lagi memberi jiwa kepada setiap sel tubuh. Sebagai contoh Sastra Wrestra (Nuriastra) antara lain:
1. A = kekuatan pada Ati Putih
2. Na = kekuatan pada Nabi (pusar)
3. Ca = cekoking gulu (ujung leher)
4. Ra = tulang dada (tulang keris)
5. Ka = pangrengan (telinga)
6. Da = dada
7. Ta = netra (mata)
8. Sa = sebuku-buku (sendi)
9. Wa = ulu hati (Madya)
10. La = lambe (bibir)
11. Ma = cangkem (mulut)
12. Ga = gigir (punggung)
13. Ba = bahu (pangkal leher)
14. Nga = irung (hidung
15. Pa = pupu (paha)
16. Ja = jejaringan (penutup usus)
17. Ya = ampru (empedu)
18. Nya = smara (kama)

Tubuh manusia memiliki 108 Sastra Dirga (huruf-huruf suci) yang pada waktu meninggal sastra2 itu dikembalikan ke sastra Ongkara Mula atau disebut Ongkara Pranawa. Proses pengembalian ini disebut Ngeringkes yang memerlukan upacara dan sarana. Atiwa-tiwa sudah merupakan pensucian tahap permulaan, sehingga setelah atiwa-tiwa jenasah sudah bisa digotong dinaikkan ke paga atau wadah. Jika dikubur tanpa atiwa-tiwa sesungguhnya jenasah tidak boleh digotong, tetapi dijinjing karena masih berstatus Petra.


FILOSOFI PENGABENAN DARI GUGURNYA RESI BISMA

Pengabenan umat Hindu menggunakan filosofi yang diambil dari Gugurnya Resi Bisma dalam perang Berathayudha ditengah Kuru Setra. Badannya penuh dengan panahnya Sang Arjuna. Setelah rebah bdanya sama sekali tidak menyentuh tanah krena disangga ribuan panah. Resi Bisma gugur karena pembeyaran sumpahnya Dewi Amba yang reinkarnasi menjadi Sri Kandhi. Senjata Sri Kandhi yang pertama kali menembus kekebalan badannya Resmi Bisma, setelah kekebelannya hilang sbg pembayaran sumpahnya Dewi Amba, kemudian senjatanya Dresta Jumena dan ribuan panahnya Arjuna menembus seluruh tubuh Resi Bisma. Nilai-bilai yang dapat diambil dari sini adalah:
  1. Resi Bisma. Resi adalah orang yang telah mencapai tingkat kesucian tinggi. Dari sini diambil filosofi bahwa jasad harus melalui proses penyucian. Bisma berasal dari kata Wisma atau tempat atau wadah, yaitu wadahnya Sang Jiwatman atau Stula Sarira atau unsur-unsur Panca Maha Butha. Kata Resi Bisma mengandung filosofi proses penyucian terhadap Panca Maha Butha.
  2. Sri Kandhi. Sri = sinar suci (Div) kemudian menjadi Dewa. Kandi = kanda = dudonan atau tahapan.
  3. Dresta Jumena: Dresta = pedoman
  4. Seribu panahnya Sang Arjuna (Sang Dananjaya) = Dana dan Jaya artinya tulus iklas. Angka 1000 diambil dari angka Samkhya adalah mengembalikan unsur Panca Maha Butha dari alam Bhur Loka ke Swah Loka (kehadapan Sang Pencipta).
  5. Mohon toya pemanah (Toya Manah). Air minum yang diminta oleh Rsi Bisma diberikan oleh Duryudhana mempergunakan sebuah Kundi Manik sebagai simbul indriya, ditolak oleh Rsi Bisma sebagai simbol penolakan indria (tidak lagi ngulurin indria), lalu minta kepada Arjuna, digunakan sebuah anak panah (manah = intuisi = keneh, suara hati), air muncrat dari tanah (air klebutan). Ini merupakan dasar filosofi Manah Toya. Tirta Pemanah artinya: toya berasal dari sindhu atau hindu atau windhu artinya kosong atau sunya. Pemanah artinya: pe dan manah = alam pikiran. Tirta Pemanah = untuk mengembalikan Panca Maha Butha berdasar ketulusan hati.
  6. Tiga anak panah sebagai bantal Rsi Bisma sbg simbul leluhur, juga mengandung makna Gegalang pisang kayu dan pis bolong 250 kepeng.
  7. Air untuk membersihkan badan diminta kepada Duryudana, diberikan menggunakan tempayan emas, tapi ditolak, sebagi simbul penolakan segala gemerlap duniawi. Arjuna menggunakan dua panah dipanahkan keatas kmd panah pertama jatuh diatas kepala Resi Bisma, dan panah yang satunya lagi jatuh di kaki. Oleh karena itu pembersihan harus dimulai dari kepala. Dari sini diambil filosofi Toya Penembak yang diambil dari Campuhan pada tengah malam tanpa lampu (gelap) dan diambil oleh sanak keluarga. Maknanya sebagai sarana pemrelina mantuk maring Sangkan Paran (Ah … Ang) dan untuk menetralisir awidyanya sang lampus. Toya Penembak: pe = pemutus; nembak = pembuka jalan. Tirta Penembak: untuk memutuskan agar terbentuk jalan ke Sunya Mertha.
  8. Menjelang menghembuskan nafas terakhir Rsi Bisma berpesan kepada Arjuna agar jasadnya dibakar menggunakan senjata Gni Astra yang disimbulkan sebaga tirta pengentas. Tirta Pengentas: Pe = pegat, ngen = ngen-ngen = trena, tas = hangus. Tirta Pengentas untuk memutuskan dan menghilangkan Tresna agar kembali kepada kekuatan amertha yaitu ke Siwa Merta.
  9. Senjatanya Dresta Jumena adalah pelukatan. Dresta = sima = adat. Jumene = jumeneng = dikukuhkan sebagai pedoman.
  10. Page yang dipakai untuk pebersihan menggunakan paga karena badan Resi Bisma tidak menyentuh tanah melainkan ditunjang oleh panah.
  11. Penggunaan page dan leluhur merupakan ciri unsur bhur, bwah, swah loka.


UPAKARA ATIWA-TIWA

  1. Upakara Munggah di Kemulan
    Peras, soda, daksina, suci alit asoroh, tipat kelanan, canang suci.

  2. Upakara Munggah di Surya
    Peras, soda, daksina, tipat kelanan, canang pesucian

  3. Upakara disamping jenasah
    Peras, soda, daksina. Tipat kelanan. Banten saji pitara asele. Peras pengambean, penyeneng, rantasan. Eteh-eteh pesucian, pengulapan, prayascita, bayekawonan. Banten isuh-isuh, lis degdeg (lis gede), bale gading (Kereb Akasa).

  4. Upakara Pepegatan
    Pejati asoroh, banten penyambutan pepegatan angiyu, sebuah lesung, segehan sasah 9 tanding.

  5. Upakara Pengiriman
    Pejati lengkap 4 soroh (termasuk pekeling di Prajapati), Saji Pitra asele, punjung putih kuning, tipat pesor dan nasi angkeb, Peras Pengambean, segehan sasah 9 tanding.

  6. Upakara Pengentas Bambang
    Pejati lengkap asoroh, tumpeng barak, soda barak ulam ayam biying mepanggang, prayascita, bayekawonan, pengulapan, segehan barak atanding.

  7. Upakara di Sanggah Cucuk
    Pejati asoroh, canang payasan, banten peras tulung sayut.



bersambung...
Permisi agan2 ane mau nanya tentang profilnya Ida Batari Niang (atau kadang dipanggil ida batari niang sakti/lingsir, dll) siapakah sebenarnya beliau?
Bali itu unik, apalagi wisata pantai nya..cetar membahana
Menarik juga Threadnya, beberkan lagi dong misterinya
Quote:Original Posted By Rakshasa

sing milu kayang ne dadi usada bli Gus??


Ga tau dah bro.... Tergantung situasi
Waktu itu ada beberapa kepentingan adat dan beberapa orang yg datang ke rumah utk minta tolong. Jadi waktunya habis utk itu. Maklum lah... Ini kegiatan sampingan. Bukan profesi

Quote:Original Posted By Rakshasa
[B]PENGERTIAAN
........
Tahapan ini dapat diringkas menjadi empat bagian yaitu:
[INDENT]1. Atiwa-tiwa
2. Pengabenan
3. Pemukuran/Penyekahan/Pengerorasan
4. Nilapati.
..........


Btw bro, upakara nilapati tidak dilaksanakan di semua daerah. Upakara ini masih terdengar asing, tiang saja baru 2 kali menghadiri upakara ini. Hanya saja tidak memperhatikan dengan seksama, yah maklumlah cuma jadi undangan saja
Pada umumnya ngelinggihang pitara dilaksanakan bersamaan harinya dengan memukur / nyekah / nyegara gunung / meajar ajar..... Entah mana sebutan mana yg cocok di setiap tempat. Itu sih yg tiang perhatikan bro

Quote:Original Posted By Global Hawk UAV
Permisi agan2 ane mau nanya tentang profilnya Ida Batari Niang (atau kadang dipanggil ida batari niang sakti/lingsir, dll) siapakah sebenarnya beliau?


www.babadbali.com/pura/plan/tanah-kilap.htm

Mohon maaf, hanya ini referensi yg ada. Tiang sendiri tidak begitu paham dengan babad. Sebab sering terjadi perbedaan antara babad satu dengan yg lainnya. Jadi keabsahannya sering diragukan. Kecuali jika ada prasasti2 yg menyebutkan tentang sejarah tersebut. Yah kecuali jika ada yg mau membuat kebohongan sejarah dengan membuat prasasti palsu. He....