Quote:Original Posted By tombr0
OK. itu urusan agan. Artinya kita berada di ruangan yang sama, yaitu Tuhan ada. Tapi agan memilih sudut yang berbeda, yaitu tidak percaya Tuhan. end of discussion.


Ya iyalah, gw gak kayak ente gan, percaya hanya dengan iman buta.

Oke..
Quote:Original Posted By tombr0
Salah satu buktinya ada di dalam Al Qur'an. kalo di Hindu, ya adanya Dewa Brahma sebagai pencipta alam semesta (ane gak tahu di Hindu Brahma tu Tuhan atau bukan, tapi intinya kami sepakat alam semesta ada penciptanya bukan terjadi sendiri)

Lalu? Itu 'jawaban' yang dibuat manusia karena ketidaktahuan mereka. Dan hanya karena tertulis di kitab suci bukan berarti pasti benar. Makanya, klaim kitab suci bukan bukti.

Quote:Original Posted By tombr0
OK. kenapa pergerakan alam semesta harus berputar dan mengembang?gak bisa zig-zag gitu misalnya. Jika memang berputar dan berkembang adalah bentuk pergerakan terbaik bagi alam semesta, apakah itu suatu kebetulan belaka atau alam semesta ini punya kecerdasan kognitif?

Tidak perlu kecerdasan. Jika lu paham teori gravitasi Einstein, lu akan paham mengapa gerak benda langit itu cenderung melingkar.

Sama dengan benda di bumi cenderung bergerak ke bawah, itu bukan karena mereka cukup 'cerdas' untuk tahu arah bawah. Itu proses alami sesuai hukum alam.

Quote:Original Posted By tombr0
yap. evolusi menjelaskan keanekaragaman makhluk hidup. Bukan menciptakan makhluk hidup kan?

Teori yang menjelaskana sal makhluk hidup itu teori abiogenesis.
Pastinya, sains gak kenal penciptaan langsung.

Quote:Original Posted By tombr0
kita sedang berbicara tentang Tuhan kan? bukan agama. Dan jelas preferensi Agama akan sangat mempengaruhi pendapat tentang Tuhannya. Menurut ane Sains is everything tu juga dogma, karena belum terbukti bahwa sains dapat menjelaskan segala2nya dan menihilkan Tuhan.

Science does not explain anything.
Sains cuma bahas fenomena yang bisa diuji dan dibuktikan secara ilmiah.
Sebaliknya, sains tak menerima jawaban gaib untuk apa yang masuk ranah bahasannya.

Quote:Original Posted By tombr0
Tuhan terlibat dalam proses kelahiran?YA. apakah hanya memiliki sinyal jantung yang berdetak dan otak yang memiliki sinyal EEG dapat dikategorikan hidup?...Coba tanyakan hal yang sama pada orang dalam kondisi vegetatif.

Lalu? Itu tak membuktikan peranan Tuhan. Lu terus dan terus menyodorkan konsep God of the gaps. Jika ada yang belum diketahui, lu langsung masukin variabel Tuhan di sana.

Amuba dan bakteri dianggap makhluk hidup, ku mau tuduh mereka punya 'ruh'? Gimana dengan virus yang setengah hidup setengah mati?
Quote:Original Posted By Lanjutkan..lae
emang hukum alam siapa yg bikin gan?? coba buktiin gan

Gak ada yang bikin.
Setidaknya gak terbukti ada yang bikin, dan gak ada alasan kenapa harus ada yang bikin.

Quote:Original Posted By Lanjutkan..lae
kok perkembangan manusia sama hewan beda gan? kenapa hewan tidak mengalami evolusi seperti manusia? hukum alamkah??? alam yg membentuk watak manusia dan hewan? lalu siapa dibalik si hukum alam ini klo gitu

Siapa yang bilang hewan gak beevolusi?
Arah evolusi hewan berbeda dengan manusia, atau tepatnya arah evolusi tiap populasi makhluk itu berbeda. Karena bergantung pada variasi yang muncul dan tersebar di populasi itu, dan habitat yang menyeleksi varian mana yang survive dan mewariskan sifat.

Dan lu mau tanya siapa siapa melulu, paling ujung-ujungnya akan tiba di titik dimana gak tahu jawabannya, dan lu bakal dengan santainya masukin variabel Tuhan. Itu konsep God of the gaps

Kalau ngotot Tuhan yang terlibat, buktikan.
Quote:Original Posted By Pi-One
Gak ada yang bikin.
Setidaknya gak terbukti ada yang bikin, dan gak ada alasan kenapa harus ada yang bikin.
kenapa gak ada alasan? agan saja berusaha mencari alasan ketiadaan tuhan.kok membatas2i begitu


Quote:Siapa yang bilang hewan gak beevolusi?
Arah evolusi hewan berbeda dengan manusia, atau tepatnya arah evolusi tiap populasi makhluk itu berbeda. Karena bergantung pada variasi yang muncul dan tersebar di populasi itu, dan habitat yang menyeleksi varian mana yang survive dan mewariskan sifat.
berarti alam ini tidak adil yak?? anda dievolusikan mampu memaksimalkan otak tanpa mencampurnya dengan hati. sementara hewan evolusinya begitu2 saja. disini alam yang salah apa pemikiran manusia yang salah gan?

Quote:Dan lu mau tanya siapa siapa melulu, paling ujung-ujungnya akan tiba di titik dimana gak tahu jawabannya, dan lu bakal dengan santainya masukin variabel Tuhan. Itu konsep God of the gaps

Kalau ngotot Tuhan yang terlibat, buktikan.
belum apa2 agan saja sudah ngotot.. apakah ini bukti kelemahan manusia??
Quote:Original Posted By kaluak.junior2
keteraturan bagi saya adalah mekanisme itu..
hancur, berdaur, seimbang , hancur , berdaur



probabilitas [ 0 - 1 ]
0,5 mungkin terjadi mungkin tidak mungkin terjadi
1= pasti terjadi (manusia pasti mati)
0,8 = kang joeray kemungkinan besar mendekati pasti akan makan minggu ini

daur ulang akan terus terjadi , pada makrokospik mungkin tidak terlihat..
jika benar-benar berhenti berdaur ulang..

hukum kekekalan energi = mati
kausalitas = mati


jika kang joeray berposisi pada itu.. sah sah saja
ini tergantung persepsi
saya memandang mekanisme itu menghasilkan yg teratur , hancur , daur teratur



energi tidak akan berhenti mengalir akan terus berganti ke energi lain..

proses alami akan terjadi menuju entropi yang lebih tinggi ditentukan oleh hukum kemungkinan, yakni menuju sebuah keadaan yang lebih mungkin. Dalam hal ini, keadaan kesetimbangan adalah keadaan dimana entropi maksimum secara termodinamika dan keadaan yang paling mungkin secara statistik. Akan tetapi fluktuasi, misal gerak Brown, dapat terjadi di sekitar distribusi kesetimbangan. Dari sudut pandang ini, tidaklah mutlak bahwa entropi akan semakin besar di dalam tiap-tiap proses spontan. Entropi kadang-kadang dapat berkurang. Jika cukup lama ditunggu, keadaan yang paling tidak mungkin sekali pun dapat terjadi: air di dalam kolam tiba-tiba membeku pada suatu hari musim panas yang panas atau suatu vakum setempat terjadi secara tiba-tiba dalam suatu ruangan.

kaluak : bukan id: saya
yg sering menggunakan id: itu saya.. id: kakak saya

saya jum'atan dulu..

tingkiu kan joeray.. salam


Ketimbang mengatakan sebagai keteraturan saya akan mengatakan itu sebagai "siklus" kang, siklus alami.

Saya sih mengambil contoh simple saja mengenai ketidakteraturan yang dapat kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, di depan mata kita sendiri ;
Perihal datangnya dan panjangnya dari suatu siklus musim, .
Intinya Tuhan itu berasal dari kaum primitif yang menginginkan kedekatan dengan alam itu sendiri....(Taylor)..

lama-kelamaan dengan berbagai cara mereka melakukan keinginan untuk berhubungan dengan pemilik alam itu sendiri, menghasilkan pemujaan dalam bentuk totem serta sebagainya...

yang akhirnya hubungan itu ditarik kesimpulan menjadi monotheis atau bentuk lainnya, menghasilkan wilayah yang sakral serta profan (Durkheim)...

membentuk norma-norma serta etika bersama moralitasnya...

intinya ada Tuhan ada norma,etika,moral....
jika ada norma,etika moral merasa tidak ada tuhan??
mungkin belum diketahui,diyakini,,diimani...

toh tuhan ga ngurus situ, tapi ngurus yang berterima kasih aja...

eheheh..

salam oot..

NB:tuhan lagi ketawa sekarang..
(tuh kan ketawa)
Quote:Original Posted By tombr0



apakah pergerakan bulan terhadap bumi dan pergerakan bumi terhadap matahari tidak teratur?kenapa ya ekor gugus bintang pari selalu mengarah ke selatan?ko ndak muter2 aja gitu.

Apakah benar selalu tetap sama? apakah bro mengetahui bahkan jangka waktu rotasi bumi saja tiap tahun selalu mengalami pergeseran, sehingga untuk menentukan pengukuran satuan waktu yang "dapat" mendekati keakuratan adalah jam atom?
Benarkah jarak bumi dengan bulan selalu sama dari masa lalu?
Jarak bumi dengan matahari tidak mengalami perubahan?
Akankah selamanya ekor gugus bintang pari akan selalu mengarah ke selatan?

Pernyataan bro ini sama saja akan menyatakan arah/petunjuk berdasarkan mata angin di angkasa luas .



Quote:tu kan muter, gak ngerti2....afterlife penting. yang useless tu pertanyaan, "apakah kenikmatannya nanti lahiriah ato batiniah?"...coba trace lagi tulisan2 ane
Sesuatu untuk menjadi hal yang penting harus mempunyai alasan kenapa sesuatu itu penting, nah ketika bro saya tanyakan alasan mengapa hal itu penting ? Dan bentuk kehidupan sesudah kematian akan berbentuk seperti apakah sehingga hal itu menjadi penting, kan bro sendiri mengatakan untuk mengetahui bentuk kehidupannya seperti apa secara jelas sebagai perkara yang useless, nah bagaimana bisa suatu perkara yang useless dijadikan sebagai landasan bahwa "hal" tersebut adalah penting?


Quote:Berarti ketika Tuhan tidak terlihat, bukan berarti Tuhan tidak ada kan?
Bila udara dapat dirasakan melalui indra peraba, penciuman dan pendengaran, dapatkah eksistensi dari tuhan dikenali dengan cara serupa?
Dapatkah suara dari tuhan kita dengar? Dapatkah tuhan kita rasakan dengan sentuhan? Dapatkah tuhan kita kecap rasanya? Dapatkah tuhan kita cium aromanya sebagai pertanda tuhan itu eksis?


Quote:sesuatu yang terlalu acak pun tidak bisa dianalisis melalui statistika. Probabilitas muncul karena adanya pola. itulah yang disebut galat/error dalam statistika, atau derajat alpha-1.

Ketika sesuatu memiliki error yang besar, maka analisis statistik pasti menolak hipotesis. Bukan berarti salah, tetapi ada faktor lain yang tidak ikut teranalisis.

Jadi, teratur tu bukan ilusi. kalau ilusi maka rumus Einstein, Newton, dan fisika kuantum pasti gugur.



Apakah Tuhan "harus" hidup bersama manusia?

Bro paham makna dari relativitas ndak ?
Rumus Einstein Newton dan yang lain2 bisa efektif dan digunakan saat ini apakah akan selamanya bisa efektif digunakan? Ingat konsensus sains sendiri selalu berubah .

Bro tahu pi kan? Bisakah bro mengatakan terdapat berapa digit angka di belakang angka 3 yang terdapat pada pi?
Dengan melihat pi dengan angka di belakang koma sebanyak itu, dapatkah kita mengukur secara mutlak keliling dan luas lingkaran hanya dengan menggunakan pi sekedar 3.14?
Iseng pakai id yang dulu dipakai buat komplain...
Quote:Original Posted By Lanjutkan..lae
kenapa gak ada alasan? agan saja berusaha mencari alasan ketiadaan tuhan.kok membatas2i begitu

Apanya yang membatasi?
Kenapa juga emsti ada yang bikin?
Lu mewajibkan tiap segala sesuatu emsti ada yang bikin, gitu?
Tapi lu ngasih dispensasi pada Tuhan, boleh gak ada yang bikin...

Quote:Original Posted By Lanjutkan..lae
berarti alam ini tidak adil yak?? anda dievolusikan mampu memaksimalkan otak tanpa mencampurnya dengan hati. sementara hewan evolusinya begitu2 saja. disini alam yang salah apa pemikiran manusia yang salah gan?


Evolusi gak mesti perkembangan otak.
Selama makhluk hidup mampu survive, maka mereka bisa terus eksis.
Gak mesti jadi seperti manusia.
Emang lu siapa, mengharap evolusi mesti linear?

Quote:Original Posted By Lanjutkan..lae
belum apa2 agan saja sudah ngotot.. apakah ini bukti kelemahan manusia??

Yang ngotot siapa? Bukannya lu?
Gotg disodorkan, kok ngarap diterima?
Quote:Original Posted By Iampione
Iseng pakai id yang dulu dipakai buat komplain...

Apanya yang membatasi?
Kenapa juga emsti ada yang bikin?
Lu mewajibkan tiap segala sesuatu emsti ada yang bikin, gitu?
Tapi lu ngasih dispensasi pada Tuhan, boleh gak ada yang bikin...

lah faktanya agan sendiri adalah hasil dari sebuah perbuatan.
dan agan mempertanyakan eksistensi tuhan..ya wajarlah saya mempertanyakan bikinan alam??

Quote:
Evolusi gak mesti perkembangan otak.
Selama makhluk hidup mampu survive, maka mereka bisa terus eksis.
Gak mesti jadi seperti manusia.
Emang lu siapa, mengharap evolusi mesti linear?
saya hanya mempertanyakan keadilan alam. salah?


Quote:Yang ngotot siapa? Bukannya lu?
Gotg disodorkan, kok ngarap diterima?
bukannya saya belum menyodorkan apa2??? ,apakah ini bukti kelemahan manusia??
Quote:Original Posted By tagarasamana
Ketimbang mengatakan sebagai keteraturan saya akan mengatakan itu sebagai "siklus" kang, siklus alami.

Saya sih mengambil contoh simple saja mengenai ketidakteraturan yang dapat kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, di depan mata kita sendiri ;
Perihal datangnya dan panjangnya dari suatu siklus musim, .


bisa juga demikian.. tergantung bagaimana memandangnya..

tingkiu pendapatnya kang
Quote:Original Posted By kaluak.junior2
bisa juga demikian.. tergantung bagaimana memandangnya..

tingkiu pendapatnya kang


Ah kalau liat ava si akang bikin gemes jadi mau buru2 pulang lihat baby saya .



Yup, itu akan sepenuhnya tergantung pada persepsi, bergantung dari persepsi mana memandangnya .




Quote:Original Posted By tagarasamana
Ah kalau liat ava si akang bikin gemes jadi mau buru2 pulang lihat baby saya .



Yup, itu akan sepenuhnya tergantung pada persepsi, bergantung dari persepsi mana memandangnya .






asik main sama baby.. sama istri hehehehehee

selamat bergemes ria kang hehehehe
Quote:Original Posted By Lanjutkan..lae
lah faktanya agan sendiri adalah hasil dari sebuah perbuatan.
dan agan mempertanyakan eksistensi tuhan..ya wajarlah saya mempertanyakan bikinan alam??

Lha, yang dipertanyakan adalah bukti peranan Tuhan dalam semua itu.
Dan yang lu ajukan hanya God of the gaps.
Ujung-ujungnya cuma 'Kalau bukan GoEL, siapa lagi'
Boring...

Quote:Original Posted By Lanjutkan..lae
saya hanya mempertanyakan keadilan alam. salah?

Salah.
Karena alam gak kenal keadilan.
Mekanisme di alam berlangsung tanpa emosi macam itu.

Quote:Original Posted By Lanjutkan..lae
bukannya saya belum menyodorkan apa2??? ,apakah ini bukti kelemahan manusia??

Sudah terbaca.
Lu nyodorin God of the gaps, lu cuma niat bikin orang tidur?

Dan lu kira sudah berapa sering God of the gaps diajukan di sini?
Sampai-sampai, baru mulai aja sudah terbaca gejalanya
Quote:Original Posted By deryss
jika ada campur tangan tuhan apakah alam bisa dipelajari?
tidak bisa di pelajari kan karena semua kun fayakun sim salabim


Tuhan gak pernah tu sim salabim. yang ada teori evolusi tu yang simsalabim dari kera jadi manusia.

kalo' agan belajarnya gak setengah2, maka kun fayakun bukanlah proses sim salabim

Quote:yg ini gimana gan tombr0? belum terjawab nih

ya sudah ane jelasin di depan. Ilmu pengetahuan yang berbasis logika tidak mampu menjelaskan eksistensi Tuhan. Lantas memunculkan klaim Tuhan tidak ada...Ane hanya menunjukkan bahwa sains punya keterbatasan.

Quote:penyebab keaneragaman manusia?
evolusi itu menjelaskan bagaimana bisa ada manusia, untuk apa lagi konsep penciptaan manusia jika ada evolusi
sebenernya agan ini ngerti evolusi ngga sih


Baca komen ane yang lain gak?dan komen2 lain tentan evolusi?
Evolusi terbukti bukan proses yang menciptakan manusia. Karena prinsip2 evolusi terlalu lemah dalam menjelaskan penciptaan manusia.

Kalo ente percaya dengan evolusi sebagai mekanisme penciptaan manusia, sori gan, berarti ente ketinggalan informasi.


Quote:ngga ada scientist yg konfirmasi hal ini

ya jelas, karena hal2 yang belum bisa dijelaskan sains dianggap tidak ada.

Quote:Original Posted By Pi-One
Lalu? Itu 'jawaban' yang dibuat manusia karena ketidaktahuan mereka. Dan hanya karena tertulis di kitab suci bukan berarti pasti benar. Makanya, klaim kitab suci bukan bukti.


Masalahnya kitab suci yang muncul ribuan tahun lalu bisa mengkonfirmasi penemuan sains yang relatif lebih muda. Jadi kitab suci tahu lebih dahulu daripada sains.


Quote:Tidak perlu kecerdasan. Jika lu paham teori gravitasi Einstein, lu akan paham mengapa gerak benda langit itu cenderung melingkar.

Sama dengan benda di bumi cenderung bergerak ke bawah, itu bukan karena mereka cukup 'cerdas' untuk tahu arah bawah. Itu proses alami sesuai hukum alam.


betul, menurut Newton pergerakan benda langit akan menyerupai irisn kerucut, bisa elips atau hiperbola. lalu apa yang menjadi pusat alam semesta ini sehingga alam semesta berotasi?

Menurut Newton juga, Planet dalam keadaan semula tidak boleh dalam keadaan diam, karena akan langsung tertarik ke pusat gravitasi yang lebih besar. (Wospakrik, Hans J. 1987. Berkenalan dengan Teori Relativitas Umum Einstein dan biografi Albert Einstein. Penerbit ITB)....artinya mungkin dulu semua benda langit bertebaran terpencar, kemudian ada pusat universe yang mengikat benda2 langit tersebut. Apa benar demikian?

Mohon tukar ilmu apabila yang saya kutip tidak benar.

Quote:Teori yang menjelaskana sal makhluk hidup itu teori abiogenesis.
Pastinya, sains gak kenal penciptaan langsung.


Agan percaya benda mati bisa menghasilkan makhluk hidup?


Quote:Science does not explain anything.
Sains cuma bahas fenomena yang bisa diuji dan dibuktikan secara ilmiah.
Sebaliknya, sains tak menerima jawaban gaib untuk apa yang masuk ranah bahasannya.


Lebih seperti pernyataan sombong bahwa hal2 yang tak bisa dijelaskan sains adalah tidak ada.

Quote:Lalu? Itu tak membuktikan peranan Tuhan. Lu terus dan terus menyodorkan konsep God of the gaps. Jika ada yang belum diketahui, lu langsung masukin variabel Tuhan di sana.

1. Tuhan melingkupi semua. Baik yang bisa dijelaskan sains maupun yang tidak.
2. Sains tidak mampu menjelaskan semua hal.
3. Muncullah konsep god of the gaps

Dan sains pun bersembunyi di balik ketiak god of the gaps ketika memasuki masalah2 yang tidak bisa dijelaskan sains. Itulah yang ane pelajari dari trit debat ini.

Quote:Amuba dan bakteri dianggap makhluk hidup, ku mau tuduh mereka punya 'ruh'? Gimana dengan virus yang setengah hidup setengah mati?

Setiap benda hidup pasti memiliki ruh, karena ruh itu seperti sumber kekuatan. Virus gak ane masukin ke benda hidup.

Quote:Original Posted By tagarasamana
Apakah benar selalu tetap sama? apakah bro mengetahui bahkan jangka waktu rotasi bumi saja tiap tahun selalu mengalami pergeseran, sehingga untuk menentukan pengukuran satuan waktu yang "dapat" mendekati keakuratan adalah jam atom?
Benarkah jarak bumi dengan bulan selalu sama dari masa lalu?
Jarak bumi dengan matahari tidak mengalami perubahan?
Akankah selamanya ekor gugus bintang pari akan selalu mengarah ke selatan?

Pernyataan bro ini sama saja akan menyatakan arah/petunjuk berdasarkan mata angin di angkasa luas .


Menurut hukum Newton setau ane si, revolusi benda angkasa adalah tetap tetapi alam semesta sedang mengembang. Dan pergeseran rotasi bumi itu juga sesuatu yang terukur, dengan kata lain memiliki pola yang presisi. Belum ada ceritanya ada erubahan musim gara2 rotasi bumi yang berubah (at least sementara ini). Yang ada perubahan iklim karena faktor2 vulkanik dan efek rumah kaca.

ane gak ngerti kalimat terakhir agan. MAAF.


Quote:Sesuatu untuk menjadi hal yang penting harus mempunyai alasan kenapa sesuatu itu penting, nah ketika bro saya tanyakan alasan mengapa hal itu penting ? Dan bentuk kehidupan sesudah kematian akan berbentuk seperti apakah sehingga hal itu menjadi penting, kan bro sendiri mengatakan untuk mengetahui bentuk kehidupannya seperti apa secara jelas sebagai perkara yang useless, nah bagaimana bisa suatu perkara yang useless dijadikan sebagai landasan bahwa "hal" tersebut adalah penting?

Fiyuuuhh, sulit mengerti ternyata. Gini kok mau membuktikan eksistensi Tuhan. OK, ane runut lagi.

1. Ada yang bertanya, "apakah kenikmatan afterlife dinikmati secara fisik ato hanya sensai batin?" ==> SUDAH ane jawab, dinikmati lahir dan batin
2. Menurut ane, bentuk kenikmatan ini adalah hal yang tidak penting, karena terjadinya masih nanti.
3. Yang penting adalah afterlife, dimana kita harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita semasa hidup (dalam agama ane gan).

Jadi yang ane maksud useless adalah bentuk kenikmatannya, karena hal itu tidak bermakna apapun. Beda halnya dengan afterlife itu sendiri.

Quote:Bila udara dapat dirasakan melalui indra peraba, penciuman dan pendengaran, dapatkah eksistensi dari tuhan dikenali dengan cara serupa?
Dapatkah suara dari tuhan kita dengar? Dapatkah tuhan kita rasakan dengan sentuhan? Dapatkah tuhan kita kecap rasanya? Dapatkah tuhan kita cium aromanya sebagai pertanda tuhan itu eksis?


Tuhan bukan materi juga bukan energi, mampukah manusia mengindera hal semacam itu?



Quote:Bro paham makna dari relativitas ndak ?
Rumus Einstein Newton dan yang lain2 bisa efektif dan digunakan saat ini apakah akan selamanya bisa efektif digunakan? Ingat konsensus sains sendiri selalu berubah .

Bro tahu pi kan? Bisakah bro mengatakan terdapat berapa digit angka di belakang angka 3 yang terdapat pada pi?
Dengan melihat pi dengan angka di belakang koma sebanyak itu, dapatkah kita mengukur secara mutlak keliling dan luas lingkaran hanya dengan menggunakan pi sekedar 3.14?


Relativitas adalah perbedaan sudut pandang (menurut Einsein), jika sains adalah relatif, bukankah itu artinya ada ruang2 yang mungkin suatu saat masih akan dijelaskan oleh sains?....bukankah saat ini (dan seterusnya) klaim Tuhan tidak ada adalah prematur?
Quote:Original Posted By tombr0
Tuhan gak pernah tu sim salabim. yang ada teori evolusi tu yang simsalabim dari kera jadi manusia.

kalo' agan belajarnya gak setengah2, maka kun fayakun bukanlah proses sim salabim



Tuhan ngga pernah sim salabim? yang dibilang Tuhan menciptakan manusia dari tanah itu bukan sim salabim?

kera jadi manusia? agan ngga ngerti teori evolusi ya?


kun fayakun bukan sim salabim?

Quote:Original Posted By tombr0

ya sudah ane jelasin di depan. Ilmu pengetahuan yang berbasis logika tidak mampu menjelaskan eksistensi Tuhan. Lantas memunculkan klaim Tuhan tidak ada...Ane hanya menunjukkan bahwa sains punya keterbatasan.


sains punya keterbatasan tidak berarti tuhan eksis


Quote:Original Posted By tombr0

Baca komen ane yang lain gak?dan komen2 lain tentan evolusi?
Evolusi terbukti bukan proses yang menciptakan manusia. Karena prinsip2 evolusi terlalu lemah dalam menjelaskan penciptaan manusia.

Kalo ente percaya dengan evolusi sebagai mekanisme penciptaan manusia, sori gan, berarti ente ketinggalan informasi.



kalo prinsip evolusi terlalu lemah kenapa bisa jadi teori? :


Manusia hasil evolusi ==> prinsipnya terlalu lemah, ketinggalan informasi

Manusia diciptakan dari tanah, wanita dari rusuk pria ==> prinsipnya lebih kuat? apa ini informasi paling baru? :
Quote:Original Posted By tagarasamana
Ketimbang mengatakan sebagai keteraturan saya akan mengatakan itu sebagai "siklus" kang, siklus alami.

Saya sih mengambil contoh simple saja mengenai ketidakteraturan yang dapat kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, di depan mata kita sendiri ;
Perihal datangnya dan panjangnya dari suatu siklus musim, .




alam semesta bekerja berdasarkan suatu sistem (hukum alam)

sistem yang bekerja dengan [if] dan [then]...
suatu sistem adalah bentuk keteraturan
tidak ada sistem yang tidak teratur
kalau tidak teratur tidak akan dinamai hukum alam

sistem pada alam bukanlah ilusi


Quote:Original Posted By deryss

sains punya keterbatasan tidak berarti tuhan eksis



tidak berarti juga tuhan tidak eksis.
defaultnya sains adalah -> tidak tahu
Hmm.. Tuhan itu ada atau tidak kalo menurut gw sih misteri besar
lo gak percaya keberadaan tuhan bukan berarti lo pinter karena lo itu logis
lo juga bodoh kok percaya pada sebuah tanda tanya..
Simplenya gini kalo lo simpulkan manusia,planet,semesta,mahkluk hidup,dll terbentuk karena evolusi berarti gw bisa pakai perumpamaan dengan angka disini..

1 + 1 = 2 + 1 = 3 + 1 = 4, dst.

sekarang pertanyaan gw..
sebelum adanya angka satu? adalah nol(kosong) kalo kosong yang memulai si angka 1 itu apaan?
Kalo lo jawab awalnya itu dari partikel dll
kok bisa ada partikel sih? partikel asal usulnya dari mana?
bisa dijawab?
kalo bisa lebih baik lo ga usah jawab karena gw bakal nanya hal yang sama lagi sampai lo bertemu angka "nol"...

Dan akhirnya sesuatu yang lo percaya hanyalah kebodohan juga..
misteri? bagi gw itu kebodohan.
apa perbedaan misteri dan tuhan? "misteri tuhan" kata para agamawi/pemercaya tuhan untuk mengakhiri perdebatan.

ujung2nya lo semua sama akan berdebat berdasarkan sebuah misteri..
intinya lo sipemercaya tuhan, dan lo si theis lo semua sama2 berargument berdasarkan misteri. lo semua sama ga ada yang lebih pinter ga ada yang lebih bodoh.

Udah gw saranin closed aja nih thread perdebatan 2 kubu yang tidak memiliki bukti.
Quote:Original Posted By Zakael
Hmm.. Tuhan itu ada atau tidak kalo menurut gw sih misteri besar
lo gak percaya keberadaan tuhan bukan berarti lo pinter karena lo itu logis
lo juga bodoh kok percaya pada sebuah tanda tanya..
Simplenya gini kalo lo simpulkan manusia,planet,semesta,mahkluk hidup,dll terbentuk karena evolusi berarti gw bisa pakai perumpamaan dengan angka disini..

1 + 1 = 2 + 1 = 3 + 1 = 4, dst.

sekarang pertanyaan gw..
sebelum adanya angka satu? adalah nol(kosong) kalo kosong yang memulai si angka 1 itu apaan?
Kalo lo jawab awalnya itu dari partikel dll
kok bisa ada partikel sih? partikel asal usulnya dari mana?
bisa dijawab?
kalo bisa lebih baik lo ga usah jawab karena gw bakal nanya hal yang sama lagi sampai lo bertemu angka "nol"...

Dan akhirnya sesuatu yang lo percaya hanyalah kebodohan juga..
misteri? bagi gw itu kebodohan.
apa perbedaan misteri dan tuhan? "misteri tuhan" kata para agamawi/pemercaya tuhan untuk mengakhiri perdebatan.

ujung2nya lo semua sama akan berdebat berdasarkan sebuah misteri..
intinya lo sipemercaya tuhan, dan lo si theis lo semua sama2 berargument berdasarkan misteri. lo semua sama ga ada yang lebih pinter ga ada yang lebih bodoh.

Udah gw saranin closed aja nih thread perdebatan 2 kubu yang tidak memiliki bukti.

bosen basi biasa biasa aja....

, biarkan pi-one mengatakan itu, GOD OF THE GAPS, NJINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
Quote:Original Posted By .l..vlo.olv..l.
bosen basi biasa biasa aja....

, biarkan pi-one mengatakan itu, GOD OF THE GAPS, NJINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG


yah udah bosen dan basi kok malah emosi harusnya dijawab dong.. di copas kek dari yang sebelom2nya..
Kalo ga kan sedih kk jadi keliatan bodoh jawab seperti itu...
Quote:Original Posted By deryss
Tuhan ngga pernah sim salabim? yang dibilang Tuhan menciptakan manusia dari tanah itu bukan sim salabim?

kera jadi manusia? agan ngga ngerti teori evolusi ya?


kun fayakun bukan sim salabim?


emang ente tahu kun fayakun itu Sim salabim? "JIKA Tuhan BERKEHENDAK makan Kun, jadilah"...kira2 begitu ayatnya gan, ente ngerti maknanya gak?

Ngeliat komen ente gan, kelihatannya ente belum ganep belajar tentang Tuhan. Terkait tanah dan rusuk, itu adalah bahasa2 Al Qur'an, perlu penafsiran. Dan ternyata perkembangan sains mengkonfirmasi hal ini, kuncinya ada di unsur H, C, dan O.

Selama ente gak menjelaskan teori evolusi yang ente pahami, diskusi soal evolusi gak usah dilanjutin. Ane konsisten sejak awal bahwa evolusi adalah sebuah proses alamiah untuk adaptasi, tetapi evolusi tidak mampu menjelaskan asal mula proses penciptaan manusia.


Quote:sains punya keterbatasan tidak berarti tuhan eksis

Berarti ente mengkonfirmasi bahwa sains punya keterbatasan. Ane gak maksain Tuhan ada atau tidak, karena sejak awal ane konsisten bahwa Tuhan adalah masalah Yakin atau tidak.

Ane hanya menyatakan ketidaksetujuan klaim bahwa Sains membunuh Tuhan, atau Sains menyatakan Tuhan tidak ada, karena secara ilmiah hal tersebut tidak mungkin dilakukan.

Jadi, opsi yang mungkin adalah Percaya Tuhan atau tidak.

Quote:kalo prinsip evolusi terlalu lemah kenapa bisa jadi teori? :

Teori evolusi lemah karena ternyata tidak relevan dalam menjelaskan penciptaan manusia/makhluk hidup.

Sama halnya seperti Hukum Newton yang tidak berlaku bagi dinamika pergerakan elektron atau orbit merkurius, hingga muncul Relativitas Einstein. Tidak lantas Relativitas Enstein menihilkan Hukum Newton.

Quote:Manusia hasil evolusi ==> prinsipnya terlalu lemah, ketinggalan informasi

Manusia diciptakan dari tanah, wanita dari rusuk pria ==> prinsipnya lebih kuat? apa ini informasi paling baru? :


Belajarlah untuk memahami substansi. Dalam sains sendiri berlaku, selama belum ada Hukum yang menjelaskan suatu fenomena alam, maka hukum sebelumnya yang berlaku atau penjelasan tentang fenomena alam tersebut tetap menjadi hipotesis sampai dinyatakan penjelasan tersebut terbukti secara ilmiah.