Quote:Original Posted By Abdulazis96
permisi
numpang nanya lagi

misalnya saya sedang keadan terdesak (ada maling bawa senjata tajem)
takut tuh maling nekad ngebunuh
jadi saya ambil perlawanan
maling itu karna sengaja dan tidak sengaja ternyata kebunuh
apakah saya terkena sanksi.?

Simak penjelasannya di bawah ini ya gan
Dalam ilmu hukum pidana dikenal alasan penghapus pidana yaitu alasan pembenar dan alasan pemaaf:
a. Alasan pembenar berarti alasan yang menghapus sifat melawan hukum suatu tindak pidana. Jadi, dalam alasan pembenar dilihat dari sisi perbuatannya (objektif). Misalnya, tindakan 'pencabutan nyawa' yang dilakukan eksekutor penembak mati terhadap terpidana mati (Pasal 50 KUHP);
b. Alasan pemaaf adalah alasan yang menghapus kesalahan dari si pelaku suatu tindak pidana, sedangkan perbuatannya tetap melawan hukum. Jadi, dalam alasan pemaaf dilihat dari sisi orang/pelakunya (subjektif). Misalnya, lantaran pelakunya tak waras atau gila sehingga tak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya itu (Pasal 44 KUHP).

Seseorang belum dapat dikatakan bersalah telah membunuh sebelum ada putusan pengadilan yang menyatakan dia bersalah melakukan tindak pidana, tapi baru dijadikan sebagai tersangka yaitu seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana (Pasal 1 angka 14 UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana – “KUHAP”). Pada akhirnya mekanisme pembuktian di pengadilan lah yang akan membuktikan apakah orang yang membela diri itu bersalah atau tidak.

Pasal 49 ayat (1) KUHP mengatur mengenai perbuatan “pembelaan darurat” (noodweer) untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta benda sendiri maupun orang lain, karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat. Menurut pasal ini orang yang melakukan pembelaan darurat tidak dapat dihukum. Pasal ini mengatur alasan penghapus pidana yaitu alasan pembenar karena perbuatan pembelaan darurat bukan perbuatan melawan hukum.

Jika ada alasan penghapus pidana yang kemudian terbukti, maka hakim akan mengeluarkan putusan yang melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum (ontslag van alle rechtsvervolging). Bukan putusan bebas alias vrijspraak.

Jadi, hakimlah yang harus menguji dan memutuskan hal ini, sedangkan polisi hanya mengumpulkan bahan-bahannya untuk diajukan kepada hakim.

Dasar hukum:
1.Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht, Staatsblad 1915 No 73);
2.Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana

Lebih jelasnya cekidot di artikel ini gan Kenapa Orang Yang Membunuh Karena Membela Diri Tetap Ditahan Polisi?

Disclaimer
Seluruh informasi yang disediakan oleh tim hukumonline.com dan diposting di Forum Melek Hukum pada website KASKUS adalah bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pengetahuan saja dan tidak dianggap sebagai suatu nasihat hukum. Pada dasarnya tim hukumonline.com tidak menyediakan informasi yang bersifat rahasia, sehingga hubungan klien-advokat tidak terjadi. Untuk suatu nasihat hukum yang dapat diterapkan pada kasus yang sedang Anda hadapi, Anda dapat menghubungi seorang advokat yang berpotensi.


gan, kl d'kaitin sm asas subsideritas dan asas proposionalitas g'mane tuh ?? bs jd yg awalnya kita niat bela diri (bela paksa) / noodweer malah bs jd tersangka ??
Quote:Original Posted By Picasso19
Mohon contoh Draft2 Legal juga dimunculkan jd 1 thread di forum melek hukum ini donk, supaya bisa di donlod. Kalo bisa formatnya Word, gituh.... Spy bs di edit sendiri dolo.


MISALNYA:
Perjanjian Kerjasama, Perjanjian Jual-Beli, Perjanjian Sewa-Menyewa, Perjanjian Hutang-Piutang, Surat Kuasa, Surat Pernyataan, dsb dsb dsb....

Ane yakin banyak kaskuser yg butuh ini. Benar kan, kawan2???


bantu jawab ya gan, s'benernya unk masalah draft perjanjian jual-beli,

sewa-menyewa, hutang piutang ataupun yg berkaitan dgn pihak lain selama

msh dlm ranah perikatan agan bs cr d'google, formatnya semuanya hampir

sama mengatur para pihak dgn pasal-pasal. Di mana pd intinya di dalam

perikatan/perjanjian itu para pihak bebas mendiskusikan mengenai hal-hal

apa saja yg perlu di atur dlm bentuk pasal-pasal tersebut, sesuai dgn asas

kebebasan berkontrak (Pasal 1338 KUHPerdata) dan unk objeknya (hal yg

diperjanjikan itu tdk pula melanggar UU yg berlaku.

Untuk surat kuasa gw rasa d'google jg bnyk koq contonya tp intinya c asal

ada pihak yg memberi kuasa dgn pihak yg d'beri kuasa.

unk surat pernyataan d'google jg bnyk, tp inti suratnya ada hal menjelaskan

mengenai apa

semoga membantu
Quote:Original Posted By flexyzte
mohon infonya mengenai UU lalin no 22 tahun 2009, atas pelanggaran2 di tuliskan
"penjara paling lama ... atau denda paling banyak ..."
Maksud dari UU ini apa ya?
Berarti pelangar bisa mendapat hukuman dibawah nilai yang ditentukan dari UU tersebut?
Dan siapa atau peraturan apa yang mengatur mengenai hukuman setiap pelanggaran dari paling sedikit sampai paling banyak?


iya gan yang tertera di dalam pasal tersebut adalah denda dan hukuman maksimal yang artinya tiap denda dan hukuman penjaranya tidak boleh melebihi yang ada diaturan nya, tentang siapa yang menentukanya adalah hakim gan...semuanya kembali kepada penilaian hakim bagaimana menilai pelanggaran yang dilakukan.
makasih..
Quote:Original Posted By Keylogger007
[COLOR="RoyalBlue"]

PERTANYAAN SAYA BUAT MOMOD2 / AGAN2.

1) Apa sangsi Hukum nya kalau masalah seperti saya ini ?.

2) Apakah masalah seperti saya ini dapat menjerat saya ?.

3) SAH atau TIDAK surat perjanjian yang di buat oleh Adik nya si Pembeli yang saya tanda tangani tadi karena Masalah/Kasus sudah di alihkan Mereka menjadi PENITIPAN UANG ?.

4)Apakah mereka BISA atau BERHAK menyita barang2 yg ada di rmh saya apa bila saya tdk sanggup mengembalikan uang yg hilang dgn waktu yg sudah ditentukan di surat perjanjian itu ?.

5)Apakah aparat TNI yg mereka bawa bisa saya laporkan ke POM
(Polisi Militer) karena sudah membekingin Client nya untuk membuat surat perjanjian yg sebenarnya tidak saya setujui karena pada dasar nya dari awal kejadian ini bukan masalah/kasus penitipan uang ?.

6)Bisa atau tidak Aparat TNI itu kena sangsi Hukum karena membantu orang yang dengan sengaja membuat surat perjanjian dgn cara mengalihkan masalah/kasus asli nya menjadi masalah/kasus Penitipan Uang yg bukan kasus asli nya ?.

7)MAAF. Kalau seandainya Aparat TNI itu saya laga dengan famili saya yg Anggota TNI(Perwira) apakah famili saya bisa kena sangsi Hukum toh famili saya membela yg benar karena masalah/kasus ini sudah tdk original lagi ?...

8)Apakah bisa menurut Hukum kalau saya mengembalikan dana mereka hanya setengah saja, karena posisi saya juga korban yg kehilangan uang,dompet, Stnk,Ktp dll ?...

Saya mohon bantuan Momod2 & Mimin2 agar membantu menjelaskan masalah yg saya alami ini, saya sanggat2 membutuhkan informasi Hukum tentang masalah yg saya alami ini.
Terima Kasih Sebelumnya.....

Mohon maaf kalau ternyata ada yg tersinggung
Saya tidak ada maksud apa2 melainkan hanya konsultasi saja


1.itumah namanya musibah gan, dan belum ada kasus hukum disini, sehingga sangsi nya ya tidak ada, semua bukti agan ada kan tinggal ttg musibah agan itu yang mesti agan buktiin kebenaranya(agan kehilangan/dicopet/atau apapun)
2.sebenernya itu bisa agan bicarain/musyawarah dulu gan, kalopun tidak bisa ya agan mau gak mau harus menggantinya.
3.tentang sarat sah nya perjanjian terpenuhi atau tidak gan?kecakapan para pihak, sepakat, hal tertentu, dan klausa yang halal...kalo saya lohat sih itu perjanjia sah gan.
4.bisa saja gan, jika agan tidak bisa memenuhi isi dari perjanjian, pasal 1131 bw dsar nya gan.
5&6.bisa saja gan laporin saja, soalnya mereka melakukan kegitan yang bukan merupakan tugasnya, ada pelanggaran kode etik.
7.wah itu sih mungkin nantinya jadi urusan internal organisasi gan, tapi yang pasti ada susunan kepangkatan disana gan pangkat yang bawah harus patuh dan hormat pada yang lebih atas..(coba aja gan)tp bukan ranah hukum itu ya..
8.menurut hukum sih gak ada gan, hutang y hutang harus dibayar lunas.namun kalo saya melihat kasus agan, ini kan namanya musibah gan, jadi ya seharusnya pihak yang lain nya menyadari nya, dan bermusyawarah untuk mufakat guna mencara jalan keluarnya..
maaf gan kalo jawabanya kurang memuaskan, masih belajar saya juga,coba bantu aja...
makasih.
Quote:Original Posted By teripangmini
Giliran saya mau tanya tanya nih tentang HKI hehehehhe...

Saya punya produk sudah saya daftar hak merk dan hak desain industri. Suatu waktu saya menemukan produk mirip milik saya punya tetapi dengan merk yang berbeda. Menurut UU tentang desain industri itu kan saya bisa laporkan pidana (delik aduan), pertanyaannya ?

1. Sebelum laporan itu saya ajukan, apakah saya harus membuktikan produk tersebut benar2 sama ? Dalam artian harus saya uji lab dulu sedetail2nya ? Kalau iya kemanakah ?
2. Jika saya tidak perlu membuktikan terlebih dahulu, apakah bukti produk yang mirip dengan punya saya tersebut perlu saya lampirkan kepada pihak penyidik (kepolisian) ?

Oiya produk saya berupa selang industri...


coba up dulu lom ada yang jawab
Selamat Sore

numpang tanya donk gan
ane ada tugas, disuruh cari artikel tentang cyber terorism, ane udah cari dimbah google, tapi artikelnya berbahasa inggris semua
kira2 ada yg punya ga ya artikel bahasa indonesia

terimakasih sebelumnya
Quote:Original Posted By lekssana88
1.itumah namanya musibah gan, dan belum ada kasus hukum disini, sehingga sangsi nya ya tidak ada, semua bukti agan ada kan tinggal ttg musibah agan itu yang mesti agan buktiin kebenaranya(agan kehilangan/dicopet/atau apapun)
2.sebenernya itu bisa agan bicarain/musyawarah dulu gan, kalopun tidak bisa ya agan mau gak mau harus menggantinya.
3.tentang sarat sah nya perjanjian terpenuhi atau tidak gan?kecakapan para pihak, sepakat, hal tertentu, dan klausa yang halal...kalo saya lohat sih itu perjanjia sah gan.
4.bisa saja gan, jika agan tidak bisa memenuhi isi dari perjanjian, pasal 1131 bw dsar nya gan.
5&6.bisa saja gan laporin saja, soalnya mereka melakukan kegitan yang bukan merupakan tugasnya, ada pelanggaran kode etik.
7.wah itu sih mungkin nantinya jadi urusan internal organisasi gan, tapi yang pasti ada susunan kepangkatan disana gan pangkat yang bawah harus patuh dan hormat pada yang lebih atas..(coba aja gan)tp bukan ranah hukum itu ya..
8.menurut hukum sih gak ada gan, hutang y hutang harus dibayar lunas.namun kalo saya melihat kasus agan, ini kan namanya musibah gan, jadi ya seharusnya pihak yang lain nya menyadari nya, dan bermusyawarah untuk mufakat guna mencara jalan keluarnya..
maaf gan kalo jawabanya kurang memuaskan, masih belajar saya juga,coba bantu aja...
makasih.


Ya gpp gan
ane juga sdh iklas lahir batin, mungkin ini cobaan dari Allah utk ane
supaya ane bisa mendekatkan diri kepada sang pencipta
mksh banyak gan atas bantuan info nya..


misi gan, saya mau numpang nanya, ada beberapa pertanyaan yang bikin saya penasaran. beberapa gpp kan gan?

gini gan:
1. Gimana caranya masukin mobil2 bekas dari luar ke Indonesia? ane tau ada hukumnya kalo ga boleh masukin mobil2 bekas luar ke Indonesia, tapi kok ya ada juga orang yang punya gan. mereka masukin tu mobil dengan alasan apa? trus kalo emang bisa masuk ngurus surat2nya gimana ya gan? apa ga dicurigain sama bapak polisi gan? mobil2 bekas yang ane maksud itu kaya toyota supra, nissan skyline, dan mobil2 muscle lainnya.

2. Yang kedua ini tentang surat tilang gan. saya pernah dibilangin temen kalo surat tilang itu ada 2 warna, warna biru sama warna pink. kalo yang warna pink itu katanya menyatakan kalo kita masih menganggap diri kita benar jadi secara tidak langsung kita memilih untuk sidang, tapi yang warna biru itu menyatakan kalo kita mengakui kita salah dan bersedia untuk membayar sejumlah denda. nah kalo surat biru itu kita cuma diharuskan mentransfer sejumlah uang ke rekening bank pemerintah, trus membawa bukti transfer ke bapak polisi tadi trus surat2 kita udah kembali gan. itu apa emang ada ya gan? kalo emang ada, jelasnya gimana ya gan? soalnya kita udah bosen gan ngasih duit ke polisi, hasilnya malah ga jelas. mending ane transfer ke rekening negara, duit ane dibuat pembangunan. tolong penjelasannya ya gan.

gitu aja gan pertanyaan ane, maap kalo panjang. kalo salah kamar mohon maap ya gan
trima kasih gan
Quote:Original Posted By lekssana88
iya gan yang tertera di dalam pasal tersebut adalah denda dan hukuman maksimal yang artinya tiap denda dan hukuman penjaranya tidak boleh melebihi yang ada diaturan nya, tentang siapa yang menentukanya adalah hakim gan...semuanya kembali kepada penilaian hakim bagaimana menilai pelanggaran yang dilakukan.
makasih..


Makasih gan, sekalian nanya misal ada pelanggaran, lebih baik pilih mana gan
titip uang sama polisi
atau sidang?

terimakasih sebelumnya
Numpang nanya agan2 sekalian,

ane rencananya mau ganti tanda tangan nie. Kira2 apa aj yang harus dilakuin ya? trus dokumen2 ane yang pake tanda tangan lama gimana, misal ktp, sim, ijasah, kartu tabungan, surat perjanjian kerja dll, apakah harus diperbaharui juga?
wah,, baru tau ada forum hukum
pengen nanyak tapi private
Quote:Original Posted By Zulunk
gan, kl d'kaitin sm asas subsideritas dan asas proposionalitas g'mane tuh ?? bs jd yg awalnya kita niat bela diri (bela paksa) / noodweer malah bs jd tersangka ??


coba2 ikutan nimbrung gan
pembelaan tsb dapat menjadi alasan penghapus pemidanaan dgn syarat:
1. benar2 terpaksa untuk membela diri, tidak ada jalan lain. jadi kalo ada orang mo mukul, terus dipukul balik, padahal bisa kabur, itu namanya bukan bela diri

2.adanya serangan kepada diri sendiri atau orang lain/ harta/ kehormatan secara melawan hukum. jadi kalo ada orang nagih utang, terus dipukulin.. itu juga bukan bela diri

3.pembelaan dilakukan seketika itu juga saat adanya serangan. Jadi kalo pembelaannya dilakukan keesokan atau setelah selesainya serangan, itu bukan pembelaan tapi balas dendam

4. pembelaan yang dilakukan tidak lebih besar/ seimbang dengan serangan yang ditujukan kepadanya. Jadi kalo ada orang mo mukul pake tangan, eh ente door pake pistol. itu juga bukan bela diri

tapi pembelaan diri yang melampaui batas, bisa menjadi alasan penghapus pemidanaan kalo dalam diri (orang yang membela diri) ada goncangan jiwa yang seketika (misalnya trauma)
(sumber KUHP beserta komentar dan penjelasaannya- Soesilo)

tentang uu pornografi ..

tolong bahas tentang kasus penyimpanan pornografi untuk kepentingan pribadi tetapi file itu dicuri dan disebarluaskan oleh pihak lain ..

bagaimana sanksi hukum untuk pemilik file pertama dan sanksi untuk pihak yg mnyebarkannya ..

contohnya seperti kasus ariel kemarin ..


terimakasih ..
Quote:Original Posted By flexyzte
Makasih gan, sekalian nanya misal ada pelanggaran, lebih baik pilih mana gan
titip uang sama polisi
atau sidang?

terimakasih sebelumnya


sekedar sharing gan
maksudnya "titip" itu bukan nitip ke polisi gan. tapi kita minta untuk dikasi slip tilang warna biru, terus kita setor ke bank yang ditunjuk, ente ga perlu ikut sidang, setelah sidang selesai (bisa keesokan harinya) tinggal ambil aja ke pengadilan (atau ke kejaksaan-kalo berkas dah dilimpahkan... kalo apes harus ke kepolisian-- alasannya klise, si polisi ngga ngelimpahin tu berkas ke pengadilan).
cuma masalahnya gan, karena denda tilang uu yang baru ini gede2, maka besarnya uang titipan adalah sebesar maksimal denda (dasarnya dari mana ane ga tau. mungkin ada juklaknya, mungkin juga ane cuma ditakut-takutin ama ntu polisi). cth ga punya sim denda maksimal 1jt (kalo nanti didenda sama hakimnya lebih kecil dari uang titipan, sisanya bisa diambil lagi siy)

kalo saran ane siy (secara pernah ditilang juga n tanya2 ama yang juga pernah ditilang), ga papa dikasi slip merah (untuk disidang). cuma ente jgn dateng pas hari sidang (harus ngantri2, plus banyak calo'nya). nah berkas ente akan diputus tanpa hadirnya terdakwa (verstek). besoknya atau lusa (tapi jangan kelamaan, ntar berkas udah ga ada di pengadilan lagi) tinggal ente samperin deh pengadilan ke bagian pidana atau loket tilang, bayar (biasanya ada tabel denda gitu), ambil deh sim or stnk ente.
nb: kalo mo lebih yakin lagi, di bagian kita menandatangani kertas tilang, ada bagian denda tilang yang harus sudah diisi dan ditandangani oleh hakimnya. jadi kalo tertulis 30rb, terus petugas minta lebih dari itu, jangan mau gan!
atau kalo ga ada tertulis besar dendanya, agan bisa pilih: minta agar di slip itu ditulis sebesar yang akan dibayar, ato tawar gan semurah-murahnya.
kapan ada waktu ane posting deh slip tilangnya
Quote:Original Posted By Keylogger007
Ya gpp gan
ane juga sdh iklas lahir batin, mungkin ini cobaan dari Allah utk ane
supaya ane bisa mendekatkan diri kepada sang pencipta
mksh banyak gan atas bantuan info nya..



iya gan sama sama...
Quote:Original Posted By zet.er
sekedar sharing gan
maksudnya "titip" itu bukan nitip ke polisi gan. tapi kita minta untuk dikasi slip tilang warna biru, terus kita setor ke bank yang ditunjuk, ente ga perlu ikut sidang, setelah sidang selesai (bisa keesokan harinya) tinggal ambil aja ke pengadilan (atau ke kejaksaan-kalo berkas dah dilimpahkan... kalo apes harus ke kepolisian-- alasannya klise, si polisi ngga ngelimpahin tu berkas ke pengadilan).
cuma masalahnya gan, karena denda tilang uu yang baru ini gede2, maka besarnya uang titipan adalah sebesar maksimal denda (dasarnya dari mana ane ga tau. mungkin ada juklaknya, mungkin juga ane cuma ditakut-takutin ama ntu polisi). cth ga punya sim denda maksimal 1jt (kalo nanti didenda sama hakimnya lebih kecil dari uang titipan, sisanya bisa diambil lagi siy)

kalo saran ane siy (secara pernah ditilang juga n tanya2 ama yang juga pernah ditilang), ga papa dikasi slip merah (untuk disidang). cuma ente jgn dateng pas hari sidang (harus ngantri2, plus banyak calo'nya). nah berkas ente akan diputus tanpa hadirnya terdakwa (verstek). besoknya atau lusa (tapi jangan kelamaan, ntar berkas udah ga ada di pengadilan lagi) tinggal ente samperin deh pengadilan ke bagian pidana atau loket tilang, bayar (biasanya ada tabel denda gitu), ambil deh sim or stnk ente.
nb: kalo mo lebih yakin lagi, di bagian kita menandatangani kertas tilang, ada bagian denda tilang yang harus sudah diisi dan ditandangani oleh hakimnya. jadi kalo tertulis 30rb, terus petugas minta lebih dari itu, jangan mau gan!
atau kalo ga ada tertulis besar dendanya, agan bisa pilih: minta agar di slip itu ditulis sebesar yang akan dibayar, ato tawar gan semurah-murahnya.
kapan ada waktu ane posting deh slip tilangnya

jarang banget gan ada yang mau nitip ane pernah minta surat yang biru kagak dikasih kasih..alesanya cas cis cus gak jelas... walaupun ane lagi kepepet itu kepaksa sidang juga, di pn baru masuk lgsg disambut gan.."perkara nomor berapa,?hakim dan jaksa nya blm ada, sama saya aja dibantuin..".. itulah potret nya gan,,,miris...apalagi kasus2 besar disana???
Pertanyaan gw... Nih forum kok ga beda dengan lounge ya?
ane baru kena tipu gan..
duit kantor ane 15 juta lenyap, dan ane yg bertanggung jawab.

ane kerja di bagian import export sebuah perusahaan.
kemarin jum'at ane dapat berita jika kiriman barang dari china sudah tiba di indonesia. Namun karena pengirimannya door to port saja, pengurusan customs nya harus sendiri.

Sekitar jam 14.00 ada yg telepon ke ane, dan memberitahukan bahwa barang sudah tiba, dan dia menawarkan jasa pengurusan customs nya.
Beberapa saat kemudian, ada dari pihak Jasa warehouse nya juga telepon ane, untuk memberitahukan kedatangan barang.

Nah, awal nya ane tidak curiga dengan orang yg menawarkan jasa pengurusan customs, karena dia telah melalukan prosedur yg hampir benar.
Pertama dia memberikan pemberitahuan kedatangan barang, mem fax AWB (air way bill) barang tersebut,

Kedua, meminta dokumen2 untuk pengurusan customs (API, NPWP, Invoice, PO dll), ya ane langsung kasih ke dia, termasuk surat kuasa penanganan Customs nya.

Ketiga, hari senin nya ane diberitahukan bea masuk, ppn, pph yg harus dibayarkan untuk pengurusan customs, total nya sekitar 15jt an gan..

Karena bos ane minta supaya barang tersebut cepat release, ya segera ane atur pembayarannya saat itu juga.

Dan pada hari itu, orang yg menawarkan jasa customs tsb begitu rajin telepon ane, jadi ane jadikan prioritas.

Setelah di bayar ane langsung konfirm ke dia.

Nah besok nya, ketika ane follow up lagi, ternyata no nya tidak aktif, dan alamat nya tidak ada.
Ane searching di google juga tidak ketemu.
Ane mulai curiga.

Dan sampai sekarang tidak ada kabarnya.

Apakah bisa di usut masalah ini ke kepolisian, dan bagaimana melacak pelaku nya?
Apakah bisa melalui akun bank dia?

karena semua no kontak dia sudah tidak bisa dihubungi semua..

Mohon sarannya agan2 semua..
gan ada uu hukum pidana/perdata yang memperkarakan omongan2 orang yang bikin sakit hati gak?
trus kalo misalnya kita disakiti secara fisik itu harus ada apa aja persyaratannya supaya tersangka bisa diseret secara hukum?
kalo bisa mohon penjelasan selengkap2nya supaya posisi ane kuat secara hukum, thx gan
sapa yg mengatur tempat penampungan pertanyaannya nih? banyak pertanyaannya..
Quote:Original Posted By Zulunk
bantu jawab ya gan, s'benernya unk masalah draft perjanjian jual-beli,

sewa-menyewa, hutang piutang ataupun yg berkaitan dgn pihak lain selama

msh dlm ranah perikatan agan bs cr d'google, formatnya semuanya hampir

sama mengatur para pihak dgn pasal-pasal. Di mana pd intinya di dalam

perikatan/perjanjian itu para pihak bebas mendiskusikan mengenai hal-hal

apa saja yg perlu di atur dlm bentuk pasal-pasal tersebut, sesuai dgn asas

kebebasan berkontrak (Pasal 1338 KUHPerdata) dan unk objeknya (hal yg

diperjanjikan itu tdk pula melanggar UU yg berlaku.

Untuk surat kuasa gw rasa d'google jg bnyk koq contonya tp intinya c asal

ada pihak yg memberi kuasa dgn pihak yg d'beri kuasa.

unk surat pernyataan d'google jg bnyk, tp inti suratnya ada hal menjelaskan

mengenai apa

semoga membantu


Makasih penjelasannya iyah....
Ane sering search di google draft2 legal tsb, tp kebanyakan bukan format word jd ga bs di donlod dan lgsg edit.... Klpun ada, tp ga lengkap semua surat2nya, misalnya hny ada srt perjanjian sewa-menyewa ato srt kuasa aj.

Maksud ane kl semua draft legal itu di satukan di trid forum melek hukum dan bs di donlod dgn format word, pasti lbh mudah utk search + donlod gth.... Mereduksi waktu searching, tinggal di edit aj krn format nya word

Ato kl ada yg mau bantu kumpulin link2 cth2 draft legal di forum ini, gth