KASKUS

permisi..mungkin ada rekan2 disini yang bisa kasih pencerahan..ada hal yang bikin saya penasaran dari dulu dan rasanya belom pernah dibahas di formil..



SS-2 sudah punya bolt hold open device yang sepertinya diadopsi dari senapan model AR-15..
tapi magazine SS-2 ini kelihatannya masih sama dengan magazine SS-1 yaitu model magazine FNC..
setahu saya magazine model FNC ini followernya tidak bisa engage ke bolt hold open device..
apa SS-2 kalo peluru di magazine habis, bolt-nya otomatis tertahan di belakang seperti AR-15?
Quote:Original Posted By mengkom
permisi..mungkin ada rekan2 disini yang bisa kasih pencerahan..ada hal yang bikin saya penasaran dari dulu dan rasanya belom pernah dibahas di formil..



SS-2 sudah punya bolt hold open device yang sepertinya diadopsi dari senapan model AR-15..
tapi magazine SS-2 ini kelihatannya masih sama dengan magazine SS-1 yaitu model magazine FNC..
setahu saya magazine model FNC ini followernya tidak bisa engage ke bolt hold open device..
apa SS-2 kalo peluru di magazine habis, bolt-nya otomatis tertahan di belakang seperti AR-15?


Kalau follower yg digunakan tidak memiliki rear tab (spt FNC magazine follower misalnya) maka BHO (bolt hold open ~ bukan Barrack Hussein Obama lho ya) will not be engaged saat peluru terakhir ditembakkan.
Quote:Original Posted By garandman
Dari penjelasan anda, yg paling sering menjadi penyebab kemacetan senjata is likely to be the magazine. Weak spring, tilted follower, dan deformed feed lips. Ke-tiga symptoms ini umum ditemukan di old, used, Stanag magazines spt yg dipakai SS1 (dan M16 juga). Selain itu, lubang di sisi kiri magazine dimana magazine latch mengunci saat magazine dimasukkan ke mag well di senjata kadang2 juga bisa worn out. Akibatnya magazine akan duduk lebih rendah dari posisi seharusnya yg dapat mengakibatkan all sorts of FTF issues.

Kemungkinan kedua adalah worn out extractor yg terpasang pada bolt. Extractor bisa worn out di dua tempat:
1. Spring becoming weak.
2. Extractor claw itself is worn and no longer able to positively grab the case rim.

Kedua sumber umum terjadinya FTF ini tidak menjadi alasan yg cukup kuat utk mengganti senjata2 itu. Keduanya adalah bagian dari regular maintenance yg cukup mudah dilakukan oleh prajurit pemakai senjata itu sendiri. Hell, even I can do it. All you need is a small hammer and a punch to drive the extractor pin out. Once the spring is about to come out, watch out for the extractor because it can shoot across the room (spring loaded).

Sumber FTF yg ketiga adalah ejector, namun ini sangat jarang menjadi masalah karena ejector di FNC/SS1 bersifat static yg berupa bagian dari receiver yg tidak bergerak dan cukup rigid. Beda halnya dengan ejector di M16 yg juga spring loaded and will get weak over time.



Look, infantry rifles are NOT match rifles. Zeroing capability mereka tidak cukup halus to make a big difference in zero setting from one individual to another selama si pemakai memiliki ukuran tubuh yg setara. Every infantry rifle memiliki standard battle-sight zero procedure. If this is done correctly, all these rifles should be combat effective when used by anyone who is competent enough to do it. The idea of battle-sight zero is to make sure members of the same unit who fight alongside one another will be able to pick up a different rifle and shoot it right away in combat without loosing his combat effectiveness from zeroing difference. Yes, it is best to use a rifle that you zero yourself. But in my experience shooting various military rifles, the battle-sight zero is quite effective for a "one size fits most" solution.


BTW ..... "gacoan" itu apa sih?


wah terimakasih banyak pak atas penjelasannya..
well menurut pemantauan saya sih untuk magazine dari 60% yang bermasalah sekitar 20%nya magazinenya, dan itupun padahal magazine cuma diisi paling banyak 10 butir, jika dilihat dari luar sih magazine terlihat cukup baik, tapi kami tidak tahu kondisi spring yang didalamnya..
waktu itu juga ditemukan beberapa senjata yang mekanismenya sudah grepes/aus parah..

gacoan itu = my precious..

Quote:Original Posted By zaeyus
Ini benar sekali, untuk nomor satu memang menjengkelkan kalo peluru selanjutnya tidak selaras dengan chambernya (kamarnya ), biasanya masalah ini karena kurangnya perawatan\perhatian magazine itu sendiri, entah dengan magazine buatan diluar, dulu sewaktu ada peremajaan persenjataan saya sempet iseng bongkar sebuah magazine lama, apa memang dari material springnya yang jelek\biasa saja karena yang saya lihat itu material spring magazinenya sudah berkarat, dan ada beberapa bagian dari springnya tidak elastis (tidak ada daya push backnya)

Kalau yang kedua saya tidak pernah dengar masalahnya untuk senjata organik (mungkin karena Manufacture Pabrik),Tapi masalah ini biasanya terdapat pada senjata-senjata rakitan(Home Made), ini sangat berbahaya sekali, karena bisa menghambat munisi selanjutnya untuk masuk chamber dan apabila kita sedang sial munisi selanjutnya bisa meledak di chamber tanpa memuntahkan projectilenya.

Jika boleh saya tambahkan, mungkin dari faktor munisi juga sangat berpengaruh sama kinerja senjata itu sendiri, soalnya dari pengalaman saya munisi lokal kualitasnya biasa" saja bahkan ada yang tidak bagus (Bukan bermaksud menjelek"an produk sendiri lho ya), mungkin apa dari komposisi propelant\mesiunya sendiri yang kurang bagus atau dari casenya ? Karena terkadang daya blowback yang dikeluarkan dari munisi itu kurang kuat sehingga tersangkut/jammed di pintu chambernya.

Itu beberapa masalah yang pernah saya temui pada pengalaman saya

Mohon maaf jika saya yang nubie ini sok tahu

Oh iya kalau saya boleh tanya disana di US, untuk Foreginer boleh tidak untuk possesing firearm ? soalnya saya tertarik sama gun smith, mau belajar kesana soalnya kalau ada kesempatan


munisi lokal yang saya gunakan adalah - peluru tajam MU5-TJ (5,56 x 45 mm Ball) dengan ujung dan pantat peluru berwarna hijau, kalau menurut saya amunisi ini lebih kuat dibanding amunisi lokal untuk m-16..
Quote:Original Posted By garandman
Melatih "weak side" ini perlu sebab in self defense situation kita mungkin menerima luka tembak sebelum help arrives. Do we stop fighting just because our right hand has been hit and rendered useless? No! You continue to fight by transfering the gun to your other hand (weak side). Jadi melatih weak-side shooting sangat penting. Di IDPA qualification pun ada.

Maksudnya "weak side" ini adalah non-dominant side. Jadi karena saya right-handed, maka weak side saya ya tangan kiri. Sebaliknya, orang yg kidal akan menggunakan tangan kanan sebagai "weak side" mereka.

Kalau istilah "weak" disini karena physiological (misalnya diakibatkan trauma spt yg anda alami) maka pengertiannya akan berbeda. Namun saya percaya muscles yg weak karena trauma pun akan dapat diperkuat dengan melatih muscles itu secara berkala. Mungkin muscles yg pernah luka itu tidak akan bisa pulih 100%, namun you should be able to improve the strength and usability of the muscle group better than without the training.

Saya punya teman yg terlibat baku tembak dengan penjahat bbrp tahun yg lalu. Diantara luka tembak yg dia derita adalah telapak tangan (lupa yg kiri atau kanan) ditembus 38 Special dari jarak point-blank range. Basically, semua tulang di telapak tangan itu terkena imbas dari bullet trauma yg diterima. Dia bilang setelah reconstruction surgery, dia hanya bisa menggunakan tangan ini about 25% dari normal. But dengan physical therapy (diantaranya dengan melatih tangan itu utk menggenggam senjata dan menembak) he is able to get the hand to function almost 100% now.

Jadi dilatih terus saja pak. Nanti your "weak side" akan perlahan berubah menjadi "not so weak side". Good luck.


apakah latihan cuma menggenggam senjata pada weak side kita? karena weak side saya akibat benturan benda keras karena tabrakan pada kendaraan dan menyebabkan saya sama sekali tidak bisa benda apapun dalam keadaan lama ,contohnya if i want to drink i never use my weak side
Quote:Original Posted By hantulah


apakah latihan cuma menggenggam senjata pada weak side kita? karena weak side saya akibat benturan benda keras karena tabrakan pada kendaraan dan menyebabkan saya sama sekali tidak bisa benda apapun dalam keadaan lama ,contohnya if i want to drink i never use my weak side


pm in aku alamat mu mas, nanti tak kirimin benda yang bisa nyembuhin itu pergelangan tangan yang weak side akibat benturan. gini2 aku kan dalemi pengobatan tradisional dan alternatif. lagian weak side nya aku suka nolongin orang lain.
Quote:Original Posted By Judess
pm in aku alamat mu mas, nanti tak kirimin benda yang bisa nyembuhin itu pergelangan tangan yang weak side akibat benturan. gini2 aku kan dalemi pengobatan tradisional dan alternatif. lagian weak side nya aku suka nolongin orang lain.


hayah ,sisuk aku neng Suroboyo neng Hilton opo koe rono wae piye gelem ra ? hahahahahahaha
^^

om sama tante malah ngedate nang disini.

saya kok ga bisa upload foto yak padahal sedang banyak ini yang mau diaplod..
Quote:Original Posted By hantulah
apakah latihan cuma menggenggam senjata pada weak side kita? karena weak side saya akibat benturan benda keras karena tabrakan pada kendaraan dan menyebabkan saya sama sekali tidak bisa benda apapun dalam keadaan lama ,contohnya if i want to drink i never use my weak side


Apakah masih bisa dipakai utk menembak mas? Weak-side shooting tidak perlu dilakukan terlalu lama. Kalau bisa menembak 5-10 butir sudah bagus kok. Typically, latihan weak-side shooting juga dibarengi dengan latihan hand-transfer. Jadi anda menembak pakai strong side, lalu transfer handgun ke weak side and shoot some more.
Quote:Original Posted By sphinx123
^^

om sama tante malah ngedate nang disini.

saya kok ga bisa upload foto yak padahal sedang banyak ini yang mau diaplod..


Ditunggu kang! Sudah lama tidak ada show-n-tell disini.

Saya ada barang baru, tapi nothing special .... just a snub-nose 5-shot DAO revolver murah dari Taurus. Istri saya pingin punya barang bawaan yg lebih ringan dari Glock 26 utk hari2 dimana dia bawa smaller purse.
Quote:Original Posted By garandman
I think there is a little confusion here. The posting you quoted discussed FTF attributed to extractor problems. So the 'spring' here refers to the extractor spring. Not magazine spring.

Sepertinya saya keliru dengan acronym FTF sendiri yang berarti (Failure To Feed, am i correct?) pemahaman saya tentang FTF sendiri adalah First Time Fix , i'm sorry about the misunderstanding

Quote:Original Posted By garandman

However, you are correct that a weak magazine spring will also cause FTF. Not all springs are made the same. And magazines (including their springs) are disposable items. Do not expect your magazines to last as long as the gun. You must expect to replace the magazine (or springs and followers) on a regular basis. I follow a simple rule: 10 magazines per gun. This way I can rotate them and prolong their use.


The main problem in this case, untuk mengganti magazine spring sendiri harus kembali ke pusat persenjataan (which is in Bandung), karena harus mendatangkan spare part tersebut jauh jauh hari minimal 6 bulan sebelum pengadaan, Berbeda dengan diluar untuk mendapatkan spare part untuk perawatan senjata, mereka bisa dengan kontrak perusahaan sipil untuk melakukanya dan banyak perusahaan sipil di dluar yang membidangi masalah tersebut (CMIIW) sedangkan disini hanya ada beberapa perusahaan (Yang saya tau hanya PT. Pindad tidak tau kalau ada yang lain) yang membidangi perawatan persenjataan dan perusahaan tersebut dituntut harus mencukupi kebutuhan perawatan persenjataan di seluruh wilayah indonesia. In my opinion masalah untuk persenjataan di indonesia terdapat di minimnya spare part dan perawatan senjata itu tersebut, makanya banyak yang bilang SS1 suka macet lah, SS1 ini lah,SS1 itulah,etc..

Quote:Original Posted By garandman

It happens on all guns. The difference is how soon it happens depends on the workmanship, material quality, and proper heat treatment used in the making of the gun parts. I have replaced a few extractors on AR15 after several thousand rounds. Since I use Russian ammo for plinking, and Russian ammo uses steel casing, it wears out the extractor more quickly. But no big deal, an extractor in AR15 is easy to replace and only costs a few dollars. And none of these AR15 were "home made".


This is new thing for me, mungkin apa karena saya belum pernah mengalami pengalaman tersebut di senjata organik, tapi saya hanya pernah mengalaminya sewaktu menggunakan senjata rakitan Makarov, the Claw failure to extract the shell from the barrel chamber and make the ammo jammed in the chamber.

Quote:Original Posted By garandman

Yes, foreign persons can legally own a gun. But there are some extra rules they must follow. See Federal Law 18 US Code Section 922.y and whatever local law applicable to foreign persons.


Terimakasih akan pencerahanya, saya akan pelajari hukumnya dahulu

Quote:Original Posted By acepilot

munisi lokal yang saya gunakan adalah - peluru tajam MU5-TJ (5,56 x 45 mm Ball) dengan ujung dan pantat peluru berwarna hijau, kalau menurut saya amunisi ini lebih kuat dibanding amunisi lokal untuk m-16..


Itu bukanya buatan Pindad Juga ? yang boxnya warna putih bukan ? sedikit bingung dengan munisi lokal untuk m16 ? memangnya ada lagi ya produsen untuk munisi lokal, baru tau saya.

Tapi yang sering dibuat jadi perbandingan itu peluru pistol 9mm pindad dengan 9mm PMC Luger Parrabelum, entah kenapa kalau di lapangan tembak user kebanyak lebih memilih munisi Luger 9mm Parrabellum dibanding 9mm buatan pindad. kalo menurut saya sih 9mm luger lebih soft recoilnya dibanding 9mm pindad.

Spoiler for sekedar perbandingan:


Quote:Original Posted By garandman
Ditunggu kang! Sudah lama tidak ada show-n-tell disini.

Saya ada barang baru, tapi nothing special .... just a snub-nose 5-shot DAO revolver murah dari Taurus. Istri saya pingin punya barang bawaan yg lebih ringan dari Glock 26 utk hari2 dimana dia bawa smaller purse.


Wah enak ya disana gampang sekali dapetin barang itu , kenapa tidak ambil yang .22 Magnum buatan NAA ? itu sepertinya lebih compact dari revolvernya taurus, terlebih desainya lucu" ada yang bisa di folding revolver gripsnya

Mohon maaf apabila ada salah kata, nubie hanya sekedar berbagi pengalaman.
Quote:Original Posted By zaeyus


Tapi yang sering dibuat jadi perbandingan itu peluru pistol 9mm pindad dengan 9mm PMC Luger Parrabelum, entah kenapa kalau di lapangan tembak user kebanyak lebih memilih munisi Luger 9mm Parrabellum dibanding 9mm buatan pindad. kalo menurut saya sih 9mm luger lebih soft recoilnya dibanding 9mm pindad.

Spoiler for sekedar perbandingan:



Parabellum ato luger itu bukan merek , tp sinonim untuk kal 9x19
yang merek itu PMC-nya
^^
22nya from pinda@d CMIIW

yang bungkusnya berlambang logo panah pind@d katanya batch lama produksi before 2010 (sering mbikin ngejam bahkan pake Sig P226 brand new keluar dari box terutama yang HP).

yang bungkusnya tanpa logo panah pind@d tapi bertuliskan 9mm luger katanya dari pind@d juga produksi 2010 keatas..bagus ini seingat ane belum pernah merasakan ngejam.

kejadian golok yang saya pakai itu juga menggunakan munisi yang bungkusnya ada logo panah pind@d (prod 2010 kebawah), temen yang pake 9mm luger (2010 keatas) so far so good.

NB: hanya pengalaman dan perasaaan belum punya alat dan keahlian melakukan perbandingan..
Quote:Original Posted By zaeyus
Itu bukanya buatan Pindad Juga ? yang boxnya warna putih bukan ? sedikit bingung dengan munisi lokal untuk m16 ? memangnya ada lagi ya produsen untuk munisi lokal, baru tau saya.

Tapi yang sering dibuat jadi perbandingan itu peluru pistol 9mm pindad dengan 9mm PMC Luger Parrabelum, entah kenapa kalau di lapangan tembak user kebanyak lebih memilih munisi Luger 9mm Parrabellum dibanding 9mm buatan pindad. kalo menurut saya sih 9mm luger lebih soft recoilnya dibanding 9mm pindad.


iya gan yang box warna putih yang isinya 10 biji..
maksud saya amunisi pindad MU5-TJ (5,56 x 45 mm Ball) itu buat FNC, produk munisi yang buat M-16 saya lupa kodenya apa.. gitu lho..
iya gan menurut "perasaan" ane 9mm buatan pindad recoilnya lebih gahar, apakah karena memang didesain buat militer jadi bubuk mesiunya lebih banyak dan powerful?

----------------------------------------------------------------
untuk mr.garandman saya mau tanya dong, di US apakah senjata buat civilian itu senjata semi auto semua?
apakah boleh beli yang otomatis? kalau boleh regulasinya bagaimana? apakah harus beli buatan tahun2 lama atau boleh beli yang otomatis tapi kalibernya tertentu ataukah di negara bagian tertentu saja yang boleh menggunakan senjata otomatis?

and the last one question..
di US kan sedang booming senjata di pimped dengan aksesoris magpul, dan saya lihat posisi menembak mereka seperti :
Spoiler for pics:

nah yang mau saya tanyakan, untuk menembak apa lebih enak dan lebih akurat jika menggunakan posisi ini atau posisi ini ada setelah ada booming magpulled dengan aksesorisnya(AFG-1 dan AFG-2)?
Spoiler for pics:


kalau klaimnya magpul sih begini :
Spoiler for pics:


terimakasih atas atensinya..
Quote:Original Posted By sphinx123
^^
22nya from pinda@d CMIIW

yang bungkusnya berlambang logo panah pind@d katanya batch lama produksi before 2010 (sering mbikin ngejam bahkan pake Sig P226 brand new keluar dari box terutama yang HP).

yang bungkusnya tanpa logo panah pind@d tapi bertuliskan 9mm luger katanya dari pind@d juga produksi 2010 keatas..bagus ini seingat ane belum pernah merasakan ngejam.

kejadian golok yang saya pakai itu juga menggunakan munisi yang bungkusnya ada logo panah pind@d (prod 2010 kebawah), temen yang pake 9mm luger (2010 keatas) so far so good.

NB: hanya pengalaman dan perasaaan belum punya alat dan keahlian melakukan perbandingan..


Luger itu juga buatan pindad toh ? saya kira buatan luar seperti Jerman gitu , soalnya di boxnya tidak ada nama produsen manufakturnya..

Spoiler for :


Quote:Original Posted By acepilot
iya gan yang box warna putih yang isinya 10 biji..
maksud saya amunisi pindad MU5-TJ (5,56 x 45 mm Ball) itu buat FNC, produk munisi yang buat M-16 saya lupa kodenya apa.. gitu lho..
iya gan menurut "perasaan" ane 9mm buatan pindad recoilnya lebih gahar, apakah karena memang didesain buat militer jadi bubuk mesiunya lebih banyak dan powerful?


Oooo... iya saya tau yang kepalanya warna merah bukan ? kalo gak salah sih, tapi baru tau saya kalo yang MU5-TJ itu di buat untuk FNC/SS1, soalnya dulu kalo nembak M16 pakenya peluru MU5-TJ juga, baru denger saya kalo pindad ngeluarin munisi khusus M16..
Iya kalo yang 9mm buatan pindad juga bedanya projectilnya lebih meruncing berbeda dengan 9mm Luger yang terkesan lebih bulat projectilenya.
^^

yang bungkusnya putih isi 50 rounds pak markingnya seperti2 itulah yang itu baru liat malah memang dr luar mkin..
kayak gini:
http://www.pindad.com/showpro1.php?p...70&b=1&m=2&u=2

ngak ngerti kalo yang 5.56 ini ada infonya :
http://www.pindad.com/showpro1.php?p...67&u=2&m=2&b=1
Quote:Original Posted By zaeyus
Luger itu juga buatan pindad toh ? saya kira buatan luar seperti Jerman gitu , soalnya di boxnya tidak ada nama produsen manufakturnya..

Spoiler for :




Oooo... iya saya tau yang kepalanya warna merah bukan ? kalo gak salah sih, tapi baru tau saya kalo yang MU5-TJ itu di buat untuk FNC/SS1, soalnya dulu kalo nembak M16 pakenya peluru MU5-TJ juga, baru denger saya kalo pindad ngeluarin munisi khusus M16..
Iya kalo yang 9mm buatan pindad juga bedanya projectilnya lebih meruncing berbeda dengan 9mm Luger yang terkesan lebih bulat projectilenya.


what luger yang diatas itu buatan pindad? wah baru tau ane..
BTW yang disebelahnya itu apa aja gan?

iya gan, yang merah itu dimensinya lebih kecil, tapi kalo gak salah yang merah itu tracer round ya?

nih dia penampakannya :
Spoiler for MU5TJ + temannya:


Spoiler for 9mm pindad:
Quote:Original Posted By acepilot
iya gan yang box warna putih yang isinya 10 biji..
maksud saya amunisi pindad MU5-TJ (5,56 x 45 mm Ball) itu buat FNC, produk munisi yang buat M-16 saya lupa kodenya apa.. gitu lho..
iya gan menurut "perasaan" ane 9mm buatan pindad recoilnya lebih gahar, apakah karena memang didesain buat militer jadi bubuk mesiunya lebih banyak dan powerful?



Mungkin yg lebih tepat bila anda menyebutkan peruntukan optimal munisi tertentu berdasarkan twist rate dari laras senapan yg akan memakainya.

MU5-TJ seingat saya menggunakan 62 grain projectile dengan steel core. Ini adalah versi Pindad dari NATO SS109 (or US M855) yg menggunakan tungsten core (tungsten mahal). Ammo jenis ini lebih optimal digunakan in 1x7 twist. FNC, SS1, M16A2 dan turunan yg sekarang dipakai US .mil menggunakan 1x7 twist.

Sedangkan ammo 5.56x45 jenis lain adalah jenis US M193 yg menggunakan 55 grain projectile dengan lead core. Seingat saya ini disebut MU4-TJ oleh Pindad. Projectile 55 grain ini lebih optimal digunakan in 1x12 twist bore spt yg dipakai oleh M16A1.

Apakah 1x7 twist rate bisa pakai M193 (or 1x12 bisa pakai M855)? Sure, bisa saja dan tetap aman. Namun accuracy akan sub-optimal. Ini akan jelas terlihat bila anda pakai the heavier bullets (M855) out of 1x12 twist barrel karena twist rate ini is not fast enough to fully stabilize the longer and heavier SS109-type projectile. Hasilnya, the shotgroup will open up considerably. Sebaliknya, bila anda pakai 1x7 twist bore dengan menggunakan lighter 55 grain projectile, you will over-stabilize the bullet and making the bullet overly sensitive to external factors during flight. Accuracy is sub-optimal but still combat acceptable out to 150 meters. But the side effect that most people don't know is that this over-stabilized 55 grain bullet will fragment greatly when hitting soft tissue target (read: humans) when fired out of 1x7 twist bore at distance out to 150 meters. I was told this by a US Army Sgt who was serving in Iraq around 2003. When he went out on urban patrol, he carried some M193 in his M16A2 (he was old school and did not believe in the efficacy of the M4 carbine). The Army no longer issued the M193, so he traded some with USAF security personnel who has boat load of M193.

Quote:
----------------------------------------------------------------
untuk mr.garandman saya mau tanya dong, di US apakah senjata buat civilian itu senjata semi auto semua?
apakah boleh beli yang otomatis? kalau boleh regulasinya bagaimana? apakah harus beli buatan tahun2 lama atau boleh beli yang otomatis tapi kalibernya tertentu ataukah di negara bagian tertentu saja yang boleh menggunakan senjata otomatis?



Yes, civilians can own full-auto legally. Ada dua jenis full-auto yg bisa dimiliki :
- pre-ban (yg dibuat 1986 or older ~ 1986 is when a Democrat representative inserted a clause in the FOPA-Firearm Owner Protection Act- yg isinya melarang produksi full-auto guns for civilian ownership mulai saat itu),

- post-sample (ini membutuhkan 07 FFL=Federal Firearm License dengan SOT=Special Occupation Tax yg dikeluarkan oleh BATFE)

Keduanya diatur in NFA 1934 law (National Firearm Act) and with permission from local law enforcement (biasanya Sheriff).

Namun ada State yg punya UU sendiri yg menambahkan aturan or restrictions to the Federal law above.

Caliber .... anything goes with proper permit.

[quote]
and the last one question..
di US kan sedang booming senjata di pimped dengan aksesoris magpul, dan saya lihat posisi menembak mereka seperti :
Spoiler for pics:


I am an old school rifle shooter. I don't shoot like this, nor do I have the tricked up rifle that are "in trend" today. I was shooting out to 600 yards with iron sight fine without any of these crap people add to their rifles today. I was competing fine using my bone stock AR15, AK, and FAL in defensive shooting courses against people with optics and all other craps attached to their guns. Master the BRM and make it your muscle memory and you will be fine.
Quote:Original Posted By zaeyus
Sepertinya saya keliru dengan acronym FTF sendiri yang berarti (Failure To Feed, am i correct?) pemahaman saya tentang FTF sendiri adalah First Time Fix , i'm sorry about the misunderstanding


Aha ... yes, FTF disini artinya "Failure To Feed".

Pasangannya adalah FTE (Failure To Extract/Eject).


Quote:
The main problem in this case, untuk mengganti magazine spring sendiri harus kembali ke pusat persenjataan (which is in Bandung), karena harus mendatangkan spare part tersebut jauh jauh hari minimal 6 bulan sebelum pengadaan, Berbeda dengan diluar untuk mendapatkan spare part untuk perawatan senjata, mereka bisa dengan kontrak perusahaan sipil untuk melakukanya dan banyak perusahaan sipil di dluar yang membidangi masalah tersebut (CMIIW) sedangkan disini hanya ada beberapa perusahaan (Yang saya tau hanya PT. Pindad tidak tau kalau ada yang lain) yang membidangi perawatan persenjataan dan perusahaan tersebut dituntut harus mencukupi kebutuhan perawatan persenjataan di seluruh wilayah indonesia. In my opinion masalah untuk persenjataan di indonesia terdapat di minimnya spare part dan perawatan senjata itu tersebut, makanya banyak yang bilang SS1 suka macet lah, SS1 ini lah,SS1 itulah,etc..


Inilah salah satu dari unintended consequences dari ketatnya hukum senjata di RI. Bikin spare parts saja tidak boleh. Pemerintah harusnya jeli dalam menangani masalah ini. Pindad has done a good job so far (given the limited resources they have). Namun kekurangan atau lambatnya Pindad memenuhi kebutuhan spare parts seharusnya bisa diantisipasi oleh pemerintah (dalam hal ini bagian logistics di TNI or Polri). Jangan tunggu senjata rusak sebelum beli spare parts. Mereka yg faham senjata api akan tahu to stock extra magazines, magazine spring, recoil spring, extractor, extractor spring, trigger group (hammer, sear/disconnector, trigger, and springs), piston, piston spring ... Jadi kesatuan2 TNI tidak perlu contact ke Pindad setiap kali ada parts senjata ada yg perlu diganti. Di US military, setiap unit ada designated armorers dengan basic set of spare parts utk merawat senjata2 di unit tsb. Seharusnya TNI juga memiliki unit yg sama.


Quote:
This is new thing for me, mungkin apa karena saya belum pernah mengalami pengalaman tersebut di senjata organik, tapi saya hanya pernah mengalaminya sewaktu menggunakan senjata rakitan Makarov, the Claw failure to extract the shell from the barrel chamber and make the ammo jammed in the chamber.


The question is ... berapa banyak ammo yg sudah dimakan di senjata organic tsb? Biasanya it will take > 5000 rounds for a rifle utk mulai menunjukkan adanya wear and tear.

Saya collector besi tua. Jadi saya sudah banyak melihat worn out extractor dan parts lainnya yg membuat sepucuk senjata organik tidak berfungsi dgn penuh. I had a Glock 17 Gen-2 buatan 1993. Ini ex Police gun. Extractor is worn, kadang2 saya mengalami FTE. I sold it to a friend, and replaced the extractor claw with a new one. Now the old Glock is back to 100% functionality.

Quote:
Itu bukanya buatan Pindad Juga ? yang boxnya warna putih bukan ? sedikit bingung dengan munisi lokal untuk m16 ? memangnya ada lagi ya produsen untuk munisi lokal, baru tau saya.


See my reply to Acepilot's posting above on 5.56x45 ammo.

Quote:
Tapi yang sering dibuat jadi perbandingan itu peluru pistol 9mm pindad dengan 9mm PMC Luger Parrabelum, entah kenapa kalau di lapangan tembak user kebanyak lebih memilih munisi Luger 9mm Parrabellum dibanding 9mm buatan pindad. kalo menurut saya sih 9mm luger lebih soft recoilnya dibanding 9mm pindad.

Spoiler for sekedar perbandingan:


Let get it straight. 9x19mm adalah metric nomenclature yg resmi dari 9mm Parabellum or 9mm Luger.

PMC is an ammo manufacturer (PMC = Precision Made Cartridge). It is an OK quality ammo, but not the best.

Di awal thread ini sudah didiskusikan panjang lebar perbandingan antara 9x19 buatan Pindad dengan ammo dari luar (PMC and Winchester). Kesimpulan yg diambil adalah: Pindad's ammo is loaded HOT. Kemungkinannya karena ammo ini juga diperuntukkan for SMG. How hot Pindad's 9x19 saya tidak tahu. Namun kalau mereka mengikuti NATO spec, maka it will be a 124 grain FMJ projectile loaded to the equivalent of +P (10% over the maximum chamber pressure specified by SAAMI=Sporting Arms and Ammunition Manufacturing Institute).

Modern handguns spt Glock dan Sig dapat menggunakan +P ammo dengan aman. BUT, it will wear out the gun faster. If you plan to shoot a bunch of +P ammo out of a handgun, you should replace the recoil spring with an extra power one. A standard factory recoil spring for a Glock 17 is 17 lb. You may want to put a 20 lb spring if all the ammo you shoot will be +P. The stronger recoil spring will slow down the slide movement during the cycle. It will dampen the impact caused by the slide hitting the frame. Tanpa stronger recoil spring, you can cause premature frame failure.


[quote]
Wah enak ya disana gampang sekali dapetin barang itu , kenapa tidak ambil yang .22 Magnum buatan NAA ? itu sepertinya lebih compact dari revolvernya taurus, terlebih desainya lucu" ada yang bisa di folding revolver gripsnya

Mohon maaf apabila ada salah kata, nubie hanya sekedar berbagi pengalaman.


.22 Magnum is not sufficient for self defense. Lagipula the NAA revolver is too small for positive grip.
Quote:
I am an old school rifle shooter. I don't shoot like this, nor do I have the tricked up rifle that are "in trend" today. I was shooting out to 600 yards with iron sight fine without any of these crap people add to their rifles today. I was competing fine using my bone stock AR15, AK, and FAL in defensive shooting courses against people with optics and all other craps attached to their guns. Master the BRM and make it your muscle memory and you will be fine.


terimakasih atas pencerahannya pak..

oh ternyata seperti trend saja ya? hihihi
tadinya saya mengira kalau posisi itu adalah sebuah temuan fundamental..
Quote:Original Posted By "Quoted from Other pep"

and the last one question..
di US kan sedang booming senjata di pimped dengan aksesoris magpul, dan saya lihat posisi menembak mereka seperti :


Quote:Original Posted By "Garandman"
I am an old school rifle shooter. I don't shoot like this, nor do I have the tricked up rifle that are "in trend" today. I was shooting out to 600 yards with iron sight fine without any of these crap people add to their rifles today. I was competing fine using my bone stock AR15, AK, and FAL in defensive shooting courses against people with optics and all other craps attached to their guns. Master the BRM and make it your muscle memory and you will be fine.


Yep, second to that. 600~700 yards using iron sight would make a-wow factor to young warriors who happened mostly to be ex-gamers. They think they know how to shoot. Recruiting depots are full of these. First day KD train, they were shooting none but Maggie's Drawers.

Salam,