Haruskah restorasi film Indonesia dilakukan negara asing?
Jawaban ane singkat : HARUS
Alasannya agak panjang dikit :
Kenapa Harus? Karena pemerintah kita kurang peduli (bukan tidak peduli, tapi kurang peduli) terhadap warisan jaman dulu. Bisa jadi karena kurangnya pemerhati budaya dulu, ditambah lagi bisa juga karena mau repot menyisihkan waktu dan tenaga untuk mempelajari kembali sejarah, dan juga untuk keluar banyak biaya untuk melestarikan hal2 berbau tempoe doeloe. Tetapi pada dasarnya hanya satu.. Negara kita memang belum terbiasa untuk melestarikan warisan sejarah.
Jikalau saja film2 yang direstorasi Negara Asing menembus box office dunia, tidak hanya satu, melainkan beberapa film, bisa dipastikan barulah pemerintah kita baru mulai memikirkan merestorasi-nya.
Contoh saja : jika ada klaim kebudayaan kita oleh negara lain, barulah kita mau bertindak dengan alasan itu masuk budaya kita.
Intinya kita tidak bisa aktif, bisanya hanya pasif setelah ada action.
sekarang kita terbuai dgn gemerlapnya karya asing,
sampai lupa kalo karya anak bangsa sendiri banyak yg berkualitas
harus ...... lupakan pemerintah

Talking 

Gw setuju aja dgn proses restorasi di luar negeri, toh mungkin aja Indonesia belum punya teknologinya.

Tapi yg kecewa adalah kenapa memang bukan pemerintah kita yg inisiatif untuk melakukannya/ kerjasama dgn pihak perestorasi.

Seni memang akhirnya harus jadi selalu yg dikorbankan karena dianggap cuma sebagai 'hiburan', sementara urusan kesejahteraan rakyat yang (katanya) diutamakan.
sebentar...ane baru nimbrung nih..

restorasi-nya atau biaya restorasi-nya yg dari asing?

kalo teknis
bersihin film - scan 4K - restorasi - dll
emang di indonesia ga ada alatnya
Quote:Original Posted By manusiarender
sebentar...ane baru nimbrung nih..

restorasi-nya atau biaya restorasi-nya yg dari asing?

kalo teknis
bersihin film - scan 4K - restorasi - dll
emang di indonesia ga ada alatnya


quote dari trit ane:

Quote:Original Posted By danskee

Restorasi film Lewat Djam Malam dibiayai National Museum of Singapore dan World Cinema Foundation yang didirikan sineas dunia Martin Scorsese.
memang negara kita belum bisa apresiasi seni apalagi film. itu semua di mulai karena tidak ada gerakan nyata dari pemerintah untuk mendukung perfilman kita. pemerintah masih melihat film sebagai hiburan bukan sebagai alat kultur dan budaya. di mata pemerintah ngapain kasih funding subsidi untuk film yg akan mengkritik pemerintah atau budaya kita? pemikiran ini persis seperti pemikiran jaman koloni/penindasan di mana sebuah ekspresi musti hanya selalu yg positif2 saja. sementara film lebih dari itu. saya setuju saja kalau negara luar merestorasi film kita supaya menjadi tamparan bagi pemerintah betapa tidak ada perhatian maksimal dari negara sendiri.

tintascreenplay.com
gimana ya
soal budget jelas orang sini kalah tanpa campur tangan asing
jadi menurut ane lebih ke kerjasama doank buat cari dana
trz kalo sutradara
org indo pasti bisa belajar cepat
bisa dgn bantuan aktor/ aktris indo yg pernah main di film internasional
pasti bisalah, cuma kendalanya ya itu budget
Yang ngerjainnya orang luar sih nggak masalah, tapi seharusnya inisiatifnya datang dari negara yang punya film.
stuju ..
karya anak negri harus jd kebanggaaan negeri nya sendiri...
Quote:Original Posted By manusiarender
sebentar...ane baru nimbrung nih..

restorasi-nya atau biaya restorasi-nya yg dari asing?

kalo teknis
bersihin film - scan 4K - restorasi - dll
emang di indonesia ga ada alatnya


alat bisa dibeli , skill bisa dipelajari
itikad baik susah dicari ... mungkin itu jawaban hati
IMO mungkin diindonesia keterbatasan media dan sdmnya belum semaju dinegara luar gan , karena itu film sudah hampir setengah abad dan mungkin karya yang berharga jadi harus emang orang - orang yang memang mengerti dibidangnya gan
Ini harusnya jadi kerjaan kementrian kebudayaan dan pariwisata nih...

hadeuh....

ntar saya tegor mentrinya deh...
indonesia kadang2 ga pernah bisa percaya sama kemampuan yg di miliki sih.. padahal banyak banget editing indonesia malah yg kerja diluar..

padahal kalo kita bisa mulai percaya pasti ga butuh biaya yg besar buat restorasi film..

kalo kata iklan sampurna yg muda ga dipercaya
sungguh terlalu.... negara lain aja bangga kenapa ya dengan kita?...
kalo bukan bangsa asing, siapa lagi yang peduli sama film indonesia?






eh.. salah ya?
org indonesia harus maju, ayo semangat 45
pemerintah emang kurang tanggap dan perduli sama bidang seni, gan.
lagian kalo emang tekhnologi negara lain lebih baik kenapa ngga..toh ga menjadikan film itu 'punya' mereka
JIKALAU INDONESIA YANG NGERESTORASI
NANTI TERJADI HAL2 Gila
SEPERTI DANYANYA DI KORUPSI
HASILNYA NANTI TIDAK MAKSIMAL
NANTI KEBAJAK