KASKUS

Quote:Original Posted By berNavas


mungkin kurang ke expose oleh media ni bang adi soal UU arsitek.kurang disosialisasikan. sprti yg di utarakan agan archilest,isu2 proyek yg gak bener hrsnya bisa di jadikan senjata di depan dewan

orang arsitek gak ada yg suka politik ya,coba mau nyalonin jd RI 1 ya.misal mengusung Ridwan kamil cukup merakyat lo,buat ngedompleng ngegolin UU arsitek
sprti SBY suka pramuka,tu pramuka malah udah terbit

hahaha....


hehe.. emang bener. arsitek ga suka politik, walau seharusnya wajib. tapi ngomongin "pengawal di DPR", di komisi DPR yg sekarang sdh ada arsitek (yg juga pengurus IAI periode sebelumnya), namun tetep aja ga bhasil. pdhl IAI uda ktm pwakilan DPR (dari periode skrg sampai yg sblmnya), PU, mentri, JK, bahkan SBY, semua mdukung. tp ya gitu..

sepertinya arsitek adalah profesi yg memiliki prestise tinggi tapi tidak (kurang) dihargai. klo ga percaya, coba aja survey ke temen2, arsitek profesi yg keren ga? pasti dijawab iy. tanya rumahnya mao di desain sama arsitek ga? pasti iya jg. tp coba tanya jg, klo mo bangun rumah, bersediakah mbayar bbrp belas/puluh juta hanya utk bundelan gambar yg berisi garis2 saja? pasti di jawab ga mao, mending duitnya buat beli semen... ironis........

(*komen dari seseorang yg sdh pesimis dgn keprofesian, semoga mjd optimis kembali ktk tpilih angg DPR periode baru)

Talking Polemik UU Arsitek...!!!

Quote:Original Posted By adi1710
hehe.. emang bener. arsitek ga suka politik, walau seharusnya wajib. tapi ngomongin "pengawal di DPR", di komisi DPR yg sekarang sdh ada arsitek (yg juga pengurus IAI periode sebelumnya), namun tetep aja ga bhasil. pdhl IAI uda ktm pwakilan DPR (dari periode skrg sampai yg sblmnya), PU, mentri, JK, bahkan SBY, semua mdukung. tp ya gitu..

sepertinya arsitek adalah profesi yg memiliki prestise tinggi tapi tidak (kurang) dihargai. klo ga percaya, coba aja survey ke temen2, arsitek profesi yg keren ga? pasti dijawab iy. tanya rumahnya mao di desain sama arsitek ga? pasti iya jg. tp coba tanya jg, klo mo bangun rumah, bersediakah mbayar bbrp belas/puluh juta hanya utk bundelan gambar yg berisi garis2 saja? pasti di jawab ga mao, mending duitnya buat beli semen... ironis........

(*komen dari seseorang yg sdh pesimis dgn keprofesian, semoga mjd optimis kembali ktk tpilih angg DPR periode baru)


Profesi Arsitek ini kan profesi kita bersama.
trs kapan UU arsitek bisa keluar?tugasnya siapa?
saya rasa tanggung jawab terbesar ada di tangan IAI sebagai asosiasi profesi arsitek di indonesia.
peran kita,mensosialisasikan apa yang kita mengerti tentang arsitektur & profesi arsitek di tengah masyarakat.jangan sampai salah penafsiran. arsitek disamakan drafter.
maka dr itu di butuhkan aturan main yang jelas untuk melindunginya.
seharusnya si bisa terwujud

Loh bukannya memang profesi arsitek sangat menggiurkan sekali,klo mau di tinjau dr IAI ttg Standart Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek

bang adi sendiri yg ada di lingkup IAI masak pesimis
ada apakah gerangan ini...

bongkar kebiasaan lama


pinjam gbr dr agan archilest...
Quote:Original Posted By berNavas
Profesi Arsitek ini kan profesi kita bersama.
trs kapan UU arsitek bisa keluar?tugasnya siapa?
saya rasa tanggung jawab terbesar ada di tangan IAI sebagai asosiasi profesi arsitek di indonesia.
peran kita,mensosialisasikan apa yang kita mengerti tentang arsitektur & profesi arsitek di tengah masyarakat.jangan sampai salah penafsiran. arsitek disamakan drafter.
maka dr itu di butuhkan aturan main yang jelas untuk melindunginya.
seharusnya si bisa terwujud


aturan main baru. alakadarnya.


http://news.detik..com/read/2012/03/...58/1875389/10/

Spoiler for alakadarnya:


malu bacanya, sayembara skala kota. hadiahnya motor.
sayembara tabloid aja hadiahnya lebih dari itu....
nasip jadi arsitek....

Quote:
Ahok yakin, taktik ini dapat mengurangi pos pengeluaran cukup signifikan. Cara ini juga diyakini dapat merangsang lurah dan camat untuk memberi masukan kepada Pemprov.


cara berpikirnya kebalik Koh !.


kalau sekedar masukan ke Pemprov, bukannya itu kewajiban dari dulu ?
kemana aja sampeyan ?
Quote:Original Posted By berNavas


Profesi Arsitek ini kan profesi kita bersama.
trs kapan UU arsitek bisa keluar?tugasnya siapa?
saya rasa tanggung jawab terbesar ada di tangan IAI sebagai asosiasi profesi arsitek di indonesia.
peran kita,mensosialisasikan apa yang kita mengerti tentang arsitektur & profesi arsitek di tengah masyarakat.jangan sampai salah penafsiran. arsitek disamakan drafter.
maka dr itu di butuhkan aturan main yang jelas untuk melindunginya.
seharusnya si bisa terwujud

Loh bukannya memang profesi arsitek sangat menggiurkan sekali,klo mau di tinjau dr IAI ttg Standart Honorarium/Imbalan Jasa Arsitek

bang adi sendiri yg ada di lingkup IAI masak pesimis
ada apakah gerangan ini...

bongkar kebiasaan lama


pinjam gbr dr agan archilest...


maaf yak.. saya memang dalam lingkar IAI, namun tidak terlibat. pada periode DPR sebelum yg skrg, RUU arsitek sdh masuk prolegnas dalam dalam no. urut 10 besar. IAI sdh diundang (saya tmsk yg hadir dan ktm artis -alm yg jg anggota DPR itu loh #norak). namun ktk pemilu dan anggota DPR bganti, maka RUU pun bablas mhilang ntah kmana... sdh keluar byk duit (milyaran), namun (bisa di bilang ) sia2. mhadapi perwakilan kita saja sdh kwalahan (dengan ulahnya yg kita sama2 tahu). tapi yg lbh mngenaskan adlh para arsitek sendiri tidak sepaham dlm melihat isi RUU. untungnya (mungkin) cm sayayg pesimis, moga2 rekan yg lain tidak sama. amin. nunggu mereka ganti duu ah, sapa tau yg baru ada perubahan.

Quote:Original Posted By hexadead


aturan main baru. alakadarnya.


http://news.detik..com/read/2012/03/...58/1875389/10/

Spoiler for alakadarnya:


malu bacanya, sayembara skala kota. hadiahnya motor.
sayembara tabloid aja hadiahnya lebih dari itu....
nasip jadi arsitek....



cara berpikirnya kebalik Koh !.


kalau sekedar masukan ke Pemprov, bukannya itu kewajiban dari dulu ?
kemana aja sampeyan ?


saya bukan warga jakarta. sejujurnya memang cukup kecewa jg, hal itu di ucapkan oleh seorang (calon) pejabat. pejabatnya bpikir begitu, gmn rakyatnya.... tp klo saya mcoba melihat dari sudut yg berbeda:
1. niatnya beliau adlh mcoba mhemat anggaran (uang rakyat). harapannya bisa dialihkan ke pos yg lbh penting.
2. niatnya beliau adlh mcoba mlibatkan masyarakat (dalam hal ini mahasiswa) dalam proyek pemerintah. dengan sayembara, ide2 akan lbh tergali.
3. ini mungkin bisa di bilang teguran utk kita. apkh mungkin klo kita (arsitek) bisa di bilang cukup matre? bagaimana dengan pengabdian thdp masyarakat? apkh phargaan thdp arsitek hanya bisa dihitung dgn materi (fee / hadiah yg besar?. knp hadiah motor saja kita protes? gmn klo kita cm dibayar dgn (hanya) sertifikat, atau mungkin hanya senyum? apkh kita akan protes juga? motor msh ada harganya loh... toh yg di desain ruang publik, bukan bangunan dgn tingkat kompleksitas yg tinggi.

utk masalah yg ini, saya kecewa tapi msh ada rasa optimis. niatnya baik, tp caranya kurang tepat krn mnyinggung profesi arsitek
Quote:Original Posted By adi1710

utk masalah yg ini, saya kecewa tapi msh ada rasa optimis. niatnya baik, tp caranya kurang tepat krn mnyinggung profesi arsitek


setuju Mas Adi, hanya saja perancangan dalam skala kota yg membuat saya gusar. faktor utilitas jadi perhatian saya. yg sepertinya terlupakan. untuk skala kota (Arsitek) biasanya ditunjuk dalam beberapa team.

saya bukannya skeptic hanya saja status kelayakan terhadap profesionalitas masih jadi yang nomer bontot, dengan dalih pluralisme yg ambigu tanpa subjek kontekstual yg bisa dijadikan pegangan. untuk akademik seharusnya ada kapasitasnya, toh regulasi dalam sertifikasi juga tahapannya kan ?

untuk masalah "di poskan ke hal lain", saya rasa itu akan menjadi internal case dari regulasi di pemerintahan. karena mereka juga pasti tau caranya bagaimana "mencari dari pos yg lain".

hope will better soon.


Spoiler for fun:
Quote:Original Posted By hexadead


setuju Mas Adi, hanya saja perancangan dalam skala kota yg membuat saya gusar. faktor utilitas jadi perhatian saya. yg sepertinya terlupakan. untuk skala kota (Arsitek) biasanya ditunjuk dalam beberapa team.

saya bukannya skeptic hanya saja status kelayakan terhadap profesionalitas masih jadi yang nomer bontot, dengan dalih pluralisme yg ambigu tanpa subjek kontekstual yg bisa dijadikan pegangan. untuk akademik seharusnya ada kapasitasnya, toh regulasi dalam sertifikasi juga tahapannya kan ?

untuk masalah "di poskan ke hal lain", saya rasa itu akan menjadi internal case dari regulasi di pemerintahan. karena mereka juga pasti tau caranya bagaimana "mencari dari pos yg lain".

hope will better soon.


]


nah.. di IAI sendiri sayembara ada bbrp "kelas". saya pikir yg paling sesuai utk kasus ini ya sayembara gagasan. dimana peserta hanya melontarkan ide yg terbaik. utk urusan teknis (gbr DD misalnya) tetap harus disarahkan ke "ahlinya" (ini bukan kampanye loh). toh klo utk sebuah ide, bukan hak perogratif arsitek saja. mahasiswa ataupun tukang bakso sekalipun bisa memberikan ide yg baik.

sbenernya yg saya suka dari pemikiran ini cuma unsur "melibatkan masyarakat"-nya. hal itu yg saya apresiasi. dan sperti yg saya katakan sebelumnya, pernyataan beliau jg "sedikit" mnyentil saya, klo saya (dalam hal ini arsitek) mungkin tlalu matre (baca: mahal) utk hitungan masyarakat. alangkah indahnya klo sebuah warteg di desain oleh seorang arsitek. pasti warteg itu akan nyaman dan semakin laku dagangannya bukan? tapi beranikah tukang warteg itu mendatangi seorang arsitek utk meminta di desainkan? jgn cm desain rmh ibadah aja yg di gratisin...............

btw setuju jg dengan masalah pos. serahkan saja masalah pos ke satpam aja.. hehe
Quote:Original Posted By adi1710
nah.. di IAI sendiri sayembara ada bbrp "kelas". saya pikir yg paling sesuai utk kasus ini ya sayembara gagasan. dimana peserta hanya melontarkan ide yg terbaik. utk urusan teknis (gbr DD misalnya) tetap harus disarahkan ke "ahlinya" (ini bukan kampanye loh). toh klo utk sebuah ide, bukan hak perogratif arsitek saja. mahasiswa ataupun tukang bakso sekalipun bisa memberikan ide yg baik.

btw setuju jg dengan masalah pos. serahkan saja masalah pos ke satpam aja.. hehe


setuju,
kalau untuk sebatas gagasan melibatkan masyrakat memang itu sangat perlu,
untuk DD memang harus "ahlinya".


Spoiler for bakso:
berarti uu arsitek terancam batal dong

trs biar gak saling sikut-sikutan gimana
Quote:Original Posted By berNavas
berarti uu arsitek terancam batal dong

trs biar gak saling sikut-sikutan gimana


batal sih gak, cuma kayaknya jadi lamaaaaaaa prosesnya.
untuk sikut menyikut, gak tau lah itu....
Quote:Original Posted By berNavas
berarti uu arsitek terancam batal dong

trs biar gak saling sikut-sikutan gimana



Quote:Original Posted By hexadead


batal sih gak, cuma kayaknya jadi lamaaaaaaa prosesnya.
untuk sikut menyikut, gak tau lah itu....


betul kata pak hexadead, cm jd lamaaaa.. *berharap pemilu cpt dateng.
klo mo cepet ya mahaaaaaalll..

utk masalah sikut mnyikut, di liat dari isinya yg sering di bicarakan di milis sebelah dan seminar2 ttg itu berikut jg pembicaraan2 informal, sepertinya UU itu tidak me"wadah"i semua golongan arsitek. jd mungkin itu jg bikin jd lama jg. krn ga di dukung semua golongan arsitek, jd "sebagian" ngerasa ga penting. malah mungkin berharap ga terbit biar kaya skrg, ga perlu sertifikat atau baru lulus uda bisa ngaku arsitek (bikin rumah ato malah sekelas RS) hehe.. *msh geleng2 kepala
Quote:Original Posted By adi1710
betul kata pak hexadead, cm jd lamaaaa.. *berharap pemilu cpt dateng.
klo mo cepet ya mahaaaaaalll..

utk masalah sikut mnyikut, di liat dari isinya yg sering di bicarakan di milis sebelah dan seminar2 ttg itu berikut jg pembicaraan2 informal, sepertinya UU itu tidak me"wadah"i semua golongan arsitek. jd mungkin itu jg bikin jd lama jg. krn ga di dukung semua golongan arsitek, jd "sebagian" ngerasa ga penting. malah mungkin berharap ga terbit biar kaya skrg, ga perlu sertifikat atau baru lulus uda bisa ngaku arsitek (bikin rumah ato malah sekelas RS) hehe.. *msh geleng2 kepala


hmm...bikin rumah bukannya anak semester 4 saja sudah bisa ya? bukan suatu masalah..IMHO
Quote:Original Posted By hexadead
batal sih gak, cuma kayaknya jadi lamaaaaaaa prosesnya.
untuk sikut menyikut, gak tau lah itu....


terkatung-katung jadinya bang

Quote:Original Posted By adi1710
betul kata pak hexadead, cm jd lamaaaa.. *berharap pemilu cpt dateng.
klo mo cepet ya mahaaaaaalll..

utk masalah sikut mnyikut, di liat dari isinya yg sering di bicarakan di milis sebelah dan seminar2 ttg itu berikut jg pembicaraan2 informal, sepertinya UU itu tidak me"wadah"i semua golongan arsitek. jd mungkin itu jg bikin jd lama jg. krn ga di dukung semua golongan arsitek, jd "sebagian" ngerasa ga penting. malah mungkin berharap ga terbit biar kaya skrg, ga perlu sertifikat atau baru lulus uda bisa ngaku arsitek (bikin rumah ato malah sekelas RS) hehe.. *msh geleng2 kepala


ikutan berharap,supaya cpt punya uu biar jls

Quote:Original Posted By dannysebastian
hmm...bikin rumah bukannya anak semester 4 saja sudah bisa ya? bukan suatu masalah..IMHO

mmm...bikin rumah apa dulu ni bang?
Quote:Original Posted By adi1710
betul kata pak hexadead, cm jd lamaaaa.. *berharap pemilu cpt dateng.
klo mo cepet ya mahaaaaaalll..


yg saya tunggu berkasnya semoga udah dibaca....dan bisa segera diputuskan...
(mereka gak lupa nyimpennya dimana kan ?)


Quote:Original Posted By dannysebastian
hmm...bikin rumah bukannya anak semester 4 saja sudah bisa ya? bukan suatu masalah..IMHO


ngapain kuliah ? tukang juga bisa.....


Quote:Original Posted By berNavas
terkatung-katung jadinya bang
ikutan berharap,supaya cpt punya uu biar jls


harapan Pak Kadis adalah harapan kita semua...




Spoiler for asik....:
Quote:Original Posted By hexadead

ngapain kuliah ? tukang juga bisa.....



yoi bung..cm kreatif atau tidaknya...seperti kata klien ane..."saya hire kamu beli idenya bukan beli gambarnya"

makanya ane bilang kalau cuma skala rumah dan luas kecil mah anak semester 4 asal feel designnya bagus ya sudah bisa jadi arsitek designer. Bedanya ama yang pengalaman ya soal skala proyek sehingga desainnya bisa bener dan bagus.

nah kalau bicara jadi arsitek engineer itu yang beda. butuh pengalaman. contoh perpustakaan UI, kek DCM sebagai arsitek designer dan arkonin sebagai arsitek engineernya. Arsitek designer cuma butuh konsep (sampai skematik desain), urusan gimana bangunnya itu urusan arsitek engineernya (gambar forcon). Engineering ini yang menurut saya butuh pengalaman lebih apalgi skala proyek besar. Mengkoordinir gambar konsultan ME, konsultan Struktur, dan itungan konsultan QS itu yang tidak gampang.

Tapi entah mengapa tetap saja bos bilang 'ah cuma dapet kerjaan DD, bayarannya ga besar'. Karena jadi arsitek yang dihargai idenya walaupun lebih pusing jadi arsitek engineer. IMHO
Quote:Original Posted By dannysebastian
yoi bung..cm kreatif atau tidaknya...seperti kata klien ane..."saya hire kamu beli idenya bukan beli gambarnya"


saya pusing sendiri baca replynya. ini bahasannya kemana ya ?


kalau masalah prosedur Architect Engineering (AE) dan Architect Designer (AD) saya tahu. karena sebuah sistem juga yg mewajibkan mereka melakukan itu. DCM kan bukan biro lokal, sama kayak Bentley dll.

Quote:
Tapi entah mengapa tetap saja bos bilang 'ah cuma dapet kerjaan DD, bayarannya ga besar'. Karena jadi arsitek yang dihargai idenya walaupun lebih pusing jadi arsitek engineer. IMHO

risk of work....karena sampai saat ini AE saya > AD saya.


mostly client prepared for AE, karena critical probs numpuk semua disitu, sampai Project finished Trip... tul gak ?


dan yg paling banyak dicari single client (Non Consortium) adalah Main Engine di kantor AE. ngapain bayar konsultan AE kalau bisa bayar lebih murah pada Man Power yg skillnya setara AE ?
Quote:Original Posted By hexadead
saya pusing sendiri baca replynya. ini bahasannya kemana ya ?




bahasan yg tukang aja bisa ..

Quote:Original Posted By hexadead
kalau masalah prosedur Architect Engineering (AE) dan Architect Designer (AD) saya tahu. karena sebuah sistem juga yg mewajibkan mereka melakukan itu. DCM kan bukan biro lokal, sama kayak Bentley dll.


risk of work....karena sampai saat ini AE saya > AD saya.


mostly client prepared for AE, karena critical probs numpuk semua disitu, sampai Project finished Trip... tul gak ?


dan yg paling banyak dicari single client (Non Consortium) adalah Main Engine di kantor AE. ngapain bayar konsultan AE kalau bisa bayar lebih murah pada Man Power yg skillnya setara AE ?


Oh begitu.hehe. baru tau saya kalau Duta Cermat Mandiri bukan konsultan lokal.

kerjaan AE > dari AD?Hmm..apa sudah memperhitungkan manpower, dan timeline jg? Problem solving soal teknis memang di AE. Tapi soal tata ruang, efisiensi, sirkulasi dll tetep di AD saya rasa. AE tidak sampai ke bagaimana sebuah bangunan komersial bisa efisien dan memberikan untung sebesar2nya bagi public sekaligus owner kan? bagaimana sirkulasi kendaraan tidak membuat macet? Atau parkir yang efisien sehingga ratio parkir/m2 bagus? Atau saya yang salah ngerti dan itu urusannya AE hehehe.. Atau juga konsep ruangan yang memiliki nilai estetika sekaligus menjual? atau maksud bung hexa jangan2 AE > AAD(Ars. Asal Desain, seperti saya misalnya yang maunya desainnya seperti itu karena bagus aja dan pengin aja..pengin pasang travertine karena pokoknya mewah aja..heheh)

Awalnya saya cuma geli saja dengan pernyataan yang bilang baru lulus sudah ngaku2 arsitek. Ya terus apa? Lha wong gelarnya aja arsitek (PPars di universitas Jakarta)

ya mungkin di RUU arsitek hal ini bisa dipertegas..pengalaman 2 taun tp lebih kompeten dari yang pengalaman 5 taun kan bisa saja..
nyimak gan
Quote:Original Posted By dannysebastian
bahasan yg tukang aja bisa ..








Oh begitu.hehe. baru tau saya kalau Duta Cermat Mandiri bukan konsultan lokal.




kerjaan AE > dari AD?Hmm..apa sudah memperhitungkan manpower, dan timeline jg? Problem solving soal teknis memang di AE. Tapi soal tata ruang, efisiensi, sirkulasi dll tetep di AD saya rasa. AE tidak sampai ke bagaimana sebuah bangunan komersial bisa efisien dan memberikan untung sebesar2nya bagi public sekaligus owner kan? bagaimana sirkulasi kendaraan tidak membuat macet? Atau parkir yang efisien sehingga ratio parkir/m2 bagus? Atau saya yang salah ngerti dan itu urusannya AE hehehe.. Atau juga konsep ruangan yang memiliki nilai estetika sekaligus menjual? atau maksud bung hexa jangan2 AE > AAD(Ars. Asal Desain, seperti saya misalnya yang maunya desainnya seperti itu karena bagus aja dan pengin aja..pengin pasang travertine karena pokoknya mewah aja..heheh)




Awalnya saya cuma geli saja dengan pernyataan yang bilang baru lulus sudah ngaku2 arsitek. Ya terus apa? Lha wong gelarnya aja arsitek (PPars di universitas Jakarta)




ya mungkin di RUU arsitek hal ini bisa dipertegas..pengalaman 2 taun tp lebih kompeten dari yang pengalaman 5 taun kan bisa saja..


setau saya DCM group itu cabang di asia.

maksutnya yg ngaku2 tu lulusan S1 aja bukan ya. atau malah yg bukan dari arsitektur tp sekedar bisa sopwer architectural sudah ngaku2 arsitek dan berani buka jasa arsitek

PPars bukannya yg sudah lanjut keprofesian ya bang Danny?
Quote:Original Posted By berNavas
nyimak gan


setau saya DCM group itu cabang di asia.

maksutnya yg ngaku2 tu lulusan S1 aja bukan ya. atau malah yg bukan dari arsitektur tp sekedar bisa sopwer architectural sudah ngaku2 arsitek dan berani buka jasa arsitek

PPars bukannya yg sudah lanjut keprofesian ya bang Danny?


waduh kurang ngerti deh..pokoknya arsiteknya budiman hendrapurnomo. hehee

soal yg ngaku2 itu kalau penangkapan saya yg lulus s1 arsitek, dari omongannya bung adi.."baru lulus udah ngaku arsitek" bikin rumah dst.. Ya bingung aja terus kalau ga mulai dari rumah harus dari desain pos satpam dlu ya? atau magang ma arsitek rumah lain dengan gaji di bawah gaji tukang? Moga2 sih RUU arsitek juga melindungi arsitek bau kencur kek ane ini. .

PPars emang program profesi 1 tahun bung bernavas. Gelarnya Arsitek.
Quote:Original Posted By dannysebastian
soal yg ngaku2 itu kalau penangkapan saya yg lulus s1 arsitek, dari omongannya bung adi.."baru lulus udah ngaku arsitek" bikin rumah dst.. Ya bingung aja terus kalau ga mulai dari rumah harus dari desain pos satpam dlu ya? atau magang ma arsitek rumah lain dengan gaji di bawah gaji tukang? Moga2 sih RUU arsitek juga melindungi arsitek bau kencur kek ane ini. .

PPars emang program profesi 1 tahun bung bernavas. Gelarnya Arsitek.

mungkin maksutnya gini bang

sama kayak kedokteran.
baru lulus kedokteran kan blm bisa jadi dokter(ngaku2 dokter),apalagi buka praktek,meskipun niatnya tulus utk mengobati,menolong orang sakit tp kan tidak bisa begitu aja. lulusan kedokteran masih S.ked setelah coas baru dpt gelar dr. nya

begitu pula di arsitek. arsitek kan profesi,ada banyak aturannya juga kode etiknya.
lulusan arsitektur S1 harusnya juga begitu,sadar klo blm bisa di sebut arsitek, ambil keprofesian dlu PPars dr IAI. magang2 dulu,biar matang kaya pengalaman.
baru layak disebut Arsitek yg berkompeten

kan ada fase2nya gitu,gak instant

ya mudah2an UU arsitek menjawab smuanya biar jls
tp kapan
Quote:Original Posted By berNavas
mungkin maksutnya gini bang

sama kayak kedokteran.
baru lulus kedokteran kan blm bisa jadi dokter(ngaku2 dokter),apalagi buka praktek,meskipun niatnya tulus utk mengobati,menolong orang sakit tp kan tidak bisa begitu aja. lulusan kedokteran masih S.ked setelah coas baru dpt gelar dr. nya

begitu pula di arsitek. arsitek kan profesi,ada banyak aturannya juga kode etiknya.
lulusan arsitektur S1 harusnya juga begitu,sadar klo blm bisa di sebut arsitek, ambil keprofesian dlu PPars dr IAI. magang2 dulu,biar matang kaya pengalaman.
baru layak disebut Arsitek yg berkompeten

kan ada fase2nya gitu,gak instant

ya mudah2an UU arsitek menjawab smuanya biar jls
tp kapan


kompetensinya juga harus didefinisikan menurut ane.. jujur aja ane kadang bingung ini kerjaan arsitek atau bukan sih.

karena misal ane nangani skala proyek rumah, arsitek seperti dituntut harus bisa segalanya. Tapi begitu skala proyek besar, urusan kek facade, QS, landscape, lighting, security, drainage dll kadang sudah menjadi urusan konsultan yang lain. Apakah lingkup arsitektur juga akan berbeda tergantung skala pekerjaannya? Kalau gt perlu dibuat juga spesialis kek dokter jg berarti...heheh

Ane cuma berharap ada semacam test yg objektif menilai kemampuan arsitek, semacam ARE di AIA.

Jadi kalau ARE kan ada beberapa tes seperti Quote:Programming, Planning & Practice
The application of project development knowledge and skills relating to architectural programming; environmental, social, and economic issues; codes and regulations; and project and practice management. [more]

Site Planning & Design
The application of knowledge and skills of site planning and design including environmental, social, and economic issues, project and practice management. [more]

Building Design & Construction Systems
The application of knowledge and skills of building design and construction, including environmental, social, and economic issues, project and practice management. [more]

Schematic Design
The application of knowledge and skills required for the schematic design of buildings and interior space planning. [more]

Structural Systems
Identification and incorporation of general structural and lateral force principles in the design and construction of buildings. [more]

Building Systems
The evaluation, selection, and integration of mechanical, electrical, and specialty systems in building design and construction. [more]

Construction Documents & Services
Application of project management and professional practice knowledge and skills, including the preparation of contract documents and contract administration.


yang harapannya kalau emg ga lulus tes artinya tidak berkompeten. Kan ga adil juga kalau kompeten tidaknya hanya dilihat dia sudah pengalaman brp tahun. Saya rasa ada juga yang pengalaman 10 tahun tp mungkin bisa juga tidak lolos dari tes ini. Atau ada yang baru lulus setahun tapi sudah bisa lulus karena memang kompeten.