KASKUS

.::[Official Thread] All About Ayam Broiler

Share | Bookmark (Ctrl+D) | Subscribe | Rate
Quote:


Quote:بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم




Quote:




Thread ini dibuat untuk berbagi informasi untuk semua Kaskuser seluruh Indonesia yang punya usaha ayam broiler ataupun yang mau belajar tentang ayam broiler untuk bisa have fun bareng dan tentunya menjalin rasa persaudaraan & tali silaturahmi, amin.

Mari gabung bersama..


Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak.


Quote:Tata Tertib Thread

Prolog:
Demi kebaikan, kenyamanan dan ketertiban bersama, maka untuk semua penghuni thread All About Ayam Broiler diharapkan untuk mengikuti dan mentaati peraturan. walaupun ada yang berprinsip "peraturan dibuat untuk dilanggar" bukan berarti di thread ini peraturan bisa dilanggar. Mari kita tunjukkan bahwa diri kita adalah pribadi-pribadi terhormat dan mulia dengan cara mentaati peraturan yang ada dimanapun dan kapanpun.

1. Etiket Posting
Usahakan semaksimal mungkin untuk tidak ngejunk, +1, kejar setoran, pamer emoticon, menggunakan huruf kapital, ukuran huruf yang besar dan warna merah. Postingan anda mencerminkan siapa anda sebenarnya. Jadi mohon gunakan etiket posting yang lazim digunakan.

2. Junk Post, Junker Plus Oneliner dan OOT
Sesama Koskaser harus saling menghargai. Salah satu bentuk apresiasi adalah dengan menghargai waktu online koskaser. Mohon hindari postingan yang tidak berkaitan dengan dengan sepeda atau topik bahasan yang sedang berjalan terlebih lagi postingan satu baris (oneliner). Juga mohon hindari OOT (Out of Topic) yang tidak berkaitan dengan Ayam Broiler.

3. Berbagi Cerita, Pengalaman dan Curhat Colongan
Gak ada kata tabu dan sungkan untuk berbagi cerita, pengalaman dan curhat colongan sepanjang berkaitan dengan dunia sepeda. Kisah sedih, gembira, mengesankan serta unek-unek dipersilahkan untuk dibagi di thread ini. apreasiasi dari para penghuni sangat diharapkan baik berupa cendol maupun tanggapan positif. Dilarang untuk memberikan bata merah dan tanggapan negatif untuk setiap cerita, pengalaman dan curhat colongan yang ada. Seluruh penghuni thread adalah saudara, jadi perlakukan saudaramu dengan sebaik-baiknya. TS akan membuatkan index untuk setiap cerita, pengalaman dan curhat colongan - mohon bantuannya untuk memberitahu baik via PM maupun VM.

4. Post yang Dilarang
Jangan hinakan diri anda dengan post yang berbau pornografi, menyinggung unsur2 SARA, menghina penghuni/orang lain dan hal2 negatif lainnya. Hargai orang lain, niscaya anda akan dihargai.

5. Image Handling
Mohon untuk setiap penayangan gambar harap menggunakan spoiler. Kita harus menghargai penghuni lain dengan cara tidak menghabiskan jatah bandwith internetnya. Sebisa mungkin hindari BWK, resize dulu gambar anda baru tayangkan di thread ini. Jika berkenan, gunakan image hoster lokal semisal u.kaskus.co.id dan upload.kapanlagi.com biar cepat diakses dan menggalakkan local content.

6. Lain-lain
Belum ada aturannya nih, bisa dibuatkan bila diperlukan.
Vaksinasi

Aspek Pelaksanaan Vaksinasi
Untuk menjamin keberhasilannya, pelaksanaan vaksinasi perlu mempertmbangkan berbagai aspek terkait dengan kondisi unggas dan hal-hal lainnya. Berikut beberapa aspek pelaksanaan vaksinasi.
Kondisi Ayam
Agar efeknya optimal, vaksinasi perlu memperhatikan kondisi ayam yang akan diberi vaksin. Tujuannya, agar seelah vaksinasi, tidak hanya kekebalan tubuh ayam yang meningkat, tetapi juga sebisa mungkin tidak menimblkan efek amping. Berikut beberapa vaktor dari kondisi ayam yang harus diperhatikan saat vaksinasi.
Ayam harus sehat
Ketika melaksanakan vaksinasi ayam harus diperlakukan secara khusus agar terhindar dari stres fisik berlebihan.
Pelaksanaan vaksin harus sesuai dengan rekomendasi.
Umur ayam yang harus divaksin.
Jadwal Vaksinasi
Pelaksanaan vaksinasi juga harus memperhitungkan waktu sebagai berikut.
Mengetahui waktu penyakit biasa menyerang sehingga vaksinasi dilakukan sebelum penyakit tersebut menyerang.
Jenis vaksin yang akan digunakan.
Tanggal perencanaan vaksin.
Laporan Kegiatan Vaksinasi
Setiap aktivitas vaksinasi harus tercatat dengan rapih dan dilaporkan tersendiri. Laporan ini berguna untuk melakukan evaluasi tingkat keberhasilan vaksinasi.
Tanggal pelaksanaan vaksinasi harus dicatat sebagai bahan untuk memantau hasil vaksinasi dan untuk keperluan administrasi.
Nama peruahaan dan nomor seri vaksin sebaiknya dicatat untuk memudahkan kontrol dan komplain jika ada masalah dengan vaksinasi.
Nama pelaksana vaksinasi harus dicatat karena kegagalan vaksinasi juga bisa disebabkan kesalahan pelaksana.
Menghindari Faktor yang bisa Mematikan Vaksin
Untuk menjaga kualitas, vaksin harus terhindar dari berbagai faktor berikut ini.
Sinar matahari langsung.
Kondisi panas seperti yang ditimbulkan oleh bara rokok. Karena itu, ketika sedang melakukan vaksinasi, petugas sebaiknya tidak merkok.
Deterjen dan disinfektan.
Pencampuran vaksin seperti mencampur vaksin hidup dengan pelarut, lalu dokocok dengan keras. Tindakan yang benar adalah mencampur vaksin dengan pelarut, lalu dogoyang perlahan dengan gerakan tangan membentuk angka delapan.
Pelaksanaan vaksinasi tidak sesuai dengan prosedur.
Penyimpanan tidak sesuai dengan rekomendasi produsen vaksn. Contohnya, vaksin harus disimpan di tempat yang memiliki temperatur 4-8 derajat celcius. Namun, pada pelaksanaannya, vaksin di simpan di freezer yang temperaturnya di bawah 0 derajat celcius.
Perlakuan Pascavaksinasi
Vaksinasi perlu disertai dengan perlakuan lain untuk mendapatkan hasil optimal. Berikut beberapa perlakuan setelah pelaksanaan vaksinasi.
Memberkan vitamin selama 3-5 hari, tergantung dari kondisi ayam.
Memusnahkan bekas vaksin. Memusnahkan botol atau bekas vaksin lainnya bisa dengan cara direbus atau dibakar. Peralatan vaksin seperti vaksination gun harus segera dibersihkan dan direbus.

Beberapa Jenis Penyakit yang Bisa Dicegah oleh Vaksinasi
Berikut beberapa jenis penyakit yang bisa dicegah melalui pelaksanaan vaksinasi, baik yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun protozoa.
1. Penyakit yang disebabkan oleh Virus
- Avian enccephalomyetis
- Fowl pol
- Gumboro (infectious bursal desease)
- Infectious bronchitis
- Laryngotracheitis
- Marek's desease
- Newcastle deseases
2. Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri
- Erysipelas
- Fowl cholera
- Penyakit bakteri campuran (mix bacterin)
3. Penyakit yang Disebabkan oleh Protozoa
Contoh penyakit yang disebabkan oleh protozoa yang penularannya dapat dicegah melalui program vaksinasi adalah penyakit coccidiosis.

Cara Melaksanakan Vaksinasi
Ada beragam cara untuk melaksanakan vaksinasi. Saat ini, metode yang lazim dilakukan di antarannya vaksinasi melalui mata, hidung, mulut, penyuntikan, pakan, minum, dan penyemprotan.
Tetes Mata (Intra-ocular)
Vaksinasi tetes mata dilakukan dengan cara meneteskan vaksin ke mata ayam. Cara pelaksanaannya sebagai berikut.
Tuangkan pelarut ke dalam botol vaksin hingga terisi 2/3 bagian botol.
Tutup botol, lalu kocok secara perlahan hingga vaksin tercampur merata.
Ganti tutup botol dengan tutup botol untuk vaksin tetes mata.
Agar vaksin cepat habis, bagi vaksin menjadi 3-4 bagian yang dipakai secara bersamaan oleh vaksinator yang berbeda.
Tetes Hidung (Intranasal)
Seperti namanya, vaksin tetes hidung dilakukan dengan cara meneteskan vaksin ke dalam lubang hidung. Tahapan pelaksanaan vaksinasi ini sama seperti vaksinasi tetes mata.
Melalui Mulut atau Cekok (Intraoral)
Pada metode vaksinasi mulut, vaksin diumpankan ke ayam melalui mulutnya dengan cara dicekok. Pelaksanaan vaksinasi ini sama dengan cara vaksin melalui air minum. Perbedaannya, vaksinasi dilakukan pada ayam secara individu sehingga setiap ayam mendapatkan dosis vaksin yang sama.
Contohnya, 1.000 ekor ayam akan dicekok 0,5 cc/ekor, sehingga air yang diperlukan sebanyak 500cc. Satu vil vaksin (dosis untuk 1.000 ekor) diampur dengan air akuades hingga 2/3 volume botol vaksin dan diaduk hingga tercampur merata. Setelah dituangkan ke dalam 500cc akuades. Larutan vaksin diaplikasikan melalui mulut atau dicekok.
Suntik Daging (Intramuscular)
Vaksinasi suntik daging dilaksanakan dengan cara menyuntikkan vaksin ke dalam daging. Biasanya, penyuntikan dilakukan di bagian dada dan paha. Vaksin yang disutikkan bisa berupa vaksin yang masih hdup atau sudah mati. Cara pencampuran vaksin dan banyaknya air yang dibutuhkan untuk vaksin hidup sama seperti pada vaksinasi melalui mulut. Namun, tentu saja, vaksinasi dilakukan melalui jarum sunik. Adapun pelaksanaan vaksinasinya sebagai berikut.
Sebelum digunakan, kocok vaksin ecara hati-hati hingga tercampur merata.
Suntikkan vaksin ke daging dengan dosis sesuai anjuran.
Semua peralatan yang digunakan harus steril, baik ketika melakukan vaksinasi maupun setelah digunakan.
Suntik Bawah Kulit (Subcutaneous)
Vaksinasi suntik bawah kulit dilaksanakan dengan cara mentuntikkan vaksin di bawah kulit, biasanya di area sekitar leher. Pelaksanaannya sama dengan persiapan melakukan vaksinasi suntik daging.
Melalui Air Minum (Drinking Water)
Pada vaksinasi melalui air minum, vaksin dituangkan ke dalam air yang disediakan untuk minum ayam. Air yang digunakan untuk melarutkan vaksin harus bersih dan bebas klorin. Peralatan yang harus dipakai harus bebas dari disinfektan lebih dari dua hari. Untuk memperpanjang umur vaksin, tambahkan 2-5 gram skim per liter air (tergantung dari kondisi air) ke dalam air.
Sebagai contoh, jumlah air yang digunakan untuk vaksinasi 1.000 ekor ayam yang berumur 7-4 hari adalah 10-14 hari adalah 10-20 liter. Sementara itu, ayam yang sudah dicampur dengan vaksin harus segera diberikan secara merata kepada ayam. Sebelum diberikan vaksin, ayam harus dipuasakan selama 1 jam. Disamping itu, tempat minum ayam harus terhindar dari sinar matahari langsung.
Penyemprotan (Spray)
Vaksinasi dengan cara penyemprotan sering digunakan untuk memberikan vaksin kepada ayam yang baru berumur satu hari. Sebelum ayam tersebut dimasukkan ke dalam kandang pemanas, alat semprot yang akan digunakan harus sudah terpasang sehingga boks ayam bisa langsung dimasukkan ke dalam kotak sprayer. Setelah semua peralatan siap, vasinasi segera dilaksanakan dengan cara menyemprotkan vaksin sebanyak 1-2 kali. Aplikasi vaksinasi untuk ayam besar dilakukan dengan menggunakan sprayer khusus. Aplikasi ini akan lebih efektif jika dilakukan di lingkungan yang terkontrol atau tidak banyak angin.
Tusuk Sayap (Wing web)
Vaksinasi tusuk sayap dilaksanakan dengan cara menusukkan jarum di sekitar selaput sayap ayam dari arah bagian dalam sayap. Cara melarutkan vaksin metode ini sama dengan cara melarutkan vaksin melalui tetes mata. Pelarut yang digunakan biasanya pelarut khusus untuk vaksinasi melalui tusuk sayap. Alat yang dipakai dalam vaksinasi ini berupa jarum bercabang dua.
Melalui Pakan (Feeding)
Vaksinasi melalui pakan dilaksanakan dengan cara mencampurkan vaksin ke dalam pakan ayam. Cara ini biasanya digunakan untuk pengaplikasian vaksin cocci. Pakan yang dipakai harus bebas dari preparat anticocci (amprolium, sulfaquinoxaline, dan preparat sulfa lainnya). Cara pelaksanaannya, vaksin dicampur ke dalam pakan, lalu diberikan kepada ayam. Tempat pakan yang dipakai untuk vaksinasi adalah tempat makan ayam.

Tipe Vaksin
Vaksin yang digunakan untuk program peningkatan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit, terbagi dalam dua tipe, yaitu dalam bentuk vaksin hidup (live-vaccines) dan yang dilemahkan atau dimatikan (killed-vaccines),
- Vaksin Hidup (Live-Vaccines)
Dalam vaksin hidup, agen virus yang ditanamkan masih dalam keadaan hidup dan memiliki kemampuan yang lengkap untuk menghasilkan kekebalan tubuh terhadap suatu jenis penyakit. Dengan jenis vaksin ini, ayam akan mempunai kemampuan untuk menangkal penyakit yang menyerang dari antibodi yang dihasilkan dalam tubuh inangnya (host).
- Vaksin yang Dilemahkan (Attenuated Vaccine)
Sebagaian orang mengelompokkan jenis vaksin yang dilemahkan ke dalam jenis vaksin yang dimatikan (killed-vaciines). Vaksin yang dilemahkan dibuat dengan cara melemahkan organisme aktif.
- Vaksin yang Dimatikan (Killed Vaccine)
Organisme ini memiliki kemampuan untuk memproduksi antibodi ketika vaksin disuntikkan ke dalam tubuh.
Perkandangan


Kondisi Teknis yang Ideal
a. Lokasi kandang
Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.
b.Pergantian udara dalam kandang.
Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.
c.Suhu udara dalam kandang.
Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :
Umur (hari) \tSuhu ( 0C )
01 - 07 \t 34 - 32
08 - 14 \t 29 - 27
15 - 21 \t 26 - 25
21 - 28 \t 24 - 23
29 - 35 \t 23 - 21
d.Kemudahan mendapatkan sarana produksi
Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.


Teknis Pemeliharaan
- Minggu Pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).
- Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.
- Minggu Kedua (hari ke 8 -14).
Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.
- Minggu Ketiga (hari ke 15-21).
Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.
- Minggu Keempat (hari ke 22-28).
Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal
mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
- Minggu Kelima (hari ke 29-35).
Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 - 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.
- Minggu Keenam (hari ke-36-42).
Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.

Quote:Original Posted By biscuitsereal
di daerah kandang jangan ada 1 pohon yaitu pohon pisang karena bakal jadi sarang nyamuk
dan nyamuk adalah vektor pembawa penyakit buat ayam :


Pakan

Pakan Ternak Ayam Pedaging
Pakan ternak ini memiliki 2 jenis produk yang masing-masing memiliki formula berbeda dan disesuaikan dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan pada setiap masa pertumbuhannya.
-Pakan Ternak untuk Starter
Pakan ternak ini memiliki diberikan kepada ayam pedaging berumur 1 hari hingga ayam pedaging tersebut berumur 14 hari.
-Pakan Ternak untuk Finisher
Pakan ternak ini diberikan kepada ayam pedaging berumur 14 hari hingga ayam pedaging tersebut dipanen atau sekitar 28-32 hari.
Update Pict Peternakan Para Broilerian KASKUS

Quote:Original Posted By kickthepopstar
allooo broilerian....

uda lama ane gk nongol dimari,,kmaren2 cm jd SR doank,,

BTW hari ini jam stngah satu siang tadi para warga ane dateng,,,

nih ane kasih oleh2 dari TKP....


Spoiler for Persiapan menyambut kedatangan warga:



Spoiler for Akhirnya datang juga!!!:




SILAKAN DI KOMENG SUHU,,,

Semoga para broiler sehat selalu dan para broilerian juga sehat slalu baik jasmani,rohani dan ekonominya,,,,


Quote:Original Posted By kickthepopstar
klo emg mw beli pm ane aja gan,,,





.::update kondisi warga ah::.

pagi ini koran uda di buka dan tempat air minum uda di gantung...


Spoiler for kondisi warga:


Quote:Original Posted By igedheanuku
klo grower d tmpt sy istilahnya sistem ambil upahan, gak ada kontrak garansi jd d itung /ekor biasnya 1200/ekor, c'in 600 c'out 600, grower jg ada 2 mcm ada penalti dan nggak

klo tnpa rugi peternak tdk ada kewajiban mengganti rugi (PT) semua d bebankan ke PT tp ada kecualinya, trus ada kontrak garansi, kompensasi, BOP, dll. sory br reply sibuk d kdg 2 hr c'in.
Spoiler for c'in:


Quote:Original Posted By kickthepopstar
air daun pepaya buat nambah nafsu makan ayam,,,ane biasa ngasih nya 2 hari sekali

air gula merah buat mencegah gumboro dan mengurangi angka kematian akibat gumboro,,,biasanya ane ngasih nya pas ayam umur ++18 hari,,karna biasanya d umur segitu gumboro mulai mewabah tp itu jg ngeliat gejala ,,,klo gk ada gejala gumboro ane cm ngasih air putih sama daun paya aja,,,

kalo ramuan lainnya yg ane taw tu air kunyit dan temulawak gunanya sama kaya air daun paya tp dr pengalaman ane ayam lbih suka sama air daun paya yg pait daripd sama air kunyit yg pedes,,,,
trus air daun jambu gunanya buat obat ngorok [RD],,daun paya diiris2 trus d taburin d galon pakan bs jg buat pertolongan pertama pas ayam ngorok...

pemberian pakan dan parutan singkong buat nambah bobot ayam,,biasanya d kasih nya pas maw panen cm yg ini repot bgt bikinya karna harus d jemur dulu,,,

klo untuk aman ato ngga nya ane jg kurang taw soale ane gak pernah uji laboratium sih,,,,

tp yg pasti ramuan tradisonal itu tanpa bahan kimia....


Spoiler for update ah:


Quote:Original Posted By pemanah ulung
wah bingung mau koment apa lagi... bos bos sudah pada pinter
tinggal saya ini kapan bisa bikin kandang...

mending update pic aja deh...
siIMUT lagi maem
Spoiler for :


Si imut ramean
Spoiler for :


moga gambarnya ga kegedean ya gan...


Quote:Original Posted By jatilondo


Kuliah nya di Peternakan, langsung Praktek pula, Bagus gan..jd ga modal Teory.

Spoiler for pasukan ane:


Quote:Original Posted By jatilondo




Ngikut nampang juga
Spoiler for pasukan:


Quote:Original Posted By galonPATAHhati
Ni gan skarang dah umur 25 bru nimbang yang cwek dah 1,5 yng cwok 1,63, populasi 204, alhmdlh dah mati 5, smga tdk tmbah lg
Spoiler for ayam1:

Spoiler for ayam2:


Quote:Original Posted By dawuk76
chick in .... umur 3 hari. moga2 bisa sehat "ginuk ginuk"

Spoiler for umur 3 hari:


Quote:Original Posted By galonPATAHhati
dinding waring itu apa ya.. Maaf oot gan blum pernah dengar jadi. kbanyakan yang di pakek kan bambu gampang buat+ murah gt gan, oh ya gan skedar shere klau bsa lantai kadang di buat lubang kotak2 kecil ukuran 2cmx2cm kyak kawat ram gt.. Gunanya untuk menghindari ayam terperosok waktu turun sekam umur 18 sbagai cntoh sya sertakan gambar lantai kandang

Spoiler for lantai kandang:


Ni gan foto nya di atas timbngan semua umur 34 hri cwok 2,5kg kurang seediikit
Cwek 2kg lebih sedikit..

Spoiler for cowok:

Spoiler for cewek:


Quote:Original Posted By heryuji
Suhu-suhu yang terhormat,

Mohon maaf newbie yg silent reader ikut nimbrung...
saya tertarik dengan pembahasan tentang closed house system, saya lihat sepertinya closed house system yang ada di Indo masih kalah jauh dengan apa yang di terapkan di luar negeri (saya lihat di youtube banyak sekali yang membahas tentang CH) setelah hampir 6 bln coba belajar tentang CH dari sana-sini (maksudnya browsing sana-sini) ternyata banyak model atau type CH ada yang sistem tunnel, sistem evaporating dll... kebetulan newbie dari Teknik Sipil dan sekarang jadi konsultan manajemen konstruksi, tapi kalau masalah beternak sudah mengalir dari kecil (kami 4 bersaudara bisa sampai selesai S1 jg dari hasil beternak bapak dan di bantu kita tentunya, dari mulai ayam, perkutut sampai sapi, jadi mohon maaf kalau bahasa newbie nantinya kurang bagus maklum cuma "Tukang Ngarit" yang kebetulan sampai kuliah...)
Setelah saya baca-baca literatur (AA Broiler Manual) tentang CH saya dapat sedikit kesimpulan bahwa CH minimal mempunyai syarat-syarat utama yaitu: mempunyai sistem udara/ventilasi udara yang baik sehingga ayam merasa nyaman dengan lingkungannya, suhu yang tepat sesuai dengan kebutuhan masa tumbuh kembang ayam, sistem pencahayaaan yang memaksimalkan proses tumbuh kembang, dan prasyarat-prasyarat lain, dan paling penting faktor ekonomis tentunya.
Jika saya perhatikan faktor suhu menjadi faktor utama dalam penerapan CH system di Indonesia mengingat kita negara tropis namum memiliki rentang perbedaan suhu yang mencolok antara siang dan malam hari, antara 31 derajat di siang hari s/d 21 derajat di malam hari, sehingga lepas masa brooding, ayam akan mengalami rentan suhu yang tidak sesuai dengan kebutuhan suhu ideal 24 derajat CMIIW.. terutama pada siang hari, suhu di siang hari akan bertambah panas dengan residu panas yang di hasilkan ayam itu sendiri dan feses serta litter yang basah, sehingga ventilasi mutlak di perlukan, namum biaya untuk ventilasi menjadi tidak efektif karena di perlukan tenaga penggerak yang besar juga (listrik untuk blower/exhaust fan) sehingga akan menjadi kendala untuk kandang yang jauh jangkuan daya listrik.
Kebetulan saya juga sedang mengembangkan suatu sistem dinding yang mampu bersifat Insulasi terhadap panas dan dingin (artinya saat luar ruang panas ruang dalam akan tetap dingin dan saat luar ruang dingin dalam ruang akan tetap hangat) dengan material yang ekonomis, sebenarnya masih dalam pengembangan namum saya serius mengembangkannya.
Rencananya sistem dinding ini saya akan coba di aplikasikan sebagai CH untuk memenuhi syarat-syarat CH yang baik yaitu memberikan suhu yang ideal bagi pertumbuhan ayam.
Mohon masukan dari suhu-suhu terhadap rancangan sistem CH saya ini (untuk kekuatan struktur dan keawetan suhu-suhu boleh percaya dengan saya karena itu memang basic saya) baik sistem ventilasi, sistem pencahayaan dll...
Mohon Pencerahannya......
Spoiler for "Closed House kapasitas 5000 ekor":

Spoiler for "Tampak Dalam":

Sistem kandang CH dilengkapi ventilasi dari blower low wattage (blower kecil) dan ventilator, lampu menggunakan LED, sehingga untuk kapasitas 5000 ekor hanya membutuhkan daya listrik 1500watt, karena suhu sudah di kondisikan dengan sistem dinding insulasi maka kebutuhan blower hanya berfungsi sebagai wind chill sehingga lebih hemat dari jumlah maupun daya yang di pakai, dan yang terpenting ekonomis (perhitungan biaya kasar awal kandang Rp 20rb/ekor) dan tahan lama karena menggunakan material beton...Mohon masukan suhu-suhu apa bisa di kembangkan lebih lanjut sistem CH ini, terus terang akan coba saya trial namum...klasik terkendala modal karena saya harus buat kandang dan beli ayam untuk trial, yang tentunya masih beresiko tinggi...Thanks suhu-suhu..
Pemasaran



Nugget Ayam




Bahan :
200 gr (7-8 lembar) roti tawar tanpa pinggiran
350 ml susu cair
150 gr bawang bombay, cincang halus
2 sdm margarin, untuk menumis
500 gr daging ayam cincang
2 kuning telur
Alumimium foil untuk membungkus
Minyak goreng

Bumbu Halus :
3 siung bawang putih
½ sdt merica
½ sdm garam

Pelapis I (dicampur rata) :
50 gr tepung terigu
½ - 1 sdt merica bubuk
½ - 1 sdt bawang putih cincang halus
½ - 1 sdt garam

Pelapis II :
2 putih telur
75 tepung panir (panko) putih kasar

Cara Membuat :
1. Rendam roti tawar dalam susu cair hingga roti lunak. Remas-remas hingga halus, sisihkan.
2. Tumis bawang bombay dengan margarin hingga layu, angkat. Campur roti dengan daging ayam cincang, kuning telur, bawang bombay dan bumbu halus, aduk rata.
3. Bentuk adonan menjadi bulat panjang dengan diameter sekitar 5 cm (sesuai selera). Bungkus dengan aluminium foil, kemudian kukus hingga matang, angkat.
4. Diamkan hingga agak dingin. Buka bungkusan aluminium foil, potong nugget tadi setebal 1 cm. Gulingkan potongan nugget ke dalam pelapis I, lalu celup ke dalam putih telur, lalu gulingkan ke dalam tepung panir (pelapis II).
5. Nugget tadi bisa di simpan di dalam freezer dengan ditaruh dalam kantung plastik atau wadah kedap udara. Saat hendak disajikan, goreng nugget diatas api sedang dengan jumlam minyak yang banyak hingga kuning kecoklatan.






Sosis Ayam







Bahan Sosis Daging Ayam :

Daging ayam giling, 600 gram
Es serut, 150 gram
Tepung tapioka, 4 sendok makan
Garam, secukupnya
Gula pasir, secukupnya
Merica bubuk, 1 sendok teh
Bawang putih bubuk, 1 sendok teh
Putih telur, 1 butir
Air, 2 liter, untuk merebus
Plastik khusus sosis ( casing ) , secukupnya
Air es, secukupnya ( untuk merendam )

Cara membuat Sosis Daging Ayam :

Campur ayam giling dan sebagian es, haluskan dengan food processor ( blender ) hingga halus.
Campur ayam dan bahan sosis lainnya, aduk rata. Masukkan adonan dalam plastik segitiga.
Semprotkan adonan sosis ke dalam casing hinggga adonan habis. Ikat dengan benang bagian ujung casing, kemudian ikat kembali tiap 10 cm ( sesuai selera ) dari ujung ikatan.
Rebus / Kukus sosis hingga matang. Angkat dan masukkan dalam air es. Tiriskan sosis dan lepaskan ikatan benangnya.
Sosis ayam siap digunakan.

Untuk 22 buah Sosis Daging Ayam

Tips Sosis Daging Ayam :

Jika ingin sosis lebih kenyal, tambahkan saja phosmix MP. Satu resep diatas, cukup anda tambahkan 1 sendok teh saja.
Agar sosis rasanya gurih, ayam gilingnya dibuat dari daging yang dicampur dengan kulit.
Ikat casing sosis dengan kuat, agar air rebusan tidak masuk dalam adonan sosis.

Kesehatan


Mengatasi Gejala dan Penyebab Penyakit Ayam Broiler

ayam broiler
A.Penyakit Akibat Virus.
1. Tetelo (Newcastle Desease)
Diskripsi :
Tetelo pertama muncul pada tahun 1926 di ingris. Sampai sekarang sudah tersebar luas di berbagai penjuru dunia. Penyakit sangat ganas dan menular. Peternak ayam sering menyebut sampar, Pes, Psuedo Vogel-Pest, atau Cekak.Ia menyerang ayam semua umur. Selain menghambat produksijelas mematikan. Sampai saat ini belum ada obat manjur. Ini akibat virus. Sama halnya manusia terkena Influenza. Pemberian obat tidak menghilangkan virus. Tetapi mengurangi gejala. Tindakan pencegahan paling dianjurkan.
Gejala :
Lesu, kurang bergairah, nafsu makan berkurang. Jengger ayam dan pial kebiruan. Sayap terkulai, keluar cairan dari hidung hingga susah bernafas, ngorok dan batuk, kotoran cair atau kekuningan, Jika banyak yang kena maka ayam akan bergerombol mencari tempat yang hangat, Setelah 1-2 hari kemudian muncul gejala syaraf seperti kaki lumpuh, jalan seret dan leher terpeluntir, (tortikolis) Akibatnya jalan berputar putar (tanda khas).
Penyebab :
1. Virus Paramxyo
2. Pergantian musim seperti hujan atau kemarau yang panjang, termasuk pancaroba.
3. Kontak langsung dengan ayam sakit melalui udara atau binatang lain (carrier)
Penanggulangan :
1. Vaksinasi secara teratur sesuai petunjuk. Pemberian dilakukan dengan vaksin aktif pada umur 4 hari, 18 hari, 8 minggu dengan vaksin ND in-aktif secara intra maskular, pada umur 18 minggu diberi vaksin gabungan IB + ND in aktif secara intra maskular pula. Ulang 6 bulan kemudian. Anak ayam umur kurang 1 bulan diberi dengan cara tetes. Pada ayam dewasa diberi secara intra maskular pula.
2. Ayam yang benar benar sakit harus dimusnahkan
- Aktif : Vaksin berisi bibit penyakit hidup tetapi sifatnya tidak terlalu ganas bagi ayam. Masa kekebalan 2,5 bulan.
2. Gumburo (Infectious Bursal Disease)
Diskripsi :
Gumboro menyerang sistem kekebalan tubuh. Terutama bagian bursa fibrikus dan thymus, Kedua bagian ini benteng pertahanan ayam dari penyakit. Kerusakan parah yang timbul adalah tidak terbentuknya antibodi sesudah vaksinasi, Gumboro memang tidak mengakibatkan kematian secara langsung tetapi infeksi sekunder setelahnya mengakibatkan banyak kematian.
Secara umum penyakit ini terbagi menjadi dua, yaitu gumboro klinik dan sub klinik, Gumboro klinik menyerang ayam umur 2-7 minggu. Kerusakan sistem kekebalan hanya bersifat sementara (2-3 minggu) Lain lagi dengan Gumboro sub-klinik (dini). Inilah yang ditakutkan peternak. Selain tidak terdeteksi, umum menyerang anak ayam umur 0-21 hari walhasil sifat kekebalan hilang secara permanen (imunospresi).
Gejala :
Diare berlendir turun nafsu makan dan minum, gemetar dan sukar berdiri,Bulu kotor disekitar anus dan prilaku mematuk di sekitar kloaka (akibat peradangan pada Bursa fibrikus yang terletak diatas dubur)
Penyebab :
Virus IBD (Infectious Bursal Disease) merupakan golongan red virus dan mempunyai struktur RNA . Dalam tubuh ayam virus ini bertahan hidup lebih dari 3 bulan dan setelah itu masih bersifat Infektif.
Penanggulangan :
Vaksin pada umur satu hari dengan vaksin gumboro aktif. Vaksinasi lanjutan dilakukan pada umur 11 hari dengan vaksin gumboro gabungan (aktif dan in-aktif) vaksinasi berikutnya dilakukan pada umur 21 hari, 6 minggu dan 10 minggu dengan vaksin gumboro aktif (Gumboral CT) Bila perlu diulangi pada umur 40 minggu dengan gumboro in-aktif secara intra muskular.
Menjaga sanitasi kandang
3. Cacar (Avian Pox/Fowl Pox/Avian Diptheria/Pokken Diptheria)
Deskripsi :
Penyakit ini menyerang ayam semua umur. Angka kematian yang ditimbulkan tergolong kecil, Ada dua bentuk penyakit ini pada ayam. Yaitu cacar kulit berupa kutil pada pial, jengger kelopak mata atau kaki. Diptheri berupa radang pada selaput lendir lidah, mulut, selaput mata, atau pangkal tenggorokan.
Kulit timbul dari bintik putih kemudian berubah agak besar kekuningan tak berapa lama jadi kasar dan berubah lagi menjadi coklat. Setelah 2-3 minggu terjadi peradangan pendarahan pada pangkal kutil. Pada diptheri, kutil ini terdapat pada ronggamulut atau saluran pencernaan depan. Akibatnya terjadi sumbatan pada oesophagus.
Gejala :
Lesu, nafsu makan berkurang, Produksi telur menurun drastis, Suhu tubuh meninggi, kadang terjadi kelumpuhan, kotoran encer
Penyebab :
Virus famili Poxviridae
Penanggulangan :
Vaksin dengan vaksin cacar aktif (Diftosec CT) pada umur 4 minggu dengan cara tusuk gores sayap atau intra muskular. Kemudia beri vaksinasi penguat /booster (Diftosec CT) 3 bulan kemudian.
Gunakan biji awar-awar sebanyak 3 buah. ukuran sedang untuk ayam umur 3 bulan. pemberian bisa langsung dengan mengiris kecil-kecil dan masukkan langsung atau menumbuknya kemudian campur dengan makanan atau minuman.
Menyayat kutil kutil sampai berdarah dan diolesi larutan yodium atau neo blue atau yodium tinctura sampai kutil tersebut kering , kisut sampai akhirnya terkelupas
Untuk diptheri kerik dulu gmpalan dalam rongga mulut sampai lepas, Luka yang timbul diolesi yodium tincturaatau yood gliserin
4. Batuk Darah (Infectious laryngotracheitis)
Deskripsi :
Virus penyakit ini tidak segarang Gumboro. Selain dapat dihilangkan dengan desinfektan ia juga tidak tahan diluar tubuh host-nya (inang perantara) Ayam umur 14 minggu atau lebih sangat rentan penyakit ini.
Gejala :
Mata berair malas bergerak, getah radang (exudat) berupa lendir bercampur darahmelekat pada rongga mulut terutama tenggorokan. Akibatnya ayam banyak mati karna penyumbatan saluran tenggorokan. Selain itu sering batuk, sulit bernafas (terdengar suara khas) paruh dan kotoran terlihat percikan darah.
Penyebab :
Virus herpes, Yaitu tarpen avium.
Penanggulangan :
Memberi vaksin modified LT vaccine dengan cara meneteskan pada mata. Cara lain dengan memberikan Cloacal type vaccine dengan cara menggosokkannya bada bibir atas kloaka. Laukan 2-3 bulan sebelum ayam bertelur.
Vaksinasi dengan Lyrngo Vac nobilis (Produksi Intervet)
bila ayam terkena sebaiknya dimusnahkan.
5. Bronchitis (Infectious Btronchitis)
Deskripsi :
Penyakit ini menyerang pernafasan. Penularan terjadi dari udara tercemar dari ayam penderita. Ayam terserang menunjukkan gejala sakit setelah 48 jam. Angka kematian tertinggi terjadi saat anak ayam umur dibawah 6 minggu yaitu mencapai 6 % Pada dewasa hampir tidak ada.
Gejala :
Batuk, bersin, sesak nafas, ngorok mengeluarkan lendir, dari hidung dan mata dan nafsu makan dan minum menurun.
Penyebab :
Virus golonganCorona
Penanggulangan :
Vaksinasi secara teratur sesuai petunjuk. Bisa digunakan vaksin galur Massachusetts dan connecticut. Pemberian secara tetes mata atau hidung. Bisa juga melalui air minum.
Vaksinasi pada umur 7 hari, 30 hari, dan 10 minggu dengan vaksin IB aktif (Bioral H-120)dengan cara tetes mata. Pemberian vaksin di;anjutkan umur 18 minggu dengan vaksin ND+IB in aktif.
6. Marek (Leoukosis Akuta)
Deskripsi :
Penyakit ini banyak timbul akibat kontak langsung dengan ayam penderita. Serangan banyak terjadi pada anak ayam usia 3-4 minggu terutama pada usaha ayam komersial. Usia 8-9 minggu saat paling rawan serangan. Penularan bisa melalui debu kandang, kotoran, Litter, maupun peralatan kandang.
Gejala :
1. Neural : Jengger pucat, kelumpuhan pada sayap dan kaki.
2. Visceral : Hati lebih besar dua kali lipat
3. Ocular : Kebutaan , Iris mata berwarna kelabu
4. Skin Form : Tumor dibawak kulit dan otot
Penyebab :
Virus DNA tergolong virus Herpes tipe B
Penanggulangan :
1. Vaksinasi segera setelah telur menetas dengan vaksin Cryomarex HVT atau Cryomatex rispens dengan dosis0,2 mlsecara sub kutan (pada kulit leher)
2. Bila ada yang terserang sebaiknya dimusnahkan.
B. Penyakit Akibat Bakteri
1. Snot/Pilek (Infectious Coryza)
Deskripsi :
Penyakit ini menular dan timbul akibat perbahan musim dari kemarau ke hujan. Perbedaan cuaca sering ekstrim dan berpengaruh pada kondisi fisiologis ayam. Penyakit ini menyerang semua umur terutama pada ayam dewasa.
Angka kematian memang kecil (Mortalitas 30%), tetapi angka kesakitan cukuo tinggi (morbiditas 80%). Ayam betina umur 18-23 minggu paling rentan terserang. Bagi ayam petelur dapat menurunkan produksi sampai 20%.
Gejala :
Keluar lendir kekuningan encer dari hidung, kental dan berbau khas, terdapat kerak disekitar lubang hidung. mata tertutup sebagian akibat pembengkakan sinus infra orbital secara unilateral (sebelah) atau bilateral (keduanya) Akibatnya muka bengkak dan mata memejam, suara ngorok dan sukar bernafas dan pertumbuhan tidak normal.
Penyebab :
Bakteri Haemophilus Gallinarum
Penanggulangan :
1. Vaksinasi pada umur 12 minggu dan 17 minggu dengan vaksin snot in-aktiv (Haemovax 0,3 ml/ekor)
2. Jangan menyampur ayam yang berbeda usia lebih dari 3 minggu
3. berilah Mycomas, ampisol, Ultramcyin SP atau baytril 10% OS dengan dosis sesuai petunjuk pabrik
2. Kolera (Fowl Cholera/Avian Pasteurellosis)
Deskripsi :
Penyakit ini tak kalah ganasnya dengan tetelo. Serangannya tidakhanya pada ayam petelur, Ayam pedagingpun disikatnya, Umum menyerang ayam lewat 12 minggu, serangan ini bisa secara mendadak (akut) atau menahun (Kronis).Kerugian akibat penyakit ini pada turunannya bobot dadn produksi telur bahkan kematian.
Gejala:
1. Akut : Terjadi kematian yang secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas
2. Kronis : Ada gejala demam, nafsu makan berkurang, bulu berdiri, sesak nafas, mecret mula mula kuning kemudian coklat, bisa pula berwarna hijau, kotoran berbau busuk dan berlendir, pembengkakan pada jengger dan pial serta kepala berwarna kebiruan dan memperlihatkan gejala geleng-geleng kepala persendian kaki dan sayap membengkak kadang disertai kelumpuhan.
Penyebab :
Infeksi Bakteri Pasteurella multocida dan Pasteurella Gallinarium. sevara normal bakteri ini ada pada saluran pernafasan dan pencernaan. Pada kondisi daya tahan menurun bakter ini menjadi patogen.
Penanggulangan :
1. Vaksin Kolera umur 6-8 minggu dan diulang pada umur 8-10 minggu
2. Menjaga litter tetap kering ventilasi lancar
3. Menjaga isi kandang tidak padat
4. Ganti air minum tiap hari dan cuci tempat makan dan minum 2x seminggu
5. Berikan Mycomas. Noxal, atau ampisol dengan dosis sesuai aturan pabrik
6. Beri vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam seperti vita stress atau vita strong.
3. Tipus (Fowl Thypoid)
Deskripsi :
Penyakit ini termasuk jenis berbahaya dan menular. Angka kematian akibat serangan bisa mencapai 30%-50%. Serangan terjadi pada semua umur. Tetapi lebih banyak pada ayam grower dan yang sudah bertelur.
Gejala :
Lesu nafsu makan turun, nafsu minum dan suhu tubuh meningkat, Ayam sedikit mencret dan berwarna kuning kehijauan, Kepala menunduk dengan mata terpejam seperti mengantuk, Kedua sayap terkulai, Ia lebih suka berada pada tempat yang hangat dan bulu terlihat kusam.
Penyebab :
Bakteri Salmonella Gallinarum
Penanggulangan :
1. Menjaga sanitasi dengan baik, disamping menjaga litter tetap kering, Bakteri ini dapat bertahan hidup pada litter yang lembab.
2. Bila baru terserang dapat diberikan colisuttrix atau dimetropin dengan dosis 1 gr dilarutkan dalam 1 L air minuman. Berikan 3-5 hari berturut-turut. Untuk pengobatan dosis ditambah 2 gr.
4. Berak Kapur (Pullorum Disease)
Deskripi :
Penyakit ini menyerang anak ayam. Terutama anak ayam umur 1-10 hari. Kebanyakan yang kena lemah dan mati muda. Pada ayam dewasa tidak terlihat gejala-gejala sakit. Ayam yang sembuh menjadi pembawa sifat dan seumur hidupnya mengeluarkan bibit penyakit. Penularan utama melalui peneluran.
Gejala :
1.Anak Ayam : Nafsu makan berkurang. Kotoran encer berwarna pitih berlendir. dan banyak melekat pada daerah anus. Ayam terlihat pucat, lemah, kedinginan, dan suka bergerombol mencari tempat hangat. Sayap tampak kusut dan menggantung, jengger pucat dan berkerut, berwarna keabu abuan.
2. Ayam dewasa : Menurunya kesuburan dan daya tetas, depresi, anemia dan kotoran encer warna kuning.
Penyebab :
Bakteri Salmonella Pullorum
Penanggulangan :
1. Menjaga sanitasi kandang dan mesin tetas, Fumigasi dengan Formaldelhida 40%
2. Pemberian vaksinasi sama halnya pada kolera
3. Bila terkena ayam sudah parah, sebaiknya dimusnahkan
4. Berak Kuning Kolibasiolosis/ CRD Kompleks (Granuloma Koli)
Deskripsi :
Penyakit ini bersifat oportunis, Timbul bila ayam dalam keadaan rentan atau kekebalan menurun, Kematian terbanyak pada anak ayam usia 5 hari, Penyebaran utamanya melalui air,
Gejala :
Ayam kurus, bulu kusam, dan kotoran disekitar pantat, Nafsu makan turun, dan kotoran encer berwarna kuning.
Penanggulangan :
1. Perbaikan sanitasi
2. Berikan Ronaxan dengan dosis 1g-2g/L air minum atau mycomas dengan dosis 0,5 ml/L air minum selama 3-5 hari berturut-turut
5. CRD (Chronis Respiratory Desesase)
Deskripsi :
Penyakit ini sifatnya menahun dan menyerang semua umur ayam. Terutama usia 4-9 minggu. Angka kematian menjadi tinggi bila serangan berbarengan dengan penyakit lain, Seperti ND dan IB. Gejala serangan hampir mirip dengan gejala Snot.
Gejala :
Batuk yang disertai bunyi ngorok, Keluar cairan dari lubang hidung, Nahsu makan berkurang, dan pada ayam dewasa betina terjadi penurunan produksi telur 10%-20%.
Penyebab :
Mycoplasma Gallisepticum
Penanggulangan :
1. Vaksinasi dengan vaksin Gallimune secara teratur sesuai petunjuk pabrik. Untuk daerah yang mempunyai resiko penularan tinggi dapat dilakukan 2 kali vaksinasi.Vaksinasi pertama umur 3 minggu. Vaksinasi penguat/booster pada umur 3-4 minggu sebelum periode bertelur dengan dosis 0,3 ml/ekor.
2. Bila sudah terkena dapat diobati dengan Mycomas 0,5 ml/L air minum atau baytril 10% )S sebanyak 0,5 ml/L air minum. Bisa juga dengan suanovil 1gr-2gr/L air minum. Seluruhnya dilakukan selama 3-5 hari berturut-turut.

C. Penyakit Akibat Cacingan (Worm Desease)
Deskripsi :
Penyakit ini jarang menimbulkan kematian. Umum menyerang ayam semua umur. Akibatnya terjadi hambatan pertumbuhan dan produksi telur. Secara umum ada 3 golongan cacing yang menjadi parasit. Yaitu golongan Nematoda, Trematoda, dan Cestoda. Tiga jenis cacing dari golongan nematoda dan satu dari cestoda paling sering menyerang ayam.
Gejala :
A. Nematoda
1. Ascaris Galli : Menyerang semua umur, tubuh ayam kurus, lemah, nafsu makan berkurang, Sayap agak terkulai, bulu kusam, mencret, kotoran encer berlendir agak keputih-putihan, pertumbuhan terhambat.
2. Heterakis Gallinae : Hampir serupa dengan Ascaris Galli, mengakibatkan radang pada usus buntu, anemia , jengger dan pial pucat dan kotoran seperti bercak darah.
3. Cappilari SP : Jengger mengerut dan lemas, Kotoran ayam mengandung lendir, berwarna merah muda.
B. Cestoda
Raillietina Cesticillus : ubuh kurus, gerak lamban, Bulu sayap kering, dan mengerut, Selain mudah lepas, kadang nafasnya cepat.
Penyebab:
- Ascaris Galli dan Heterakis Gallinae, Capilaris SP, dan Railletina cescitilus
Penanggulangan :
1. Menjaga sanitasi kandang dengan pemberian desinfektan seperti biocid 17 ml dalam 10 L air atauistam dengan dosis 6 ml/ L air minum
2. Pemberian Caricid pada umur 4-6 minggu dengan dosis 30 ml/3Lair mnum untuk 100 ekor ayam. Umur lebih dari 6 minggu diberi dosis 6ml/L 6-10 L air untuk 100 ekor ayam.
3. Rintal Premix 2,4% dicampur dalam makanan dengan dosis 2,5 kg pakan. Diberikan selama 5-6 hari
4. Obat lain yang dapat diberikan adalah vermixon atau wom-X Dosis sesuai petunjuk pabrik.
Lanjutan Post 7

D. Penyakit akibat protozoa
1. Berak darah (Coccidiosis)
Deskripsi :
Istilah koksidiosis dipakai karena penyebabnya bermacam spesies Coccidia. Penyakit ini banyak ditemukan dalam kandang bersistem Litter. Biangnya adalah Occyt dari Coccidia. Ia tumbuh subur dilitter yang basah pada musim hujan terutama pada daerah dataran tinggi.
Serangan terjadi pada semua umur ayam. Terutama anak ayam umur 1-10 minggu. ada 9 macam species Coccidia yang ada, tapi yang menakutkan bagi peternak adalah Eimeria tenella dan Eimeria Necatrix. Walhasil kematian mendadak mencapai 20% dalam waktu 2-3 hari.Serangan ini terjadi pada alat pencernaan, usus halus dan usus buntu.
Gejala :
1. Anak Ayam : Lesu, Nafsu makan berkurang, Pucat, Minum terus, Sayap Terkulai, sayap terkulai, Kotoran Encerberwarna coklat campur darah. Bulu sekitar anus kotor. Ayam senang bergerombol di tepi atau sudut dan kaki jongkok.
2. Ayam Dewasa : Hampir sama seperti anak ayam, produksi telur menurun atau terhenti sama sekali.
Penyebab :
Eimeria SP
Penanggulangan :
1. Menjaga sanitasi kandang
2. Menjaga litter tetap kering
3. Memberi Noxal Dosis 1 sendok makan 2,8 ml air
4. Coxistac dengan dosis 1 ons untuk 100 kg makanan.Pemberian dilakukan 1-2 minggu.
5. Obat lainya adalah saquadil 50 dosis 20 ml/3,2 L air. Berikan dengan sistem 3:2:3 atau embacox dosis 5g/L air. Berikan selama 6 hari berturut-turut. Bisa jga menggunakan Aleccid dosis 1ml/L air berikan selama 4-5 hari berturut-turut.
6. Semua obat sulfa sangat manjur melawan koksidiosis.
2. Leukozitozoonosis
Deskripsi :
Penyakit ini menyebabkan kematian dan terganggunya pertumbuhan pada anak ayam. Serangannya kadang begitu cepat dan seringkali membawa kematian pada ayam yang terinfeksi. Secara umum penularannya melalui serangan penghisap darah seperti nyamuk atau lalat.
Gejala :
Nafsu makan menurun, muntah, depresi, Bulu kusut, pucat, anemia, mencret, dengan tinja berwarna kuning kehijauan, ada kenaikan suhu tubuh, dan keluar cairan dari hidung dan mulut.
Penyebab :
Nyamuk Genus Culicoides SP dan Ornithophilous SP
Penanggulangan :
1. Usahakan kandang jangan berdekatan dengan sawah, rawa atau genangan air.
2. Neo Sulfa dosis 3 sendok makan dicampur 3,5 L air minum
E. Penyakit Akibat Ammonia
Buta Mata (Keratoconjuctivis)
Deskripsi:
Beberapa nama lain kadang digunakan seperti kebutaan ammoniak. Serangan banyak terjadi pada pemeliharaan dengan sistem litter. Walhasil kandang banyak mengandung kotoran. Penumpukan kotoran ini menjadi pemicu timbulnya gas ammoniak. Bila berlebihan Uap ammoniak menyebabkan kebutaan.
Gejala :
Kekeruhan pada bola mata yang lama-lama berkembang menjadi peradangan yang parah. Warna mata berubah menjadi kelabu. Pupil mata berubah bentuk menjadi kurang teratur. Keratiniasi pada kelopak mata. Bila sudah parah maka fungsi kontraksi akan hilang sehingga ayam menjadi buta.
Penyebab :
1. Gas ammoniak akibat dari penumpukan kotoran di kandang
2. Defesiensi Vitamin A
Penanggulangan :
1. Perbaikan sanitasi dengan membersihkan kandang dan jangan membiarkan kotoran bertumpuk.
2. Pemberian pakan ayam yang mengandung banyak vitamin A
3. De-Odorase berbentuk bubuk merupaan pengendali polusi amonia dan bau dari kotoran ternak, Jadi, tidak timbul pencemaran. Dosis pemakaian 100g-125 g dicampur merata dalam 1 ton pakan ternak.
Berdasarkan pengalaman peternak, sejumlah penyakit inilah yang kerapkali menjadi batu sandungan dalam beternak ayam. Cara mengatasi hanya satu, yaitu monitoring setiap hari. Dengan demikian infaksi dapat diketahui sejak dini. Hal ini dapat dilakukan jika tenaga kerja dilapanga memiliki pengetahuan memadai dan tentu saja dapat dipercaya. Kemampuan dapat diasah, tetapi pekerja bermental baik tidak mudah diperoleh.
Recent Updates



Analisis Peternakan Kemitraan by agan dawuk76



Quote:Original Posted By dawuk76
Peternakan dgn sistem kemitraan.

Yang namanya sistem kemitraan intinya adalah :
1. Pihak Perusahaan ( yg kemudian disebut INTI ) menyediakan Bibit, Pakan,
obat2an dan Vitamin serta pengawas Lapangan.
2. Pihak Peternak ( yg kemudian disebut PLASMA ) menyediakan lahan,
Kandang, dan tenaga perawatan.

perlu dicatat : bahwa dalam sistem kemitraan kita sebagai peternak tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk bibit, pakan dan obat2an.
Perhitungan biaya2 nanti diselesaikan setelah panen selesai.
Harga bibit,pakan, obat2an dan hasil panen sudah diteken di awal perjanjian.

ilustrasinya sebagai berikut.
Misalnya kita sebagai peternak siap kandang untuk 6.000 ekor.


Nah sekarang kita contohkan hasil panen 12.700 kg dengan tingkat kematian 3.72% dari 6000 berarti kematian = 223 ekor.

Hasil Panen : 12.700 kg x Rp. 13.170 = Rp. 167.259.000,-

Bonus ( FCR + IP + Mortalitas ) = Rp.330 x 12.700 kg = Rp. 4.191.000,-


Biaya Produksi :
Bibit = 6000 x Rp. 5000,- = Rp. 30.000.000,-
pakan = 440 sak x Rp. 275000,- = Rp.121.000.000,-
obat = 500 x Rp. 6000,- = Rp. 3.000.000,-
----------------------+
= Rp. 154.000.000,-

Biaya Operasioanal :
Tenaga kerja ( 2 orang x 1.000.000 ) = 2.000.000
Sekam ( 70 sak x 7.000 ) = 490.000
Listrik = 250.000
Sewa Gasolec ( 5 x 25.000) = 125.000
LPG ( 60 x 12.5000 ) = 750.000
Sewa Kandang ( 400 x 6000 ) = 2.400.000
Lain2 = 300.000
---------------------+
=Rp. 6.315.000

Rekap:

Penjualan : Rp. 167.259.000,-
Bonus : Rp. 4.191.000,-

Biaya Produksi : Rp. 154.000.000,-
Biaya Operasioanal : Rp. 6.315.000,-

Sekarang Kita hitung Profitabilitasnya:

Dari Perusahaan : Penjualan + bonus - Biaya produksi
= 167259000 + 4191000 - 154000000
= 17.450.000

Laba / Rugi = Hasil dr Pabrik - Biaya Operasional :
= 17450000 - 6315000
= Rp. 11.135.000,- ( Nett )

Apabila asumsi tidak sewa kandang :
maka Laba / Rugi = Rp.11.135.000 + Rp.2.400.000,-
= Rp. 13.535.000,-

Catatan :
- Harga DOC dan pakan dari pabrik rata2 harganya diatas harga pasar.
- Keuntungan memang tidak sebanding dengan peternakan mandiri, tapi yang perlu diingat bahwa Apabila terjadi kerugian misalnya ayam sakit / mati banyak, maka dengan sistem kemitraan seperti ilustrasi diatas kerugian Hanya di Biaya Operasional. Sedangkan di sistem mandiri kerugian bisa bertambah banyak.

ini hanya ilustrasi berdasrkan kejadian yg sebenarnya... mohon maaf apabila ada salah. monggo ditambah / dikoreksi.



Analisis Peternakan Mandiri by agan dawuk76

Quote:Original Posted By dawuk76
coba bantu jawab ya gan ....

Modal Awal untuk beternak ayam broiler :
1. Lahan
2. Kandang
3. Equipment ( tempat makan dan minum )

SEbagai gambaran aja.
1. Kandang yang terbuat dari Cor (pondasi), Glugu (kayu) dan Bambu (pring)
untuk kapasitas 2000 ekor estimasi biaya +/- Rp.45.000.000,-

2. Kandang yang semuanya terbuat dari Bambu (pring) untuk kapasitas
2000 ekor estimasi biaya +/- Rp. 20.000.000,-

3. Alternatif lain adalah sewa kandang (biasanya +equipment), estimasi biaya
untuk 2000 ekor adalah Rp.400,- / ekor = Rp. 800.000,- per periode.

Modal operasional :
1. Bibit anak ayam 1 hari yang biasanya disebut DOC ( day old chicken )
Harga biasanya berubah ubah dari Range Rp. 2.000,- - Rp.7.000,- /ekor
Asumsi kita pakai harga dalam minggu ini Rp. 3.000,-/ekor dimana penjualan
DOC 1 Box (isi 102 ekor) = Rp. 300.000,-

2. Pakan. Asumsi pakan yang kita gunakan sampai umur 35 hari adalah 6 Sak
dimana untuk mencapai bobot ayam +/- 1,8 Kg.
Harga Pakan Rp. 260.000,- / sak (50kg).
Penggunaan Pakan 6 x Rp. 260.000 = Rp. 1.560.000,-

3. Tenaga Kerja. Biaya untuk tenaga kerja ini relatif, biasanya range setau
saya Rp. 700.000 - Rp.1.500.000,-. / orang (mampu mengurusi ayam
sampai 4000 ekor)
Karena kita coba hitung untuk 100 ekor aja sebagai pertimbangan buat
agan maka biaya ini saya tiadakan.

Perhitungan per 100 ekor ayam (1 box DOC)
Modal = DOC + Pakan + lain2 ( vitamin ayam + sekam)
= 300.000 + 1.560.000 + 50.000
= 1.910.000

Penjualan = Asumsi kematian 5% dari 100 = 5
= JUmlah ekor x bobot x harga pasar ( 12.500 /kg minggu ini)
= 97 x 1,8 x 12.500
= 2.182.500

profit / Laba = asumsi 100 ekor ayam ( 1 box DOC )
= 2.182.500 - 1.910.000
= 272.500

catatan tambahan :
1. untuk taun ini harga penjualan ayam di tingkat peternak terendah adalah
Rp. 8.000,- /kg
2. tertinggi Rp. 16.000,- /kg
( harga pas mendekati lebaran dimana harga DOC Rp.7000,- /ekor)

ini hanya ilustrasii untuk peternakan mandiri.
Untuk pola kemitraan ........... to be continued

Yang mau menambahkan /koreksi ...Monggo.


Update Harga Juall

Quote:Original Posted By ladurnaif
kalo DOC gak tau cek dimana gan..
kalo harga jual bisa cek di http://info.medion.co.id/index.php/i...-februari-2012 gan..


berarti [erbandingan nya 2 tempat makan 1 tempat minum ya gan..


Cara menghitung FCR by agan JebolanSurga

Quote:Original Posted By JebolanSurga
FCR = Feed Convertion Ratio
artinya : berapa pakan yang digunakan untuk menghasilkan 1 kg bobot hidup si ayam , caranya tinggal agan itung , kalo mau gampang ambil per minggu

Rumus menghitung FCR adalah jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.

Contoh perhitungan :

Diketahui populasi ayam sebanyak 1000 ekor, menghasilkan berat ayam 1,3 kg, dengan penggunaan pakan sebanyak 40 sak, maka FCR-nya adalah :
Diketahui ,
Populasi = 1000 ekor
Berat Ayam = 1,3
Banyaknya Pakan = 40 sak (1 sak = 50 kg) = 2000 kg

Ditanyakan,
Berapa FCR-nya?
Penyelesaian,
Berat total ayam yang dipanen = 1000 X 1,3 = 1300 kg
Feed Convertion Ratio (FCR) = 2000 / 1300 = 1,54

semakin kecil FCR semakin baik gan, bahkan kalo udah sampe angka 1 (mungkin 10 taun ke depan kesampean nih ) berarti sangat efektif pakan yang diberikan (hampir tidak ada yang jadi kotoran) 1 kg pakan = 1 kg daging


Info tentang macam macam pola kemitraan ayam broiler


Quote:Original Posted By biscuitsereal



searching di google dapet ini

Salah satu solusi untuk mengurangi kerugian peternak ayam broiler yaitu dengan mengikuti Program kemitraan ayam broiler. Kemitraan adalah kerjasama antara peternak sebagai plasma dan pemilik modal (Pabrikan) sabagai inti atas dasar saling menguntungkan. Kemitraan mempunyai tujuan utama untuk saling berbagi sumber daya dalam mengoptimalkan nilai tambah dari input, proses produksi, maupun output. Kemitraan dibutuhkan oleh perusahaan besar (penyandang modal besar) karena dapat berperan sebagai pasar sapronak dan berbagi risiko. Prinsip share in resources and benefit dapat meningkatkan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak. Melalui kemitraan peternak plasma mempunyai kepastian usaha 5-6 kali dalam setahun dengan kenuntungan yang diperoleh tergantung model kemitraan mana yang dipilih dan indeks prestasi yang dihasilkan peternak selama memelihara ayam.
Secara umum, kemitraan ayam Broiler di Indonesia terbagi menjadi 3 sistem yaitu bagi hasil, harga kontrak, dan manajemen fee atau makloon. Meskipun dasar perhitungan laba rugi dalam sistem kemitraan tersebut adalah IP, tapi pola kemitraan yang diterapkan inti bermacam-macam. Persyaratannya pun beragam disesuaikan lingkungan dan budaya. Perbedaan 3 pola kemitraan ayam Broiler yaitu:

1)Kemitraan harga kontrak:
- Tidak peduli harga ayam di pasar seperti apa (harga mengikat), harga sesuai perjanjian.
- Kerugian ditanggung peternak (kekeluargaan). Tapi kalau terjadi musibah alam atau wabah penyakit, kerugian ditanggung inti. Sebaliknya, jika akibat keteledoran peternak, kerugian ditanggung plasma.

2)Kemitraan bagi hasil:
- Harga pokok/sapronak terbuka, alias ditentukan di muka.
- Kerugian ditanggung bersama.
- Harga panen tergantung pasar. Tapi inti menjamin plasma tetap mendapat keuntungan

3)Kemitraan makloon:
- Biaya operasional dihitung inti
- Kerugian ditanggung inti
- Harga panen mengikuti pasar

SUMBER
Istilah Istilah Peternakan Ayam Broiler


1. Box DOC : biasanya berisi 101-102 ekor (1-2 ekor merupakan bonus)
2. Litter : alasan yang biasanya terbuat dari sekam / jerami
3. Hanging Feeder dan Hanging Water : tempat pakan dan minum yang digantung, seperti gambar diatas gan
4. Brooder : tempat penghangat untuk DOC (digunakan pada minggu 1-2)
5. Probiotik , Antibiotik dan Vaksin : biasanya diberikan kepada DOC secara berkala
6. DOC : anak ayam yang berumur 1 hari
ini dia yg ane tunggu tunggu spesialisasi ayam boiler, nanti hasil analisa2 kecil ane ane masukin sini yah..
nice thread gan ....... ijin ndoprok nunggu update








..... gan numpang saran gambarnya diperkecil, jdnya melebar nih gan.
Recent Update

JUST INFO : EFISIENSI PADA MASA BROODING by Agan kickthepopstar


Quote:Original Posted By kickthepopstar


ni harga jabodetabek gan....

Info harga Senin, 26 Maret 2012;
Netto Tanpa Cn
Jabodetabek
08-10: 17.300
10-12: 16.000
12-14: 13.900
14-16: 13.000
16-18: 12.200
18 up: 11.900

SUMBER



JUST INFO : EFISIENSI PADA MASA BROODING

Buat yg masih pake Feeder Tray [FT / baki] dan kardus pada masa brooding ,,skr uda ada alat baru namanya Baby Chick Feeder [BCF]..


Spoiler for BCF:



BCF adalah tempat pakan u/ DOC dr umur 1 hari s/d ++ 2 minggu...
seperti yg kita tahu dgn memakai FT dan kardus banyak pakan yg terbuang dan kualitas pakan pun kurang baik karna bercampur dgn kotoran ayam dan operator kdg harus rajin membersihkan / mengerok FT dan menuangkan pakan baru ke FT...

Nah dgn BCF tdk ada pakan yg terbuang, kualitas pakan jg lebih baik dan bersih krna DOC tdk bs masuk k dlm BCF, dan operator kdg tdk perlu lg membersihkan /mengerok2....

BCF ud ane coba d kdg ane...1500 ekor dgn BCF dan 1500 ekor dgn FT dan kardus..

dan hasilnya pd saat sampling timbangan minggu pertama,,ane timbang 90 ekor ayam yg pk BCF dan 90 ekor yg pk FT dan kardus...
rataan BW ayam yg pk BCF 195g/ekor sedangkan yg pk FT dan kardus 180g/ekor

FYI:
- standar BW minggu pertama adalah 170g s/d 185g
- harga BCF di pasaran skitar 15rb s/d 18rb per buah
- 1 BCF bisa utk 40 s/d 60 ekor ayam


.:Mudah2an Info ini bermanfaat :.



Menghitung biaya pembangunan kandang dan alat kandang singkat by agan Pemanah ulung

Quote:Original Posted By pemanah ulung


untuk membangung kandang dan alat2nya, bagi agan2 ikut kemitraan menghitung dana yang harus disiapkan cukup mudah kok, modal awal 1ekor/Rp.15.000,- ini kandang sudah mewah buat ayam

atau bisa perbandingan 1ekor/Rp.10.000 ini minim standart
jadi kalo agan mau buka farm dengan kapasitas 5000 ekor, tinggal dikalikan saja
5000 ekor x Rp15.000=.....
semoga bisa membantu


Bahaya E. coli pada air minum ayam broiler by agan Pemanah ulung

Quote:Original Posted By pemanah ulung
agan agan jangan sibuk ngurusin kandang...

WASPADA KUALITAS AIR PENYAKIT BISA DATANG DARI SINI
E.COLI (COLLIBASILOSIS)


JANGAN LUPA CLORINASI AIR YA.... !!!!


HI HI SAYA SOK TAU PADAHAL KAGAK PUNYA KANDANG



Tips menabur sekam by agan Kickthepopstar

Quote:Original Posted By kickthepopstar
agan ayamnya brp ekor??

biar gk boros nabur sekam nya caranya diangkat karung sekamnya trus digoyang2,,jd sekamnya kluar sedikit2 dr dlm karung,,,,
jgn karung sekam dtaro d lantai trus diseret, tu ud pasti bakal boros sekamnya,,,

tambahan:
- nabur sekam sebaiknya malam hari

- sebelum sekam ditabur, ayam digiring dulu supaya jgn terlalu dekat dgn area yg ditabur krn sekam umumnya banyak debu gan...

- setelah sekam ditabur semprot sekam dgn desinfektan..



itu kdg atasnya emg renggang gtu gan bambunya??

ati2 kucing gan...







Referensi Brooding by agan pemanah ulung dan agan igedheanuku

Quote:Original Posted By pemanah ulung


coba cek per page gan, saya sudah pernah singgung masalah pemanas kayu, dan gasolek.. yang efektif untuk populasi ayam. kalo efisien mah tergantung masing peternak gan, soalnya kalo punya ternak ayam, kita harus kreatif
  • kayu bakar: ini pake kaleng drum ya, bisa manasin 1:1000-1200 ekor (murah meriah)
  • gas elpiji : satu kepala gasolek bisa 1:1000 kadang" 1 tabung diparallel 2 gasolek (ini untuk farm yang punya modal gede)
  • semawar : bisa manasin 1:600-800 ekor (bisa solar bisa minyak tanah)
  • batu bara: bisa manasin 1:800-900 ekor (irit)

bisa dirangkum di edit atau ditambahin, barang kali buat referensi ditaruh di page one atau sekedar buat tambahan agan2 sekalian. btw untuk lebih jelasnya dan biar agan2 puas bisa dicoba satu2 nanti kan tau mana yang bagus heheheh
Jangan lupa untuk chikguard (pembatas) area brooding usahkan menggunakan bahan baku seng ya. jangan bambu, kenapa harus seng karena seng membantu menyalurkan dan menahan panas, agar ayam2 yang dipojok bisa merasakan hangatnya pemanas dari seng.


Quote:Original Posted By igedheanuku


yups...mmg pemanas penting sekali bt anakan dan menarik bt d bahas,klo menurut ane terserah mo pake pemanas jenis apa gan
klo ane sih cari aman dan irit kantong, klo efektif itu tergantung agan menata posisi brodernya, semuanya efektif(ttp baca aturan pakai alatnya ex gasolec klo aturannya 1:1000 y jgn lebih),
ane pernah cb gasolek/semawar, ujung2nya balik maning bb(batubara), pk gasolek/semwar 1kdg/5rb ekor abis kr 1-1.3jt hrg lpg tbg kecil bervariasi,
bedanya klo gasolek irit 2-4 tbg dr semawar + efisien utk anak kdg, klo bb cm abis 800rb/5rb ekor hrg bb bervariasi dr 25-33rb,
jd balik lg ke masing2 individu menentukannya klo ane sih intinya aman+irit+tanpa mengurangi kebutuhan broilernya,klo bs modal/oprasionalnya irit/kecil ttp dpt hasilnya besar ky hukum ekonomi sbb klo gak irit kpn BEP bangunan+equipment+perawatan (bg pemilik kdg klo yg nyewa gak tau y d itung ato gak )
sempat kepikiran membuat pemanas dr tenaga listrik ky kompor listrik/ gasolec d convert dr gas ke listrik tp syg gak ada tmn anak elektro(berhubungan gk y ) bt tukar pikiran


Contekan Herbal by agan igedheanuku

Quote:Original Posted By igedheanuku
kan ada herbal gan
Spoiler for jamu:



Donlot Jurnal Poultry Science by me

Quote:untuk yang mau baca baca ilmu unggas ini ada jurnalnya bisa langsung di donlot



tadi ane baca 1 jurnal yang bagus yaitu manfaat pemberian kunyit pada pakan ayam yang menigkatkan performa pertumbuhan, memperbesar ukuran jeroan terutama usus dan menurunkan kolesterol gan .. mantab ga tuh


Quote:Original Posted By heryuji
Mungkin gambarannya seperti ini suhu..
Spoiler for Properties panel insulasi:

Spoiler for Properties panel insulasi:

Sistem dinding Insulasi biasa di terapkan pada bangunan gudang fresh food.
Bahan material nya ada di pasaran kok suhu.. yang papan partikel di sisi luar bisa di gunakan GRC, (tapi saya sedang mengembangkan papan partikel yg lebih murah/ekonomis dari GRC)
Bahan insulasi yang di dalam dapat di gunakan EPS atau bahasa pasarannya Styrofoam atau bisa di gunakan bahan Polyurethane, tapi tahukah suhu? sekam ternyata merupakan bahan insulasi yang lebih bagus daripada EPS? dan harganya? sepersepuluh dari harga EPS apalagi dibanding Polyurathene...
Rencana sistem CH ini di buat panel-panel atau bahasa di kami Pracetak/Precast jadi datang ke lokasi tinggal install
Karena semua material dasar bisa di produksi manual dan banyak di Indonesia (sekam padi ber limpah loh suhu di Indonesia 22% dari produksi gabah nasional loh...?)
Ada yang berminat mengembangkan..?
Kalau semisal:
Sipil = mengembangkan struktur kandang
Mekanikal/Elektrikal = mengembangkan equipment seperti instalasi air minum, installasi penerangan dan sistem ventilasi..
Peternakan = konsentrasi ke manajemen pemeliharaan isinya..
Kayaknya jadi ya sistem CH nya
Cuma yang Sipil, M/E pada malu kali yahh..suruh design kandang ayam... biasa high rise building
Tapi newbie gak malu masak high rise building bisa bikin... kandang ayam gak bisa bikin
Silahkan menambahi suhu-suhu...
numpang mejeng y gan

Makasih buat agan biscuitsereal,udah buat trit khusus tentang ayam broiler..


langsung nanya ah..
untuk posisi kandang,apakah harus membujur dari timur ke barat gan..??
kalo lokasi/lahan yang didapat tidak memungkinkan untuk membuat kandang seperti itu,solusi nya apa ya gan..??
Quote:Original Posted By ladurnaif
Makasih buat agan biscuitsereal,udah buat trit khusus tentang ayam broiler..


langsung nanya ah..
untuk posisi kandang,apakah harus membujur dari timur ke barat gan..??
kalo lokasi/lahan yang didapat tidak memungkinkan untuk membuat kandang seperti itu,solusi nya apa ya gan..??


untuk posisi kandang seperti itu biar sinar matahari masuk sempurna keseluruh bagian kandang

untuk solusinya ane kurang tau . nanti ane tanya sesepuh ane kalo sudah mulai berguru lagi
Ikut mantau dulu ahhh...trit bagus nih, lebih spesifik lagi....khusus Ayam Broilerr..
Quote:Original Posted By jatilondo
Ikut mantau dulu ahhh...trit bagus nih, lebih spesifik lagi....khusus Ayam Broilerr..


iya gan tempat sharing khususnya

Quote:Original Posted By ladurnaif
Makasih buat agan biscuitsereal,udah buat trit khusus tentang ayam broiler..


langsung nanya ah..
untuk posisi kandang,apakah harus membujur dari timur ke barat gan..??
kalo lokasi/lahan yang didapat tidak memungkinkan untuk membuat kandang seperti itu,solusi nya apa ya gan..??


kalau emang tdk mungkin dapat, gak papa gan. tinggal ditanami pohon2 aja di barat/timurnya ... minimal buat nahan sinar matahari pagi/sore.
×