-error posting-
Quote:Original Posted By gajah_terbang
Gak masalah

hanya saja kalau sering isi biosolar ada baiknya pertimbangkan utk menutup EGR dan ganti Downpipe dengan model plong tanpa Catalytic Conv.

sebetulnya D4 D pakai Biosolar 70% + solar lux 30% + additive yg bagus dah cukup.


Gan Gajah. kalau mesin D4D dari awal baru belu akan dikasih shell solar atau DEX terus, kira2 menutup EGR dan ganti downpipe apa akan ngaruh banyak gan?

makasih ya gan.

oya trus sy nanya blm dijawab, kalau kanlpot itu urut2annya dari header sampe ujung banget, apa namanya, muffler? itu ada berapa potongan sih gan...

header - downpipe - pfrontpipe - ....

knalpot diesel ama bensin beda kah? dan untuk diesel jika ganti satu set apa ngaruh di larinya ya (tapi suara mesin pgn tetep kalem kayak aslinya)
Quote:Original Posted By gajah_terbang
Gak masalah

hanya saja kalau sering isi biosolar ada baiknya pertimbangkan utk menutup EGR dan ganti Downpipe dengan model plong tanpa Catalytic Conv.

sebetulnya D4 D pakai Biosolar 70% + solar lux 30% + additive yg bagus dah cukup.


Gan Gajah. kalau mesin D4D dari awal baru belu akan dikasih shell solar atau DEX terus, kira2 menutup EGR dan ganti downpipe apa akan ngaruh banyak gan?

makasih ya gan.

oya trus sy nanya blm dijawab, kalau kanlpot itu urut2annya dari header sampe ujung banget, apa namanya, muffler? itu ada berapa potongan sih gan...

header - downpipe - pfrontpipe - ....

knalpot diesel ama bensin beda kah? dan untuk diesel jika ganti satu set apa ngaruh di larinya ya (tapi suara mesin pgn tetep kalem kayak aslinya)
Quote:Original Posted By gajah_terbang
Gak masalah

hanya saja kalau sering isi biosolar ada baiknya pertimbangkan utk menutup EGR dan ganti Downpipe dengan model plong tanpa Catalytic Conv.

sebetulnya D4 D pakai Biosolar 70% + solar lux 30% + additive yg bagus dah cukup.



kalo dari baru dikasi DEX/shell, apa menutup EGR dan ganti downpipe itu ngefek gan pada mesin D4D?
Salam kenal,
Saya baru pakai 42ner, walo belinya cuma second 1997 type V AT bensin, km 60rb-an. Barusan dipakai mudik ke Bali, full load 6 orang, plus bagasi dikap. Waktu trayek Jkt-Bali lewat Pantura kebut-kebutan lawan semua jenis kendaraan gak problem. Jalan umumnya diutara JaBar, Jateng (kecuali Pati-Rmbang) dan Jatim sampe Surabaya bagus dan datar. Surabaya Bayuwangi, kemudian Gilmanuk Denpasar jalan sempit, berkelok-kelok trurun naik, wah dilalap semua sama 42ner.

Trayek Bali-Jakarta, kebetulan lewat jalur tengah, via Pasuruan Nganjuk, Bojonegoro, Cepu dan Semarang...jalan berkelak-kelok lewat hutan, perbukitan jati...hajar bleh. Kemudian ketika kluar Cirebon dibuang lagi ke jalur tengah Kadipaten-Subang-Purwakarta...hajar bleh juga.

So far performance memuaskan. Padahal cuma minum PREMIUM + Hi-octane. Kondisi mobil standard cuma modifikasi ringan busi iridium + air filter saja. Handling oks bgt, tidak limbung.

Tetap saja ada masalah:
- Pengereman, rada worry dengan body berat, maka jarak dengan mobil depan saya jaga betul. Menyalip harus pake perhitungan. Walo, pernah di tol Cawang saya ditabrak dari belakang sama Fortuner Kate (Rush), karena tiba2 mobil depan berhenti mendadak saya berhasil rem dengan bagus, eh si Fortuner Kate malah nabrak saya...kamp*t..wk wk... ada comment soal pengereman 42ner yang aman? atau modifikasi yang diperlukan?
- Lampu kok kurang terang. Untuk mata tua saya agak terganggu juga. Mungkin pengaruh kaca film 60% dikaca depan? apa solusinya ya? apa ganti halogen?
- Bunyi-bunyi kreyit2 di pintu belakang baik kiri maupun kanan. Ini penyakit yang saya deteksi sejak beli, saya kira tadinya cuma masalah engsel pintu atau karet-karet yang getas saja. Tapi kok bukan itu ya...sudah dibawa ke 2 bengkel power window, gak ada hasil. Saya sudah browse kehalaman belakang, ada rekan yang mengalami hal serupa nanun blm ada solusi (atau saya yg terlewat?)

Walopun akselerasi tidak terlalu impresive tapi ditarikan mid sampai top, 42ner sudah sangat memadai. Saya malah kuatir kalo terlalu kenceng (pernah gak sadar sampai 150km/jam di Purbaleunyi, malah takut sendiri).

Rencana ke depan cuma ingin perbaiki tarikan di torsi rendah...sorry kalo dah pernah dibahas, mungkin saya kelewat juga. Anyway mohon saran.


KD
Quote:Original Posted By celestiacar
Agan2 yg pake F Diesel, apa pernah ngalamin dalam cabin masuk asap and door trim dan atap jadi berwarna hitam kena asapnya? Ada tips utk mengobatinya?bingung


pernah denger nih masalah kyk gini,

solusinya coba ke tukang AC, minta tutup lobang yg buat sirkulasi udara keluar.

Disclaimer ON: Do it on your own risk ...

Quote:Original Posted By wawan909
met knl yaa, abis ambil fortie 2009 at warna putih sdh modif type TRD cuman per pakai merk teen, pakai velg ring 20 mohon petunjuk waktu speed 100 km/jam sdh mulai goyang apa emang seperti itu, apa bisa diatasi, tq


goyang nya gmn y? velg nya peang ga?

btw, klo stirnya yg geter ga karuan setiap sampe 100km/h, coba difinish balance


-----------------------------------------------------------------------
ini kaskus error y? last page kok 39... ternyata masih ada lanjutannya
Quote:Original Posted By Kirana.Dn
Salam kenal,
Saya baru pakai 42ner, walo belinya cuma second 1997 type V AT bensin, km 60rb-an. Barusan dipakai mudik ke Bali, full load 6 orang, plus bagasi dikap. Waktu trayek Jkt-Bali lewat Pantura kebut-kebutan lawan semua jenis kendaraan gak problem. Jalan umumnya diutara JaBar, Jateng (kecuali Pati-Rmbang) dan Jatim sampe Surabaya bagus dan datar. Surabaya Bayuwangi, kemudian Gilmanuk Denpasar jalan sempit, berkelok-kelok trurun naik, wah dilalap semua sama 42ner.

Trayek Bali-Jakarta, kebetulan lewat jalur tengah, via Pasuruan Nganjuk, Bojonegoro, Cepu dan Semarang...jalan berkelak-kelok lewat hutan, perbukitan jati...hajar bleh. Kemudian ketika kluar Cirebon dibuang lagi ke jalur tengah Kadipaten-Subang-Purwakarta...hajar bleh juga.

So far performance memuaskan. Padahal cuma minum PREMIUM + Hi-octane. Kondisi mobil standard cuma modifikasi ringan busi iridium + air filter saja. Handling oks bgt, tidak limbung.

Tetap saja ada masalah:
- Pengereman, rada worry dengan body berat, maka jarak dengan mobil depan saya jaga betul. Menyalip harus pake perhitungan. Walo, pernah di tol Cawang saya ditabrak dari belakang sama Fortuner Kate (Rush), karena tiba2 mobil depan berhenti mendadak saya berhasil rem dengan bagus, eh si Fortuner Kate malah nabrak saya...kamp*t..wk wk... ada comment soal pengereman 42ner yang aman? atau modifikasi yang diperlukan?
- Lampu kok kurang terang. Untuk mata tua saya agak terganggu juga. Mungkin pengaruh kaca film 60% dikaca depan? apa solusinya ya? apa ganti halogen?
- Bunyi-bunyi kreyit2 di pintu belakang baik kiri maupun kanan. Ini penyakit yang saya deteksi sejak beli, saya kira tadinya cuma masalah engsel pintu atau karet-karet yang getas saja. Tapi kok bukan itu ya...sudah dibawa ke 2 bengkel power window, gak ada hasil. Saya sudah browse kehalaman belakang, ada rekan yang mengalami hal serupa nanun blm ada solusi (atau saya yg terlewat?)

Walopun akselerasi tidak terlalu impresive tapi ditarikan mid sampai top, 42ner sudah sangat memadai. Saya malah kuatir kalo terlalu kenceng (pernah gak sadar sampai 150km/jam di Purbaleunyi, malah takut sendiri).

Rencana ke depan cuma ingin perbaiki tarikan di torsi rendah...sorry kalo dah pernah dibahas, mungkin saya kelewat juga. Anyway mohon saran.


KD


taon 2007 ya om? 1997 masih kijang kapsul

kampas rem nya setelah beli udah pernah diganti? siapa tau udah tipis n kurang gigit ...

klo kaca depan 60% pasti kurang terang lampunya, imho, diganti pake halogen ga terlalu efek, mending kaca film diganti yg beningan dikit

soal kriyet2 dipintu belakang, belum ngalamin jadi ga tau dah

anyway.. welcome to the club
ikut ngeramein gan...

forti putih pelknya dicat hitam + dipasang ban tahu makin keren kali ya?? hmmm slurrrpppp.....
agan-agan fortuner emang standarnya ya dikasih kaca film 3 kaca depannya doang? tanggung amat ya gan,,,
Quote:Original Posted By Kirana.Dn
Salam kenal,
Saya baru pakai 42ner, walo belinya cuma second 1997 type V AT bensin, km 60rb-an. Barusan dipakai mudik ke Bali, full load 6 orang, plus bagasi dikap. Waktu trayek Jkt-Bali lewat Pantura kebut-kebutan lawan semua jenis kendaraan gak problem. Jalan umumnya diutara JaBar, Jateng (kecuali Pati-Rmbang) dan Jatim sampe Surabaya bagus dan datar. Surabaya Bayuwangi, kemudian Gilmanuk Denpasar jalan sempit, berkelok-kelok trurun naik, wah dilalap semua sama 42ner.

Trayek Bali-Jakarta, kebetulan lewat jalur tengah, via Pasuruan Nganjuk, Bojonegoro, Cepu dan Semarang...jalan berkelak-kelok lewat hutan, perbukitan jati...hajar bleh. Kemudian ketika kluar Cirebon dibuang lagi ke jalur tengah Kadipaten-Subang-Purwakarta...hajar bleh juga.

So far performance memuaskan. Padahal cuma minum PREMIUM + Hi-octane. Kondisi mobil standard cuma modifikasi ringan busi iridium + air filter saja. Handling oks bgt, tidak limbung.

Tetap saja ada masalah:
- Pengereman, rada worry dengan body berat, maka jarak dengan mobil depan saya jaga betul. Menyalip harus pake perhitungan. Walo, pernah di tol Cawang saya ditabrak dari belakang sama Fortuner Kate (Rush), karena tiba2 mobil depan berhenti mendadak saya berhasil rem dengan bagus, eh si Fortuner Kate malah nabrak saya...kamp*t..wk wk... ada comment soal pengereman 42ner yang aman? atau modifikasi yang diperlukan?
- Lampu kok kurang terang. Untuk mata tua saya agak terganggu juga. Mungkin pengaruh kaca film 60% dikaca depan? apa solusinya ya? apa ganti halogen?
- Bunyi-bunyi kreyit2 di pintu belakang baik kiri maupun kanan. Ini penyakit yang saya deteksi sejak beli, saya kira tadinya cuma masalah engsel pintu atau karet-karet yang getas saja. Tapi kok bukan itu ya...sudah dibawa ke 2 bengkel power window, gak ada hasil. Saya sudah browse kehalaman belakang, ada rekan yang mengalami hal serupa nanun blm ada solusi (atau saya yg terlewat?)

Walopun akselerasi tidak terlalu impresive tapi ditarikan mid sampai top, 42ner sudah sangat memadai. Saya malah kuatir kalo terlalu kenceng (pernah gak sadar sampai 150km/jam di Purbaleunyi, malah takut sendiri).

Rencana ke depan cuma ingin perbaiki tarikan di torsi rendah...sorry kalo dah pernah dibahas, mungkin saya kelewat juga. Anyway mohon saran.


KD


mantap gan share pengalamannya. ane juga punya pengalaman sama, ane pernah veritain di rumah lama (kalo ga salah). Hanya aja ane cuma sampe Kuningan (dari Cirebon +/- 2 jam lagi).

agak sedikit bingung gan, agan bilang beli second 1997 ? bukannya generasi pertama aja thn 2005 ? cmiiw.

salam fortie

just FYI,

di majalah Autobild edisi terbaru ada test drive fortie VNT. hehe...tapi ada juga test drive suv sebelah...monggo disimak

salam fortie
tumben sepi nih tretnya
di autobil baru ada reviewnya vnt tuh..
Quote:Original Posted By Al Hadiid
just FYI,

di majalah Autobild edisi terbaru ada test drive fortie VNT. hehe...tapi ada juga test drive suv sebelah...monggo disimak

salam fortie


hahaha kok bisa sama baca dan posting nya yeh???
Quote:Original Posted By celestiacar
Agan2 yg pake F Diesel, apa pernah ngalamin dalam cabin masuk asap and door trim dan atap jadi berwarna hitam kena asapnya? Ada tips utk mengobatinya?bingung


Coba cek kisi2 di sisi samping bumper belakang, mungkin kisi2 nya udah pada bocor. Bumper blkg lepas dulu.

Kisi2 itu utk katup pelepas tekanan udara saat pintu ditutup semua

Cek juga tail pipe knalpot apa ada yg bocor ga

Quote:Original Posted By Hermules
1. kira2 menutup EGR dan ganti downpipe apa akan ngaruh banyak gan?

makasih ya gan.

2. oya trus sy nanya blm dijawab, kalau kanlpot itu urut2annya dari header sampe ujung banget, apa namanya, muffler? itu ada berapa potongan sih gan...

header - downpipe - pfrontpipe - ....

knalpot diesel ama bensin beda kah? dan untuk diesel jika ganti satu set apa ngaruh di larinya ya (tapi suara mesin pgn tetep kalem kayak aslinya)


1. Banyak

2. Turbo - Down P - Coll Pipe - Muffler - Tail pipe

Kalau mau enak DP pakai 3", CP sampai Tailpipe pakai 2,5"

Tailpipe 2,5" efeknya dari 2000 RPM sampai atas.

Kalau mau suara tetap halus muffler tetap gunakan aslinya aja.
Quote:Original Posted By ujangbandel


hahaha kok bisa sama baca dan posting nya yeh???


Haha...iya gan. Tek tok nihh...hehehe

Salam fortie
barusan ke langgNan, ngetes vnt manual ama matic, hehehe di manual berasa banget bro hahahaha, manstab, btw kalo yg matic bbmnya biasanya kena berapa ya dalam kota? 1/10km kah ?

oh ya lupa, yg maticnya masih 4 speed bro

thx ya bro
Bukan stir yg goyang tp bodynya spt limbung
Quote:Original Posted By nahinidia
barusan ke langgNan, ngetes vnt manual ama matic, hehehe di manual berasa banget bro hahahaha, manstab, btw kalo yg matic bbmnya biasanya kena berapa ya dalam kota? 1/10km kah ?

oh ya lupa, yg maticnya masih 4 speed bro

thx ya bro


sayang matic nya belum 5 speed
Quote:Original Posted By nahinidia
barusan ke langgNan, ngetes vnt manual ama matic, hehehe di manual berasa banget bro hahahaha, manstab, btw kalo yg matic bbmnya biasanya kena berapa ya dalam kota? 1/10km kah ?

oh ya lupa, yg maticnya masih 4 speed bro

thx ya bro


test drive dmana bro?
ane dr kmaren ud ke A2K Supomo, tp dibilanginnya display VNT bisa diliat pas IIMS,ga ada display unit sebelum pameran..

wrap full body

Tadi pagi transit di seven eleven bintaro, disitu nongkrong GNF B 89 MK, menarik mata utk melirik. GNF nya di modif full body wrap warna blue navy dgn velg item sangar.
ciamik...

siapakah...

Quote:Original Posted By dionr


test drive dmana bro?
ane dr kmaren ud ke A2K Supomo, tp dibilanginnya display VNT bisa diliat pas IIMS,ga ada display unit sebelum pameran..



di klapa gading, bro, bursa mobil 1, star motor yg ready manual putih sama trd putih matic.

yg manual baru ngegas dikit dah bunyi samar "swiinggg" turbonya berasa hahaha

yg pade pake matic konsumsi dalam kota berapa ya ? share dunkz.

thx