KASKUS

Poll: Apakah thread ini berguna buat yang mau jual beli atau sebagai tambahan informasi?

This poll will close on 05-09-2014 09:52

View Polling Result
Berguna 93% (1237 votes)
Biasa 5% (60 votes)
Tidak Berguna 2% (30 votes)
Voter: 1327 Back to polling
Beli tnh hrg 148 jt (96 m2)
njop = 33jt an

kena rincian :
Ajb = 1 jt
bn = 3 jt
pnbp = 500rb
checking = 250rb

kyknya kmhln ya
Malam agan Notaris LinMichael,

mo tanya, apakah ada ketentuan ato rumus untuk menentukan biaya AJB & BN untuk sebidang tanah ?
Apa dasarnya para notaris menentukan besar biaya AJB dan BN tsb ?

Mohon pencerahannya.
Thanks
dear All, sekarang sepertinya sudah bisa monitoring berkas via website. coba cek di website berikut :

http://www.bpn.go.id/infoberkas.aspx

dulu kalau mau cek berkas yang ada eror terus yang keluar. semoga di harapkan ke depan nya lebih baik lagi.
dear All, sekarang sepertinya sudah bisa monitoring berkas via website. coba cek di website berikut :

http://www.bpn.go.id/infoberkas.aspx

dulu kalau mau cek berkas yang ada eror terus yang keluar. semoga di harapkan ke depan nya lebih baik lagi.
Met siang agan semua. Salam kenal dari ane.
ane newbie masalah Hukum Jual Beli. Ceritanya ane beli rumah di Perumahan melalui developer. Pembayaran udh kelar, berhubungan Developer udh punya/biasa notaris sendiri, jadi kita melakukan proses tanda tangan di kantor pemasaran tanpa dihadiri Notaris dengan draft dari Notaris tersebut.
Kita tanda tangan 3 rangkap.
nah setelah udh jadi, kok yang ane dapet cuma Akte yang bertandatangan Notaris doank (Salinan). Apa akte itu sah.
Bila itu sah yang ane tanda tangan 3 rangkap itu siapa yang pegang.
mohon pencerahannya.
Sebelumnya ane ucapkan terima kasih
bermutu gan thread-nya...

semoga ilmu nt bermanfaat ye,,,
sekalian nanya gan, maaf klo pertanyaannya repost atau sekawannya ya (maklum masih newbie awam banget bin sangat) :
1. jadi klo mau mengecek tanah girik sengketa atau tidak melalui rt,rw,sampai kelurahan ye gan?,
2. terus klo misal kagak sengketa (bersih) tanah girik tersebut bisa dijadikan SHM gak gan?,coz ane denger gak semua tanah girik bisa dijadikan SHM gan
3. proses jual beli tanah girik tersebut ke ppat atau notaris gan?,dan dibuatkan ijb atau ajb gan?
itu dulu gan,maaf klo nyusahin ya,,,
Quote:Original Posted By begawanbumi
Dear TS,

Thank to TS. Thread yg bermanfaat sekali.

Saat ini, saya berencana membeli sebuah Tanah waris. Kebetulan Sertifikat Tanah SHM tanah waris ini atas nama ibu yg sudah meninggal dunia. Yg saya ketahui, ahli waris akan membuat SKW mengetahui Camat dan Lurah dan melakukan balik nama sertifikat SHM ke seluruh nama ahli waris. Setelah itu, baru bisa dilakukan jual beli tanah dengan saya di depan PPAT. Tolong koreksi kalo salah.

- Apakah jual beli tanah waris ini cukup aman? apakah banyak terjadi sengketa setelah cara spt ini di tempuh ?
- Karena terdapat beberapa ahli waris, bagaimana proses pembayarannya ? Apakah cukup ke salah satu wakil ahli waris saja ?
- Adakah cara untuk melindungi hak pembeli yg beritikad baik? untuk meminimalisasi resiko, sehingga tidak ada sengketa tanah kelak.


Checking sertipikat gan untuk mengetahui keabsahan sertipikat tersebut, apakah cocok dengan buku pertanahan di BPN atau tidak. Selain itu kalo ada yang mengajukan blokir thd tanah tsb jg akan keliatan. Kalo sudah ada hasil checking sudah aman.

Pembayarannya ke 1 org aja gan biar mereka bagi2 sendiri.. Yg pasti sebagai pembeli kan kita sudah ada bukti pembayaran sesuai harga kesepakatan.

Checking sertipikat tadi gan..



Quote:Original Posted By nickboyz
tenkyu gan untuk info nya, itu uda ga ada biaya plus plus lagi untuk notaris lg kan?

kalau ada perbedaan antara LT di imb dan pbb/sertipikat gimana tuh, jadi di imb ukuran tanah 171m nya klo di pbb/sertipikat 167m itu kira2 pengaruh nya apa ya?


Gak ada, kecuali ada pengurusan lain yg membutuhkan jasa notaris tentunya..

Coba cek di IMB itu luas apa? Kalo itu luas bangunan, tentu beda dgn luas sertipikat...
Quote:Original Posted By acc.BCA
gini gan..ane mau jual rumah a/n bokap yg sudah meninggal n udah ada pembeli yg mau lihat tp yg jd masalah sertifikat ane ga keliatan karna nyokap lupa naro dmn,udah beberapa bulan ini di cari tp ga ketemu2..menurut agan bagaimana jalan keluarnya..sertifikat sy berbentuk HGB dan masa berlakunya pun sy lihat di fotokopian jg sudah habis..langkah apa yg harus sy mulai..thx gan


Cari sertipikatnya dulu gan.. Kalo gak ketemu mesti minta ke BPN lagi tuh..
Trus buat SKW, lalu urus pembaharuan HGB yg mati tersebut..

Quote:Original Posted By erykowel
Terima kasih kepada teman-teman sekalian atas solusinya.. terutama terima kasih kepada saudara lin.


Sama-sama gan....
Quote:Original Posted By lutunkz
mau tanya gan, masalah pengurusan dari girik ke SHM, kok udah 8 bulan belum keluar2 juga SHM nya, dan ini lewat jasa Pak RT setempat...? apakah sah...?. atau memang lama prosesnya.

dear All, sekarang sepertinya sudah bisa monitoring berkas via website. coba cek di website berikut :

http://www.bpn.go.id/infoberkas.aspx

dulu kalau mau cek berkas yang ada eror terus yang keluar. semoga di harapkan ke depan nya lebih baik lagi.


Quote:Original Posted By lutunkz
dear All, sekarang sepertinya sudah bisa monitoring berkas via website. coba cek di website berikut :

http://www.bpn.go.id/infoberkas.aspx

dulu kalau mau cek berkas yang ada eror terus yang keluar. semoga di harapkan ke depan nya lebih baik lagi.


Quote:Original Posted By lutunkz
dear All, sekarang sepertinya sudah bisa monitoring berkas via website. coba cek di website berikut :

http://www.bpn.go.id/infoberkas.aspx

dulu kalau mau cek berkas yang ada eror terus yang keluar. semoga di harapkan ke depan nya lebih baik lagi.


Ada yg 2 tahun belum selesai gan...


Sipp... Semoga update terus biar mempermudah.. Di tiap daerah bisa tuh gan???!
Quote:Original Posted By tiq4share
Malam TS Michael,

Sedikit pertanyaan mengenai pengenaan dasar pajak Pembeli dan Penjual, Minggu lalu ane jual rumah dibilangan Cileduk, dengan kondisi surat PBB sebelumnya tidak ada informasi bangunan. (selama ini orang tua tidak mengerti kondisi status PBB yang tidak memiliki laporan Bangunan).

Selama 2 Bulan bolak - balik ane ngurus pembetulan PBB tersebut dikantor pajak Tangerang, dan alhamdullilah akhirnya kami Deal akad kredit dengan peminat dengan menggunakan fasilitas KPR disalah satu Bank.

Namun Ada sedikit ganjalan pada saat pengurusan pajak di Notaris di wilayah Tangerang yaitu memberikan rincian Pajak penjual dan pembeli dimana Nilai NJOP tersebut jumlahnya sangat fantastis sebesar 200 juta?? dari nilai NJOP PBB setelah pembetulan yang besaran NJOPnya hanya 136.836.000.

Dikarenakan keluarga keberatan dengan jumlah pajak penjual sebesar 10juta, kami menanyakan hal ini ke pihak Notaris pilihan Bank, mengapa jumlah penentuan pajak penjual dan pembeli yang biasanya besaranya ditentukan oleh nialai NJOP PBB bisa naik drastis sebesar 60%..?

Pihak Notaris Tangerang, sangat dengan mudah dan gampangnya menyatakan peraturan penentuan pajak dari nilai NJOP tidak berlaku lagi? dikarenakan Notaris harus menyetor beberapa biaya tambahan (uang rokok), untuk orang2 dalam pajak yang mengurus pajak dan akte rumah..? Dan penentuan pajak dari harga jual rumah sudah sangat objective dengan kondisi saat ini (Saat itu rumah dijual dengan harga 220juta), dan Notaris pun mengancam jika tidak setuju, client bisa tarik berkas dan pindah ke Notaris lain..!!

Dengan segala daya dan upaya dan kekecewaan yang berat baik dari pihak keluarga sebagai penjual dan pihak pembeli yang merasa terbebani dari kepurtusan pihak notaris yang tidak masuk akal, dan sudah banyak waktu yang terbuang untuk mengurus perubahan PBB ini, kami sekeluarga meminta kebijaksanaan pengurangan biaya pajak penjual dan pembeli, dengan alotnya pihak Notaris tangerang mengurangi dasar biaya pajak penjual dan pembeli sebesar 20 jutaan menjadi 180juta..Gila!? dan anehnya nilai NJOP tersebut sepertinya sangat mudah dimain2kan jumlahnya, lain halnya bila ketetapan kenaikan sudah diatur secara UU pastinya mengikat.

Namun dikarenakan kondisi Bank tempat pembeli memberikan batas waktu hanya 3 bulan dari sejak pertama appresial mau tidak mau kami pihak penjual dan pembeli menyetujui nilai yang tidak masuk akal dari Notaris.

Dari kejadian ini, kami sebagai warga indonesia yang taat peraturan dan membayar pajak menanyakan apakah penentuan nilai pajak penjual pembeli tidak lagi dinilai dari nilai NJOP PBB yang berlaku atau ketentuan nilainya mengikut nilai harga jual ? dan kemanakah kami mengadu atas permainan Notaris nakal khususnya Notaris yang berada di Tangerang BSD ini.

Thanks TS


Ok gan, perlu saya informasikan (beberapa ada di Page 1), bahwa :
1. Penentuan harga untuk perhitungan pajak jual beli (pph dan bphtb) yang benar adalah sesuai dengan harga jual beli riil/nyata yang disepakati.
2. Penggunaan NJOP sebagai dasar perhitungan pajak adalah untuk harga jual beli yg disepakati di bawah atau sama dengan NJOP.
3. Penggunaan dasar perhitungan pajak tidak sesuai dengan riil dapat dikatakan penggelapan pajak.
4. Tiap pemerintah daerah memiliki kebijakan sendiri dalam hal penentuan dasar perhitungan pajak tsb, ada yg masih nerima sesuai NJOP, ada yg harus sesuai harga riil.

Dari sana dapat kita lihat bahwa belum tentu Notaris/PPAT nya salah. Tentu ini diluar cara penyampaian Beliau yg mungkin kurang memuaskan atau ada maksud2 tertentu. Namun, 4 poin di atas itu faktanya gan..

Semoga dapat membantu ya.. Saya belum jadi Notaris/PPAT koq, jadi tidak ada maksud membela Notaris/PPAT lainnya..

Sedikit tambahan untuk menjawab pertanyaan agan, untuk pengaduan apabila tidak puas dapat dilakukan ke Majelis Pengawas Daerah di kota/kabupaten setempat..
Quote:Original Posted By bonek1986
Beli tnh hrg 148 jt (96 m2)
njop = 33jt an

kena rincian :
Ajb = 1 jt
bn = 3 jt
pnbp = 500rb
checking = 250rb

kyknya kmhln ya


Kemalahan dibaliknama nya.. Biasa AJB+BN @1.5, sisanya sama..
Kecuali ada kasus khusus tdh tanah dan bangunan tersebut..
Tanyakan aja ke Notaris/PPAT tersebut kenapa mahal?

Quote:Original Posted By demonspike
Malam agan Notaris LinMichael,

mo tanya, apakah ada ketentuan ato rumus untuk menentukan biaya AJB & BN untuk sebidang tanah ?
Apa dasarnya para notaris menentukan besar biaya AJB dan BN tsb ?

Mohon pencerahannya.
Thanks


Dasarnya ada luas , harga jual beli, dan NJOP nya gan...
Selain itu tiap daerah juga berbeda-beda honorariumnya...
Permisi gan, saya mau bertanya sedikit masalah dalam proses jual beli tanah

Kebetulan keluarga saya sedang memasuki tahap proses penjualan tanah, yang mau saya tanyakan gan...
Kebetulan calon buyer sudah sepakat dengan harga dan mengajak ke notaris untuk melakukan proses pembayaran dp sebesar 20% dari harga yang sudah disepakati. Yang ingin saya tanyakan apakah pada saat proses tersebut Sertifikat tanah asli wajib diserahkan/dititipkan kepada pihak notaris selama masa pembayaran dp sampai ke pelunasan?

terima kasih

Jual Beli Tanah dan pemilik telah meninggal

storynya seperti ini : Mertua saya membeli tanah dengan SHM kepada pemilik sah...Nota jual beli ada tetapi mertua saya belum balik nama dan 10 tahun kemudian atau tahun 2012 saya membeli tanah ini pada mertua saya dan belum saya balik nama SHM nya...Tanah ini kemudian saya bangun RUKO karena dana tidak mencukupi saya mau agunkan SHM ini ke bank dan ditolak dan diminta untuk balik nama dulu atas nama saya. Saya mencoba mengurus terkendala ,,,maslahnya pemilik SHM ini suami istri sudah meninggal dan anaknya juga sudah meninggal kecuali istri dari anaknya masih hidup dan tinggal jauh dari daerah saya...Bagaimana proses seperti kasus ini jika saya ingin balik nama SHM ini an saya....mohon pencerahan.

Terima kasih , apresiasi untuk bantuannya
Kalo belinya lewat lelang trus dapet risalah lelang, nah balik namanya apa langsung bawa aja risalah lelang kita ke BPN?
Quote:Original Posted By andee17
Permisi gan, saya mau bertanya sedikit masalah dalam proses jual beli tanah

Kebetulan keluarga saya sedang memasuki tahap proses penjualan tanah, yang mau saya tanyakan gan...
Kebetulan calon buyer sudah sepakat dengan harga dan mengajak ke notaris untuk melakukan proses pembayaran dp sebesar 20% dari harga yang sudah disepakati. Yang ingin saya tanyakan apakah pada saat proses tersebut Sertifikat tanah asli wajib diserahkan/dititipkan kepada pihak notaris selama masa pembayaran dp sampai ke pelunasan?

terima kasih


Bukan dititipkan gan, tapi dichecking oleh Notaris/PPAT tersebut. Setelah sudah selesai checking, maka akan dilakukan ttd AJB dan pelunasan pada hari itu juga..
Gan tanya dong, dalam hal jual beli Rumah Second. Kiranya antara Penjual dan Pembeli sudah selesai urusan administrasinya di Notaris & pembayarannya juga sudah selesai berikut serah terima Kunci Rumah. Maka dengan ini pihak penjual sudah tidak ada kewajiban/tanggung jawab terhadap Tanah & Rumah yang dijualnya bukan? Bagaimana klo seandainya si Pembeli dikemudian hari menuntut perbaikan terhadap rumah yang dia beli karena terjadinya kerusakan dibeberapa tempat?

Yang saya ingin tanya, bagaimana posisi penjual dalam hal ini? apa harus mengikuti permintaan pembeli? Karena sebelum terjadinya AJB Pembeli sudah melihat rumah dengan segala kondisinya.. dan merujuk klausal yang ada di AJB "Sejak ditandatanganinya Perjanjian ini, maka Tanah dan Bangunan yang dimaksud dalam Perjanjian ini beserta segala keuntungan maupun kerugiannya sepenuhnya menjadi hak milik PIHAK KEDUA/Pembeli"

Terima Kasih.
Quote:Original Posted By LinMichaeL
Ada yg 2 tahun belum selesai gan...


Sipp... Semoga update terus biar mempermudah.. Di tiap daerah bisa tuh gan???!


kok bisa dua tahun belum keluar gan...? memang masalahnya dimana kok sampai 2tahun belum keluar...? lalu langkah baik nya bagaimana...?. karena ini tanah di peruntukan di jual. trims.

Jelas sudah penentuan pajak ini.........

Quote:Original Posted By LinMichaeL
Ok gan, perlu saya informasikan (beberapa ada di Page 1), bahwa :
1. Penentuan harga untuk perhitungan pajak jual beli (pph dan bphtb) yang benar adalah sesuai dengan harga jual beli riil/nyata yang disepakati.
2. Penggunaan NJOP sebagai dasar perhitungan pajak adalah untuk harga jual beli yg disepakati di bawah atau sama dengan NJOP.
3. Penggunaan dasar perhitungan pajak tidak sesuai dengan riil dapat dikatakan penggelapan pajak.
4. Tiap pemerintah daerah memiliki kebijakan sendiri dalam hal penentuan dasar perhitungan pajak tsb, ada yg masih nerima sesuai NJOP, ada yg harus sesuai harga riil.

Dari sana dapat kita lihat bahwa belum tentu Notaris/PPAT nya salah. Tentu ini diluar cara penyampaian Beliau yg mungkin kurang memuaskan atau ada maksud2 tertentu. Namun, 4 poin di atas itu faktanya gan..

Semoga dapat membantu ya.. Saya belum jadi Notaris/PPAT koq, jadi tidak ada maksud membela Notaris/PPAT lainnya..

Sedikit tambahan untuk menjawab pertanyaan agan, untuk pengaduan apabila tidak puas dapat dilakukan ke Majelis Pengawas Daerah di kota/kabupaten setempat..


Gan Lin,

Thanks atas pencerahan agan....., walaupun proses pajak di Notaris sudah kami jalani namun dari penjelasan Agan mengenai proses pajak yang berbeda tiap daerah dapat kami pahami.

Namun Notaris yang bersangkutan menjadi catatan kami untuk kedepannya bila mengurus jual beli harus jeli dan teliti track recordnya.

Thanks.
Quote:Original Posted By Hsatriaw
Gan tanya dong, dalam hal jual beli Rumah Second. Kiranya antara Penjual dan Pembeli sudah selesai urusan administrasinya di Notaris & pembayarannya juga sudah selesai berikut serah terima Kunci Rumah. Maka dengan ini pihak penjual sudah tidak ada kewajiban/tanggung jawab terhadap Tanah & Rumah yang dijualnya bukan? Bagaimana klo seandainya si Pembeli dikemudian hari menuntut perbaikan terhadap rumah yang dia beli karena terjadinya kerusakan dibeberapa tempat?

Yang saya ingin tanya, bagaimana posisi penjual dalam hal ini? apa harus mengikuti permintaan pembeli? Karena sebelum terjadinya AJB Pembeli sudah melihat rumah dengan segala kondisinya.. dan merujuk klausal yang ada di AJB "Sejak ditandatanganinya Perjanjian ini, maka Tanah dan Bangunan yang dimaksud dalam Perjanjian ini beserta segala keuntungan maupun kerugiannya sepenuhnya menjadi hak milik PIHAK KEDUA/Pembeli"

Terima Kasih.


Tidak usah dianggap gan, itu bukan kewajiban Penjual lagi, karena HAK KEPEMILIKAN sudah berpindah ke Pembeli. Pembeli diasumsikan telah menerima keadaan rumah tersebut saat menandatangani dan membayar..

Quote:Original Posted By lutunkz
kok bisa dua tahun belum keluar gan...? memang masalahnya dimana kok sampai 2tahun belum keluar...? lalu langkah baik nya bagaimana...?. karena ini tanah di peruntukan di jual. trims.


Iya karena dari Kantor Pertanahannya yang lama. Tapi itu tidak di semua daerah gan. Oleh karena itu, agan mesti tanya di daerah letak persil tersebut berapa lama prosesnya. Coba ke Notaris/PPAT setempat.

Thanks...
Quote:Original Posted By tiq4share
Gan Lin,

Thanks atas pencerahan agan....., walaupun proses pajak di Notaris sudah kami jalani namun dari penjelasan Agan mengenai proses pajak yang berbeda tiap daerah dapat kami pahami.

Namun Notaris yang bersangkutan menjadi catatan kami untuk kedepannya bila mengurus jual beli harus jeli dan teliti track recordnya.

Thanks.


Halo gan..

Yup, betul, melihat track record ada baiknya..

Untuk kasus agan, coba ditest aja gan di beberapa Notaris/PAAT lainnya gimana (di daerah yg sama dengan Persil). Dari sana mungkin agan dapat melihat bagaimana penentuan pajak di daerah sana. Karena yg menentukan sebenarnya bukan Notaris/PPAT nyagan, tapi Pemerintah setempat.

Sekali lagi, saya tidak membela siapa2 yah.. Hanya meluruskan.. Karena kalo tidak di lapangan tentu tidak tau detail duduk perkaranya.

Thanks..