Quote:Original Posted By maximcool
Moonrise Kingdom



Seorang anggota pramuka kabur dari sebuah perkemahan lalu lari bersama seorang gadis yg dicintainya dan menyebabkan kepanikan dari keluarga sang gadis,pimpinan regu dari anak laki-laki itu,polisi lokal di pulau tempat si anak berkemah sampai petugas dari Dinas Pelayanan Sosial.Moonrise Kingdom mungkin punya tema yg terdengar cukup biasa untuk film bertema romance-comedy,yaitu tentang cinta monyet dan juga cinta yg tak direstui oleh orangtua tapi seperti biasa Wes Anderson selalu bisa memukau penonton dengan pengenalan karakter-karakter di filmnya yg cukup unik,musik latar pembangun mood yg keren dan kali ini Wes Anderson mengeksekusi Moonrise Kingdom dengan plot yg brilian (dan mungkin ini bisa jadi film terbaiknya Wes Anderson setelah The Royal Tenenbaums, IMHO).Moonrise Kingdom tampil sebagai film romantic-comedy yg kocak dengan adegan-adegan lucu nan menggelitik khas Wes Anderson namun tetap so sweet dengan kisah romantis tokoh Sam dan Suzy disini.

8,5/10


lu download apa beli dvd nya max??? besok minggu cari aahh DVD nya ni film

"The Hunger Games (2012)



walaupun ide ceritanya mirip ama Battle Royale,, awalnya jadi males malesan nontonnya
tapi ternyata bagus kok,, yah walaupun ane lebih ngarapin lebih sadis nih film
performa Jennifer Lawrence juga bagus lah

MY RATE : 7,7/10
baru nonton ini :

Ted





cerita tentang persahabatan antara John Bennett (Mark Wahlberg) dan sebuah boneka teddy bear dimana persahabatan antara kedua nya yang sudah terjalin sejak kecil menjadi masalah bagi hubungan John dengan Lori (Mila Kunis) sebagai kekasihnya.

seperti yang kebanyakan di review orang2 sini, film ini emang kocak
kalo dari segi cerita sih biasa aja sebenernya, seperti kebanyakan film comedy, ketebaklah. cuma emang humornya lucu sih (apalagi yang doyan lelucon-lelucon mesum hahaha meskipun nyaris ga ada adegan vulgar di film ini). ditambah ada beberapa cameo seperti Norah Jones dan Sam Jones. banyak parodi film dan artis terkenal juga di film ini

yang jelas ini bukan film untuk anak kecil, meskipun keliatannya tu boneka mukanya melas banget tapi kelakuannya cacat .
7,5/10 klo nilai dari gw, masih lebi suka 21 jump street untuk comedy tahun ini


Lumayan lah buat ngabisin waktu sabtu malem
setengah jam pertama agak membosankan, setengah jam berikutnya udah lumayan rame, dan setengah jam terakhir actionnya
Animasinya bagus dan rapih, tp karakter2 Tekken-nya ngga komplit nih.

Overall 7/10
Moonrise Kingdom (Wes Anderson, 2012)

Quote:

ah, akhirnya kesampean juga nonton film ini. salah satu sutradara favorit gw
keliatan banget style Anderson di film ini. shoot-shoot statis yang rapi, permainan warna, dan narasi yang unik.
Anderson juga masih pake aktor langganan dia kayak Murray, tapi kali ini ketambahan sama Willis, Norton, McDormand, Swinton, dll.
cuma sayang menjelang ending kok ngerasa alurnya jadi cepet gitu. durasinya juga gak terlalu lama.
overall, keseluruhan ceritanya fun dan ringan.

4 / 5
Quote:Original Posted By innocent_boy
akhirnya ntn jg si om

setubuh deh, pengulangannya kelamaan-sutradaranya keabisan ide kali



gw punya film ini tp ga sengaja keapus





kecilllllllllllllll. i want bigger ones



kali ini ga setubuh deh, ane malah demen ama film ini
temanya agak berbeda ama tema survival WW2 yg laen



anunya karet


kita beda selera dong

panjang banget anunya trus munculnya terakhiran lagi

Quote:Original Posted By Freakyaho
lu download apa beli dvd nya max??? besok minggu cari aahh DVD nya ni film


donlot om
kocak abis filmnya nih,apalagi menjelang endingnya

yg jadi Suzy cakep orangnya

Quote:Original Posted By lightyear
Moonrise Kingdom (Wes Anderson, 2012)



ah, akhirnya kesampean juga nonton film ini. salah satu sutradara favorit gw
keliatan banget style Anderson di film ini. shoot-shoot statis yang rapi, permainan warna, dan narasi yang unik.
Anderson juga masih pake aktor langganan dia kayak Murray, tapi kali ini ketambahan sama Willis, Norton, McDormand, Swinton, dll.
cuma sayang menjelang ending kok ngerasa alurnya jadi cepet gitu. durasinya juga gak terlalu lama.
overall, keseluruhan ceritanya fun dan ringan.

4 / 5


kyknya seru juga ya klo durasinya agak panjang dikit
btw,yg mancing bareng Willis pas awal2 itu si orang india yg sering muncul di filmnya WA ya
Dark Flight



Not really dark as it seems. It contains an over paranoid kid, a western pervert, a bunch of shemales and transvetites, and some mentally disturbed civilians with weird accent.

Recomendation: IT'S A CRAP

(typical Thailand horror)
Quote:Original Posted By maximcool
kita beda selera dong

panjang banget anunya trus munculnya terakhiran lagi



donlot om
kocak abis filmnya nih,apalagi menjelang endingnya

yg jadi Suzy cakep orangnya



kyknya seru juga ya klo durasinya agak panjang dikit
btw,yg mancing bareng Willis pas awal2 itu si orang india yg sering muncul di filmnya WA ya


oke2 sudah bagus gambar nya jd sudah bagus dvd nya .........
Quote:Original Posted By maximcool
kita beda selera dong

panjang banget anunya trus munculnya terakhiran lagi



donlot om
kocak abis filmnya nih,apalagi menjelang endingnya

yg jadi Suzy cakep orangnya



kyknya seru juga ya klo durasinya agak panjang dikit
btw,yg mancing bareng Willis pas awal2 itu si orang india yg sering muncul di filmnya WA ya


gw blom ntn Shame

gw mw bandingin panjangan mana anunya wahlberg ama fassbender
Quote:Original Posted By The Lost Boy

Talk to her (Hable con ella)



sebuah film peraih Oscar untuk katagori Best Writing, Original Screenplay yang bercerita tentang pertemanan 2 orang pria yang secara tidak sengaja bertemu di sebuah klinik demi mengasuh 2 wanita yang mereka cintai yang mengidap PVS (Persistent vegetative state)

7,5/10 klo nilai dari gw, karena sebenernya kurang suka film drama percintaan


sama gw juga ngasih 7,5


Quote:Original Posted By maximcool
The Counterfeiters aka Die Fälscher



Berdasarkan kisah nyata operasi pemalsuan uang dan dokumen-dokumen penting yg dilakukan NAZI untuk melemahkan ekonomi negara lawannya yaitu Inggris dan Amerika Serikat dengan bantuan tenaga-tenaga ahli yg diambil dari kaum Yahudi yg menjadi tahanan NAZI di kamp Auschwitz.Sebenarnya tokoh utama yg ditonjolkan disini,Sally Sorowitsch punya karakter yg cukup unik sebagai seorang "master" di bidang pemalsuan ditambah premis yg unik dari filmnya itu sendiri tapi sayangnya sepanjangnya film ini gw sendiri gak ngeliat sesuatu yg cukup menarik dari kombinasi 2 hal tadi.Alhasil,gw cukup kecewa dengan film peraih penghargaan Best Foreign Language Film di ajang Oscar ke-80 ini.

5/10



Quote:Original Posted By innocent_boy
kali ini ga setubuh deh, ane malah demen ama film ini
temanya agak berbeda ama tema survival WW2 yg laen



Bagus kah film ini? Ntar masupin list dulu deh


Quote:Original Posted By maximcool
Moonrise Kingdom



Spoilerfor REVIEW:


8,5/10



Quote:Original Posted By Freakyaho
lu download apa beli dvd nya max??? besok minggu cari aahh DVD nya ni film


Kemaren nyari di mal blom ada..


Quote:Original Posted By innocent_boy
numpang ngakak guling2 ngesot campur salto

ya tuhan, koq bisa orang2 ini terkena twist film ini, heran ane

bukannya sekali liat wajahnya aja udah kliatan, ga perlu denger suaranya kaleee

gw aja dari jarak ribuan mil aja bisa tau twistnya

twistnya sesuatuuuuu bangeudddd



koq jadi menyalahkan diriku? om erot tuh pertama kali rikumen




Quote:Original Posted By innocent_boy
om2nya ganteng ga?


Lumayan deh, tapi yang penting khan gede


Quote:Original Posted By innocent_boy
akhirnya ntn jg si om

setubuh deh, pengulangannya kelamaan-sutradaranya keabisan ide kali



gw punya film ini tp ga sengaja keapus



La cara oculta: iya, kelamaan bgt di bagian tengahnya.. tp overall enjoyable


De vierde Man : Jiaaah sayang bgt..
Padahal si Om pan demen sama tema homoerotic begini



Quote:Original Posted By innocent_boy
kecilllllllllllllll. i want bigger ones


asetnya ludivine sagnier di swimming pool tuh.. pas bgt.. :


lumayan kocak deh tp ngga sebagus 3 American Pie yang pertama .... 7/10
Review: Indonesia Tangguh (2012)

Indonesia Tangguh adalah sebuah antologi film yang berisi lima film dokumenter pendek yang berhasil terpilih menjadi finalis dalam program Eagle Awards – sebuah kompetisi pembuatan film dokumenter – yang dilaksanakan oleh Metro TV. Judul Indonesia Tangguh sendiri dipilih karena lima film dokumenter pendek yang terangkum dalam satu kesatuan film ini masing-masing berkisah tentang bencana alam yang terjadi di berbagai penjuru daerah di Indonesia serta bagaimana para masyarakat yang hidup di sekitar daerah bencana tersebut berusaha untuk tetap bertahan dengan atau mengatasi bencana tersebut – walau, pada kebanyakan bagian, dramatisasi mengenai efek terjadinya bencana terasa dihadirkan lebih kuat daripada usaha untuk bertahan atau mengatasi bencana itu sendiri.

Film pertama berjudul Setitik Asa dalam Lumpur arahan dua sutradara asal Sidoarjo, Jawa Timur, Achmad Fathur Rozaq dan M. Fachrudin. Seperti yang dapat ditangkap dalam judul film ini, Setitik Asa dalam Lumpur berkisah mengenai kehidupan warga di desa Besuki dan Porong yang menjadi sebagian desa yang terkena dampak Lumpur Lapindo. Awalnya mengisahkan mengenai bagaimana Lumpur Lapindo telah memberikan dampak negatif pada kesehatan maupun kesejahteraan dari warga desa yang terkena imbasnya, Setitik Asa dalam Lumpur kemudian berusaha menangkap bagaimana para korban Lumpur Lapindo tadi berusaha melanjutkan hidup mereka dengan berbagai kegiatan yang positif sekaligus tetap berusaha untuk mencari keadilan bagi desa mereka.

Film kedua berjudul Pelindung Pantai Amboina karya Suyadi dan Widhya Nugroho. Jalan cerita film ini berfokus pada kehidupan seorang nelayan sekaligus penerima Penghargaan Kalpataru di tahun 1981, Dominggus Sinanu, dalam usahanya untuk menyelamatkan Teluk Ambon dari berbagai efek negatif yang datang akibat berjalannya pembangunan kota yang dilakukan tanpa menilai berbagai pengaruhnya terhadap kehidupan alam sekitar. Sebuah kisah yang jelas sangat patut untuk diangkat ke permukaan, namun Pelindung Pantai Amboina seringkali lebih terasa sebagai sebuah drama (yang buruk) daripada sebuah film dokumenter akibat banyaknya penggunaan dialog yang sangat terasa telah diarahkan sebelumnya.

Mimpi di Kandang Wedhus Gembel merupakan film ketiga yang tampil dalam antologi dokumenter, Indonesia Tangguh, serta diarahkan oleh Maharani dan Gilang Akbar asal Yogyakarta. Film ini berkisah mengenai kehidupan warga Balerante yang hidup sangat dekat di kawasan puncak Gunung Merapi namun, akibat masih kuatnya rasa cinta tanah kelahiran, budaya, adat istiadat dan kepercayaan masyarakat pada mitos, membuat masyarakat desa tersebut memilih untuk tetap bertahan dan hidup dikawasan tersebut. Berbeda dengan dua film sebelumnya, yang terkesan hanya mengambil sudut pandang cerita dari satu sisi saja, Mimpi di Kandang Wedhus Gembel berhasil meraih dua sudut pandang sekaligus: masyarakat desa Balerante yang memilih untuk tetap tinggal di kawasan berbahaya tersebut meski mendapat arahan untuk relokasi dari pemerintah serta sudut pandang dari pemerintah sendiri mengenai mengapa warga seharusnya mau untuk ikut program relokasi yang telah mereka canangkan.

Indonesia Tangguh kemudian dilanjutkan dengan Kampung Rob di Tengah Kota karya Sapto Pamungkas dan Fuad Ashari asal Semarang, Jawa Tengah, yang bercerita mengenai kehidupan warga desa Kemijen, Semarang Utara, yang hidup dengan rasa dihantui oleh bencana Rob – sebuah fenomena naiknya permukaan air laut ke daratan secara permanen. Di tengah-tengah rasa penderitaan tersebut, muncul seorang warga bernama Supardi Warno yang mengajak warga sekitar untuk berdamai dengan bencana yang tidak dapat dielakkan tersebut serta justru berusaha mengambil keuntungan darinya. Harus diakui, Kampung Rob di Tengah Kota merupakan definisi yang paling kuat dari tema Indonesia Tangguh yang digunakan oleh antologi ini. Berbeda dengan film-film dokumenter pendek lainnya di antologi ini, Sapto Pamungkas dan Fuad Ashari mampu menjadikan Kampung Rob di Tengah Kota sebagai sebuah feel good movie yang tidak hanya menumpukan ceritanya pada kisah melankolis mengenai para korban bencana alam namun juga mengundang rasa optimisme yang hadir dengan penceritaan seorang karakter yang berhasil meraih sisi positif dari datangnya bencana.

Antologi dokumenter Indonesia Tangguh diakhiri dengan Gaung Sang Penakluk Asap karya Fransiska Rihardini dan Michael Silvester Mitchel Vinco asal Pontianak, Kalimantan Barat. Gaung Sang Penakluk Asap berkisah mengenai bagaimana Pontianak seringkali terkena bencana asap akibat pembakaran hutan yang dilakukan secara sporadis oleh berbagai perusahaan modern. Konsentrasi penceritaan Gaung Sang Penakluk Asap harus diakui cukup terpecah antara tema yang dibawakan film ini yakni mengenai dampak pembakaran hutan yang menghasilkan kabut dan asap tebal yang mempengaruhi kesehatan warga sekitar, dengan beberapa tema lain seperti dampak penambangan emas tanpa izin atau desa tertinggal yang menyebabkan banyak warganya sulit untuk menjangkau pendidikan. Jika dibandingkan dengan empat film lainnya, Gaung Sang Penakluk Asap juga tidak berfokus pada bencana maupun warga yang terkena bencana tersebut. Film ini lebih terlihat berkonsentrasi dalam menghadirkan bagaimana para warga Dayak menghadapi kepungan modernisasi yang secara perlahan merebut lahan-lahan mereka. Sedikit membingungkan akibat banyaknya penceritaan yang ingin dijabarkan namun Gaung Sang Penakluk Asap mampu diceritakan secara lancar dan efektif.

Satu hal yang paling dapat diperhatikan dari kelima film dokumenter yang hadir dalam antologi Indonesia Tangguh ini adalah bagaimana para pembuat film seringkali lebih menitikberatkan sisi melankolis dari sebuah bencana. Walau mampu diceritakan dengan baik, tetap saja hal tersebut seringkali membuat tema ketangguhan karakter dalam menghadapi bencana yang sebenarnya ingin ditonjolkan dalam antologi ini menjadi sedikit terkubur. Pun begitu, Indonesia Tangguh jelas sebuah antologi yang layak diapresiasi. Di tengah-tengah berbagai kelemahannya – kadang terasa terlalu scripted, tema yang kurang terfokus maupun ritme penceritaan yang kurang begitu terjaga – Indonesia Tangguh setidaknya muncul dengan tata produksi yang maksimal dan, tentu saja, sudut pandang yang membawakan sebuah keoptimisan yang sangat kuat dalam penceritaannya.

Rating: 3 / 5
Review: Fallin’ in Love (2012)

Jelas akan ada beberapa kekhawatiran bagi sebagian orang sebelum mereka menyaksikan Fallin’ in Love: film drama romansa ini diarahkan oleh Findo Purnomo HW – yang sebelumnya mengarahkan film-film seperti Love in Perth (2010), Lihat Boleh, Pegang Jangan (2010) dan Ayah, Mengapa Aku Berbeda (2011), naskah cerita yang ditulis oleh Alim Sudio – yang bertanggungjawab atas keberadaan jalan cerita film Air Terjun Pengantin (2009), Lihat Boleh, Pegang Jangan (2010) dan Pupus (2011), serta diproduseri oleh Firman Bintang – yang, sejujurnya, sama sekali belum pernah menjadi seorang produser bagi film yang dapat disebut berkualitas. Tiga kombinasi yang berbahaya dan… Anda dapat menebak bagaimana kualitas akhir Fallin’ in Love bahkan semenjak sepuluh menit pertama film ini dimulai.

Phew. Fallin’ in Love berkisah mengenai seorang gadis remaja bernama Larasati (Mikha Tambayong) yang seumur hidupnya baru mengenal kata dan rasa cinta dari sahabat-sahabatnya maupun film-film drama romansa buatan industri film Korea yang selalu ia gemari… sampai akhirnya ia bertemu dengan Rado (Adly Fairuz), kakak kelasnya yang juga merupakan seorang bintang softball. Larasati sendiri secara perlahan berhasil menarik perhatian Rado. Namun sayang, mantan kekasih Rado, yang juga kakak kelas Larasati, Nita (Agesh Palmer), ternyata masih belum merelakan Rado direbut oleh gadis lainnya. Akhirnya Larasati sering menerima tekanan dari Nita dan teman-temannya. Dan sayangnya, Rado juga seringkali lebih memihak kepada Nita daripada Larasati.

Dalam kekecewaannya, Larasati akhirnya memutuskan untuk bolos dari sekolahnya dan berliburan ke rumah neneknya di Lembang – yang, by the way, mendukung penuh bolosnya Larasati dari sekolahnya demi mengobati sakit hatinya. Yeahhh… modern Grandma. Di rumah neneknya, Larasati kembali bertemu dengan teman masa kecilnya, Beben (Boy William) – yang meski berasal dari desa dan anggota keluarga yang sama sekali tidak memiliki tampang seperti warga negara asing, namun memiliki tampang seperti warga negara asing… dan kesulitan untuk berkata-kata dalam Bahasa Indonesia. Dan segera saja… Larasati terlibat sebuah permainan hati lainnya dengan Beben. Lalu bagaimana dengan Rado? Apakah Larasati telah benar-benar melupakan kakak kelas yang sebelumnya sangat ia kagumi itu?

Yahhh… semua hal yang dapat Anda tebak dari sebuah drama romansa remaja yang berkisah mengenai cinta segitiga dapat Anda tebak di film ini. Oh. Selain memiliki jalan cerita yang jauh dari kesan inovatif dan menarik, Fallin’ in Love juga memiliki deretan pemeran yang hadir dengan kemampuan kuat untuk membuat setiap penonton merasa sangat membenci mereka. Mikha Tambayong tampil dengan sekuat tenaganya untuk hadir dalam kemampuan akting yang sangat berlebihan… dan palsu. Ia membuat karakter Larasati menjadi begitu hiperaktif dalam menunjukkan emosinya. Tertawa berlebihan, tersenyum berlebihan, tangis yang berlebihan dan bertingkah secara berlebihan. Mungkin Findo Purnomo HW mengarahkan Mikha untuk meniru akting para aktris film-film drama romansa dario industri film Korea yang selalu terlihat centil dalam tiap gerak-geriknya. Sayang… Mikha justru menjadikan Larasati terlihat sebagai karakter dengan tingkat intelejensia yang rendah daripada terlihat imut maupun centil.

Dan kemudian dua pria yang berusaha memperebutkan gelar sebagai aktor dengan kemampuan berekspresi terburuk dari hati Mikha Tambayong, Adly Fairuz dan Boy William. Boy William harus diakui masih sangat memiliki keterbatasan dalam menampilkan ekspresi wajah dan kemampuan aktingnya – plus, kemampuannya dalam menghilangkan aksen luar negerinya. Namun, untuk film ini, setidaknya ia berusaha kuat untuk berbahasa dalam Bahasa Sunda. Lihat apa yang dilakukan Adly Fairuz. Man… pria ini dipastikan tidak akan ada selamat jika ada seorang pembunuh yang menahan dirinya kemudian meminta dirinya berakting dengan meyakinkan guna menyelamatkan nyawanya. Adly hadir dengan ekspresi wajah yang sama… di sepanjang film! Yang cukup mengherankan adalah untuk melihat keputusan Findo untuk menjadikan Adly sebagai karakter remaja pria dari kota sementara Boy William memerankan karakter remaja pria dari desa. Bukankah penampilan fisik mereka menampilkan hal yang sebaliknya?

Kecuali beberapa aktor senior yang tampil dalam film ini, seperti Yati Surachman yang selalu tampil meyakinkan, Fallin’ in Love sama sekali tidak memiliki kelebihan yang berarti dalam kualitas departemen aktingnya. Jika pemerannya tidak berlebihan dalam menampilkan perannya, maka pemerannya terlihat sama sekali tidak mampu berakting. Jangan ditanyakan soal kualitas penulisan cerita. Alim Sudio sepertinya menuliskan naskah film ini dalam waktu 30 menit dengan berbagai referensi segala cerita film yang akan mampu membuat penontonnya merasa muak dengan segala hal yang berbau percintaan remaja. Fallin’ in Love adalah sebuah film yang memberikan nama buruk bagi film-film drama romansa remaja. Salah satu film Indonesia terburuk untuk tahun ini.

Rating: 1.5 / 5
Review: Crawl (2011)

Crawl mungkin adalah judul yang dipilih oleh sutradara sekaligus penulis naskah cerita film ini, Paul China, lebih kepada untuk mendeskripsikan bagaimana cara ia bercerita daripada bagaimana isi cerita film ini sendiri. Crawl sendiri berkisah mengenai seorang pemilik bar bernama Slim Walding (Paul Holmes) yang menyewa seorang pembunuh bayaran (George Shevtsov) untuk membunuh seorang kenalannya yang telah lama memiliki hutang kepada dirinya. Tugas itu sendiri dapat dengan mudah dilaksanakan oleh sang pembunuh bayaran namun, tentu saja, hal tersebut tidak berarti bahwa jalan cerita film ini berakhir begitu saja.

Di tempat lain, Marilyn Burns (Georgina Haig), seorang gadis cantik yang bekerja di bar yang dimiliki oleh Slim, telah dengan begitu tidak sabar menanti jam kerjanya untuk berakhir. Hal tersebut dikarenakan kekasihnya, Travis (Andy Braclay), yang dalam waktu seminggu terakhir telah pergi untuk melakukan perjalanan kerja, hari ini akan kembali pulang. Kepulangan Travis sendiri semakin ditunggu Marilyn karena gadis tersebut menduga bahwa Travis akan pulang sembari membawa cincin pernikahan mereka. Sayangnya, begitu Marilyn telah sampai di rumahnya, Travis tak kunjung datang. Ia justru dihampiri oleh seorang pria asing yang berencana untuk merusak kehidupannya.

Tidak ada yang begitu istimewa sebenarnya dari jalan cerita yang dihadirkan oleh Paul China. Jika saja film ini ditangani oleh seorang sutradara lain dan dengan tatanan jalan cerita yang jauh lebih besar, naskah cerita China yang dieksekusi selama 80 menit ini dapat saja disajikan secara keseluruhan dalam waktu kurang dari 30 menit. Pun begitu, rasanya terlalu berlebihan juga untuk menyebut Crawl disajikan dalam tempo penceritaan yang terlalu lamban, walaupun tidak akan ada seorangpun yang menyebut ritme penceritaan film ini berada dalam ambang batas pencritaan normal maupun cepat.

Yang jelas, China sekali tidak merepresentasikan jalan cerita filmnya dengan buruk. Walau jalan cerita film ini akan banyak meninggalkan pertanyaan bagi penontonnya, khususnya dari sisi motivasi beberapa karakternya, namun China berhasil menggarap intensitas Crawl dengan cukup baik. Sebagian kesuksesan tersebut memang datang dari kehadiran adegan-adegan kekerasan yang mampu digarap dengan baik oleh China dan sebagian lagi mampu hadir akibat unsur black comedy yang berhasil diselipkan China di dalam jalan cerita film ini. Namun, yang tidak kalah penting lagi, adalah keberhasilan China untuk menyajikan karakter-karakter misterius yang kuat yang mampu memberikan jalan bagi kehadiran adegan menegangkan sekaligus komikal tadi.

Karakter-karakter tersebut mampu dihidupkan oleh jajaran pengisi departemen akting Crawl – yang terdiri dari nama-nama yang mungkin belum pernah didengar oleh kebanyakan penonton sebelumnya. Karakter pembunuh bayaran berdarah Kroasia yang diperankan George Shevtsov memang hadir dengan begitu misterius. Namun penampilannya yang dingin mampu membuat kehadiran karakter tersebut begitu kuat. Sementara Georgina Haig yang menjadi karakter (semacam) heroine dalam film ini juga mampu menghadirkan intensitas ketegangan yang diperlukan jalan cerita ketika karakternya sedang berada dalam permasalahan penentuan antara hidup dan mati yang begitu krusial. Karakter-karakter lain, walaupun memiliki tingkat kepentingan yang minim dalam jalan cerita, juga mampu dihadirkan secara efektif oleh China dan semakin membuat Crawl terasa berjalan begitu dinamis dalam penceritaannya.

Jalan cerita yang terlihat seperti memperpanjang beberapa alur kisah yang sebenarnya dapat saja dihadirkan dalam durasi yang lebih singkat memang akan mampu membuat beberapa penonton mengeluh ketika menyaksikan Crawl. Pun begitu, mereka yang mampu menjawab tantangan Paul China dalam menyaksikan film thriller yang dihadirkan dalam tempo penceritaan yang lamban ini akan mampu menikmati penyajikan cerita China yang menghandalkan adegan-adegan kekerasan yang menegangkan serta karakter-karakter yang kuat untuk membuat filmnya tampil menarik. Sebuah thriller dengan penyajian cerita yang cukup unik.

Rating: 3 / 5
Swing Girls


Ga heran banyak yang ngerekomendasiin.
Kalo soal genre film yang gabungin drama, komedi dan musik, ini sementara yang masih jadi juaranya
Suck Seed lewat deh

Ceritanya enak banget buat dinikmati, dari awal ampe akhir. :
Suasana kota kecil dan kehidupan "anak sekolah"-nya dapet banget. :
Dibumbui ama komedi2 ringan khas jepang yang asik banget.
Musik2nya juga asik, ditutup dengan ending yang pas.
Buat yang butuh tontonan santai, rekomendid banget!

Point : 8,6/10
Quote:Original Posted By erozzmetrock
sama gw juga ngasih 7,5








Bagus kah film ini? Ntar masupin list dulu deh







Kemaren nyari di mal blom ada..








Lumayan deh, tapi yang penting khan gede





La cara oculta: iya, kelamaan bgt di bagian tengahnya.. tp overall enjoyable


De vierde Man : Jiaaah sayang bgt..
Padahal si Om pan demen sama tema homoerotic begini





asetnya ludivine sagnier di swimming pool tuh.. pas bgt.. :


Counterfeiters bagus dunks. rikumen ane gitu loh

gede apanya om?

ane pan dah tobat, dah kembali k jalan yg benar
tp kl sesekali gpp deh
keknya perlu donload ulang deh de vierde man

dr kmren2 rikumen Swimming Pool mulu ih


Quote:Original Posted By r00tsystem
Swing Girls


Ga heran banyak yang ngerekomendasiin.
Kalo soal genre film yang gabungin drama, komedi dan musik, ini sementara yang masih jadi juaranya
Suck Seed lewat deh

Ceritanya enak banget buat dinikmati, dari awal ampe akhir. :
Suasana kota kecil dan kehidupan "anak sekolah"-nya dapet banget. :
Dibumbui ama komedi2 ringan khas jepang yang asik banget.
Musik2nya juga asik, ditutup dengan ending yang pas.
Buat yang butuh tontonan santai, rekomendid banget!

Point : 8,6/10


inno likes this too

yg dikejar2 babi hutan ampe keluar ingus itu bikin
Quote:Original Posted By innocent_boy
inno likes this too

yg dikejar2 babi hutan ampe keluar ingus itu bikin




kalo ane sih "what the" moment itu yang soal ngangkat boneka cowo di lift

btw, ada rekomendasi film yang sejenis kek gini ga?
lagi pengen film2 santai macem begini nih
Quote:Original Posted By r00tsystem
Swing Girls


Ga heran banyak yang ngerekomendasiin.
Kalo soal genre film yang gabungin drama, komedi dan musik, ini sementara yang masih jadi juaranya
Suck Seed lewat deh

Ceritanya enak banget buat dinikmati, dari awal ampe akhir. :
Suasana kota kecil dan kehidupan "anak sekolah"-nya dapet banget. :
Dibumbui ama komedi2 ringan khas jepang yang asik banget.
Musik2nya juga asik, ditutup dengan ending yang pas.
Buat yang butuh tontonan santai, rekomendid banget!

Point : 8,6/10


haiii ganteng kemaren yg ketemu di halal bihalal gatring bandung,,,kapan bisa nobar bareng di bandung mod?

nnton film ini coba mod


Quote:



Quote:Original Posted By skung


lumayan kocak deh tp ngga sebagus 3 American Pie yang pertama .... 7/10


gw tau pasti adegan yg ini om skung paling suka

Quote:Original Posted By Freakyaho
haiii ganteng kemaren yg ketemu di halal bihalal gatring bandung,,,kapan bisa nobar bareng di bandung mod?

nnton film ini coba mod




oh ini yang kemaren toh...
eh ketemu disini

nobar? saya mah downloader euy... haha,
kalo ada waktu boleh lah saya ikut kalo diundang

Nah itu Linda Linda Linda, susah nyari link donlod yang non-IDWSnya euy
The Tall Man (2012)


100 min - Crime - Mysteri


Ini film menceritakan tentang kota yg mati yg didalamnya ada penculik anak yg masih eksis. Ya ceritanya sih bakalan dibuat menebak2 apa yg sebetulnya tejadi sih.
Di tengah sempat ngetwist juga, tapi akhir filmnya gak sesuai yg dibayangkan. Agak membosankan filmnya, ane aja sempat ketiduran
Tapi di akhir bakalan dijelaskan semuanya.

Rate : 6.5/10

Btw masalah RE Retribution kok menurut ane ini film bisa menghibur ane, tp kok banyakan yg komentar pedas ya
memang sih selera orang beda2. Tp jadi ngerasa seleranya rendahan gini