KASKUS

Part 2

Spoiler for Part 2:

Part 3

Spoiler for Part 3:
Quote:Original Posted By wasitnamntabgan

hehehe, sebagian memang provokatif
ya kesalahan memang ada pada yg loe sebutkan.
toh jg sebelumnya ingggris sudah melarang pembelian tanah secara masif di palestina.. namun karena akibat migrasi berlebihan dan keinginan yahudi untuk membangun tanah leluhurnya, semuanya itu tidak dapat dihindarkan



orang palestina emang pantas risih kalo tiba2 ada sekumpulan orang datang menempati tanah mereka. Gak usah jauh2 di Indonesia saja yg masih satu bangsa daerah transmigran konflik terus. Konflik ini berkepanjangan karena perbedaan identitasnya tdk hanya soal ras dan budaya, tapi juga agama. Agama paling ampuh buat bahan provokasi, terutama oleh penguasa2 lokal separatis

Jadi menurut gw emang harus dipisah nih yahudi dan arab
Quote:Original Posted By Hashimi


orang palestina emang pantas risih kalo tiba2 ada sekumpulan orang datang menempati tanah mereka. Gak usah jauh2 di Indonesia saja yg masih satu bangsa daerah transmigran konflik terus. Konflik ini berkepanjangan karena perbedaan identitasnya tdk hanya soal ras dan budaya, tapi juga agama. Agama paling ampuh buat bahan provokasi, terutama oleh penguasa2 lokal separatis

Jadi menurut gw emang harus dipisah nih yahudi dan arab

emang agama sengaja diplintir, padahal itu bukan konflik agama
dan bodohnya orang2 kena provokasi itu
karena kalo gak pake latar agama, orang palestina sangat lemah posisinya
disana

dipisaha ato enggak itu urusan kedua, yg penting negara palestina itu akur dulu antar sesamanya, ada kedaulatan penuh,biar kalo ada apa2 dgn israel ada yg bertanggung jawab, btw itu ava elo mate kagak orangnya

Quote:Original Posted By tim90

Wah makasih ya gan, jd pada dasarnya doi dibunuh sama kelompok militan dalam negeri..mungkin dalam Israel sendiri banyak pihak yang tidak suka adanya kesepakatan damai dengan Palestina..


Sama-sama gan, ya mungkin bisa dibilang demikian. Bisa juga Yitzhak dibunuh kepopulerannya sendiri.

Quote:Original Posted By InRealLife

Btw Palestina baru dapat pengakuan sebagai negara dari PBB tuh. Langkah maju.


Langkah yang bagus untuk banyak negara juga, karena setelah ini tidak ada alasan lagi untuk yang ada didalam wilayahnya menggelar "lapak". Karena bukan tidak mungkin negara yang tidak bisa mengatur keadaan negaranya akan dicabut kembali pengakuannya.

Quote:Original Posted By Rasuna

pertanyaan untuk yg ngerti HI atau yg ngerti masalah ini:
ada yg punya gambar/data batas wilayah negara palestina?
(dari sini nanti gw mau diskusi lagi)

apa yg terjadi kalau ada yg menembakkan roket ke arah israel setelah palestina diakui sebagai negara?
dan apa yg terjadi kalau israel menambah pemukiman ilegal/menyerang palestina (bukan counter attack)?


Ane ga begitu ngerti keduanya, tapi mungkin mengenai pembahasan batas wilayahnya ane kira masih akan mungkin berkembang. Karena ane kurang ngerti juga mau dibuat dalam bentuk bagaimana Palestina. kesatuan, serikat, atau bagaimana. Andai, sekali lagi andai, wilayahnya adalah cakupan westbank dan gaza maka mungin hematnya dibuat negara federasi. Karena background penguasa daerah yang berbeda. Westbank PLO, Gaza Hamas. Akantetapi pada tingkat negara, bentuk negara biasanya dikembalikan keputusannya kepada para delegasi yang diberangkatkan oleh Palestina ke UN.

Nah mengenai masalah serang-serangan ini juga mungkin kaitannya dengan bentuk negaranya juga. Karena berbeda bentuk, berbeda hukum dan undang-undangnya pula.

Ada yang mungkin tahu juga Palestina akan atau sudah berbentuk apa?

Quote:Original Posted By Hashimi

masalah selanjutnya bagaimana menangani penguasa2 lokal
sebelumnya ada yg bawa berita hamas bukan aktor tunggal yg mengirimkan roket ke Israel
kalau berkaca dari negara2 arab bekas konflik, sepertinya pemerintah resmi sulit mengendalikan penguasa2 lokal yg memberontak


Penguasa lokal biasa memberontak biasanya karena tidak mendapatkan tempat di pemerintahan. Mungkin tinggal perbanyak saja kursi pemerintahan, atau, yang simple ya dibuat banyak wilayah dan menggunakan sistem Indonesia sekarang, otonomi. Tapi tidak menutup cara lain juga.
Quote:Original Posted By Hashimi


dari faithfreedom ya? Isinya provokatif banget
kalau cuma sekedar menyalahkan satu pihak saja tentu tentu tidak akan bisa mengetahui fakta dgn bijak. Kalau pendapat gw sendiri kesalahan ini ada pada Inggris dan PBB yg main lepas tangan, Yahudi yg menyerobot tanah segketa, negara2 Arab, dan penguasa lokal palestina yg tdk mau mengalah



Memang sulit melepaskan faktor agama untuk pembahasan ini. Karena sedikit atau banyak alasan agama dijadikan motivasi untuk berjuang. Tapi seharusnya urusan agama tdk mempengaruhi kita dalam menilai suatu masalah. Dalam hal ini yg kita jadikan patokan adalah hukum2 internasional (meskipun gw gak ngerti hehehe)



Seandainya jadi negara, masa gaza dan westbank terpisah oleh Israel gitu?


Allahu Akbar! Baruch HaShem Adonai!
hanya berbeda bahasa padahal Tuhannya sama, Allah Ahad alias YHWH Ehad, alei Adam, alei Nuh, alei Avraham, alei Yismael, alei Yitzhak, alei Yaacuv, alei Moshe, alei Yeshua (tak diakui Yahudi), alei Muhammad (lebih tak diakui lagi)
^
^
^
oi oi oi udah2 ga usah bawa2 agama lagi
karena dari link bro IRL palestina sudah diakui sebagai negara (gw belum cari detail ttg info ini, lagi sibuk closing dulu hehehe)

maka kalo ada yg nembakin roket dari arah negara palestina, maka israel bisa menanggap ini sebagai casus belli terhadap negara palestina.
dan selanjutnya IDF armor division dan air force bisa/berhak invansi palestina, membantai semua prajurit palestina,menduduki ibukota (ibukotanya mana ya?), dan menganeksasi palestina.
teorinya sih begini, benar bukan?
Quote:Original Posted By Rasuna
^
^
^
oi oi oi udah2 ga usah bawa2 agama lagi
karena dari link bro IRL palestina sudah diakui sebagai negara (gw belum cari detail ttg info ini, lagi sibuk closing dulu hehehe)

maka kalo ada yg nembakin roket dari arah negara palestina, maka israel bisa menanggap ini sebagai casus belli terhadap negara palestina.
dan selanjutnya IDF armor division dan air force bisa/berhak invansi palestina, membantai semua prajurit palestina,menduduki ibukota (ibukotanya mana ya?), dan menganeksasi palestina.
teorinya sih begini, benar bukan?


karena frankly, konflik ini memang konflik agama dan rasial
walau tepatnya konflik pribumi (Arab Palestina) dan pendatang (Yahudi Israel)
Quote:Original Posted By Axvarlazzara


karena frankly, konflik ini memang konflik agama dan rasial
walau tepatnya konflik pribumi (Arab Palestina) dan pendatang (Yahudi Israel)


gan coba bawa sumber yg menyebutan pribumi (Arab Palestina) dan pendatang (Yahudi Israel), ane mau baca
Quote:Original Posted By Rasuna
^
maka kalo ada yg nembakin roket dari arah negara palestina, maka israel bisa menanggap ini sebagai casus belli terhadap negara palestina.
dan selanjutnya IDF armor division dan air force bisa/berhak invansi palestina, membantai semua prajurit palestina,menduduki ibukota (ibukotanya mana ya?), dan menganeksasi palestina.
teorinya sih begini, benar bukan?


Iya sih :|

Kalau kantor pusat Otoritas Palestina sih di Ramallah. Tapi Palestina mengklaim Yerusalem sebagai ibukotanya.
Quote:Original Posted By Rasuna
^
^
^
oi oi oi udah2 ga usah bawa2 agama lagi
karena dari link bro IRL palestina sudah diakui sebagai negara (gw belum cari detail ttg info ini, lagi sibuk closing dulu hehehe)

maka kalo ada yg nembakin roket dari arah negara palestina, maka israel bisa menanggap ini sebagai casus belli terhadap negara palestina.
dan selanjutnya IDF armor division dan air force bisa/berhak invansi palestina, membantai semua prajurit palestina,menduduki ibukota (ibukotanya mana ya?), dan menganeksasi palestina.
teorinya sih begini, benar bukan?


nih gan kutipannya

Quote:"Palestina telah diakui oleh mayoritas negara di PBB dari sekedar entitas menjadi sebuah negara, mengingat kategori Palestina saat ini adalah non-member observer state sejajar dengan Kota Vatikan," kata Hikmahanto dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Jumat (30/11/2012).

Dengan peningkatan status itu, jika suatu saat Israel melakukan serangan balasan secara tidak proposional ke Gaza, itu dianggap juga serangan ke negara lain.

"Israel bisa dianggap telah melanggar hukum internasional," lanjut Hikmahanto.

Sebelumnya mengingat Palestina tidak dianggap sebagai negara maka serangan Israel dikategorikan sebagai tindakan polisionil suatu pemerintahan terhadap wilayah yang diduduki.

Para petinggi sipil dan militer Israel yang memutus kebijkan penggunaan kekerasan bisa didakwa melakukan kejahatan internasional yang menggunakan kekerasan terhadap negara lain.

http://news..detik..com/read/2012/11...estina?9922022
Quote:Original Posted By Axvarlazzara

karena frankly, konflik ini memang konflik agama dan rasial
walau tepatnya konflik pribumi (Arab Palestina) dan pendatang (Yahudi Israel)


Quote:Original Posted By wasitnamntabgan

gan coba bawa sumber yg menyebutan pribumi (Arab Palestina) dan pendatang (Yahudi Israel), ane mau baca


Entahlah mungkn ini perasaan ane aja, akantetapi sepertinya yang berkonflik di medan perang secara pandangan besar lebih mengarah kepada substantif, tapi yang "menikmati" peperangan lebih mengarah affectif.

Karena sepertinya banyak yang "menikmati" perang dengan selalu mengedepankan perasaan. Padahal pada akhirnya, biasanya, kecintaan akan agama, etnis, ras, dll (affectif) di medan laga hanya sebagai salah sebagai trigger untuk meningkatkan kapasitas atau kemampuan yang berlaga (substantif).

Sudahlah membahas soal SARA, karena meng-angka-kan hal-hal perasaan itu lebih susah daripada menghitung total-totalan hasil perang. ( total prajurit berangkat-pulang, jumlah korban militer-sipil, cakupan wilayah, dll)

Oh ya. Mengenai status Palestina sekarang yang non member UN, ada baiknya tidak melupakan Taiwan dan Kosovo yang juga non member. Jangan terus-terusan dibawa ke jaman Arianisme masih ada

*Ini sebenarnya subforum sejarah apa BPLN? kok lama-lama malah bisa diarahkan ke Lounge..
ya Allah, sodara2 kita di Palestina kasian amat...
mpe kiamat g akan kelar2 ini perang..
ada di Al Quran pula..

WE WILL NOT GO DOWN........
Jadi ini perselisihan antara pemilik "baru" yang mendiami wilayah yang "tidak bersertifikat" dengan pemilik "lama" yang juga sudah "kehilangan sertifikat".

konflik yang rumit ujung2nya "yang lebih pintar" dan "lebih banyak duit" apalagi didukung "pemimpin sebuah komunitas" bakalan susah untuk dikalahin .

Wqeqeqeqe
Quote:Original Posted By dedi12

Orang Filistin kuno beda sama orang Palestina sekarang. Lagian, orang Filistin kuno cuma tinggal di negara2 kota di daerah Jalur Gaza modern dan sekitarnya, bukan di seluruh wilayah yang sekarang jadi Israel dan Tepi Barat.
Adapun pentapolis Filistin itu adalah Gaza, Askelon, Ashdod, Ekron, dan Gath, semuanya di pinggir laut, bukan pedalaman Palestina modern.
Petanya negara2 kota Filistin adalah yang berwarna merah pada gambar di bawah



Sebagai bangsa laut, orang Filistin berkerabat dengan orang-orang Funisia di Lebanon dan Kartago di Afrika Utara, yang sama-sama hanya tinggal di daerah pantai.
Yerikho bukan kota Filistin pada zaman kuno, tetapi sebuah kota suku Kanaan, terletak di pedalaman.

Nama Palestina baru diterapkan di seluruh Palestina modern pada zaman setelah penaklukan Aleksander Agung, di mana orang Yunani menggunakannya utk menghina orang Yahudi yang mereka taklukkan tapi menolak Helenisasi atas daerah Yehuda. Baru sesudah Kasar Hadrianus menindas perlawanan orang Yahudi pimpin Bar Kokhba dan menghancurkan Yerusalem serta mencerai-beraikan orang Yahudi dari bekas kerajaan Israel-Yehuda maka nama Palestina digunakan secara luas sebagai sebuah provinsi Romawi, yang bertahan sampai masa kini.

Tdk pernah ada sebuah negara dengan nama Palestina dlm sejarah (Filistin sendiri adalah nama bangsa, yg jelas bukan orang Arab, dan negara2 kota yang mereka miliki tidak bernama Filistin melainkan Gaza, Askelon, Ashdod, Ekron, dan Gath). Tdk juga pernah ada kerajaan Palestina Arab, karena sejak Palestina ditaklukkan orang ARab pd abad ke-7 M hingga runtuhnya Ottoman, Palestina selalu merupakan sebuah bagian dari provinsi Syria dari kerajaan2 Muslim yang menguasainya ( Itulah sebabnya gerakan Pan-Syria menganggap Palestina sebagai miliknya). Setelah perang Arab-Israel 1948 sendiri, wilayah Palestina yang dikuasai Arab dianeksasi ke dalam Yordania atau dikuasai oleh Mesir. .



Arab itu kan gak cuma Arab saudi ( skrg ), Arab itu bersuku2 sama halnya orang yahudi, suku Arab lebih banyak dan lebih luas daerahnya. kalo suku Israel ya cuma yg keturunan Nabi Yakub, itupun ngga semuanya jadi yahudi, anak2 Yakub tentu menikah dengan suku bangsa lain ( suku bangsa Arab juga paling )
dari awal anak2 Yakub itu sudah hijrah ke mesir jadi dari sejarahnya sudah menunjukkan sbg suku yg nomaden, jadi kalo awalnya aja sudah berpindah2 tempat maka apakah mereka termasuk memiliki tempat tinggal khusus ( negara ) ?
Quote:Original Posted By mybisnis1


Arab itu kan gak cuma Arab saudi ( skrg ), Arab itu bersuku2 sama halnya orang yahudi, suku Arab lebih banyak dan lebih luas daerahnya. kalo suku Israel ya cuma yg keturunan Nabi Yakub, itupun ngga semuanya jadi yahudi, anak2 Yakub tentu menikah dengan suku bangsa lain ( suku bangsa Arab juga paling )
dari awal anak2 Yakub itu sudah hijrah ke mesir jadi dari sejarahnya sudah menunjukkan sbg suku yg nomaden, jadi kalo awalnya aja sudah berpindah2 tempat maka apakah mereka termasuk memiliki tempat tinggal khusus ( negara ) ?


Kalau ditarik dari Perjanjian Lama,

Abraham/Ibrahim
anak 1: Ismail -> bangsa Arab
anak 2: Ishak -> Yakub -> 12 putra yang jadi 12 suku Israel

Kalau menurut Perjanjian Lama sih, Tanah Terjanji itu diberikan Tuhan kepada Abram (Abraham/Ibrahim) dengan batas-batas sebagai berikut:

"On that day the LORD made a covenant with Abram and said, "To your descendants I give this land, from the river of Egypt to the great river, the Euphrates - the land of the Kenites, Kenizzites, Kadmonites, Hittites, Perizzites, Rephaites, Amorites, Canaanites, Girgashites and Jebusites."

15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:
15:19 yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon,
15:20 orang Het, orang Feris, orang Refaim,
15:21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu."

kalau di peta:


Ketika dijanjikan tanah oleh Tuhan, Abram sedang berada di Ur-Kasdim yang diduga terletak di Mesopotamia. Jadi kalau ditarik ke nenek moyangnya, bangsa Israel dan Arab sebenarnya orang Irak.

=====
Dalam Qur'an ada beberapa rujukan mengenai tanah untuk Bani Israel:

Q5(al-Maidah): 21 [Musa berkata] "Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (al-ardha al-muqaddasata) yang telah Allah maktubkan bagimu, dan janganlah berbalik lari, sehingga kalian merugi."

Q17(al-Isra):104 Dan kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israel, "Berdiamlah di tanah ini/Bumi (uskunu al-ardha), apabila datang janji akhirat, niscaya Kami kumpulkan kamu bercampur baur."
Quote:Original Posted By InRealLife


Kalau ditarik dari Perjanjian Lama,

Abraham/Ibrahim
anak 1: Ismail -> bangsa Arab
anak 2: Ishak -> Yakub -> 12 putra yang jadi 12 suku Israel

Kalau menurut Perjanjian Lama sih, Tanah Terjanji itu diberikan Tuhan kepada Abram (Abraham/Ibrahim) dengan batas-batas sebagai berikut:

"On that day the LORD made a covenant with Abram and said, "To your descendants I give this land, from the river of Egypt to the great river, the Euphrates - the land of the Kenites, Kenizzites, Kadmonites, Hittites, Perizzites, Rephaites, Amorites, Canaanites, Girgashites and Jebusites."

15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:
15:19 yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon,
15:20 orang Het, orang Feris, orang Refaim,
15:21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu."

kalau di peta:


Ketika dijanjikan tanah oleh Tuhan, Abram sedang berada di Ur-Kasdim yang diduga terletak di Mesopotamia. Jadi kalau ditarik ke nenek moyangnya, bangsa Israel dan Arab sebenarnya orang Irak.

=====
Dalam Qur'an ada beberapa rujukan mengenai tanah untuk Bani Israel:

Q5(al-Maidah): 21 [Musa berkata] "Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (al-ardha al-muqaddasata) yang telah Allah maktubkan bagimu, dan janganlah berbalik lari, sehingga kalian merugi."

Q17(al-Isra):104 Dan kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israel, "Berdiamlah di tanah ini/Bumi (uskunu al-ardha), apabila datang janji akhirat, niscaya Kami kumpulkan kamu bercampur baur."


kalo tanah yg dijanjikan itu untuk Abraham berarti yg berhak atas tanah itu Arab dan Israel kan karena Abraham bukan cuma bapak Israel tapi juga Arab. dan perlu diketahui bahwa Arab ngga hanya dari keturunan Abraham saja, sedang Abraham aja hanya salah satu penduduk kota Ur Babylonia(Irak ) yg merupakan wilayah Arab kuno jadi tentu ada keturunan dari penduduk selain Abraham dan tentu terjadi percampuran disana sini.

Israel memang pernah disuruh memasuki tanah di palestina cuma mereka menentang karena masih ada suku penghuni palestina, kalo ngga salah tuh orang2 Israel menyuruh Tuhan dan musa memerangi dulu orang2 di palestina, akhirnya mereka kena hukuman kalo ngga salah dilarang masuk palestina selama 40 tahun, dibiarkan terkatung katung selama 40 tahun di padang tih ( coba silahkan crosscek di Quran takut salah ).
Gan wasit cuplikan keduanya bagus, ada timelinenya, tapi sepertinya yg thn 1948 ada sedikit pemelintiran ya,,soalnya waktu itu dipost di lounge juga ..

Mungkin ada baiknya juga mengkaji event-event yang terjadi beberapa tahun sebelum proklamasi kemerdekaan Israel, untuk lebih mendapat gambaran bagaimana keadaan sosial di daerah Palestina masa itu. Biar enak dibaca saya ringkas menjadi bentuk timeline juga (dari kompas.com):

Quote:
-2 November 1917
Menteri Luar Negeri Inggris Arthur James Balfour menerbitkan "Deklarasi Balfour" yang isinya adalah Inggris akan mengupayakan Palestina sebagai rumah bagi bangsa Yahudi, tetapi dengan jaminan tidak akan mengganggu hak keagamaan dan sipil warga non-Yahudi di Palestina.

-10 Agustus 1920
Penandatanganan perjanjian damai Sevres antara Ottoman Turki dan Sekutu di akhir Perang Dunia I. Isinya adalah pembagian wilayah milik Kekaisaran Turki Ottoman. Suriah dan Lebanon dimandatkan pada Perancis, Irak dan Palestina berada di bawah Mandat Inggris.

Palestina dibagi dua. Sebelah timur menjadi Transjordania yang diberikan kepada Abdullah bin Hussein bin Ali. Bagian barat yang tetap dinamai Palestina berada langsung di bawah kendali Inggris. Perjanjian ini menandai keruntuhan Kekaisaran Ottoman Turki.

-Antara 1919-1926
Selama masa Mandat Palestina imigrasi Yahudi ke Palestina bertumbuh signifikan. Selain karena mendapat perlindungan Inggris, imigrasi Yahudi didorong maraknya gerakan anti-Semit di Eropa, misalnya di Ukraina yang mengakibatkan setidaknya 100.000 orang Yahudi tewas dibunuh pada 1905.

Pada periode ini sekitar 90.000 imigran Yahudi tiba di Palestina dan langsung menempati komunitas-komunitas Yahudi di tanah yang telah dibeli secara legal dari para tuan tanah Arab.

Warga Arab Palestina menentang imigrasi Yahudi ini karena tak jarang pembelian tanah ini menggusur para petani penggarap Arab dan membuat warga Arab Palestina merasa disingkirkan. Bertambahnya warga Yahudi juga akan mengancam identitas nasional mereka.

-1-7 Mei 1921
Kerusuhan Jaffa terjadi pada saat parade Partai Komunis Yahudi untuk mempromosikan kemerdekaan Palestina berpapasan dengan parade oposisi Ahdut Havoda di tanggal 1 Mei. Warga Arab sekitar yang berusaha membantu polisi melerai konflik 2 kelompok Yahudi ini malah ikut terjebak dan akhirnya konflik meluas menjadi kerusuhan etnis Arab-Yahudi. Kerusuhan meluas ke Rehovot, Kfar Sava, Petah Tikva, dan Hadera.

Kerusuhan itu berakhir pada 7 Mei 1921 dan mengakibatkan 47 orang Yahudi serta 48 orang Arab tewas. Selain itu, 146 orang Yahudi dan 73 Arab terluka. Kejadian ini semakin memperuncing sentimen antara dua kelompok dan memicu konflik" lanjutan yang lebih serius

-23-29 Agustus 1929
Terjadi kerusuhan yang dipicu perebutan Tembok Barat Jerusalem antara kelompok Arab dan Yahudi. Sebanyak 133 warga Yahudi dan 110 warga Arab tewas serta lebih dari 600 orang dari kedua kubu terluka. Seusai kerusuhan, Pemerintah Mandat Palestina mengajukan para tersangka provokator ke meja hijau. Dari hasil sidang itu, 26 warga Arab dan dua warga Yahudi terbukti membunuh dan dijatuhi hukuman mati.

-1930
Pada 1930, tokoh Arab Palestina Sheikh Izz ad-Din al-Qassam membentuk organisasi anti Inggris dan Yahudi bernama Black Hand. al-Qassam melatih dan mempersenjatai petani-petani Arab untuk meneror warga Yahudi dan merusak rel KA Inggris.

-1933-1936
Lebih dari 164.000 imigran Yahudi tiba di Palestina pada periode ini. Dengan demikian jumlah Yahudi di Palestina meningkat jadi 370.000 orang dari 175.000 orang pada tahun 1931 sehingga hubungan Yahudi-Arab di tanah itu semakin memburuk. Adapun saat itu populasi Yahudi mencapai 27% dari total penduduk Palestina.

-Oktober 1935
Adanya pengiriman senjata besar-besaran di pelabuhan Jaffa untuk Haganah, korps paramiliter Yahudi yang dibentuk pasca kerusuhan Jaffa. Para warga Arab Palestina takut orang Yahudi bermaksud mengambil alih Palestina.

-November 1935
Dua orang anggota Black Hand terlibat baku tembak dan menewaskan seorang polisi yang sedang patroli. Polisi memburu kelompok ini dan menewaskan pemimpinnya Izz ad-Din al-Qassam di gua dekat Ya'bad.
Tewasnya al-Qassam memancing kemarahan luar biasa warga Arab di Palestina.


-15 April 1936
Revolusi Arab pecah. Kelompok Arab menyerang konvoi truk dan menewaskan dua Yahudi, kelompok Yahudi pun melancarkan serangan balasan. Pada 1937 pecah konflik yang lebih berdarah, dimotori oleh petani-petani Arab yang menargetkan langsung perwira-perwira pasukan Inggris.
Konflik selanjutnya meluas dan baru dapat dipadamkan pada 1939 oleh pasukan Inggris dibantu Haganah. Akibat revolusi ini, 5.000 warga Arab, lebih dari 300 warga Yahudi, dan 262 tentara Inggris tewas. Selain itu, sedikitnya 15.000 warga Arab terluka.

Imam Besar Jerusalem Mohammad Amin al-Husseini yang menjadi pemimpin revolusi berhasil mendapatkan suaka di Lebanon, Irak, Italia, dan akhirnya Nazi Jerman.

-1937
Inggris mengadakan investigasi selama dan pasca Revolusi Arab. Komisi Peel mengajukan solusi pembagian Palestina menjadi negara Arab dan Yahudi. Negara Yahudi, sesuai rekomendasi komisi, meliputi kawasan pantai, Lembah Jezreel, Beit She'an, dan Galilea. Sementara Negara Arab akan meliputi Transjordania, Yudea, Samaria, Lembah Jordania, dan Negev.

Para pemimpin Yahudi di Palestina terbelah pendapatnya menanggapi rekomendasi ini. Sementara para pemimpin Arab dengan tegas menolak usulan solusi dua negara ini.


-23 Mei 1939
Inggris menerbitkan White Paper, yang merupakan tindakan lanjut atas laporan Komisi Peel 1937 dan resolusi 2 negara yang ditolak kedua pihak sebelmunya. Isinya, Palestina tetap 1 negara yang dipimpin pemerintah Arab nantinya. Jumlah imigran Yahudi ke Palestina akan dibatasi hanya 75.000 orang hingga 1944. Rinciannya adalah kuota 10.000 imigran per tahun dan bisa menjadi 25.000 orang jika dalam kondisi darurat pengungsi.

Dalam bagian lain dokumen itu juga dijelaskan bahwa di masa depan, imigrasi bangsa Yahudi harus mendapatkan izin penduduk mayoritas Arab dan melarang imigran Yahudi membeli tanah dari bangsa Arab untuk menghindari gesekan lanjutan.

-Septermber 1939-1945
Perang Dunia II pecah ketika Jerman menyerang Polandia pada 1-9-1939. Dibawah rezim Nazi yang kejam, Jerman memulai upaya pembersihan terhadap etnis Yahudi yang dikenal sebagai Holocaust. Holocaust memicu gelombang pengungsian massal etnis Yahudi dari Eropa.
Setidaknya 100.000 orang Yahudi menggunakan 120 kapal dalam 142 pelayaran mencoba menyelundup ke Palestina secara ilegal (berdasarkan White Paper 1939). Kapal-kapal Inggris memblokade perairan Palestina untuk mencegah gelombang pengungsian ini. Pada 1940 sempat terjadi insiden tenggelamnya kapal Patria yang berakibat tewasnya 267 pengungsi Yahudi yang akan diasingkan ke Mauritius.

-1942
Para pemimpin Zionis berkumpul di Hotel Biltmore, New York. Saat itulah secara resmi para pemimpin Zionis menetapkan Palestina sebagai wilayah Persemakmuran Yahudi. Selain itu para pemimpin Yahudi kini menganggap Inggris sebagai musuh yang harus diperangi.

-6 November 1944
Akibat penerbitan White Paper, Inggris menjadi musuh bersama para milisi Yahudi seperti Haganah, Irgun dan Lehi. Merema kerap melakukan aksi sabotase dan subversi, dengan puncaknya adalah pembunuhan Menteri Negara Urusan Timur Tengah, Lord Moyne pada 6 November 1944 di Kairo, Mesir, oleh dua anggota gerakan bawah tanah Yahudi, Eliyahu Bet-Zuri dan Eliyahu Hakim.
Lord Moyne dikenal sebagai salah seorang pejabat Inggris yang sangat anti-Zionis dan sangat memegang teguh aturan pembatasan imigrasi Yahudi ke Palestina seperti diatur dalam dokumen White Paper 1939.

-20 April 1946
Komite investigasi Anglo-Amerika (Inggris-AS) bentukan PBB pada 20 April 1946 merekomendasikan imigrasi 100.000 orang Yahudi bisa dilakukan sesegera mungkin ke Palestina.
Rekomendasi ini ditolak para pemimpin Arab dan Inggris segera menyadari mereka tak mampu lagi mengatasi keadaan di Palestina.

-22 Juli 1946
Pengeboman markas militer Inggris di Hotel King David, Yerusalem oleh kelompok sayap kanan Yahudi Irgun. Aksi ini disebabkan para milisi Yahudi di Palestina berusaha untuk membawa sisa-sisa Yahudi yang masih tersebar di kamp konsentrasi ke Palestina, namun dihalangi kebijakan White Paper 1939.
Karenanya mereka berupaya meneror pemerintah Mandat Inggris di Palestina. Gawatnya keadaan di Palestina membuat Inggris berniat menyerahkan kekuasaannya kepada PBB mulai 14 Mei 1948 tengah malam.

-1947
Sehubungan dengan niat Inggris menyerahkan mandatnya pada PBB, dibentuklah Komite Khusus untuk Palestina / UNSCOP pada 15 Mei 1947. UNSCOP yang terdiri dari 11 negara ini melakukan sidang dan kunjungan ke Palestina untuk melakukan investigasi.

Pada 31 Agustus 1947, UNSCOP merekomendasikan kepada Sidang Umum PBB pembagian wilayah Palestina dalam masa transisi selama dua tahun yang dimulai pada 1 September 1947.
Pembagian itu terdiri atas negara Arab merdeka (11.000 km persegi), negara Yahudi (15.000 km persegi). Sementara kota Jerusalem dan Betlehem akan berada di bawah kendali PBB.
Usulan ini tidak memuaskan kelompok Yahudi maupun Arab. Bangsa Yahudi kecewa karena kehilangan Jerusalem. Namun, kelompok Yahudi moderat menerima tawaran ini dan hanya kelompok-kelompok Yahudi radikal yang menolak. Sementara itu, kelompok Arab khawatir pembagian ini akan mengganggu hak-hak warga mayoritas Arab di Palestina.

Liga Arab yang merasa tak puas dengan resolusi PBB menyepakati solusi militer untuk menyelesaikan masalah. Dalam kenyataannya, sejumlah negara Arab memiliki agenda tersendiri. Jordania ingin menguasai Tepi Barat, sementara Suriah menginginkan bagian utara Palestina, termasuk wilayah yang diperuntukkan bagi Yahudi dan Arab.

-14 Mei 1948
Ketua Yishuv (Komunitas Yahudi di Palestina), David Ben Gurion, di hadapan 250 orang undangan di Museum Tel Aviv, mendeklarasikan berdirinya negara Israel.
Para pendiri Israel sepakat tidak menyebutkan batas negara itu karena negara-negara Arab di sekitar Israel pasti tidak akan menyetujuinya.
Ijin nyimak dlu nih..

Ts nya kmana nih?

Ada yg liat gak?

Perang Arab - Israel 1948

Spoiler for perang arab-israel:



Warga Palestina mengungsi mencari tempat aman akibat Perang Arab-Israel I (1948). Usai perang ini, sedikitnya 750.000 bangsa Palestina terusir dari tanahnya dan menjadi pengungsi.

Hanya berselang sehari setelah David Ben Gurion dkk mendeklarasikan berdirinya negara Israel, deklarasi perang datang dari Mesir, Suriah, Irak, Lebanon, Jordania dan Arab Saudi. Deklarasi perang ini diikuti invasi pasukan Arab ke wilayah Yahudi. Pada 15 Mei 1948 pecahlah perang Arab-Israel pertama.

Pada awalnya pasukan Arab dengan jumlah pasukan lebih banyak dan persenjataan yang lebih baik dengan mudah menguasai wilayah-wilayah yang ditempati bangsa Yahudi.

Pasukan Suriah, Lebanon, Jordania dan Irak menyerang Galilea dan Haifa. Sementara di selatan pasukan Mesir maju hingga mencapai Tel Aviv. Namun, kordinasi antar pasukan Arab ternyata tidak terlalu baik dan di saat-saat akhir, Lebanon menarik mundur pasukannya.

Untuk menghadapi serbuan pasukan koalisi Arab ini, Israel pada 26 Mei 1948 membentuk Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang anggotanya adalah leburan dari berbagai milisi seperti Haganah, Palmach, Irgun dan Lehi.

Dalam perkembangannya, IDF justru berhasil mengerahkan lebih banyak pasukan ketimbang pasukan koalisi Arab. Pada awal 1949, Israel memiliki 115.000 tentara sedangkan koalisi Arab hanya sekitar 55.000 personel saja.

Setelah bertempur selama sembilan bulan, akhirnya pada 1949, tercapai gencatan senjata antara Israel dengan Mesir, Lebanon, Jordania dan Suriah. Hasil dari perang ini, Israel berhasil menguasai 78 persen wilayah Mandat Palestina. Sementara Mesir menguasai Jalur Gaza dan Jordania mendapatkan Tepi Barat. Jordania juga menguasai Jerusalem Timur sementara Israel memerintah Jerusalem Barat. Pada 1950, Tepi Barat resmi menjadi wilayah Jordania.

Pengungsi Palestina

Dampak lain perang ini adalah para pengungsi Palestina yang tersebar di berbagai lokasi. Setidaknya 750.000 warga Palestina yang mengungsi keluar dari wilayah yang menjadi bagian Israel tak diizinkan kembali ke wilayah Israel dan ke wilayah negara-negara Arab lainnya. Mereka inilah yang kemudian disebut sebagai pengungsi Palestina.

Setelah perang 1948, para pengungsi Palestina yang tinggal di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat (Jordania), Jalur Gaza (Mesir) dan Suriah berusaha kembali masuk ke wilayah Israel. Mereka ini jika tertangkap akan dideportasi ke tempat asal mereka.

Dalam suratnya ke PBB pada 2 Agustus 1949, PM Israel David Ben-Gurion menolak kembalinya para pengungsi Palestina ke wilayah Israel. Pemerintah Israel mengatakan solusi untuk pengungsi Palestina adalah penempatan kembali di negara lain dan bukan mengembalikan mereka ke Israel.

Penolakan ini membuat perlawanan bangsa Palestina terhadap Israel meningkat. Mesir yang pada awalnya tidak ikut campur, akhirnya aktif melatih dan mempersenjatai para sukarelawan Palestina dari Jalur Gaza yang disebut Fedayeen. Kelompok ini yang kemudian aktif melakukan berbagai serangan di wilayah Israel.

Pada 1964, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) berdiri. Tujuan PLO adalah memerdekakan Palestina dengan perjuangan bersenjata. Cita-cita PLO adalah mendirikan negara Palestina sesuai dengan tapal batas Mandat Palestina sebelum perang 1948. Selain itu, PLO juga bertujuan melenyapkan Zionisme dari Palestina dan ingin menentukan sendiri nasib Palestina.

Di saat yang sama, Mesir terus mendanai dan melatih para sukarelawan Palestina. Selain itu, Mesir juga secara reguler menambah jumlah pasukannya di Gurun Sinai di dekat perbatasan dengan Israel.

Tak hanya Mesir, sejumlah negara Arab seperti Jordania dan Suriah, juga menunjukkan gelagat mengancam. Akibatnya, Israel memutuskan untuk terlebih dulu menyerang Mesir pada 5 Juni 1967. Pecahlah perang enam hari yang juga akan mengubah wajah Palestina.

http://internasional.kompas.com/read...ab-Israel.1948