Quote:Original Posted By Sensitifitas
wah uda banyak yang full nih


u up untuk plaza senayan
u up untuk METRO CIPUTRA WORLD SURABAYA
up up kosong di

METRO Pondok Indah Mall
up up up pondok indah mall
up up up pim
up up up pim
up up up pim pondik indah mall
up up up pim pondik indah mall
up up up up up up up pondok indah mall
sms sent dari nomor 085*15*5***6

terima kasih
msh ada yg kosong nggak gan?
msh ada yg kosong nggak gan?
UP UP UP untuk MALL GANDARIA CITY

Thumbs up (PIC BUKTI) SOLO berubah drastis...dari hanya "sebuah Kampung" jadi "kota Pariwisata"

SOLO AMAZING...

oh ya,
bukankah selama ini JOKOWI BASUKI turun ke lapangan dan mendengar aspirasi rakyat dan melaksanakan..?

makanya di kota yang mereka pimpin bisa berubah drastis dan tanpa kekerasan ber-arti, terutama waktu pemindahan PKL, perubahan kota secara masiv

cara ini sudah dilakukan.. (sekuat apapun DPRD solo dan walikota jegal JOKOWI, beliau tetap dicintai rakyat dan dipilih lebih dari 90% suara..) memberi bukti, bukan janji..

=============================

FYI,
untuk relokasi dan bangun 1 aja susah, lha ini malah berhasil begitu banyak.., sakti..
kota solo berubah drastis, dari sekelas kampung jadi sebuah kota pariwisata..

=============================

ubah metode penggusuran jadi syukuran..
Spoilerfor lihat PIC.....:


demo di sulap jadi temu bicara bersama +makan bersama..
Spoilerfor lihat PIC.....:


=============================

BUSWAY di SOLO dengan moto pariwisata, dan TIDAK SALAH BIKIN kayak di jakarta..
Spoilerfor lihat PIC.....:


ubah IMAGE SATPOL PP... jadi pengayom..
Spoilerfor lihat PIC.....:


=============================

sistem pelayanan yang dipermudah dan minimal korupsi
Spoilerfor lihat PIC.....:


hapus birokrasi bertele2 dan calo di mayoritas lini pemerintahan..
Spoilerfor lihat PIC.....:


klasifikasi cakupan jaminan kesehatan + Sekolah..
Spoilerfor lihat PIC.....:


=============================

Kalianyar
Spoilerfor lihat PIC.....:


City Walk..
Spoilerfor lihat PIC.....:


Ngarsopuro


Sekartaji
Spoilerfor lihat PIC.....:


Banjarsari..
Spoilerfor lihat PIC.....:


Balekambang..
Spoilerfor lihat PIC.....:


=============================

Manahan
Spoilerfor lihat PIC.....:


Langen Bogan
Spoilerfor lihat PIC.....:


Pasar Gading
Spoilerfor lihat PIC.....:


Sidodadi
Spoilerfor lihat PIC.....:


Windujenar
Spoilerfor lihat PIC.....:


Nusukan
Spoilerfor lihat PIC.....:


Kembang
Spoilerfor lihat PIC.....:




=============================

DKI 1

JOKOWI BASUKI memberi SOLUSI, program, dan INOVASI.. bukan asal janji..
tapi konsep dan metode sudah jelas semua..

.

.

Lightbulb Jokowi: Pentungan Satpol PP "Dikandangin" Saja



Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi (kanan), makan nasi goreng buatan pedagang kaki lima di emperan trotoar di depan toko di kawasan Jalan Gajah Mada, Jakarta, Minggu (1/4/2012). Jokowi datang k elokasi tersebut memenuhi undangan dari Solidaritas Juru parkir, PKL, pengusaha, dan Karyawan Gajah Mada, Hayam Wuruk, Glodok. Pada acara tersebut Jokowi membahas komitmen untuk menata PKL bukan dengan pengusuran.


JAKARTA, KOMPAS.com — Penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) selalu identik dengan aksi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang keras. Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, ingin mengubah hal tersebut agar tidak ada konflik antara masyarakat dan Satpol PP.

"Satpol PP itu nanti enggak usah bawa pentungan. Nanti dikandangin saja itu pentungan dan tamengnya. Digudangin terus dikunci, sudah," kata Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, ketika berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Sabtu (31/3/2012).

Menurut Jokowi, penyelesaian masalah yang berkaitan dengan ketertiban kota ini dapat dengan cara berdialog. Dia mengakui, dengan pendekatan semacam ini masalahnya tidak langsung selesai.

"Waktunya memang tidak singkat. Diajak ngobrol sekali, dua kali, lima kali. Lama-lama nanti mereka mau. Kalau sudah mau, sudah itu win-win. Enggak ribut-ribut, tapi tertib," kata Jokowi.

Dia juga mengungkapkan bahwa fungsi Satpol PP itu tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga melindungi masyarakat. Jadi, bukan tempatnya jika Satpol PP justru melakukan aksi kekerasan terhadap PKL atau PMKS. "Fungsi Satpol PP ini bukan untuk gebukin PKL, tapi untuk melindungi warga," tandasnya.

Jokowi: Pentungan Satpol PP "Dikandangin" Saja

Star kemana baju kotak-kotak jokowi saat makan di Warteg..?


Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sedang makan nasi di warung dekat Masjid Sunda Kelapa Menteng, Jumat (6/4/2012).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Setiaji Prabowo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada yang berbeda dari penampilan calon Gubernur DKI Jokowi saat menunaikkan salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa Jakarta Pusat. Bila biasanya ia mengenakan baju kotak-kotak, kali ini Jokowi tampil mengenakan kemeja putih lengan panjang beserta kopiah putih.

"Ini kan di Masjid, ya pakai baju putih. Saya tetap bawa baju kotak-kotak, ada tiga di mobil," kata Jokowi, Jumat (6/4/2012) sembari menyapa para pedagang di kawasan masjid Sunda Kelapa.

Jokowi juga menjelaskan mengenai progres produksi baju kotak-kotak yang sudah menjadi ciri khasnya tersebut. Menurutnya baju kotak-kotak akan selesai diproduksi sebanyak 20 ribu buah pada minggu depan. "Saya beli baju kotak-kotak itu di Tanah Abang, di Ambasador juga ada," ucapnya.

Jokowi pun menilai masyarakat di Jakarta tak berbeda dengan masyarakat di Solo, begitu juga soal makanan. Jokowi sendiri memang menyempatkan diri makan siang di sebuah warteg dekat Masjid Sunda Kelapa. "Makanannya juga tidak beda dengan Solo. Disini cari tempe masih ada. Masyarakat Jakarta pun sangat baik," pungkasnya.

kemana baju kotak-kotak jokowi saat makan di Warteg..?

Talking Apresiasi Wartawan, Jokowi Minta Bantu Ambil Nomor Urut, dapat nomer 3



Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama selalu berhasil mencuri perhatian khalayak dengan tindakan spontannya. Hal itu kembali terjadi saat pasangan ini meminta wartawan untuk mengambil nomor urut.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengatakan bahwa hal yang dilakukannya tersebut sebagai bentuk apresiasi pada wartawan dan juga masyarakat. Ia juga mengucapkan terima kasih mengingat popularitasnya kian meningkat lantaran pemberitaan media yang gencar.

"Kami ini kan banyak dibantu oleh teman-teman wartawan. Jadi ya itu merupakan bentuk apresiasi saya terhadap wartawan," kata Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (12/5/2012).

Pada pengambilan nomor bagian pertama, pasangan yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra mengambil sendiri dalam tempat undian dan memperoleh nomor giliran tiga. Kemudian pada pengambilan nomor bagian kedua, pasangan ini meminta bantuan rekan wartawan untuk mengambil undian nomor urut tersebut. Lagi, nomor tiga diperoleh oleh pasangan Jokowi-Ahok.

"Kami ngga minta nomor berapa. Pertama, dapat nomor tiga. Yang kedua, nomor tiga lagi. Artinya nasib kami memang begitu. Nasib kami metal atau menang total," tandas Ahok.

Apresiasi Wartawan, Jokowi Minta Bantu Ambil Nomor Urut, dapat nomer 3

Lightbulb Kaka Slank ragukan kepemimpinan Jokowi (Sebaiknya SLANK netral saja ujar JOKOWI)




Vokalis Slank, Kaka tampaknya meragukan pencalonan Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai Gubernur Jakarta. Menurut pria dengan nama lengkap Akhadi Wira Satria ini, tampaknya Jokowi belum siap menghadapi ke masalah-masalah Jakarta.

Jokowi harus lebih banyak bersosialisasi dengan warga Jakarta dan permasalahannya. "Sukses jadi Wali Kota Solo, belum tentu bisa sukses memimpin Jakarta. Aku sih yang penting Jakarta ngga macet. Itu aja," ujar pria kelahiran Jakarta, 10 Maret 1974, usai Jokowi menandangi markas Slank, Jalan Potlot, Jakarta Selatan, Senin (16/4).


Namun kendati demikian, pentolan Slank ini mengaku jika memang Jokowi bertekad menjadi orang No 1 di Jakarta, dan ingin membawa perubahan baik untuk ibu kota, Jokowi harus menepati janjinya jika terpilih nanti.

"Saya berharap, dia bisa lebih baik dari sebelumnya, dan harus bisa memahami masalah-masalah di Jakarta," katanya.(Dahlia) Jurnas.com Link

Dia(Jokowi) mengatakan belum berpikir akan menggandeng Slank untuk kampanye nanti. Menurut dia, soal kampanye masih jauh. Dia juga membantah sengaja mendekati Slank untuk kepentingan kampanye.

Jokowi ingin Slank tetap netral dan tidak memihak pasangan calon mana pun. "Sebaiknya memang tetap netral," ujarnya.

http://ideguenews.blogspot.com/2012/...an-jokowi.html

Lightbulb (Sebagian) Personel Slank Dukung Jokowi


Quote:Original Posted By matisuri29
Jokowi Dimata BimBim


Bim2 : dari dulu gw golput, tapi taun ini mungkin kotak-kotak

sori kalo ripos



TEMPO.CO, Jakarta - Gitaris Slank, Ridho, menilai Joko Widodo sebagai sosok yang bisa diharapkan memperbaiki kesemrawutan Jakarta. Secara pribadi, Ridho mendukung langkah Wali Kota Surakarta itu maju sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta 2012-2017. “Saya secara pribadi mendukung Pak Jokowi,” kata Ridho di markas Slank, Gang Potlot III, Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin 16 April 2012.

Di antara kandidat lain, menurut Ridho, hanya Jokowi yang mempunyai sistem dengan baik dan sudah terbukti diterapkan untuk memimpin Surakarta. Ia berharap terobosan-terobosan yang sudah dilakukannya di Solo bisa diterapkan di Ibu Kota. “Saya berharap banyak padanya” ujarnya.

Personel Slank lainnya, Abdee, berkeyakinan Jokowi bisa mengatasi persoalan utama Jakarta berupa kemacetan dan banjir apabila terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta nanti. “Saya pikir Jokowi bisa, kala dia jadi gubernur,” ujarnya. Jika dua masalah itu bisa diatasi, ia yakin Jokowi akan didukung masyarakat Jakarta.

Sementara drummer Slank, Bimbim mengaku pernah menyampaikan pada Jokowi untuk maju pemilihan gubernur Jakarta. “Dua tahun lalu waktu di Solo, saya ingat banget ngomong, ke Jakarta saja jadi gubernur Jakarta,” katanya. Bimbim yakin Jokowi bakal menang.

Meskipun secara pribadi personel Slank mengungkapkan dukungannya, tetapi suara mereka bukan suara Slank. Menurut Ridho, Slank tetap independen dan netral. “Slank tidak mendukung Jokowi, tapi Slank itu anggotanya ada lima individu dan masing-masing mempunyai pilihan,” ujarnya.

Jokowi mengunjungi markas Slank Senin siang, 16 April 2012. Ia datang mengenakan kemeja kotak-kotak merah. Di markas Slank, Jokowi bersama semua personel Slank serta manajer Slank, Bunda Iffet, bersantap siang bersama dengan sayur asem, ayam goreng, ikan goreng serta sambal, lalapan, buah, dan es cendol.

Kedatangannya itu, menurut Jokowi, sudah direncanakan lama. Bunda Iffet, kata Jokowi, mengundangnya berkunjung ke markas Slank. Acara makan siang bersama itu berlangsung sekitar sejam.

Personel Slank Dukung Jokowi

Lightbulb Joko Widodo : "Jangan Sampai Aturan Berubah Karena uang"



Sabtu, 18 Juni 2011 — Jika kita terbiasa dengan kabar di kota-kota lain PKL ( Pedagang Kaki Lima ) dikejar-kejar dan menjadi obyek penggusuran Satuan Polisi Pamong Praja, di Solo sebaliknya. Sebelum direlokasi, para pedagang diajak berdialog. Jokowi (Joko Widodo) dan Wakil Wali Kota FX Hadi Rudyatmo tak hanya satu-dua kali berdialog, tetapi sampai puluhan kali bertemu para PKL.

Kata Jokowi (Joko Widodo), tugas pemerintah memberi ruang kepada pedagang kecil untuk maju, bukan menggusur mereka. ”Pemimpin yang baik adalah yang mengikuti keinginan orang yang dipimpinnya,” katanya. Latar belakang sebagai pengusaha membuat cara pandang dia terhadap pedagang berbeda. Ketika menjadi wali kota, salah satu obsesinya adalah mengangkat status PKL menjadi saudagar.

Joko Widodo adalah sosok sederhana dan membela kesederhanaan. Tanpa banyak mengumbar kata, dia memberi teladan. Tanpa banyak retorika, dia melakukan gebrakan. Toh, kesederhanaan itu pula yang membuat dia berhasil memimpin Kota Solo, Jawa Tengah.

Bagi Joko Widodo,kesederhanaan merupakan bagian dari gaya kepemimpinannya. Tiap orang boleh beda, tapi leader dan leadership, menurut dia,merupakan dua hal yang menentukan lemah kuatnya seorang pemimpin daerah,bahkan negara.Berikut petikan wawancara dengan sosok yang akrab disapa Jokowi itu di Jakarta,Rabu, (15/6):

Sebelum menjadi wali kota, sebagai warga Solo,Anda melihat masalah apa yang dihadapi kota ini?
Saya tidak tahu. Tapi,yang saya lihat curve-nya turun. Artinya,saya melihat kota ini secara umum tidak tambah baik, tapi tambah tidak baik. Dan itu terbukti ketika saya masuk (menjadi wali kota).

Bidang apa yang paling terpuruk waktu itu?
Kalau saya,yang kelihatan mata, ya di penataan kota. Kedua,di penataan di birokrasi. PNS kita ini pintar pintar. Lurah, kepala seksi (bergelar) master-master semua. Tapi, kalau leader-nya tidak bisa menggerakkan organisasi, tidak ngerti masalah, manajemen organisasi, ya bagaimana menggerakkan orang? Tidak bisa.

Anda belajar manajemen organisasi dari mana?
Saya tidak pernah belajar. Belajarnya nukang… hahaha !

Begitu tahu banyak permasalahan, pendekatan apa yang digunakan untuk menyelesaikan?
Kesederhanaan dalam apa pun. Artinya,sederhana dalam menerapkan kebijakan. Simple. Jangan yang sederhana dijadikan ruwet. Sekarang kan banyak yang sebenarnya sederhana, tapi dijadikan ruwet. Harusnya kan yang ruwet dijadikan sederhana. Banyak, banyak sekali kalau mau dicarikan contoh.



Salah satu terobosan inovatif dan berhasil yang Anda lakukan adalah menata PKL. Apa kuncinya?
Mindset memang harus berubah dulu. Kita itu kalau sudah bicara investor,selalu bicara triliun, berbicara asing, berbicara yang gede-gede terus. Padahal, itu yang namanya usaha mikro, PKL, warung, juga investor. Tapi, skalanya sangat mikro. Dia itu (PKL,usaha mikro) yang mengangkut banyak tenaga kerja. Sehingga selalu saya katakan, perhatian khusus yang amat sangat dari pemerintah baik pusat maupun daerah, harusnya ke sana.

PKL hampir selalu diidentikkan dengan permasalahan kota yang sangat sulit diatasi. Bagaimana Anda menilainya?
Kalau yang memandang PKL menjadikan kumuh kota, mengotori kota, itu karena tidak diberi ruang dalam sebuah city planning. Coba lihat di semua kota, ruang untuk PKL itu di mana? Kalau hypermarket, supermarket, mal diberi, kenapa mereka tidak? Itulah kekeliruan di perencanaan kota, sehingga mereka bertebaran di trotoar karena tidak diberi ruang. Yang menjadi kewajiban pemerintah di situ.

Anda mengerem masuknya investor berskala besar. Apa tidak mendapat tekanan?
Tekanan politik, ekonomi, banyak. Ada yang misalnya mau membangun mal yang telepon dari Jakarta (pejabat pusat), ya ada. Biasalah. Yang harus dimengerti, fungsi pemerintah itu pengendalian. Jadi jangan di los dong. Kalau free fight (tarung bebas),ya yang kecil pasti kalah. Di Solo itu, kalau kita buka total mungkin lima tahun sudah tambah 12 mal.

Cara mengatasi tekanan itu bagaimana?
Kita lihat makro desain sebuah kota. Kalau kita memang ingin kotanya penuh mal, ya gak apa-apa dipenuhi saja dengan mal. Tapi, kalau di Solo, kita tidak. Makro desain kita tidak menuju ke situ. Kita sudah ada blue print kota.Yang sering bikin kota gak karu-karuan ini kan ada blue print, konsep tata kota, tapi itu tidak diikuti. Bisa ditawar dengan uang, bisa diubah karena tekanan politik. Itu yang bikin masalah.

Artinya,semua pemimpin semestinya mampu mengimplementasikan aturan itu?
Harusnya ada konsistensi terhadap aturan yang telah kita buat. Jangan bisa ditawar. Misalnya, sudah ada gambarnya ini hotel di sebelah barat, kalau hotel mau di sebelah tengah ya harus bilang tidak. Kalau itu sudah bisa ditawar, akan menjadi kacau. Percuma kita membuat perencanaan, konsep plan kota, rencana tata ruang. Tidak ada artinya.

Sebenarnya langkah-langkah Anda ini meniru siapa atau konsepnya dari mana?
Saya 21 tahun malang melintang dari kota ke kota, negara ke negara. Saya melihat, di tempat yang lain itu yang namanya PKL pasti diberi ruang, diberi tempat. Di Solo sendiri kenapa ada ide-ide seperti itu, yang paling penting kita mau berbicara dengan para pelakunya. Kita harus mengerti PKL itu butuh apa, khawatir apa?
Tapi, pandangan atau mindset kita harus positif dulu terhadap mereka. Kita penuhi kebutuhan mereka sepanjang kita mampu. Dan itu kembali di depan tadi,kita memandang dia sebagai investor.

PKL sebagai investor, konkretnya seperti apa?
Kita tiap hari bicara masalah pertumbuhan ekonomi, bursa, padahal itu hanya berapa persen yang berhubungan dengan itu. Sektor riil yang betul-betul riil yaini, PKL, pasar tradisional, usaha rumah tangga,usaha mikro. Puluhan juta orang terangkul di situ,hidup di situ. Bukan dibalik balik, memang itu kewajiban kita. Hanya kemarin cara pandangnya saja yang keliru menurut saya.
Secara umum untuk membangun Solo seperti itu?
Secara umum seperti itu. Saya selalu seperti itu. Mengajak bicara, sehingga lapangan saya ketahui, identifikasi problem saya ketahui, identifikasi masalah saya ketahui, persoalan saya ketahui.

Bisa dijalankan di daerah lain?
Bukan bisa, sangat bisa. Sangat mudah dan sangat bisa. Apanya yang tidak bisa? Di semua daerah sama persoalannya. Sosial ekonomi sama, anggaran APBD juga sama. Birokrasinya kurang lebih sama, SDM-nya sama atau terpaut dikit-dikit. Paling hanya masalah pendekatan budayanya yang berbeda.

Pendapat Anda tentang beda pandangan antara otonomi daerah membuat baik atau membuat buruk?
Saya kira rekrutmen politik dan rekrutmen pemimpin kita yang harus dibenahi.
Lebih jelasnya?
Ada jenjang karier yang jelas. Misalnya, dari wali kota mau naik lagi ke gubernur atau ke menteri itu harus ada tahapan yang jelas. Jangan sampai tahapan ini tidak dipakai, tahu-tahu siapa ini kok tibatiba jadi menteri. Padahal penguasaan di rakyat, mengenai teritori, manajemen kota, atau sebuah wilayah belum dilalui. Itu bahaya.
Di mana pun, di Amerika, mesti tahapannya begitu. Kalau memang sangat istimewa, tidak apa-apa lah meloncat, misalnya dari bupati menjadi presiden atau menteri. Sedangkan rekrutmen politik itu yang harus dibenahi oleh parpol.

Anda melihat titik kelemahan pemimpin dalam mengelola wilayah atau negara di mana?
Tergantung leader dan leadership. Itu dua hal yang berbeda.Mestinya rekrutmen seorang leader itu diawasi, saya tidak tahu lembaganya apa,terserah. Track record mestinya di lihat,keluarganya mestinya juga dilihat. Kalau track record jelas, keluarganya baik,berarti silakan masuk. Masak ngurusi keluarga saja tidak bisa masak mau mimpin kota atau sebuah negara?
Bagaimana dengan faktor keberanian atau kemampuan?
Ketegasan dalam menghadapi sebuah masalah itu juga harus dimiliki pemimpin. Seorang pemimpin yang baik juga harus menyiapkan penerusnya. Jangan dibiarkan ke masyarakat. Harus menyiapkan, hanya jangan memaksa, sehingga jangan sampai kita ini sudah sampai SMP, nanti pemimpin baru muncul dari TK lagi karena tidak senang dengan cara yang kita buat.

Itu yang tidak dimiliki Indonesia sekarang ini?
Termasuk negara ini. Tidak jelas ini. Harusnya, kalau dulu tahapannya pertanian, kedua mestinya pascapanennya, ketiga mungkin industrinya digarap. Itu yang tidak dilakukan.

Masing-masing pemimpin kan ingin punya catatan sejarah. Bagaimana itu?
Oo tidak apa-apa. Begini, ini yang kita buat konsep plan kota dan blue print kota.Itu hanya guidance. Pemimpinnya silakan mau memakai gaya apa silakan, tapi 60% memakai guidance itu. Guidance jangan diobrak-abrik. Peraturan sudah ada,kita siapkan sistem saja.Sistemnya juga belum sempurna. Itu dievaluasi dan diperbarui oleh pemimpin berikutnya

Joko Widodo : "Jangan Sampai Aturan Berubah Karena uang"

http://www.seputar-indonesia.com/edi...iew/406696/44/