Assalamualaikum....
Wa'alaikum salam Wr Wb ...
wallohu alam bisshowab
Kisah Datu Sanggul dan Datu Daha dengan Nabi Khidir...

Quote:
Datu Daha adalah orang yang pernah bertemu Nabi Khidhir ketlka dia dalam kondisi yang sangat letih setelah diceburkan oleh kapten kapal karena kapal layar yang mereka tumpangi menuju Tanah Suci tiba-tiba berhenti di tengah laut tanpa sebab yang jelas. Untuk mencari kejelasan itu, dengan bantuan paranormal, Daha diceburkan ke dalam laut. "Si Fulan ini harus tinggal di tengah laut," kata si paranormal kepada kapten kapal setelah menghitung-hitung bayangan ghaib.
Begitu tubuh Daha tercebur ke laut, kapal itu pun bergerak melaju seperti semula dan meninggalkan Daha di tengah laut. Setelah 30 jam terombang-ambing di laut, akhirnya Daha terdampar di pantai. Ketika hampir pingsan, dia berdoa kepada Allah mohon keselamatan.
Kemudian dia berjalan menelusuri pantai hingga kelelahan dan jatuh pingsan.
Ketika siuman, dia melihat banyak makam sejauh mata memandang da¬lam keadaan rapi. Namun dia tidak me¬lihat bangunan rumah. "Pasti kuburan ini ada yang mengurus," pikirnya. "Namun, siapa?"
Karena kelelahan, dia terduduk sambil menoieh kiri-kanan, hingga tampak olehnya sebuah gubuk. Dengan tertatih-tatih dia datangi gubuk itu dan di-dapatinya seorang lelaki tua sendirian di dalamnya.
"Assalamu'alaikum," ujarnya.
Kemudian terjadilah dialog di antara keduanya.
Singkat kata, orang tua itu adalah Nabi Khidhir, yang mengaku sebagai pengurus pemakaman tersebut, yaitu ma¬kam orang-orang yang mati tenggelam di laut, seperti yang dialami Datu Daha. Jawaban itu diberikan setelah Daha menceritakan pengalamannya sendiri.
Mengetahui bahwa orang tua itu adalah Nabi Khidhir, Daha menyatakan keinginannya untuk pergi haji.
"Kalau Ananda ingin menunaikan ibadah haji, besok aku ikutkan kepada Syaikh Abdussamad. Tiap hari Jum'at dia singgah kemari sebelum ke Makkah," jawab Nabi Khidhir.
Begitulah, Datu Daha akhirnya ber¬temu Datu Sanggul dan dibawa keMakkah.
Berbulan-bulan kemudian, Datu Daha bertemu para penumpang kapal layar yang ditumpangi dulu. Mereka heran mengetahui Daha telah tiba di Makkah lebih dulu daripada mereka. "Bukankah Anda dulu dilempar ke laut, kok bisa duluan sampai di Makkah? kata salah seorang di antara mereka, keheranan.
"Itu semua kehendak Allah," jawab Datu Daha. Namun dia tidak menceritakan pertemuannya dengan Nabi Khidhir. Dalam keheranan itu, mereka akhirnya berkesimpulan bahwa kemungkinan Datu Daha adalah wali, bukan orang sembarangan.
Ketika ibadah haji selesai, Datu Daha pun diantar pulang oleh Datu Sanggul dengan cara yang sama. Namun dia di-turunkan di ujung kampung Daha, Bor¬neo, tempat asal Datu Daha. "Dari sini Anda jalan ke rumah, supaya orang kam¬pung melihat Anda sudah kembali dari Tanah Suci," pesan Datu Sanggul.
Begitulah, dalam sekejap mata, Datu Daha telah melihat kembali kampung-nya dan Datu Sanggul lenyap dari depannya.
Hari itu orang-orang kampung Daha terheran-heran melihat Datu Daha telah kembali. Mereka bertanya-tanya, tapi tidak dijawab oleh Daha. "Aku pulang atas kekuasaan, kodrat, dan iradat Allah. Aku tak kuasa menjelaskannya," kata Datu Daha.
Untuk mengetahui jawaban pertanyaan itu, orang-orang kampung menunggu kembalinya para jamaah lainnya sesama penumpang kapal layar. Namun ternyata mereka juga menyatakan keheranannya.
Mereka menceritakan bahwa Datu Daha dibuang ke laut karena ada sesuatu yang aneh ketika kapal tiba-tiba terhenti di tengah laut. Namun ketika sampai di Jeddah, mereka heran meli¬hat Daha juga sudah ada di sana de¬ngan selamat. "Kami terkejut, apa ini benar Datu Daha, atau kami salah lihat," tutur mereka.
Begitu juga ketika ibadah haji sele¬sai. Pada hari Jum'at sorenya dia sudah tidak ada lagi di Makkah, padahal menurut pengakuannya dia tiba pada hari Jum'at sebelum shalat Jum'at.
Cerita itu membuat warga kampung percaya bahwa Datu Daha memang naik haji dan dia adalah wali yang patut dihormati.

Permisi agan-agan sekalian numpang share

Secara etimologis, bakumpai adalah julukan bagi suku dayak yang mendiami daerah aliran sungai barito. bakumpai berasal dari kata ba (dalam bahasa banjar yang artinya memiliki) dan kumpai yang artinya adalah rumput.

dari julukan ini, dapat dipahami bahwa suku ini mendiami wilayah yang memiliki banyak rumput. menurut legenda, bahwa asal muasal suku dayak bakumpai adalah dari suku dayak ngaju yang akhirnya berhijrah ke negeri yang sekarang disebut dengan negeri marabahan.

Pada mulanya mereka menganut agama nenek moyang yaitu kaharingan, hal ini dapat dilihat dari peninggalan budaya yang sama seperti suku dayak lainnya. kemudian mereka menjumpai akan wilayah itu seorang yang memiliki kharismatik, seorang yang apabila dia berdiri di suatu tanah, maka tanah itu akan ditumbuhi rumput. orang tersebut tidak lain adalah Nabiyullah Khidir as. di dalam cerita mereka kemudian masuk agam islam dan berkembang biaklah mereka menjadi suatu suku. suku bakumpai adalah julukan bagi mereka, karena apabila mereka belajar agama di suatu daerah dengan gurunya khidir, maka tumbuhlah rumput dari daratan tersebut, sehingga kemudian mereka dikenal dengan suku bangsa bakumpai.


Suku dayak bakumpai dahulunya memiliki suatu kerajaan yang lebih tua dibandingkan dengan kerajaan daerah banjar, akan tetapi karena daya magis yang luar biasa akhirnya kerajaan ini berpindah ke sungai barito dan rajanya dikenal dengan nama datuk barito.

Dari daerah marabahan ini mereka menyebar ke aliran sungai barito. dari cerita rakyat, bahwa ada suatu daerah di kabupaten murung raya yaitu muara untu pada mulanya hanyalah suatu hutan belantara yang dikuasai oleh bangsa jin bernama untu. kemudian ada dari suku bakumpai yang hijrah kesana dan mendiami daerah tersebut yang bernama Raghuy. sampai sekarang jika ditinjau dari silsilah orang yang mendiami muara untu, mereka menamakan moyang mereka Raguy
sumber >>> http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak_Bakumpai

ane dari kecil sering diceritakan tentang nabi Khidir sama nenek ane yang asli bakumpai,
oh iya gan, arti khidir sendiri dalam bahasa arab ke Indonesia itu apa ya ? apakah ada ?
terima kasih,
Quote:Original Posted By Genaromazaki
Secara etimologis, bakumpai adalah julukan bagi suku dayak yang mendiami daerah aliran sungai barito. bakumpai berasal dari kata ba (dalam bahasa banjar yang artinya memiliki) dan kumpai yang artinya adalah rumput.

dari julukan ini, dapat dipahami bahwa suku ini mendiami wilayah yang memiliki banyak rumput. menurut legenda, bahwa asal muasal suku dayak bakumpai adalah dari suku dayak ngaju yang akhirnya berhijrah ke negeri yang sekarang disebut dengan negeri marabahan.

Pada mulanya mereka menganut agama nenek moyang yaitu kaharingan, hal ini dapat dilihat dari peninggalan budaya yang sama seperti suku dayak lainnya. kemudian mereka menjumpai akan wilayah itu seorang yang memiliki kharismatik, seorang yang apabila dia berdiri di suatu tanah, maka tanah itu akan ditumbuhi rumput. orang tersebut tidak lain adalah Nabiyullah Khidir as. di dalam cerita mereka kemudian masuk agam islam dan berkembang biaklah mereka menjadi suatu suku. suku bakumpai adalah julukan bagi mereka, karena apabila mereka belajar agama di suatu daerah dengan gurunya khidir, maka tumbuhlah rumput dari daratan tersebut, sehingga kemudian mereka dikenal dengan suku bangsa bakumpai.


Suku dayak bakumpai dahulunya memiliki suatu kerajaan yang lebih tua dibandingkan dengan kerajaan daerah banjar, akan tetapi karena daya magis yang luar biasa akhirnya kerajaan ini berpindah ke sungai barito dan rajanya dikenal dengan nama datuk barito.

Dari daerah marabahan ini mereka menyebar ke aliran sungai barito. dari cerita rakyat, bahwa ada suatu daerah di kabupaten murung raya yaitu muara untu pada mulanya hanyalah suatu hutan belantara yang dikuasai oleh bangsa jin bernama untu. kemudian ada dari suku bakumpai yang hijrah kesana dan mendiami daerah tersebut yang bernama Raghuy. sampai sekarang jika ditinjau dari silsilah orang yang mendiami muara untu, mereka menamakan moyang mereka Raguy
sumber >>> http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak_Bakumpai

ane dari kecil sering diceritakan tentang nabi Khidir sama nenek ane yang asli bakumpai,
oh iya gan, arti khidir sendiri dalam bahasa arab ke Indonesia itu apa ya ? apakah ada ?
terima kasih,


Hmmm menarik... Kita tunggu tanggapan dr TS
Quote:Original Posted By Genaromazaki
Secara

Pada mulanya mereka menganut agama nenek moyang yaitu kaharingan, hal ini dapat dilihat dari peninggalan budaya yang sama seperti suku dayak lainnya. kemudian mereka menjumpai akan wilayah itu seorang yang memiliki kharismatik, seorang yang apabila dia berdiri di suatu tanah, maka tanah itu akan ditumbuhi rumput. orang tersebut tidak lain adalah Nabiyullah Khidir as. di dalam cerita mereka kemudian masuk agam islam dan berkembang biaklah mereka menjadi suatu suku. suku bakumpai adalah julukan bagi mereka, karena apabila mereka belajar agama di suatu daerah dengan gurunya khidir, maka tumbuhlah rumput dari daratan tersebut, sehingga kemudian mereka dikenal dengan suku bangsa bakumpai.




woow jadi ini toh asal usulnya dayak yg islam toh
salam salim kang hudaf

absen lg disini..makin asyik neh pembabaranya...
monggo dipun lanjut....
nyimak dipojokan lg
Quote:Original Posted By Genaromazaki
...
ane dari kecil sering diceritakan tentang nabi Khidir sama nenek ane yang asli bakumpai,
oh iya gan, arti khidir sendiri dalam bahasa arab ke Indonesia itu apa ya ? apakah ada ?
terima kasih,


Quote:Original Posted By Hans198
Dinamakan Khidir (hijau) karena di mana dia berada maka tempat sekitarnya menjadi hijau
(Ibnu Asakir dari Mujahid)

Apabila Khidir dudukdi atas jerami yang sudah kering, maka ia (jerami itu) akan menjadi hijau kembali
(HR. Imam Bukhari, Fathul Bari Juz VI hal 309)

Khidir adalah nama seorang cucu Adam yang taat beribadah kepada Allah dan ditangguhkan ajalnya
(Riwayat Ibnu Abbas dalam kitab Al Ifrad, oleh Daruquthni dan Ibnu Asakir)
Semakin menarik, menyimak kisah kisah para yai,.. dan perjumpaan dengan Nabi khidir..

waktu dulu lagi gandung2xnya mencari ilmu hikmah memang sering bertawasul khusus kepada beliau agar dapat memperoleh ilmu laduni ..

silahkan dilanjut.........
Ane kagum ma tsnya, postingannya cerdas Dan berilmu.. lanjut lg gan ceritanya...
Quote:Original Posted By tearjerker
Assalamualaikum....


Quote:Original Posted By ical76
Wa'alaikum salam Wr Wb ...


Quote:Original Posted By sontomenggolo
wallohu alam bisshowab


Quote:Original Posted By psychoensies
salam salim kang hudaf

absen lg disini..makin asyik neh pembabaranya...
monggo dipun lanjut....
nyimak dipojokan lg


Walaikum Salam Wr Wb.

Alhamdulillah

Allahumma Sholli Ala Muhammad

Terima kasih kepada agan2 semua yang mau mampir untuk bermudzakarah dan saling nasehat -menasehati dalam kebaikan sebagai Ummat Kanjeng Nabi Muhammad, sebagai ummat kokoh, "Dan sesungguhnya orang -orang musyrik telah berlepas diri dari pertolongan Allah".

Semoga kelak kita mati khusnul khatimah, membawa iman sebagai ummat kanjeng Nabi muhammad

Saya mohon maaf jika agak telat membalas salam dan pertanyaan agan2 (mungkin ada yang terlewat) sekalian karena kesibukan kantor, saya usahakan untuk menjawab salam yang masuk
Saya juga mohon maaf jika ada kata2 saya yang salah dalam memahami pertanyaan atau post agan sekalian




Quote:Original Posted By Genaromazaki
Secara

sumber >>> http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak_Bakumpai

ane dari kecil sering diceritakan tentang nabi Khidir sama nenek ane yang asli bakumpai,
oh iya gan, arti khidir sendiri dalam bahasa arab ke Indonesia itu apa ya ? apakah ada ?
terima kasih,


Quote:Original Posted By niezi_godseeker


absen lg disini..makin asyik neh pembabaranya...
monggo dipun lanjut....
nyimak dipojokan lg


Mohon maaf saya tidak tahu pasti beliau (orang tua bijak) adalah Nabiyullah Khidir atau Bukan secara pasti, karena saya masih jauh dari maqam mukasyafah :.

Akan tetapi jika kita mengalisa dan ciri-ciri kebiasaan dan khawriqul a'dah (tumbuhnya rerumputan yang berwarna hijau di tempat orang tua bijak duduk)

kemungkinan Besar beliau adalah nabiyullah khidir, ada banyak tanda' kebiasan yang tidak biasa mengenai nabiyullah khidir As ada yang mengatakan tempat beliau sholat selalu di tumbuhi rumput2 warna hijau, ada yang mengatakan bekas telapak kaki beliau tumbuh rumput2 kecil dsb.
Akan tetapi terkadang beliau menutupi keistemewaannya ini terutama kali ketika beliau dalam keadaan menyamar, sehingga orang awam juga akan kesulitan untuk mengenal beliau

Nabiyullah Khidir di berikan keistimewaan oleh Allah untuk melipat jarak bumi, Terkadang Beliau Sholat di masjidil Haram, terkadang pula beliau di baitul maqdis, dan dalam waktu yang singkat pula beliau menemui dan berkunjung kepada para kekasih Allah yang berada di seluruh penjuru dunia dalam waktu yang singkat,

Salah satu kebiasaan Nabiyullah Khidir ialah memberikan pengajaran ilmu2 makrifat dan syari'at kepada para murid (orang yang sedang berjalan menuju Allah dan berada pada maqam yang paling rendah) jadi tidak susah bagi Nabiyullah Khidir As untuk memberikan pengajaran ilmu syari'at dan makrifat kepada hamba2nya (leluhur suku bakumpai) yang di berikan taufik dan Hidayah oleh ALLAH untuk memeluk agama islam



karomah dan keistimewaan melipat dan melihat bumi dan isinya adalah hal yang mudah seperti dawuh (alm) Mbah yai Nurhasan bin nawawi, bin nurhasan bin noerkhotim pasuruan kepada santri pembantunya.
"Sur nek wali niku ndelok bumi luas niku sak loyang ngoten , nek njero nipun tasek niku sak mata kaki wong"
(Sur Kalo para wali itu melihat bumi ini ibarat seperti loyang / talam / piring sedangkan melihat dalamnya lautan itu seperti tingginya mata kaki
"

Insya Allah cerita tentang pertemuan kyai noerhasan dengan nabi khidir akan menyusul sebagai kisah selingan, mudah2an TS di berikan kekuatan untuk menulis kisah beliau

Hanya Allah yang maha mengetahui pemilik kebenaran di Masa Lalu, Masa Sekarang dan Masa Depan, Saya memohon Ampun Kepada Allah atas kesalahan2 yang saya sengaja dan yang tidak saya sengaja dalam cerita di Theread ini



wallahu a'lam bissawab

Alfatihah


Quote:Original Posted By sungoku
Semakin menarik, menyimak kisah kisah para yai,.. dan perjumpaan dengan Nabi khidir..

waktu dulu lagi gandung2xnya mencari ilmu hikmah memang sering bertawasul khusus kepada beliau agar dapat memperoleh ilmu laduni ..

silahkan dilanjut.........



Salim salam dulu sama mpuh goku



Nabi Khidir adalah salah satu pemuka pemegang kunci rahasia ilmu2 nya Allah
Diantara ilmu2 hikmah yang ada (Kerejekian, Mahabbah, Kejadukan, Terawangan, Meraga sukma) ilmu Ladunni lah yang paling sulit untuk di pelajari ibarat Gudang maka ladunni adalah kuncinya, tidak diberikan kunci kepada orang-orang kecuali kepada hamba2nya yang terpilih, pengalaman banyak2 riyadhoh teman2 santri yang berhasil untuk berbagai keinganan hajat dunia dan hajat kemampuan khwariqul a'dah
kecuali untuk yang satu itu


Quote:Original Posted By sang jelata
Ane kagum ma tsnya, postingannya cerdas Dan berilmu.. lanjut lg gan ceritanya...


malu


Yang bercerita tidak lebih baik dari yang mendengarkan,
Yang bercerita tidaklah lebiih faham dari yang mendengarkan dan
Yang bercerita juga tidak lebih ahli dari yang mendengarkan





Semoga kita semua di kumpulkan dan meminum air telaga dari telapak tangan Habibina Muhammad SAW

Allahumma Sholli Ala muhammad
ijin nyimak puh...
theread keren...
monggo dilanjutkan kisah-kisahnya...
Kisah pertemuan Nabiyullah Khidir dengan mbah yai marzuki part II





Kisah ini merupakan kisah yang TS dapatkan dari internet yang TS copas tanpa melalui proses editing, mudah2an kisah hikmah ini di malam minggu, akan menambah keimanan kita kepada kebesaran dan keluasan Ilmunya Allah


Mengenai kerahasiaan wali di antara para manusia ini saya teringat apa yang dikisahkan oleh guru saya Mbah Kyai Solichun (PonPes Nurul Hasan, Geger Tegalrejo) sewaktu saya sowan kepada beliau. beliau bercerita, bahwa pada suatu hari Mbah Kyai Marzuqi Lirboyo kedatangan seorang tamu. Tidak seperti pada hari-hari biasanya, di mana tamu yang sowan adalah kyai atau santri berpakaian rapi. Tamu beliau kali ini memang lain dari yang lain, bermata sipit seperti orang keturunan tionghoa(bhs jawa: koyo wong cino), memakai celana pendek dan membawa seekor anjing yang diikat dengan tali.

Pada saat yang bersamaan Mbah Kyai Mahrus (adik Kyai Marzuqi) memperhatikan tamu yang datang ini dari kejauhan.

Tanpa disangka ternyata Mbah Kyai Marzuqi menyambut tamu ini dengan penuh hormat, mencium tanganya dan melayani tamu tersebut secara istimewa.

Karena terkejut dengan sikap Mbah Kyai Marzuqi teradap tamunya, maka setelah tamu tersebut pamitan, Mbah Kyai Mahrus bergegas bertanya kepada Mbah Kyai Marzuqi siapakah tamu beliau tadi dan mengapa Mbah kyai menyambut dengan penuh hormat (bhs Jawa:munduk-munduk), mencium tangan dan melayaninya dengan khidmat.

Mbah Marzuqi menjawab:”Kae mau Nabi Khidir, ngabari aku nek patang puluh dino maneh aku mati” (itu tadi nabi Khidir, memberitahuku bahwa 40 (empat puluh) hari lagi aku mati.”

Dan memang benar, Mbah Kyai Mahrus menghitung tepat 40 (empat puluh) hari setelah kedatangan tamu tersebut, Mbah Kyai Marzuqi dipanggil menghadap Allah SWT.


Allahummah Sollia Ala Muhammad


Quote:Original Posted By hudaf
Kisah pertemuan Nabiyullah Khidir dengan mbah yai marzuki part II





Kisah ini merupakan kisah yang TS dapatkan dari internet yang TS copas tanpa melalui proses editing, mudah2an kisah hikmah ini di malam minggu, akan menambah keimanan kita kepada kebesaran dan keluasan Ilmunya Allah


Mengenai kerahasiaan wali di antara para manusia ini saya teringat apa yang dikisahkan oleh guru saya Mbah Kyai Solichun (PonPes Nurul Hasan, Geger Tegalrejo) sewaktu saya sowan kepada beliau. beliau bercerita, bahwa pada suatu hari Mbah Kyai Marzuqi Lirboyo kedatangan seorang tamu. Tidak seperti pada hari-hari biasanya, di mana tamu yang sowan adalah kyai atau santri berpakaian rapi. Tamu beliau kali ini memang lain dari yang lain, bermata sipit seperti orang keturunan tionghoa(bhs jawa: koyo wong cino), memakai celana pendek dan membawa seekor anjing yang diikat dengan tali.

Pada saat yang bersamaan Mbah Kyai Mahrus (adik Kyai Marzuqi) memperhatikan tamu yang datang ini dari kejauhan.

Tanpa disangka ternyata Mbah Kyai Marzuqi menyambut tamu ini dengan penuh hormat, mencium tanganya dan melayani tamu tersebut secara istimewa.

Karena terkejut dengan sikap Mbah Kyai Marzuqi teradap tamunya, maka setelah tamu tersebut pamitan, Mbah Kyai Mahrus bergegas bertanya kepada Mbah Kyai Marzuqi siapakah tamu beliau tadi dan mengapa Mbah kyai menyambut dengan penuh hormat (bhs Jawa:munduk-munduk), mencium tangan dan melayaninya dengan khidmat.

Mbah Marzuqi menjawab:”Kae mau Nabi Khidir, ngabari aku nek patang puluh dino maneh aku mati” (itu tadi nabi Khidir, memberitahuku bahwa 40 (empat puluh) hari lagi aku mati.”

Dan memang benar, Mbah Kyai Mahrus menghitung tepat 40 (empat puluh) hari setelah kedatangan tamu tersebut, Mbah Kyai Marzuqi dipanggil menghadap Allah SWT.


Allahummah Sollia Ala Muhammad



Benar-benar kisah yang menginspirasi agar menjadi hidup lebih baik
Quote:Original Posted By lawwu
ijin nyimak puh...
theread keren...
monggo dilanjutkan kisah-kisahnya...


Alhamdulillah
Terima Kasih Agan telah mampir semoga keberkahan mengiringi langkah kita di pagi ini.
sekalian mohon bantuan Al Fatihahnya ya gan untuk arwah mbah yai di atas



Quote:Original Posted By hudaf



3.Beliau ketika berjalan di siang hari tidak memiliki bayangan (entah karena beliau sendiri dinaungi awan ataukah ketika beliau muncul tepat disiang hari (saat ada orang peminta-minta meminta pertolongan kita disiang hari teramat panas) ketika bayangan benda sama persis dan benda asal / tidak memiliki bayangan Wallahu' Alam).



betul gan, beliau tidak memiliki bayangan, bahkan di kaca pun ga ada pantulannya

Quote:Original Posted By hudaf


Menurut Imam As Sya'rani:
Seorang Murid yang tingakatan (awal/bidayah) susah untuk bertemu dengan Nabiyullah Khidir secara Yadho' karena ruhani dan maqamnya masih belum cukup kuat, , sebagian besar murid yang melakukan riyadhoh di temui melalui alam mimpi, kecuali murid yang mendapatkan do'a dan baroqah mursyid atau Guru Mbah Yai


setuju gan, amalan yang diberikan mursyid atau kyai untuk bertemu Nabi Khidir itu biasanya khusus untuk murid yang dkasih itu saja (ga bisa untuk orang lain) karena yang pegang peranan sebetulnya adalah do'a dan baroqahnya mursyid atau kyai tersebut.

wallahu a'lam
pelajaran yg bisa diambil: kita tdk boleh memandang rendah atau meremehkan siapapun krn kita belum tentu lebih baik daripada org yg kita pandang remeh
Quote:Original Posted By semutaspal


betul gan, beliau tidak memiliki bayangan, bahkan di kaca pun ga ada pantulannya

setuju gan, amalan yang diberikan mursyid atau kyai untuk bertemu Nabi Khidir itu biasanya khusus untuk murid yang dkasih itu saja (ga bisa untuk orang lain) karena yang pegang peranan sebetulnya adalah do'a dan baroqahnya mursyid atau kyai tersebut.

wallahu a'lam



Alhamdulillah
Allahumma Shollia Ala Muhamamad

Salam kenal kepada agan semut aspal, mudah2an Kita semua di persaudarakan dan dikumpulkan di yaumul masyhar di bawah panji2 Rasullah AS.

monggo kepada agan di share jika ada kisah2 tentang beliau (Nabi Khidir) sebagai bagian nasehat-menasehati dalam kebaikan

Amin