KASKUS

Poll: Apakah Juragan Setuju Hukum Qisas Diterapkan di Indonesia?

Setuju 47% (125 votes)
Tidak Setuju 44% (117 votes)
Ragu-ragu 9% (24 votes)
Quote:Original Posted By B3T4
kalau tidak salah
dosen hukum islam saya pernah berkata
kalau dalam al-quran itu tidak ada pengaturan ttg hukum pidanany
hukum pidana pada arab itu adalah budaya dari negara arab itu sendiri
contoh: dulu di arab orang yang mencuri harus dihukum potong tangan, itu karena pada jaman itu negara arab sangat miskin karena terus2an perang mkny untuk menghukum diberlakukan hukuman yang pada saat itu dianggap adil.
CMIIW
ane hanya sharing gan ga bermaksud offense
ane tertarik untuk berdebat ttg hukum tidak ada niat sama sekali berdebat agama



setuju ama agan ini, mhh, soalnya gimana ya gan. bingungin juga nih. dlu hukum qisas kan pas jaman Rasulullah ya. yang menjatuhi hukuman dan yang memberi hukuman dilakukan oleh orang-orang yang adil dan yang tau hukum dan agama juga.
sedangkan yang terjadi di negara kita... [maaf sebelumnya] agan liat aja yang terjadi di indonesia sekarang ini, penggerebekan, penghancuran, dll, yang [maaf lagi] dilakukan oleh oknum2 yang berbau2 agama.
dan lagi juga negara kita terdiri dari berbagai macam agama, apa ga nantinya malah menimbulkan perpecahan ya?
pendapat aja loh gan.. ga ada maksud apa2... cmiiw
Quote:Original Posted By orang252525
antara setuju dan tidak setuju.
ane jawab SETUJU kalo pelaksanaannya bisa adil dan merata ke semua orang, jadi pemerintah tidak asal tebang pilih dalam pelaksanaan hukuman. jangan seperti sekarang, karena orang itu berduit sama berkuasa di gak jadi di hukum, sedangkan nenek2 cuma ngambil buah yang jatuh eh masuk penjara ampe klo gak salah 3 bulan ya? Klo masih belom bisa, mendingan gak usah dulu deh.
CMIIW


setuju banget ama kata2 agan,Indonesia hukumnya dipengaruhi oleh "uang" bukan dengan keadilan
Kalo kondisi hukum di Indonesia spt skrg ini, ane sangsi gan qisas bisa diterapin di Indonesia.
lebih tepatnya disebut qisas/diyat

Hukum pidana Islam terbagi menjadi 3 yaitu:
1.hudud
2.qisas/diyat
3.ta'zir

qisas/diyat itu bagian dari hukum pidana Islam (jinayah),jadi jika ingin menerapkan qisas/diyat maka Indonesia harus secara utuh memakai hukum pidana Islam,yah ketiga2nya itu dpakai semua,tidak bisa salah satunya atau setengah2 begitu.

jika hukum pidana islam dterapkan maka semua orang yang menduduki wilayah yang menerapkan hukum pidana islam itu akan dkenai hukuman yang sama baik itu muslim atau non muslim,tidak ada perbedaan jadinya.

udah ah segitu dulu,bingung kalo ngetik soalnya
kalo ada yang mw mengomentari postingan ane silahkan,bakal dlayani sampe puas :
ane ngga setuju gan.... gimana dengan umat yang lain?
kita berbeda2....
Qisas?? Grundnorm kita saja sudah Pancasila gan..bukan Al Qur'an..saya tidak setuju penerapan Qisas..
Setuju setuju aja selagi tidak menyalahi aturan








gw cenderung gak setuju sih... soalnya bnyk agama lain jg di sini... yg lain?
Quote:Original Posted By westernelectric
kasian gan, ntar kejadiannya kayak di aceh itu loh

ente kasian sama pembunuh tapi ente ga kasian ama korban pembunuhan

Quote:Original Posted By zulahadi2
Vatikan? Ada umat beragama lain ane kira, tapi bukan Vatikan yang kita pernasalahkan di sini



Kalau hanya diberlakukan untuk umat Islam, apa dasarnya?
Maksud ane, gini.

Hukum Islam (dan hukum adat) termasuk salah satu hukun positif di Indonesia karena ada latar belakangnya kan?
Ambil contoh, dalam pernikahan.

Jaman dahulu memang pada praktiknya ada orang yang menikah dengan tata cara dan hukum islam, begitu pula dalam urusan harta warisan.

Contoh lain, dalam hukum adat pun pada praktiknya ada orang yang menggunakan adat masing-masing dalam melakukan hal-hal tertentu, jual beli misalnya.

Nah, untuk masalah hukum islam, yang dalam hal ini lebih spesifik, Qisas.
Apakah ada bukti bahwa dalam praktiknya Qisas pernah dilakukan oleh orang Indonesia? Terutama orang indonesia beragama islam.

===============

Pertanyaan lain yang timbul adalah "Bagaimana kalau ada perbuatan yang diatur dalam Qisas, tetapi pelakunya bukan beragama Islam?"

Justru inilah hal paling krusial yang jujur saya sendiri tidak bisa memberi tanggapan.

1. Ya makanya dipelopri gan
2. Jika pelakunya bukan Islam, ya berlakukan hukum pidana agamanya gan

Quote:Original Posted By 7eks
gw kurang setuju gan , karena bakal ngelanggar ham

Si pembunuh juga ngelanggar HAM lo gan, di sini kita justru pengen melindungi HAM orang lain biar ga ikutan dibunuh sama sang pembunuh.

Quote:Original Posted By B3T4
kalau tidak salah
dosen hukum islam saya pernah berkata
kalau dalam al-quran itu tidak ada pengaturan ttg hukum pidanany
hukum pidana pada arab itu adalah budaya dari negara arab itu sendiri
contoh: dulu di arab orang yang mencuri harus dihukum potong tangan, itu karena pada jaman itu negara arab sangat miskin karena terus2an perang mkny untuk menghukum diberlakukan hukuman yang pada saat itu dianggap adil.
CMIIW
ane hanya sharing gan ga bermaksud offense
ane tertarik untuk berdebat ttg hukum tidak ada niat sama sekali berdebat agama

loh kan TS udah ngasi dalil Qurannya gan? Kan Quran merupakan sumber hukum juga
Ga usah jauh2 bicara qisas, Pasal 340 KUHP aja menghukum mati pembunuhan yang disengaja/terencana. Selama itu masih berlaku, ane sih fine-fine aja.
meskipun ane muslim tapi ane nggak setuju gan

Indonesia ini bukan negara Islam, selama ini kan juga ada hukuman mati/seumur hidup bagi pembunuhan berencana CMIIW
ane sih setuju aja gan.. kalo ini berlaku untuk yang berkaitan dengan orang-orang muslim.
ane bilang berkaitan soalnya bisa jadi yang bermasalah adalah non muslim, dan sang korban adalah muslim atau sebaliknya..

tapi kalo non muslim dengan non muslim mungkin bisa dipertimbangkan dengan tata cara hukum yang lain

buat yang ngira ini soal pendirian negara Islam.. ane kira agan-agan salah besar.
yang perlu dicatat adalah hukum Islam sejatinya berlaku untuk para muslim dan bukan non muslim. Ini adalah bentuk ketaatan bergama bagi seorang muslim.
Kalo dihubungin ama pancasila, seharusnya penerapan ajaran agama didukung dan diakomodasi kan
ane gak setuju gan, masalahnya kalo di arab qisas itu kan emang berasal dari budaya sana. beda sama disini budayanya dong. nah kalo budayanya aja beda, gimana bisa diterapkan hukum yang sama... ibarat kata sama aja kita mengingkari keberadaan hk adat di indonesia.

1 lagi, kita juga bukan negara islam, melainkan negara dengan ideologi pancasila. kalo mau memasukkan hk pidana islam setau ane ga bisa setengah2 karena semua sanksi itu saling berhubungan, cmiiw
Quote:Original Posted By Kotaropalsu
iya lah, masa hukum Islam diterapin juga ke umat lain...


kalo ane punya pendapat lain gan, Islam merupakan rahmatan lil alamin yang artinya membawa rahmad bagi seluruh alam, bukan hanya pemeluk Islam aja tapi non Islam juga mendapat rahmad dari adanya Islam, begitu juga dg hkmnya. Baik Islam maupun Non Islam dapat terliputi oleh Hukum Islam. Hkm Islam apabila diterapkan dg benar akan melindungi semua umat manusia (baik muslim maupun non muslim). Nah jika semua umat manusia ingin mendapatkan perlindungan dari hukum Islam, wajar dong jika hukum Islam juga menerapkan sanksi kepada seluruh umat manusia, artinya kepada muslim maupun non muslim. Apabila yg muslim bersalah maka harus dihukum, begitu juga jika non muslim yg bersalah maka juga harus dihukum. Hukuman yg ditimpakan tentu harus adil dg tidak melihat ras, suku, maupun agamanya. Jadi selama suatu masyarakat yg heterogen hidup dalam suatu wilayah yg menerapkan Hukum Islam maka wajib bagi masyarakat trsbt untuk mematuhi hkm tsb.

Bukankah ini sama aja dg hukum normatif yg diterapkan jaman ini. Maukah agan menerima jika ada orang dari Inggris di Indonesia misalnya membunuh salah satu keluarga agan namun tidak bisa dihukum dg hkm Indonesia hanya gara2 dia bukan warga negara Indonesia atau gara2 dia bukan ras Asia? Pastinya Agan tidak bisa menerimanya bukan, bahkan mungkin akan menuntut pelaku dg seberat2nya.
ane setuju banget gan. biar hukum itu adil.

jadi biar para koruptor n antek2nya pada kapok.

biarlah mungkin generasi sekarang ini tangannya pada buntung semua (mungkin),..
tapi di generasi setelah kita menjadi generasi yg AMANAH & FATONAH.
JUJUR dan gak ada kejahatan lagi.


amin
gua mah setuju2 aja..ikut negara aja gua mah hukum maunya kaya gimana
dimana tanah dijunjung disitulah hukum disana harus diikuti selama hukum nya bener ya karena yang nggak bener jangan dibela .. wong nabi aja menentang para jahiliyah yang mengganggu duluan (klo nggak ganggu ngapain ngusik duluan ? )

kalaupun tidak salah dan kena hukum qisas, pengadilan yang sesungguh nya akan menanti di alam sana ...

urusan salah dan benar itu akan berlaku dengan baik di alam sana (alam setelah kehidupan)

jadi saya setuju .. klo hal ini akan di terapkan di indonesia boleh saja asal mayoritas voters setuju jangan sepihak ..

hukum qishas ini adalah salah satu metoda dan hanyalah sebuah metoda, jadi jangan terlalu diambil pusing untuk urusan hal ini sampai hilang yang namanya silaturahmi

jika saya boleh berkomentar tentang dari segi agama saya sendiri begini :

Islam di dunia itu hakikatnya Rahmatan lil Alamin (rahmat untuk semua umat) dan tidak merugikan siapapun, siapapun akan dibela-nya .. contohnya umat islam sendiri dianjurkan untuk saling menjaga silaturahmi dan tidak saling mengganggu .. (klo diganggu pun mesti melihat dari berbagai sudut pandang baru bertindak melawan itupun jika memang perlu dan penting)
Logika hukum yang benar mengatakan bahwa, efektivitas hukum bukan soal hukum Islam atau bukan hukum Islam.

Bukan soal pelanggaran HAM atau bukan pelanggaran HAM. Bukan soal melanggar UUD 1945 ataupun tidak melanggar UUD 1945.

Bukan soal banyaknya ulama Islam yang mendukung atau yang tidak mendukung Qisas..

Efektivitas hukuman qisas adalah soal efektif atau tidak efektif hukuman qisas itu sendiri..

untuk di Indonesia yang penegakkan hukumnya masih bisa "dibeli" dengan uang dan kekuasaan, entar yang ada malah orang tak bersalah dapat dijadikan kambing

hitam terhukum mati lagi.
kalo memang harus di adakan kenapa nggak biar pada jera yang buat kesalahan dan mmerugikan orang lain
Quote:Original Posted By detective007
Sementara sih masih belum bisa kalo menggunakan Hukum suatu Agama untuk Hukum Negara. Terkecuali negara agama.

Contoh : Malaysia, Arab Saudi, dll


eewwwwwwww...malaysia itu bukan negara agama,,bukan negara islam..dan bkan pakai syariat islamm seluruhnya seperti di arab saudi..

==========
soal Qisas sepertinya cocok untuk membuat efek jera,,dan membuat hkum semakin dihormati