KASKUS

Quote:Original Posted By baihaq
saya ingat dulu juga ada yang bilang, bahwa ada dua orang cucu yang ditanya kakeknya
diantara syekh abdul qodir al jailani, imam abu hasan asy syadzily, syekh ibnu araby, dan maulana jalalludin rumi manakah yang kalian pilih?

cucu yang pertama menjawab : syekh abdul qodir al jailani
cucu yang kedua menjawab : imam abu hasan asy syadzily

setelah beberapa waktu baru mereka mengetahui kalau itu sebenarnya adalah pilihan jalan mereka

yang memilih syekh abdul qodir berati bersusah payah dahulu dari satu guru ke guru yang lain baru mencapai

yang memilih imam abu hasan asy syadzily tidak perlu terlalu bersusah payah karena imam abu hasan mendapatkan ilmu setelah "dimasukkan" pengetahuan melalui cara diludahi oleh Sayyidina Rasulullah dan Sayyidina Ali


Ya Begitulah Tad

Ucapandan perkataannya Ahlullah dan AhlulMuhaqqin itu, itu sarat dengan makna dan penuh dengan kiasan-kiasan yang sukar ditangkap oleh orang awam, melainkan oleh sesama Ahlullah


dan ucapan nya baik serius ataupun bercandanya tetap dikabulkan oleh Allah
Sayang , ane mah masih "cetek" dalam urusan agama, belum mengerti sama sekali tentang bab" diatas ,.masih terpengaruh nafsu
Tambah lama menyimak tambah menarik aja ceritanya...
Semoga dapat mengambil hikmah dari cerita di atas......
Assalaamu'alaikum,

Minta ijin turut mendengarkan di pojokan..



Quote:Original Posted By kukukolor
udah bang, keadaan udah tenang.

ntar para wahabi itu merusuh lagi di sini.

argumen sudah kita berikan, tinggal sekarang kita do'akan saja semoga mereka mendapat hidayah.

Amin



he eh
kalo ibunda ane pernah mimpi di datangi oleh rasulullah Muhammad SAW.
Ane sendiri pengen sih ketemu baik di mimpi ataupun nyata (nabi khidir)
Sayang nya ane ini terselimuti oleh dosa2
setia nyimax dari kang Hudaf...
assalamualaikum TS

numpang share cerita ya,copas internet


Jawaban Syeikh Kholil kepada tamunya

Suatu Ketika Habib Jindan bin Salim berselisih pendapat dengan seorang ulama, manakah pendapat yang paling sahih dalam ayat ‘Maliki yaumiddin’, maliki-nya dibaca ‘maaliki’ (dengan memakai alif setelah mim), ataukah ‘maliki’ (tanpa alif).Setelah berdebat tidak ada titik temu. Akhirnya sepakat untuk sama-sama datang ke Kiyahi Keramat; Kiyahi Khalil bangkalan.

Ketika itu Kiyahi yang jadi maha guru para kiyahi pulau Jawa itu sedang duduk didalam mushala, saat rombongan Habib Jindan sudah dekat ke Mushola sontak saja kiyahi Khalil berteriak. Maaliki yaumiddin ya Habib, Maaliki yaumiddin Habib, teriak Kiyahi Khalil bangkalan menyambut kedatangan Habib Jindan.

Tentu saja dengan ucapan selamat datang yang aneh itu, sang Habib tak perlu bersusah payah menceritakan soal sengketa Maliki yaumiddin ataukah maaliki yaumiddin itu.

Demikian cerita Habib Lutfi bin Yahya ketika menjelaskan perbendaan pendapat ulama dalam bacaan ayat itu pada Tafsir Thabari.



Tongkat Syeikh Kholil Dan Sumber Mata Air


Suatu hari Kiai Kholil berjalan ke arah selatan Bangkalan. Beberapa santri menyertainya. Setelah berjalan cukup jauh, tepatnya sampai di desa Langgundi, tiba-tiba Kiai Kholil menghentikan perjalanannya. Setelah melihat tanah di hadapannya, dengan serta merta Kiai Kholil menancapkan tongkatnya ke tanah. Dari arah lobang bekas tancapan Kiai Kholil, memancarlah sumber air yang sangat jernih. Semakin lama semakin besar. Bahkan karena terus membesar, sumber air tersebut akhirnya menjadi kolam yang bisa dipakai untuk minum dan mandi. Kolam yang bersejarah itu sampai sekarang masih ada. Orang Madura menamakannya Kolla Al-Asror Langgundi. Letaknya sekitar 1 km sebelah selatan kompleks
pemakaman Kiai Kholil Bangkalan.
Waliullah Bisa Mengetahui Ahli Bait


Karomah Syeikh Abdussalam bin Masyisy al-Hasani

Dikisahkan Syeikh Abu Hasan As-Syazili berkelana mencari mursyid dan bertemu dengan Syekh Shalih Abi al-Fath al-Wasithi, yaitu syekh yang paling berkesan dalam hatinya dibandingkan dengan syekh di Iraq lainnya. Syekh Abu al-Fath berkata kepada Syekh Abu al-Hasan, "Hai Abu al-Hasan engkau ini mencari Wali Qutb di sini, padahal dia berada di negaramu? kembalilah, maka kamu akan menemukannya".

Akhirnya, beliau kembali lagi ke Maroko, dan bertemu dengan Syekh al-Shiddiq al-Qutb al-Ghauts Abi Muhammad Abdussalam bin Masyisy al-Syarif al-Hasani. Syekh tersebut tinggal di puncak gunung.


Sebelum menemuinya, beliau membersihkan badan (mandi) di bawah gunung dan beliau datang laksana orang hina dina dan penuh dosa. Sebelum beliau naik gunung ternyata Syekh Abdussalam telah turun menemuinya dan berkata, "Selamat datang wahai Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar……". Begitu sambutan syekh tersebut sembari menuturkan nasabnya sampai Rasulullah SAW. Kemudia dia berkata, "Kamu datang kepadaku laksana orang yang hina dina dan merasa tidak mempunyai amal baik, maka bersamaku kamu akan memperoleh kekayaan dunia dan akhirat”.



Karomah Kyai Hasan

Di Jawa ada Kiyahi namanya Kiyai Hasan, daerah Kraksan. Beliau itu termasuk wali Allah yang luar biasa. Kalau beliau mau kedatangan Ahli Bait, keturunan nabi, Habib, beliau lari menjemput sambil berkata ada raihatul musthafa, ada bau harum badan Rasulullah Saw. Padahal kuturunan nabi itu entah baru sampai dimana.

Diantara Karamahnya. Suatu ketika, saat ada seorang haji menyewa mobil, kebetulan yang jadi sopirnya Ahli Bait (Habib/Syarif). Cuma haji ini tidak tahu kalau itu adalah Ahli Bait. Kiayi Hasan bilang sama anak-anaknya: tolong kamar tidur dirapikan kita mau kedatangan Habib. Habibnya siapa? Tanya putra kiyahi Hasan. Nanti saya tunjukan kalau sudah datang, jawab kiyahi itu.

Setelah haji itu tiba dirumah kiyahi Hasan, kiyahi Hasan bertanya pada haji itu, Haji supirmu dimana? Sopir kula asaren kiyai, Sopir saya tidur Kiyai, Jawab Haji. Kiyahi balik bertanya, e'ka'emmah (dimana)? Di Mobil Kiyahi, jawab Haji. Saya mau dekati dia boleh ya, kiyahi meminta ijin.

Yi tangi Yi' (Habib bangun Bib). Sopir itu kaget, karena seumur-umur tidak ada yang manggil Ayi', atau Habib. Akhirnya dikenal dengan bangsa al Jufri. Kiyahi Hasan ditanya: darimana tahu sopir itu Habib? Dari bau keringatnya, bau keringat kangjeng Nabi, kata kiyai Hasan.
Bismillahirahmanirrahim

Allahumma Sholli Ala Muhammad


Saya Mohon kepada Pembaca Theread dan kepada rekan2 sekalian untuk kerelaan dan Keridhaannya untuk sejenak bersama-sama membacakan Al fatihah kepada salah satu mbah yai, yang kisah keteladanannya saya tulis disini


Haul Insya Allah dan biasanya diadakan di dalem Pondok Sidogiri Pasuruan, hari ini
8-8-2012,


khusussan Ila Arwahi Kyai Haji Kholil Nawawie Sidogiri Pasuruan

Al Fatihah................................................

:rose

Smile 

khusussan Ila Arwahi Kyai Haji Kholil Nawawie Sidogiri Pasuruan

Al Fatihah........................................... .....

:rose



Numpang tanya puh. Pernah dengar atau menyimak dari Ulama/Kyai Madura tentang kehidupan Ra Lilur (Lora Khallilurahman) Seorang Wali dari Tanah Madura cicit dari Syaichona Cholil Bangkalan.
Sebelumnya saya pernah dengar dari teman saya yang merupakan keponakan dari salah seorang Kyai dari Madura tentang beliau. Mungkin sesepuh bisa membabarkan cerita lainnya. Salah satu sumber yang saya dapatkan dari browsing internet dari sini

Jazaakumullah Khaiir sebelumnya Puh.
Quote:Original Posted By wahyu121
khusussan Ila Arwahi Kyai Haji Kholil Nawawie Sidogiri Pasuruan

Al Fatihah........................................... .....

:rose



Numpang tanya puh. Pernah dengar atau menyimak dari Ulama/Kyai Madura tentang kehidupan Ra Lilur (Lora Khallilurahman) Seorang Wali dari Tanah Madura cicit dari Syaichona Cholil Bangkalan.
Sebelumnya saya pernah dengar dari teman saya yang merupakan keponakan dari salah seorang Kyai dari Madura tentang beliau. Mungkin sesepuh bisa membabarkan cerita lainnya. Salah satu sumber yang saya dapatkan dari browsing internet dari sini

Jazaakumullah Khaiir sebelumnya Puh.



Waalaikum salam wr wb

mas wahyu penciuman dan radar sampeyan ini tajam sekali wkwkwkwkwkwkw
taar lain kali sampeyan cerita tentang Ahlullah yang ada di Lombok ya


Kiai kholilurrahman adalah salah satu kiai / wali yang jadzab kepada Alllah, dikalangan bani khalil selain ra lilur yang jadzab adalah kakek beliau kiai / syaichona imran bin syaichona kholil bangkalan, (insya Allah nanti saya ceritakan kisah tentang syaikhona imran yang saya dapat dari ayah saya dengan rinciana atau sanad cerita

Syaichona Imran - Kiai kholil satriya (murid kesayangan beliau syaikhona imran) -Alm ayah TS - TS sendiri)

beliau sekarang bermukim di kecamatan tanah merah kabupaten Bangkalan,

sedangkan asal istri beliau kebetulan sama dengan desa TS.

Dulu ketika beliau sedang jadzab sebelum pindah ketanah merah, sering terlihat berada di surau almubarak di tempat KH.Khairus Soleh desa prancak kecamatan sepuluh (tempat TS biasanya ikut istighatsah), dan di tepi pantai atau lautan

Masyarakat sekitar sudah sangat mafhum dengan perilaku beliau yang sangat aneh dan sukar di tebak kecuali dan dimengerti oleh sebagian ummat awam.dan membiarkannya, biarkanlah urusan Para Pencinta (majzub) menjadi rahasia dengan yang di cintaainya

Karena jadzabnya maka adakalanya beliau tidak mau menerima sembarang tamu banyak tamu yang terkadang kecewa untuk bisa bertemu dengan beliau, jika beliau tidak berkenan menurut sebagian cerita beliau tiba2 saja menghilang dari pandangan mata.


sebuah kisah nyata yang dialami teman ibu TS, ketika itu ibu TS mengajak temannya (angga saja inisialnya MS) untuk bersama-sama sowan kepada beliau, dan teman ibu TS mengatakan aduh malasnya mau ketemu beliau (kiai kholilurrahman)
tapi karena dipaksa beliau mau juga berangkat bersama-sama.
setelah berangkat ke diaman beliau di desa tanah merah bersama dengan ibu nyai (istri KH khairus sholeh/ termasuk salah satu orang yang disayangi oleh beliau sehingga beliau bisa sowan dan ditemui oleh Ra lilur kapan saja).
dengan koneksi tersebut ibu TS bisa bersama-sama dan diijinkan untuk bertemu beliau.
masing bertemu dengan kiai kholilurrahman, pas giliran ibu teman TS (ibu MS), kiai malah berpaling sehingga rombongan menjadi kaget, kiai dengan santainya juaga mengatakan : Saya Malas bertemu dengan anda.
sadarlah ibu MS akan kesalahan dan jeleknya adab beliau sebelum menemui ulama dan para Walinya




Ada banyak cerita tentang kisah jadzab beliau yang TS tahu tapi karena sukar bagi TS untuk mengartikannya dan mensyarahinya maka TS simpan saja cerita tersebut biar tidak menjadi asbab fitnah nantinya di theread ini

Wallahu a'lam bisshawab

Quote:Original Posted By WitGedhangMabur
Assalaamu'alaikum,

Minta ijin turut mendengarkan di pojokan..





Alhamdulillahhirabbil alamin

Allahumma sholli Ala muhammad

Kami semua juga turut gembira, jika agan sekalian mau mampir dimari, dan kita semua bisa sama2 bermudzakarah dan saling menasehati satu-sama lain dalam kebaikan, dan mudah2an kita semua bisa bersm mendapatakan berkah dari Allah asbab menyimak manaqibnya orang2 sholeh

Dan mudah2an pula Allah mengumpulkan kita semua untuk bersama-sama dengan mbah yai dan seluruh para walinya di telaganya Rasulullah kelak di yaumul mahsyar



Quote:Original Posted By caburu
kalo ibunda ane pernah mimpi di datangi oleh rasulullah Muhammad SAW.
Ane sendiri pengen sih ketemu baik di mimpi ataupun nyata (nabi khidir)
Sayang nya ane ini terselimuti oleh dosa2



Alhamdulillah

Allhumma Sholli Ala Muhammad

Karunia bisa bertemu dengan junjungan kita kanjeng nabi Muhammad SAW adalah karunia yang besar melebihi karunia bisa bertemu dengan Nabi Hidir As

Monggo di babar kisah dan amalan ibunda agan mungkin kita semua bisa bersama-sama mengambil hikmah dan sebagai targhib / dorongan beramal agar kiat semua bisa bertemu dengan beliau, walaupun tidak didunia tapi jangan sampai kita tidak bisa bertemu dengan beliau di akhirat kelak

Al fatihah

Quote:Original Posted By hudaf
Ini mas ijazah tawassulan lengkapnya


Bismillahirrahmanirrahim

Saya Ijazahkan
Kepada Saudara yang saya terima dari ayah saya

Amlan ketika menghadapi ujian dan sebelum mengerjakan atau menjawab Tes

Alfatihah Ila Hadroti Nabiyyina Wa Habbina Muhamad SAW Al Fatihah ...........................1x
AlFatihah ila Hadroti Nabiyullah Khidir As..................................1x
Alfatihah ila Ruhi KYai Abu Dzarrin Sidogiri Pasuruan.......................1x
Alfatihah ila Ruhi KYai Bahar bin Kia Noerhasan bin Kiai Noerkhotim Sidogiri Pasuruan...................1x
Alfatihah ila Ruhi Masyaikh Sidogiri Pasuruan.......................1x

Bacalah : BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM 21 X.

Setelah itu baru anda mulai menulis nama dan mengerjakan Soal di lembar Jawaban.
(Ingat : Tawasuul dan Tabarruq di atas hanyalah sarana mempermudah kita dalam mengerjakan soal bukan nanti akan mendapat Ilmu Ladunni seperti mbah yai diatas / jawaban turun dari langit dan menunutun anda di kertas jawaban soal, ibarat mesin (kasab / usaha belajar) maka tawassul diatas adalah olinya mesin, yang memperlancar kinerja mesin)


ijin mengamalkanyya gan hudaf..
Quote:Original Posted By deandlez
ijin mengamalkanyya gan hudaf..


Silahkan dengan senang hati

silahkan sampean amalkan berikut juga untuk keluarga Agan

Selain itu jangan ya Gan

semoga berkah


Sekalian ijin dulu sama momod mungkin thread ini akan lama dak di up date karena saya harus pulang kampung

Quote:Original Posted By hudaf
Silahkan dengan senang hati

silahkan sampean amalkan berikut juga untuk keluarga Agan

Selain itu jangan ya Gan

semoga berkah


Sekalian ijin dulu sama momod mungkin thread ini akan lama dak di up date karena saya harus pulang kampung



hati2 di jalan gan, moga selamat ampe tujuan.
kalo ada cerita lagi mohon di share.
Quote:Original Posted By hudaf
Silahkan dengan senang hati

silahkan sampean amalkan berikut juga untuk keluarga Agan

Selain itu jangan ya Gan

semoga berkah


Sekalian ijin dulu sama momod mungkin thread ini akan lama dak di up date karena saya harus pulang kampung




assalamualaikum ts
jangan lupa titi[an doa sya ya gan
mbah hudaf... klo plg kmpg jgn lufa titifan ane ya... sholawat yg biasa didawam mbah yai kholil bangkalan klo bisa plus ijazahnya skalian...
ma'acih mbah hudaf...
Quote:Original Posted By hudaf


Silahkan dengan senang hati

silahkan sampean amalkan berikut juga untuk keluarga Agan

Selain itu jangan ya Gan

semoga berkah


Sekalian ijin dulu sama momod mungkin thread ini akan lama dak di up date karena saya harus pulang kampung



moga perjalanannya lancar puh hudaf, dan banyak ilmu yg didapat dari kampung
×