The Good The Bad and The Ugly

Berkisah tentang tiga orang profesional dalam bidangnya, Blondie (The Good) adalah Gunslinger Profesional yang mencoba keluar menangkap para buronan semata-mata hanya untuk mendapat beberapa dolar. Angle Eye (The Bad) adalah pembunuh bayaran yang selalu berkomitmen dalam melakukan tugasnya dan tanpa melihat siapa yang menyuruh dan siapa yang dibunuh, selama dia dibayar untuk melakukannya. Tuco (The Ugly) adalah buronan yang selalu dicari dan juga memiliki harga yang cukup tinggi namun ia selalu lolos dalam pengeksekusian.
~~
Gak cuma sekali gw nonton film seperti ini dari karakter yang dimainkan gw juga suka, agak konyol dan menghibur, film ini terbilang memiliki durasi yang cukup lama 161 menit gw rasa selama lo enjoy liat film advanture ini cocok banget buat dotonton
RATE: 87/100
Pake Bahasa Inggris.
---
THE HUNGER GAMES [2012]



I just bought the first book of the trilogy a few weeks ago, and I actually wanted to read the book first before I see the movie. But, my friends forced me to see the movie first because if we had to wait for my reading, the movie might not be in the theater anymore [I have many exams until late April, so I was going to start read it then]. So without having read the book, I can say that I was not disappointed. I thought the story was awesome, and the cast did a wonderful job. My favorite character in the movie was Effie Trinket though. Hope to see her more in the sequels [if she's in them]. ;D, The one thing I didn't really like was the romantic scenes between the main characters, and I hope to God they won't be like the Twilight movies in the future. And, by the way, even though the movie was more than 2 hours, you wouldn't feel that, except for the first part which was kinda boring. 8/10
"Sad Movie (2005)"



The film focuses on the stories about four relationships and their trials, pains, heartaches, and subsequent separations. The plot lines eventually connect in some way, but they remain unrelated for the most part.

bagus filmnya,, keempat plot cerita dalam film ini rata bagusnya, ane suka semua ceritanya
sweet and sad movie, tapi gak sampe buat nangis sih

MY RATE : 7,5/10
Review: Love Is U (2012)

Well… this is hardly surprising. Memanfaatkan film sebagai salah satu jalur promosi debut mini album mereka yang baru saja dirilis, kelompok vokal yang berisikan sembilan wanita muda, Cherrybelle, menggaet Hanny R Saputra – yang filmnya, Di Bawah Lindungan Ka’bah (2011), berhasil terpilih mewakili Indonesia untuk bersaing di kategori Best Foreign Language Film di ajang The 84th Annual Academy Awards – untuk mengarahkan mereka di debut akting mereka dalam film Love is U. Love is U memang sepertinya diproduksi hanya sebagai media promosi sekaligus menjadi sebuah jendela yang berukuran lebih besar bagi para penggemar girlband ini untuk mengetahui lebih banyak tentang kehidupan personel Cherrybelle. Sayangnya, hal tersebut juga berarti bahwa mereka yang belum pernah mengenal atau mendengar Cherrybelle, bagaimana imej mereka dibentuk selama ini dan sama sekali tidak merasa tertarik untuk mengenal mereka lebih lanjut di masa yang akan datang, secara sederhana, akan melihat Love is U sebagai sebuah usaha yang sia-sia.

Dengan durasi film yang hanya mencapai 80 menit, sulit untuk membayangkan bahwa penulis naskah Love is U, Jamil Aurora, mampu menuliskan sebuah konflik pribadi bagi kesembilan personel Cherrybelle – Cherly Chibi, Anisa Chibi, Wenda Chibi, Angel Chibi, Christy Chibi, Devi Chibi, Felly Chibi, Gigi Chibi, Ryn Chibi, tapi itulah yang terjadi dalam Love is U. Masing-masing personel Cherrybelle dikisahkan memiliki masalah pribadi yang kemudian, tentu saja, akan mempengaruhi performa mereka sebagai ssebuah kelompok vokal. Selain konflik-konflik pribadi dari para personel Cherrybelle, Love is U juga menyimpan sebuah plot kisah tentang persiapan kelompok ini untuk melangsungkan konser tunggal mereka.

Dengan judul-judul seperti Heart (2005), Milli dan Nathan (2011) dan Di Bawah Lindungan Ka’bah – yang kesemuanya walau masih jauh dari kesan istimewa namun tetap harus diakui dapat dinikmati – berada di dalam daftar filmografinya, adalah cukup mengherankan melihat Hanny R Saputra kemudian mau terlibat dalam pembuatan film selemah Love is U. Melirik dari departemen penulisan naskah, naskah cerita yang ditulis oleh Jamil Aurora adalah sangat lemah. Jamil sepertinya hanya merangkai berbagai adegan dari lirik-lirik lagu Cherrybelle kemudian ditambah dengan dialog-dialog cheesy dan konflik-konflik lemah untuk kemudian dieksekusi oleh Hanny. Dan memang, kesalahan utama dan terbesar dari Love is U terletak dari jalan ceritanya yang dapat digambarkan sebagai potongan-potongan kisah pendek yang kemudian dijadikan satu.

Masing-masing personel Cherrybelle kemudian diberikan sepotong bagian konflik – entah itu mengenai kehidupan masa lalu orangtuanya, hubungan mereka dengan orangtuanya saat ini, ketidakpercayaan diri mereka untuk tampil atau konflik yang terjalin antar sesama personel Cherrybelle. Konflik-konflik ini kemudian dihadirkan secara singkat dan diselesaikan secara singkat pula. Yang lebih menggelikan, sebuah konflik baru sering kali dihadirkan tepat setelah sebuah konflik diselesaikan – yang biasanya diselesaikan dengan adegan berpelukan antara para personel Cherrybelle atau dengan menyanyikan beberapa bait dari lirik lagu mereka. Lewat konflik-konflik tersebut, Jamil mungkin ingin menegaskan kisah yang inspirasional bagi para penonton – yang kemungkinan besar merupakan para penggemar Cherrybelle yang masih berusia muda. Sayangnya, Jamil terlalu menganggap sepele dan hasilnya justru menjadikan naskah cerita Cherrybelle terkesan begitu lemah dan cenderung mengesalkan.

Karakterisasi masing-masing personel Cherrybelle sendiri sepertinya tidak mengalami pendalaman dan perubahan yang begitu berarti. Masing-masing personel Cherrybelle dihadirkan dengan imej dan karakter yang telah disempalkan oleh manajemen mereka selama ini. Kumpulan perempuan-perempuan muda yang imut (baca: cenderung kekanak-kanakan) yang dengan naifnya masih memandang dunia sebagai sebuah tempat yang penuh dengan kebahagiaan serta menganggap cinta dan persahabatan merupakan sebuah hal yang berada di atas segalanya. AwwwÂ… Tapi sayangnya, dengan eksekusi yang lemah, baik dari jalan cerita dan pengarahan dari Hanny R Saputra sendiri, karakterisasi tersebut tidak pernah mampu terasa berjalan alami, terkesan penuh dengan kepura-puraan dan kepalsuan.

Berbeda dengan penampilan Wali dan Ungu dalam film mereka yang sama-sama dirilis pada tahun lalu, Baik-Baik Sayang dan Purple Love, masing-masing personel Cherrybelle sepertinya tidak mendapatkan pendalaman dan pengarahan akting yang kuat. Hasilnya, setiap personel sepertinya hanya memerankan diri mereka sendiri dalam film ini. Love is U mungkin saja sengaja dibentuk dengan penceritaan yang menyerupai sebuah dokumenter musik, yang merekam perjalanan sebuah kelompok musik dalam usaha mereka dalam menghasilkan atau mencapai sesuatu. Namun, karakterisasi yang dangkal justru memperkuat imej bahwa Love is U terlalu “palsu” untuk menjadi sebuah catatan dalam bentuk dokumenter. Sementara itu, lemahnya kemampuan akting para personel Cherrybelle dan penulisan naskah cerita film ini menjadikan Love is U justru menjadi terpuruk kualitasnya sebagai sebuah film cerita.

Love is U adalah sebuah proyek yang begitu lemah, bahkan jika dibandingkan dengan film-film drama popcorn yang selama ini banyak digarap oleh seorang Hanny R Saputra. Yang lebih mengherankan adalah Hanny sepertinya tidak memberikan perhatian penuh kepada film ini. Pengarahan Hanny terhadap kemampuan akting masing-masing personel Cherrybelle terasa begitu lemah. Begitu juga dengan usahanya dalam menggarap naskah cerita film ini – yang sayangnya memang tertulis dengan begitu lemah oleh penulis naskah Jamil Aurora. Mungkin Love is U adalah sebuah film yang hanya diperuntukkan untuk para penggemar sejati kelompok vokal Cherrybelle. Namun, apakah sebuah persembahan untuk para penggemar layak dihadirkan selemah penampilan dan penceritaan Love is U?

Rating: 1.5 / 5
Saving Private Ryan (1998)



Bercerita pada saat World War II tepatnya di Normandy seorang kapten & anak buahnya yg ditugaskan untuk mejemput seorang prajurit yg bernama James Francis Ryan dan membawanya pulang ke orang tuanya
well ini salah satu film Tom Hanks favorit ane dan film war favorit ane, disini Tom Hanks aktingnya lumayan keren, Actionnya juga keren gan film ini juga lumayan sedih menurut ane...........

My Rating : 8.5/10
Quote:Original Posted By WPutra95 â–º
Pake Bahasa Inggris.
---
THE HUNGER GAMES [2012]



I just bought the first book of the trilogy a few weeks ago, and I actually wanted to read the book first before I see the movie. But, my friends forced me to see the movie first because if we had to wait for my reading, the movie might not be in the theater anymore [I have many exams until late April, so I was going to start read it then]. So without having read the book, I can say that I was not disappointed. I thought the story was awesome, and the cast did a wonderful job. My favorite character in the movie was Effie Trinket though. Hope to see her more in the sequels [if she's in them]. ;D, The one thing I didn't really like was the romantic scenes between the main characters, and I hope to God they won't be like the Twilight movies in the future. And, by the way, even though the movie was more than 2 hours, you wouldn't feel that, except for the first part which was kinda boring. 8/10


Well, Well, Well, than.. berhubung gua ga bisa mempergunakan bahasa inggris lebih baik dari pada bahasa Indonesia, maka dari itu ane balesnya pake bahasa Indonesia aja yah..

Nah ane setuju banget nih sama agan.. Emang ini KEWREN BUANGEEET yah BUANGET-BUANGET deh yah.. Gua sebenernya baca bukunya dulu.. dari yang pertama sampe yang ke-3.. dan pas gua nonton filmnya (seperti kebanyakan) gua cukup merasa kecewa, sebab banyak buanget yang di skip, kurang banget darahnyaaaa.. kurang banget adegan romannya.. yang gua pasti yakin banget agan-agan sekalian pada setuju juga kalo udah baca bukunya.. karena di buku itu lebih BEH!! abiss.. hahha.. but for all, semuanya udah keren banget deh.. Mengingat udah diskip-skip aja DUA SETENGAH JAM, apalagi ga diskip hahhaha lol

And.. score dari ane.. 7,5/10 plus WAJIB DITONTON GAAAN MAY THE ODDS BE EVER IN YOUR FAVOR
Eva (2011)

Setelah menghilang selama 10 tahun, kini Alex kembali lagi kekampungnya untuk melanjutkan pekerjaan disebuah universitas yang telah ditinggalkan selama 10 tahun. Ia diminta untuk menciptakan sebuah robot bebas anak laki-laki.
Ia kemudian mencari sampel untuk android yang nantinya akan dibenamkan dalam otak robot ciptannya. Namun siapa sangka, Alex justru tertarik kepada seorang anak perempuan yang nantinya akan mengaitkannya kepada kisah dimasa lalunya.
Dengan membaca sinopsis yang dihadirkan awalnya gw merasa film ini akan menjadi sebuah film yang luar biasa.
Sudah mulai menghilangkan logika untuk menontonnya, akan tetapi yang gw dapat justru 80% dari film ini adalah drama.
Wow... quite boring! huh?!
Kalau drama-scifi dengan jalan cerita menarik sih mungkin tidak akan bikin bosan, tapi untuk yang satu ini. Sukur-sukur kita gak tidur dalam bioskop.
Mengharapkan sebuah film Scifi-Fantasy yang didapat malah drama, itu menyakitkan loh

Positifnya, kita disuguhkan sama indahnya sebuah teknologi dan menakjubkannya pemandangan spanyol
RATE : C

The Legend of 1900 (1998)

Danny Boodmann, seorang juru mesin kapal Virginia yang sedang mengais-ngais diruang makan kapal tersebut untuk mencari barang orang kaya yang tertinggal justru malah mendapatkan seorang bayi yang ditinggalkan secara sengaja oleh orang tuanya.
Danny kemudian menamakan bayi tersebut dengan nama Danny Boodmann T.D. Lemon Nineteen Hundred (1900), dan membesarkannya hingga Danny wafat.
Hari-hari berikutnya 1900 hidup tanpa Danny lagi, secara tak sengaja ia masuk kedalam ballroom dan memainkan sebuah piano dengan tangan kecilnya, saat itu 1900 masih berusia kurang lebih 8 tahun.
Sejak saat itu, ia diangkat oleh kapten kapal untuk bekerja sebagai musisi dikapal tersebut, sampai dengan ia akhirnya bertemu dengan Max Tooney, seorang musisi lainnya yang mengadu nasib diatas kapal tersebut.
Selama masa perang, kapal virginia kini sudah ditinggalkan oleh orang banyak termasuk pemiliknya dan karam disebuah pelabuhan kapal. Kala itu sudah berlangsung berpuluh tahun dan kapal hendak dihancurkan dengan sebuah bom, dan tentunya menghilang juga kabar dari 1900.
Max yang masih percaya bahwa 1900 tidak pernah keluar kapal, akhirnya meminta waktu kepada pemimpin operasi peledakan tersebut untuk mencari sahabat karibnya tersebut dengan membawa piringan hitam yang bersejarah bagi 1900.
Tidak pernah menduga dan berekspektasi tinggi akan film ini.
Dan yang didapat malah sebuah film dengan tema yang membawa haru tersendiri.
Indahnya jalan cerita, musik yang dimainkan begitu menggoda.
membuat gw terpaku untuk bisa terus mengikuti jalan cerita hingga akhir.
gw pribadi sebenarnya gak terlalu suka sama film2 tentang musik dan sejarahnya, tapi yang satu ini kayaknya menjadi sebuah pengecualian tersendiri dih
aaaah i'd love this one.
RATE : A

Video 

Oke US selesai, langsung nonton film yg gw tunggu2 ini


Directed By : Gareth Evans
Released : 2012
Starring : Iko Uwais, Joe Taslim, Yayan Ruhian, Ray Sahetapi, Doni Alamsyah
Lenght : 101 Minutes
Genre : Action


Spoilerfor Sinopsis dan Review:

Video 

Quote:Original Posted By FGMCasNanda â–º


Well, Well, Well, than.. berhubung gua ga bisa mempergunakan bahasa inggris lebih baik dari pada bahasa Indonesia, maka dari itu ane balesnya pake bahasa Indonesia aja yah..

Nah ane setuju banget nih sama agan.. Emang ini KEWREN BUANGEEET yah BUANGET-BUANGET deh yah.. Gua sebenernya baca bukunya dulu.. dari yang pertama sampe yang ke-3.. dan pas gua nonton filmnya (seperti kebanyakan) gua cukup merasa kecewa, sebab banyak buanget yang di skip, kurang banget darahnyaaaa.. kurang banget adegan romannya.. yang gua pasti yakin banget agan-agan sekalian pada setuju juga kalo udah baca bukunya.. karena di buku itu lebih BEH!! abiss.. hahha.. but for all, semuanya udah keren banget deh.. Mengingat udah diskip-skip aja DUA SETENGAH JAM, apalagi ga diskip hahhaha lol

And.. score dari ane.. 7,5/10 plus WAJIB DITONTON GAAAN MAY THE ODDS BE EVER IN YOUR FAVOR


Berarti lu juga bakal suka Battle Royale dong
film serupa tapi tak sama

Spoilerfor hanya opini:


Quote:Original Posted By Baiiu â–º
The Raid: Redemption (2011)



penyerbuan di sebuah gedung yg berisi para penjahat

gun fight , slash and hand combat
action manteb , cerita standar dan dialog kurang .
tapi worth banget actionnya untuk ditonton

Mad Dog is MAD !! :

8.4/10


Mad Dog makai tenaga superman tuh gan

Masa udah ditusuk lehernya masih bisa bertarung

salut parah
The Raid: Redemption ( Serbuan Maut )


Nice banget menurut ane mah bener bener Film Indo menghibur,Rekomen bangetlah menurut ane
Rate : A
Super Hybrid (2010)

Sebuah mobil yang baru saja mengalami tabrakan dijalan raya chicago kemudian dibawa oleh polisi untuk diperbaiki disebuah bengkel.
Namun para montir tidak menduga bahwa mobil yang dibawanya tersebut merupakan sebuah hibrida yang mampu mengubah bentuk menjadi kendaraan apapun untuk bisa menaklukan korbannya.
Hahaha ketawa dulu deh.
Entah mimpi apa gw bisa nonton film ini.
Super duper absurd and idiot :
dengan plot yang luar biasa..... kacau.
Dengan cerita yang benar-benar... aneh.
And ofcourse with poor script and totally bad acting from all actor/actress :
katanya sih film horror thriller tapi yang ada cuma bisa mengocok perut karena "kelucuannya"
RATE : E

The Forsaken (2001)

Sean, awalnya izin cuti satu minggu dari tempat ia bekerja karena ingin menghadiri pernikahan kakaknya.
Namun ketika ditengah jalan ia memberikan tumpangan kepada seorang lelaki, semua rencananya berubah dan kini ia harus melawan vampire-vampire yang hampir merubah dirinya menjadi seperti mereka.
Dari ide cerita yang tidak orisinil.
Sebenarnya film ini cukup unik loh plotnya.
Gw pribadi berusaha banget mengikuti film ini, yaah walaupun akhirnya menyerah karena lama-lama semakin tidak karuan
Terutama saat melihat para vampire tersebut memakan para korbannya.
Perasaan gw nonton film horror, tapi kenapa jadi ngerasa film-film sensual
Simon Rex ngapain ya difilm ini ? karakternya sama sekali gak bisa gw pahami. Yang gw tau dia itu cuma sebagai supir siangnya alias budak para vampire tapi karakternya cuma kayak dibuat-buat aja.
hmm satu lagi perasaan gw doank atau emang doi agak mirip sama Tom Hardy ya ?
RATE : C-

Wedding Crashers (2005)

John dan Jeremy, adalah seorang partner kerja yang memiliki hobi untuk menyusup kedalam pernikahan demi meniduri wanita single yang ada disana.
Ketika mereka berdua berencana menyusup kedalam pernikahan seorang anak pengusaha William Cleary, mereka kini terjebak ditengah keluarga tersebut.
John yang terjebak karena jatuh cinta terhadap wanita incarannya, Claire.
Jeremy yang terjebak karena adik Claire yang terlalu mencintainya, Gloria.
Sebuah film komedi romantis yang sepertinya tidak boleh juga untuk di skip.
Satu hal yang paling gw suka dari film ini, betapa hebatnya ide John dan Jeremy untuk bisa menyusup kedalam segala jenis pernikahan apapun, dan dengan taktik yang cukup jenius untuk menaklukan wanita incarannya.
Persahabatan antara John dan Jeremy pun dibahas cukup menarik dalam film ini.
Yaah meskipun akan tau film ini berjalan kemana, tapi apa salahnyaa untuk mengikuti jalan ceritanya jikalau memang menarik
Satu hal, kenapa harus ada Will Ferrell ? kenapa dengan karakter seperti itu ? jadinya gak lucu loh. suer :
RATE : B
Big Fish (2003)

Cerita berputar kepada seorang ayah yang sekarat dengan anaknya yang tidak pernah mempercayai apa yang diceritakan oleh ayahnya.
Ed Bloom, merupakan seorang yang sejak dahulu selalu menjadi yang diandalkan oleh orang banyak, dan hal ini pula yang mempertemukan ia dengan istrinya, Sandra.
Namun, menjadi kebanggaan bagi semua orang nampaknya tidak cukup bagi Ed, karena dimata anaknya ia tetap menjadi seorang yang mempermalukan dirinya sendiri dengan segala cerita yang dikarangnya.
Sebuah konflik yang menarik antara Ayah-Anak dengan penggambaran metafora yang buat berkaca-kaca
Totally, gw sukaaa semua part dalam film ini.
Dari mulai visualisasi, konflik, penyelesaian konflik, drama, akting, script, dan tentunya plot.
Film ini rasanya bikin gw terhanyut sepanjang nontonnya, apalagi dengan banyaknya Super Quotes yang bikin nafas berhenti pas diucapkan oleh Ed.
One of my fave Quotes : "You don't know me, but my name's Edward Bloom... And I love you"
Kalo seandainya ngomong gitu doank cewek bisa luluh, kita bisa punya pacar banyak kali ya
RATE : A
THE CHAPERONE (2011)

Action | Comedy | Family

An ex-con on the run from his criminal past, hides out from those he ratted on by chaperoning a field trip to New Orleans.

Okeh di imdb film ini ratingnya sangat-sangatlah buruk gue nonton ini pun juga karena ada si paul lavesque a.k.a triple h (penggemar wwe gue ). Film ini notbad lah buat di tonton bareng2 keluarga, seru kok


overall 7.0/10.0
Quote:Original Posted By giorDRA â–º
Big Fish (2003)

Cerita berputar kepada seorang ayah yang sekarat dengan anaknya yang tidak pernah mempercayai apa yang diceritakan oleh ayahnya.
Ed Bloom, merupakan seorang yang sejak dahulu selalu menjadi yang diandalkan oleh orang banyak, dan hal ini pula yang mempertemukan ia dengan istrinya, Sandra.
Namun, menjadi kebanggaan bagi semua orang nampaknya tidak cukup bagi Ed, karena dimata anaknya ia tetap menjadi seorang yang mempermalukan dirinya sendiri dengan segala cerita yang dikarangnya.
Sebuah konflik yang menarik antara Ayah-Anak dengan penggambaran metafora yang buat berkaca-kaca
Totally, gw sukaaa semua part dalam film ini.
Dari mulai visualisasi, konflik, penyelesaian konflik, drama, akting, script, dan tentunya plot.
Film ini rasanya bikin gw terhanyut sepanjang nontonnya, apalagi dengan banyaknya Super Quotes yang bikin nafas berhenti pas diucapkan oleh Ed.
One of my fave Quotes : "You don't know me, but my name's Edward Bloom... And I love you"
Kalo seandainya ngomong gitu doank cewek bisa luluh, kita bisa punya pacar banyak kali ya
RATE : A


film yang awalnya bosen, ternyata endingnya twist banget.
salah satu film yang gak bisa gua lupain sampe sekarang.
Quote:Original Posted By hyperion_lynx â–º
Review: Love Is U (2012)

Well… this is hardly surprising. Memanfaatkan film sebagai salah satu jalur promosi debut mini album mereka yang baru saja dirilis, kelompok vokal yang berisikan sembilan wanita muda, Cherrybelle, menggaet Hanny R Saputra – yang filmnya, Di Bawah Lindungan Ka’bah (2011), berhasil terpilih mewakili Indonesia untuk bersaing di kategori Best Foreign Language Film di ajang The 84th Annual Academy Awards – untuk mengarahkan mereka di debut akting mereka dalam film Love is U. Love is U memang sepertinya diproduksi hanya sebagai media promosi sekaligus menjadi sebuah jendela yang berukuran lebih besar bagi para penggemar girlband ini untuk mengetahui lebih banyak tentang kehidupan personel Cherrybelle. Sayangnya, hal tersebut juga berarti bahwa mereka yang belum pernah mengenal atau mendengar Cherrybelle, bagaimana imej mereka dibentuk selama ini dan sama sekali tidak merasa tertarik untuk mengenal mereka lebih lanjut di masa yang akan datang, secara sederhana, akan melihat Love is U sebagai sebuah usaha yang sia-sia.

Dengan durasi film yang hanya mencapai 80 menit, sulit untuk membayangkan bahwa penulis naskah Love is U, Jamil Aurora, mampu menuliskan sebuah konflik pribadi bagi kesembilan personel Cherrybelle – Cherly Chibi, Anisa Chibi, Wenda Chibi, Angel Chibi, Christy Chibi, Devi Chibi, Felly Chibi, Gigi Chibi, Ryn Chibi, tapi itulah yang terjadi dalam Love is U. Masing-masing personel Cherrybelle dikisahkan memiliki masalah pribadi yang kemudian, tentu saja, akan mempengaruhi performa mereka sebagai ssebuah kelompok vokal. Selain konflik-konflik pribadi dari para personel Cherrybelle, Love is U juga menyimpan sebuah plot kisah tentang persiapan kelompok ini untuk melangsungkan konser tunggal mereka.

Dengan judul-judul seperti Heart (2005), Milli dan Nathan (2011) dan Di Bawah Lindungan Ka’bah – yang kesemuanya walau masih jauh dari kesan istimewa namun tetap harus diakui dapat dinikmati – berada di dalam daftar filmografinya, adalah cukup mengherankan melihat Hanny R Saputra kemudian mau terlibat dalam pembuatan film selemah Love is U. Melirik dari departemen penulisan naskah, naskah cerita yang ditulis oleh Jamil Aurora adalah sangat lemah. Jamil sepertinya hanya merangkai berbagai adegan dari lirik-lirik lagu Cherrybelle kemudian ditambah dengan dialog-dialog cheesy dan konflik-konflik lemah untuk kemudian dieksekusi oleh Hanny. Dan memang, kesalahan utama dan terbesar dari Love is U terletak dari jalan ceritanya yang dapat digambarkan sebagai potongan-potongan kisah pendek yang kemudian dijadikan satu.

Masing-masing personel Cherrybelle kemudian diberikan sepotong bagian konflik – entah itu mengenai kehidupan masa lalu orangtuanya, hubungan mereka dengan orangtuanya saat ini, ketidakpercayaan diri mereka untuk tampil atau konflik yang terjalin antar sesama personel Cherrybelle. Konflik-konflik ini kemudian dihadirkan secara singkat dan diselesaikan secara singkat pula. Yang lebih menggelikan, sebuah konflik baru sering kali dihadirkan tepat setelah sebuah konflik diselesaikan – yang biasanya diselesaikan dengan adegan berpelukan antara para personel Cherrybelle atau dengan menyanyikan beberapa bait dari lirik lagu mereka. Lewat konflik-konflik tersebut, Jamil mungkin ingin menegaskan kisah yang inspirasional bagi para penonton – yang kemungkinan besar merupakan para penggemar Cherrybelle yang masih berusia muda. Sayangnya, Jamil terlalu menganggap sepele dan hasilnya justru menjadikan naskah cerita Cherrybelle terkesan begitu lemah dan cenderung mengesalkan.

Karakterisasi masing-masing personel Cherrybelle sendiri sepertinya tidak mengalami pendalaman dan perubahan yang begitu berarti. Masing-masing personel Cherrybelle dihadirkan dengan imej dan karakter yang telah disempalkan oleh manajemen mereka selama ini. Kumpulan perempuan-perempuan muda yang imut (baca: cenderung kekanak-kanakan) yang dengan naifnya masih memandang dunia sebagai sebuah tempat yang penuh dengan kebahagiaan serta menganggap cinta dan persahabatan merupakan sebuah hal yang berada di atas segalanya. AwwwÂ… Tapi sayangnya, dengan eksekusi yang lemah, baik dari jalan cerita dan pengarahan dari Hanny R Saputra sendiri, karakterisasi tersebut tidak pernah mampu terasa berjalan alami, terkesan penuh dengan kepura-puraan dan kepalsuan.

Berbeda dengan penampilan Wali dan Ungu dalam film mereka yang sama-sama dirilis pada tahun lalu, Baik-Baik Sayang dan Purple Love, masing-masing personel Cherrybelle sepertinya tidak mendapatkan pendalaman dan pengarahan akting yang kuat. Hasilnya, setiap personel sepertinya hanya memerankan diri mereka sendiri dalam film ini. Love is U mungkin saja sengaja dibentuk dengan penceritaan yang menyerupai sebuah dokumenter musik, yang merekam perjalanan sebuah kelompok musik dalam usaha mereka dalam menghasilkan atau mencapai sesuatu. Namun, karakterisasi yang dangkal justru memperkuat imej bahwa Love is U terlalu “palsu” untuk menjadi sebuah catatan dalam bentuk dokumenter. Sementara itu, lemahnya kemampuan akting para personel Cherrybelle dan penulisan naskah cerita film ini menjadikan Love is U justru menjadi terpuruk kualitasnya sebagai sebuah film cerita.

Love is U adalah sebuah proyek yang begitu lemah, bahkan jika dibandingkan dengan film-film drama popcorn yang selama ini banyak digarap oleh seorang Hanny R Saputra. Yang lebih mengherankan adalah Hanny sepertinya tidak memberikan perhatian penuh kepada film ini. Pengarahan Hanny terhadap kemampuan akting masing-masing personel Cherrybelle terasa begitu lemah. Begitu juga dengan usahanya dalam menggarap naskah cerita film ini – yang sayangnya memang tertulis dengan begitu lemah oleh penulis naskah Jamil Aurora. Mungkin Love is U adalah sebuah film yang hanya diperuntukkan untuk para penggemar sejati kelompok vokal Cherrybelle. Namun, apakah sebuah persembahan untuk para penggemar layak dihadirkan selemah penampilan dan penceritaan Love is U?

Rating: 1.5 / 5


kawkakwkakw...

ternyata ancur beneran ya

udah keliatan sih dari trailernya jg bener2 gak menarik sama sekali, akting abal2 bikin iritasi mata
Winter's Bone



seorang remaja perempuan,Ree Dolly mencari ayahnya Jessup Dolly karena ayahnya tersebut harus segera hadir di pengadilan dan rumahnya terancam disita jika sampai ia tak hadir di sidang tersebut.Selain harus mencari ayahnya yg hilang entah kemana,Ree juga harus dihadapkan dengan ibunya yg sakit dan 2 orang adik yg harus dirawatnya selain juga karena berbagai masalah yg menyulitkannya untuk mencari keberadaan sang ayah.Yg paling menonjol dari film ini pastinya kualitas akting si Jennifer Lawrence dan gak heran dia emang masuk nominasi kategori best actress di Oscar ke 83 lalu .Karakter yg lainnya juga tampil dengan bagus walaupun diisi oleh beberapa warga lokal di daerah pegunungan Ozarks tersebut (yg pastinya belum pernah dapet pengalaman akting sebelumnya) dan juga cerita yg kuat menggambarkan masyarakat Ozarks (yg ternyata gak jauh beda dengan kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya) dimana hubungan kekeluargaan yg terjalin masih sangat erat.

8/10
The Seventh Seal aka Det Sjunde Inseglet



di tengah wabah "Black Death" yg menyerang daratan Eropa,seorang ksatria bernama Antonius Block berusaha menemui Tuhan untuk mencari jawaban atas segala hal yg terjadi dan menantang "Kematian" (yg berusaha mengambil nyawanya) untuk bertanding catur dengannya.Mungkin yg paling menarik dari film ini kita melihat berbagai macam golongan orang yg dibedakan berdasarkan sikap mereka dalam menghadapi sebuah kematian,mulai dari kelompok relijius yg sangat takut akan kematian dan berusaha sekuat tenaga untuk diampuni segala dosanya sampe yg paling nyantai (atau mungkin udah pasrah kali ya ) karena udah tau pasti bakalan mati dan sebisa mungkin menikmati kehidupan didunia ini.Film yg penuh dengan dialog yg sarat akan makna,pencarian akan keberadaan dari Tuhan (sekilas gw liat mirip-mirip ama The Tree of Life ).

7,5/10
Monsieur Lazhar



sebuah sekolah dikejutkan dengan ditemukannya salah satu guru yg tewas gantung diri di dalam kelas saat jam istirahat.Pihak sekolah pun membuka lowongan untuk mencari guru pengganti dan Bachir Lazhar yg baru beberapa tahun menetap di Kanada pun datang ke sekolah tersebut untuk mengisi posisi tersebut.Namun tak mudah untuk Lazhar yg seorang imigran asal Aljazair ini karena selain perbedaan budaya,adat istiadat dan juga sistem pendidikan yg berlaku di Kanada yg berbeda dengan negara asalnya,ia juga dihadapkan pada persoalan berat mengembalikan mental siswa-siswa di kelas tempat ia mengajar 'yg secara kebetulan' merupakan kelas tempat sang guru melakukan aksi bunuh diri.Awalnya gw kira film ini bakalan jadi film horror (soalnya inget beberapa cerita horror di Indonesia tentang sebuah kelas/sekolah yg angker karena ada orang yg bunuh diri di dalam kelas ).Tapi wow..film ini ternyata jauh dari kesan horror.Ini film drama dengan banyak konflik batin di dalamnya.Tak hanya interaksi guru-siswa yg menjadi fokus disini (walaupun setting film ini tak jauh-jauh dari sebuah ruang kelas,lingkungan sekolah atau bahkan seputar kasus bunuh diri seorang guru di sekolah itu) tapi juga menyerempet masalah sosial lainnya seperti budaya ataupun persoalan imigran (persoalan umum di negara-negara yg sering menjadi tujuan suaka politik dari orang-orang yg tinggal di negara konflik).Sungguh menarik melihat realita di sebuah negara multi-etnis yg diwujudkan film ini ke dalam sebuah bidang kecil yaitu "ruang kelas" dimana segala aktivitas,interaksi dan konflik yg ada di dalamnya dipadu dengan baik menjadi sebuah cerita yg unik sekaligus menyentuh.

8,5/10
Lymelife



ide cerita yg unik,berbagai problem keluarga,asmara,pertemanan (bahkan sampe wabah penyakit ) dicampur aduk menjadi satu .2 keluarga yg sama-sama tinggal di daerah pinggiran kota dengan berbagai masalahnya tersendiri seperti dihubungkan satu sama lain.Masalah anak dengan orangtua di satu keluarga dan masalah suami-istri di keluarga lainnya yg kemudian menjadi semakin kompleks setelah adanya perselingkuhan diantara 2 keluarga ini.Sebuah debut yg bagus bagi sutradara Derick Martini yg membuat film ini tampak begitu hidup dengan berbagai konflik yg ada di dalamnya ditambah scoring garapan sang adik,Steven Martini yg pas banget mengisi film ini.Ternyata film ini dibuat berdasarkan pengalaman masa kecil 2 bersaudara ini

8/10
The Color of Paradise



film-film Iran adegan pas cucu nya datang itu

pas liat di google ternyata ni film punya banyak penghargaan ga sia2 ngambil DVD nya di rmh pacar .............


8/10