KASKUS

Quote:Original Posted By sariputra
Ini saya share photo-photo waktu saya makrifat ka'bah

Spoiler for sholat shaf ketiga depan ka'bah:


Spoiler for sholat dhuha di depan ka'bah:


Spoiler for pemandangan luar masjidil haram:



Semoga bermanfaat


MasyaAlloh gan...makasih oleh2nya..sedikitnya mengobati hati ini akan rinduku kepadaNya...btw blm jodoh kesana neh ..mudah2an doa GAn Sariputra biar ane dikasih jalan kesana..Amin
Quote:Original Posted By ummufz
walah ...masih ngurusin mimpi
Kapan bangunnya sih...
Di kisah nt aja yg mimpi udah bangun trus nyari makna mimipi. La nt kok masih ngotot beliau tidak bisa membedakan mimpi dgn hidup nyatah.

Riwayat 2 yg di bawa oleh tarikat selain jalan salaf hanya riwayat khayal, Kisah kiash lebay konsumsi penggemar infotainment.

Kemudian apa gunanya manusia Islam mencari kebaikan kebaikan dari tarikat lain lagi setelah Allah kasi tarikat/jalan sempurna berupa syariat Islam. Kurang kerjaan.

Syariat Islam aja belum dipelajari kok malah mikirin syariat lain.


Quote:Original Posted By sariputra
gan, kayaknya kalo dibandingkan penjelasan TS dengan yang saya bold di atas itu rancu ya ?
saya khawatir apa yang ente bicarain, berbeda dengan yang sedang kita bahas disini

syariat ya syariat
tarikat ya tarikat

ente sedang bicara apa ? syariat apa tarikat ?
kalau tarikat ya pake syariatnya sama, sholat 5 waktu, puasa de el el
semua sama

coba di baca lagi penjelasan TS yg di halaman awal deh soal syariat sampe makrifat
terus seperti saya bilang di atas, kalau bingung jangan diterusin
kasian saya ntar ikut bingung mendapat penjelasan orang yang bingung



Terima kasih untuk penjelasannya mas sariputra

Mengenai mimpi.

Sebenarnya yang pokok mau dibahas bukan mimpinya tapi, kesadaran seseorang, sehingga bisa menyadari mimpinya sama dengan kesadaran saat terjaga.


Abu Abdullah al-Mahlabi dan Muhammad bin Ya'qub bin Yusuf menceritakan kepada kami dari al-'Abbas ibnul-Walid bin Mazid, dari 'Uqbah bin 'Alqamah al-Mu'arifi, dari al-Auza'i, dari Yahya bin Abi Katsir, dari Abi Salamah bin Abdurrahman, dari 'Ubadah ibnush-Shamit bahwa ia bertanya kepada Rasulullah tentang ayat 63-63 surah Yunus, " Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan dalam kehidupan di akhirat." Maka, Rasulullah menjawab, "Sungguh kamu telah menanyakan sesuatu kepadaku yang belum pernah ditanyakan oleh seorang pun selainmu. Al-busyra ialah mimpi yang baik yang dialami oleh seseorang atau dianugerahkan Allah kepadanya." ( As-Silsilah ash-Shahihah )

Rasulullah mengajarkan agar kita membaca doa “Al-muawwidzat” yaitu tiga surat Al Qur’an yang diawali dengan kata ” A’udzu “ Yaitu : surat An Nas, Al Falaq dan Al Ikhlas kemudian ditiupkan pada dua telapak tangannya lalu diusapkan ke muka sebelum tidur.

Tujuannya agar kita sadar akan mimpi kita, barang siapa sadar akan mimpinya dan kesadaran mimpi sama dengan kesadaran saat terjaga, berarti orang itu sudah membuka kesadaran dasar yang disebut dengan fana fil diri.

Tujuan fana fil diri, agar khuyusuk ibadah seperti saat sholat pikiran tidak ke lain hal kecuali Allah, karena kesadarannya sudah terbangun. inilah salah satu tujuan tarekat.

Mungkin mas sariputra bisa tolong saya untuk menjelaskan lebih baik

semoga menjawab



Quote:Original Posted By yestitit
wah jgn menafsirkan ayat Quran seenaknya sendiri donk! Pengetahuan yg yakin itu ya IPTEK. haqqul yaqin itu bisa dicapai dgn cukup mempelajari iptek,alam semesta dgn isi quran. Tak usah macam-macam. Bukan mukjizat yg bikin keimanan itu,tapi hidayah Allah dan bekal akal pikiran dr Allah. saat ini masa kenabian nabi Muhammad, beribadahkan sesuai tuntunan dan syariat nabi Muhammad. masa kenabian nabi sebelumnya sudah berakhir,dan bukan untuk manusia yg hidup saat ini di masa kenabian nabi Muhammad.


Quote:Original Posted By sariputra
jangan lupa selain akal pikiran, hati juga harus dipakai
Quran itu gak cuma sekedar iptek, jauh lebih indah dari sekedar IPTEK
Quran itu lembut, indah, menyejukkan

maka orang yang belajar quran dengan sungguh-sungguh akan seperti Nabi Muhammad. Sikap santun, tutur kata sopan, lemah lembut, pemaaf. Pokoknya bikin orang disekitarnya merasa nyaman dan sejuk hatinya

Nah, mudah-mudahan selain IPTEK serta optimalisasi akal dan pikiran agan juga orangnya baik, sopan, tutur kata halus, tidak pernah memaki dan berkata tidak sopan. Karena saya percaya dari penjelasan agan yang sangat dalam ttg Quran, pasti agan orang yang belajar Quran dengan sungguh-sungguh



Terima kasih untuk penjelasannya mas sariputra

Sekali lagi saya tidak sembarangan menafsirkan al-Qur'an, karena penjelasan mengenai iman adalah tafsiran dari Saydina Ali ra dari kitab Al-imam Ali: al-Mukhtar min Bayanihi wa Hikamihi serta kitab-kitab ilmu hati para ahli tasawuf seperti kitab tulisan Imam al-Ghazali dan Ibnu Qoyim al-Jauziyah.

Terima kasih

Quote:Original Posted By jendraljurdil
dia pkir sama x tu syariat n tarikat tu
hahaha udah tau beda n tu adalah tingkatan dalam islam


Tidak apa-apa mas, itu juga bagian dari proses pembelajaran

Quote:Original Posted By sariputra
sholat menghadap ka'bah itu syariat (tata cara sholat)
nah dalam pelaksanaan sholat, diantaranya ttg niat, ada yang dilafadz kan ada yang dalam hati. Anda mau ikutan mahzab mana ? Silakan aja, karena semuanya baik (ini namanya tarikat, jalan dalam menuju khusyuk sholat)

Nah, anda ketika sholat sujud depan ka'bah apakah anda menyembah ka'bah ? Tentu bukan, pasti anda menjawab menyembah Allah. Nah ini sudah masuk wilayah hakikat. Maksudnya adalah menyembah sesuatu yang hakiki yang mempunyai ka'bah, bukan menyembah ka'bahnya.

Nah, setelah lama menunuaikan sholat di rumah, jauh dari ka'bah. Sudah waktunya berangkat haji buat makrifat (mengenal) ka'bah yang sesungguhnya. Melihat ka'bah secara langsung, memegang, menyentuh. Pokoknya kenalan deh sama ka'bah, seperti kenalan sama orang ya seperti itu caranya.

Terus sholat menghadap ka'bah, melihat langsung ka'bah, merasakan perbedaan sholat melihat ka'bah cuma di sajadah sama melihat ka'bah secara langsung. Ini yang disebut tingkatan makrifat (mengenal).

tapi baru mengenal ka'bah lho ya, masih jauh perjalanan makrifatnya. Karena harus makrifat kepada Allah, sang pemiik ka'bah. Makanya orang berlomba-lomba balik ke mekkah buat sholat didepan ka'bah supaya kenal, melihat Sang Pemilik Ka'Bah.

Abu Yazid mengatakan, “Pada hajiku yang pertama aku hanya melihat Ka’bah, kedua kalinya, aku melihat Ka’bah dan Tuhannya Ka’bah, dan ketiga kalinya, aku hanya melihat Tuhan saja.”

Yang ini jangan terlalu dimasukin hati dan terlalu dipikir, itu perkataan waliyulloh, kekasih Allah tentang ka'bah. Kalau orag setaraf Beliau, cukup 3 kali berhaji, udah bisa melihat Pemilik Ka'Bah.

Semoga bermanfaat
Semoga bisa paham syariat sampe makrifat dan jangan dicampur aduk supaya gak bikin bingung ya



Terima kasih untuk penjelasannya mas

Quote:Original Posted By sariputra
ya kita semua sama-sama gak ngerti gan
makanya kita kumpul disini supaya saling melengkapi, sharing
jadi semuanya bisa ngerti

beliau sekedar menyampaikan apa yang beliau tau
kewajiban kita menyampaikan apa yang kita tau
semoga Allah melengkapi kita semua satu sama lain
dan disatukan dalam keindahan wajah-Nya

Aamiiiinnn...


Aamiiinnn

Quote:Original Posted By Ndorone
Kultum dulu sebelum aktifitas neh agan2..rate bitang tujuh biar menarik...


Terima kasih mas

Quote:Original Posted By sariputra
Ini saya share photo-photo waktu saya makrifat ka'bah

Spoiler for sholat shaf ketiga depan ka'bah:


Spoiler for sholat dhuha di depan ka'bah:


Spoiler for pemandangan luar masjidil haram:



Semoga bermanfaat


Alhamdulillah mas sariputra sudah menunaikan ibadah haji

Insya Allah, kalau saya sudah bersih saya juga ingin menyusul, mohon bimbingannya mas
oh berarti tafsiran sufi itu yg ngaco. si sariputra apalagi,beragama kok lihat umatnya, beragama itu lihat inti ajarannya, kitab sucinya! tgjwb msg2 orang u/ hubungan kpd sesama,beda dgn hubungan kpd tuhannya. krn kelakuan tiap orang beda2. ada tuh yg sopan tapi maling,tp pembunuh,peipu dll. sopan bukan ukuran. dan berhaji itu cukup sekali. itu muslim yg sejati.bahkan tak usah umroh,tak usah berhaji pun sdh bisa pd tahap haqul yaqqin. soal hati itu HIDAYAH.tp akal pikiran itu USAHA shg bs dicapai haqulyaqin
Quote:Original Posted By yestitit
oh berarti tafsiran sufi itu yg ngaco. si sariputra apalagi,beragama kok lihat umatnya, beragama itu lihat inti ajarannya, kitab sucinya! tgjwb msg2 orang u/ hubungan kpd sesama,beda dgn hubungan kpd tuhannya. krn kelakuan tiap orang beda2. ada tuh yg sopan tapi maling,tp pembunuh,peipu dll. sopan bukan ukuran. dan berhaji itu cukup sekali. itu muslim yg sejati.bahkan tak usah umroh,tak usah berhaji pun sdh bisa pd tahap haqul yaqqin. soal hati itu HIDAYAH.tp akal pikiran itu USAHA shg bs dicapai haqulyaqin


Mas, salah satu yang menafsirkan itu adalah Saydina Ali ra, apakah Saydina Ali ra ngaco menurut mas ?.

Akhir kata, ibadah menjadi jalan masing-masing pribadi, walaupun kita berbeda pendapat bukan berarti kita tidak bisa berteman kan mas

Terima kasih untuk diskusinya mas
bagaimana dengan pendapat rekan rekan sufi tentang golongan muslim yang mengatakan kalian itu sesat, bidah bahkan dikucilkan??
Quote:Original Posted By ahli..kubur4
bagaimana dengan pendapat rekan rekan sufi tentang golongan muslim yang mengatakan kalian itu sesat, bidah bahkan dikucilkan??


Saya rasa itu adalah hak mereka dan kami tidak ambil pusing
bahkan oleh golongan sunni kalian para ahli tasawuf dikatan semplangan atau bagian dari syi'ah bagaimana pendapat rekan rekan sufi?
Quote:Original Posted By rimung13
Saya rasa itu adalah hak mereka dan kami tidak ambil pusing


bagaimana pendapat anda yang mengatakan kalian bagian dari syi'ah yang sesat?

ada juga yang mengatakan sufi adalah penganut aliran yang mengaku sangat dekat dengan Allah S.W.T. dengan gaya menumbuhkan jenggot seunik-uniknya apakah itu benar?
tafsiran sahabat Ali pun,kalau memang benar begitu, bukan berarti lantas bebas dari kesalahan. manusia itu tempatnya lupa dan salah. Nah kalau tafsiran nabi Muhammad itu baru tak terbantahkan.
Quote:Original Posted By ahli..kubur4
bagaimana pendapat anda yang mengatakan kalian bagian dari syi'ah yang sesat?

ada juga yang mengatakan sufi adalah penganut aliran yang mengaku sangat dekat dengan Allah S.W.T. dengan gaya menumbuhkan jenggot seunik-uniknya apakah itu benar?


Kita bukan bagian dari Syiah, kami juga membaca petunjuk-petunjuk tasawuf dari sahabat lain seperti Abu bakar, Ustman dan Umar. Namun untuk rahasia makrifat Ali membuka lebih detail dibanding sahabat yang lain.

karena kami membaca tulisan dari perkatan-perkataan Ali bukan berarti kami menjadi Syiah. Umumnya kami Sunni, saya belum pernah bertemu salik dari Syiah.

Mengenai menumbuhkan jenggot, saya dan salik-salik yang saya kenal, tidak ada yang berjenggot termasuk guru-guru saya.

Semoga menjawab :0
Quote:Original Posted By ahli..kubur4
bahkan oleh golongan sunni kalian para ahli tasawuf dikatan semplangan atau bagian dari syi'ah bagaimana pendapat rekan rekan sufi?


Kembali lagi, menjadi hak siapapun untuk menilai kami dan kami tidak ambil pusing

Quote:Original Posted By yestitit
tafsiran sahabat Ali pun,kalau memang benar begitu, bukan berarti lantas bebas dari kesalahan. manusia itu tempatnya lupa dan salah. Nah kalau tafsiran nabi Muhammad itu baru tak terbantahkan.


Tafsiran Rasulullah juga ada mas, coba mas baca Ihya ulumuddin dengan lengkap, biar lebih jelas.

Quote:Original Posted By Hansip..Malam
Sufi itu ...
mengaku dekat sekali dengan Tuhan ... seolah-olah bisa melihat Tuhan dan dalam kehidupannya sehari-hari enggak butuh makan minum (tapi tiap hari be'ol terus, aneh gak penonton?? ).


Kalau perkataan enggak butuh makan itu saya baru dengar, karena sepanjang saya belajar tasawuf, enggak pernah saya mendengar ucapan itu keluar dari guru-guru saya.

Semoga menjawab
Quote:Original Posted By Hansip..Malam
Sufi itu ...
mengaku dekat sekali dengan Tuhan ... seolah-olah bisa melihat Tuhan dan dalam kehidupannya sehari-hari enggak butuh makan minum (tapi tiap hari be'ol terus, aneh gak penonton?? ).


Absen juga dimari neh agan..salim dari ane gan... yg ber islam msh sebatas syari'at aja psti akan aneh anggap kaum sufi makanya kebanyakan tertutup dalam hal arti bersikap dan bertindak yg sdh diyakininya dengan kalangan lainnya...karena sprti agan sariputra jelaskan ada adab nya..
Palagi beda agama , tpi kayanya indah kalau di negeri kita kebanyakan islam tarafnya sdh ke atas ....
Bkannya tdk butuh makan dan minum gan, klo agan pernah nyimak Mario teguh di tipi swasta "Tanpa menjadi Pintar pun org yg dekat ke Tuhan rejekinya baik" palagi org2 yg sdh dekat seperti mereka..Tdk terobsesi keduniawian yg berlebih..
menurut ane yg miskin ilmu
mana link-nya? nope, itu sih salah penafsiran dr tafsir nabi. tak ada kewajiban berhaji lebih dr 1 kali. Justru akan lebih wajib untuk menyedekahkan biaya haji dan umroh kpd fakir miskin,bagi yg sdh pernah berhaji. dan u/ mencapai tahap aqqul yaqin tak perlu aneh2,cukup pelajari Quran dan IPTEK,serta lihat alam semesta.
Quote:Original Posted By yestitit
oh berarti tafsiran sufi itu yg ngaco. si sariputra apalagi,beragama kok lihat umatnya, beragama itu lihat inti ajarannya, kitab sucinya! tgjwb msg2 orang u/ hubungan kpd sesama,beda dgn hubungan kpd tuhannya. krn kelakuan tiap orang beda2. ada tuh yg sopan tapi maling,tp pembunuh,peipu dll. sopan bukan ukuran. dan berhaji itu cukup sekali. itu muslim yg sejati.bahkan tak usah umroh,tak usah berhaji pun sdh bisa pd tahap haqul yaqqin. soal hati itu HIDAYAH.tp akal pikiran itu USAHA shg bs dicapai haqulyaqin


gan, sebelum jauh-jauh bahan diskusinya
kita mulai dari yang enteng-enteng aja dulu

kenapa disebut agama ?
a gama = tidak kacau
maksudnya menjadikan manusia yang tidak kacau
tidak kacau emosinya, tidak kacau ucapan dan tindakannya (tidak kasar, tidak memaki dan mengumpat dengan kata-kata kotor dan menyakitkan)

itu sebabnya saya katakan, orang beragama itu dilihat dari tindak tanduknya
dari tingkah lakunya

tapi saya tau dari tulisan-tulisan agan yang keliatan mengerti ttg agama pastilah agan ini orang yang beragama, agan pasti orang yang tidakkacau
agan pasti orang yang tingkah lakunya tenang, kalem dan kata-katanya senantiasa sopan dan lemah lembut

demikian gan..

Quote:Original Posted By ahli..kubur4
bagaimana dengan pendapat rekan rekan sufi tentang golongan muslim yang mengatakan kalian itu sesat, bidah bahkan dikucilkan??


Quote:Original Posted By ahli..kubur4
bagaimana pendapat anda yang mengatakan kalian bagian dari syi'ah yang sesat?

ada juga yang mengatakan sufi adalah penganut aliran yang mengaku sangat dekat dengan Allah S.W.T. dengan gaya menumbuhkan jenggot seunik-uniknya apakah itu benar?


sufi itu berjalan mengenal diri gan
menelisik khilaf diri, dosa diri dan kekurangan diri
lalau berusaha memperbaiki agar menjadi manusia yang tidak kacau
jadi terlalu sibuk untuk ngurusin omongan orang lain

seperti jawaban mas rimung dibawah

Quote:Original Posted By rimung13
Saya rasa itu adalah hak mereka dan kami tidak ambil pusing
Imam Ali as pernah ditanya oleh Dzi’lib al-Yamani : “Apakah Anda melihat Tuhan Anda, wahai Amirul Mu’minin?” Imam as menjawab, “Apakah aku akan menyembah (beribadah) Tuhan yang tidak kulihat?” Dzi’lib bertanya lagi : “Bagaimana Anda melihat-Nya?” Imam pun menjelaskan : “Tidaklah ia dapat dicapai oleh penyaksian mata kepala, tetapi ia dapat dicapai oleh hati yang telah dipenuhi hakikat keimanan” (al-Qulub bi haqaiq al-Iman)”
sekedar mengingatkan, khususnya buat saya sendiri
agar menyampai keilmuan ttg tasawuf/ sufi dengan bijak dan sesuai adab

Dalam sebuah perjumpaan. Abu Yazid berkata kpd Allah;

"Jika manusia kenal Engkau sebagaimana saya kenal, mereka tidak akan menyembah Engkau".

Allah menjawab;

"wahai Abu Yazid.. Jika mereka kenal tentang kamu sebagaimana Aku tahu, mereka akan melempari engkau dengan batu hingga mati".

kacau itu kan menurut elo, justru yg kacau itu kl mengira berhaji lebih dr 1 kali itu diridhoi Allah drpd menyedekahkanya kpd fakir miskin,yatim piatu,beribadah tak sesuai syarian nabi Muhammad,dll penyimpangan elo itu. Keimanan diyakini selain dgn hati,juga dgn akal pikiran. Allah telah memberi bekal akal pikiran kpd manusia u/ menemukan kebenaran.
Quote:Original Posted By yestitit
kacau itu kan menurut elo, justru yg kacau itu kl mengira berhaji lebih dr 1 kali itu diridhoi Allah drpd menyedekahkanya kpd fakir miskin,yatim piatu,beribadah tak sesuai syarian nabi Muhammad,dll penyimpangan elo itu. Keimanan diyakini selain dgn hati,juga dgn akal pikiran. Allah telah memberi bekal akal pikiran kpd manusia u/ menemukan kebenaran.


yoi gan



makasih udah merelakan waktu buat sharing
Knapa bengong gitu kang? Lesu banget?, tanya ucok

Udin : iya bang, lagi sedih nih...

Sedih knapa pula ko ini bah?

Sedih, saya lupa rasanya makan sate. Jawab udin.

Ucok : tinggal beli aja diperempatan blok-s itu, cem mana pula ko ini. Apa perlu saya beliin?

Bukan itu masalahnya bang....

Terus? Apa masalahnya kalo gitu?

Saya sedih baru bisa lupa satu hal saja ttg dunia, masih berapa banyak lagi hal duniawi yg harus saya lupakan agar ingatan saya semata terisi oleh Tuhan.

Ucok : dasar orang gila!!!

Udin : ana majnun, ente bahlul!
×