Quote:Original Posted By kusno666
lihat sloka ini...
43. YADYAM HRIMATI GANYATE VRATRUCAU DAMBHAH SUCAU KAITAVAM, SURE NIRGHRNATA MUNAU VIMATITA DAINYAM PRIYA LAPINI, TEJASVINYAVALIPTATA MUKHARTA VAKTARYASAKTIH STHIRE, TATKO NAM GUNO BHAVETSA GUNINAM YO DURJANAIRNANGKITAH.(niti sathaka)

Bagaimana pandangan orang jahat kepada orang baik? Seorang pemalu dan rendah hati dianggap bodoh; yang melaksanakan brata dianggap tak waras; kesucian hati dianggap penipuan; keberanian dan ketegasan dianggap kekejaman; pendeta dianggap berprilaku aneh; yang berkata-kata halus dianggap perlu dikasihani; orang berwibawa dianggap sombong; pedharma wacana dianggap pendusta; penyabar dan cinta damai dianggap bodoh. Maka sifat-sifat baik mana yang tak pernah disalahkan oleh para penjahat?


lihat kebaikan dan ketulusan diri..hmmmm...


oh iya gan, ane ngerti

Quote:Original Posted By hwayan
tetap saja tidak baik gan, klo masalah bolehnya sih inget karma aja
dan setau saya judi yg menggunakan kartu/ tajen itu jg memakai strategi/ analisa spy bisa mengalahkan lawannya


kan ada tuh gan hukuman di neraka versi weda , itu apa aja ya??
penjudinya ada ga??

Quote:Original Posted By hwayan

hmnn apa yah? kalo full 100% meninggalkan keduniawian jg saya rasa tidak sepenuhnya benar karena manusia saja waktu masih bayi jg berkarma. makan, berbicara & perbuatan yg dilakukan sehari2 jg tidak lepas dari karma. jd menurut saya untuk mencapai moksa kita harus mengendalikan pikiran kita sendiri (membuang jauh2 pikiran buruk dan tanamkan/niatkan dgn tulus pikiran baik serta berperilaku baik jg di dalam kehidupan ini)



kalau misalnya kita bisa berhenti berfikir keduniawian pada saat tua apa bisa moksa ya??

kalau masih muda agak susah ngebuang keduniawian
Quote:Original Posted By kusno666
iya....karena dia tegak ....bebas dari keduniawian...

karma itu dianggap angin yang berlalu....baik buruk yang diterima adalah hanya itu...karma itu hanya dinikmati, dimana manusia bersatu dengan penciptanya...

Yayur Weda XIX.30 dan 77 menyatakan :
“Sraddhaya satyam apooti”
(Dengan Sraddha manusia akan mencapai Tuhan)

mencapai tuhan itulah moksa....(mahrifat=penulis),...


suksma penjelasannya gan


Quote:Original Posted By beloved.Oot

kalau misalnya kita bisa berhenti berfikir keduniawian pada saat tua apa bisa moksa ya??

kalau masih muda agak susah ngebuang keduniawian


di Hindu sendiri ada dharma artha kama dan moksha sebagai empat tujuan
Quote:Original Posted By m0nday
suksma penjelasannya gan




di Hindu sendiri ada dharma artha kama dan moksha sebagai empat tujuan


berarti kita boleh memuaskan nafsu / kama kan gan??
Quote:Original Posted By aagguuss
berarti kita boleh memuaskan nafsu / kama kan gan??


yg sy pahami artha dan kama diapit dharma dan moksha
artinya artha dan kama harus dilandasi dharma untuk mencapai moksha jagaditha

jd inget istilah ini:
muda foya2 (kama) tua kaya raya (artha) mati masuk surga (moksha) hahaha
tapi dharma dilupakan, semu juga akhirnya
Halo saudara-saudari sekalian, saya seorang mahasiswa yang sedang menempuh studi dan kebetulan semester ini mengambil mata kuliah tentang tradisi Hindu. Salah satu tugasnya adalah membuat essay tentang 'Soma'. Saya sendiri bukan penganut agama Hindu, tapi saya sangat terbuka dengan ajaran agama manapun. Alangkah baiknya jika ada diantara saudara-saudari sekalian yang menjelaskan tentang Soma dari sudut pandang agama Hindu.

Mungkin ada saudara-saudari disini yang mengerti tentang 'Soma' di dalam Veda dan berniat menjelaskan kepada saya? Saya sendiri sedang membaca Mandala ke-9 tentang Soma dalam Rgveda, namun masih dalam proses pencernaan maknanya. Terimakasih atas perhatiannya. Salam.
Quote:Original Posted By petikesmas
Halo saudara-saudari sekalian, saya seorang mahasiswa yang sedang menempuh studi dan kebetulan semester ini mengambil mata kuliah tentang tradisi Hindu. Salah satu tugasnya adalah membuat essay tentang 'Soma'. Saya sendiri bukan penganut agama Hindu, tapi saya sangat terbuka dengan ajaran agama manapun. Alangkah baiknya jika ada diantara saudara-saudari sekalian yang menjelaskan tentang Soma dari sudut pandang agama Hindu.

Mungkin ada saudara-saudari disini yang mengerti tentang 'Soma' di dalam Veda dan berniat menjelaskan kepada saya? Saya sendiri sedang membaca Mandala ke-9 tentang Soma dalam Rgveda, namun masih dalam proses pencernaan maknanya. Terimakasih atas perhatiannya. Salam.

"Soma" adalah 'sesuatu' yang merujuk pada kedamaian, kebahagiaan, ato kepuasan... cmiiw

mungkin mantram ini dapat membantu memahami yang diambil diluar dari mantram Rgveda mandala 9;

"O Soma, You alone create the medicines that heal us. You alone create the water that quenches our thirst. You alone create all moving objects, sense organs and living beings and also give us this life. You have provided expanse to this universe and you alone enlighten the world to eradicate darkness."
Rgveda 1.91.22

dan yang ini;

"Ordinary people consider that as Soma which is used as medicine. But the enlightened ones seek the Soma of intellect which materialistic minds cannot even comprehend."
Atharvaveda 14.1.3

selebihnya saya tidak mengerti, tunggu penjelasan lebih lanjut dari para ahli disini
apakah moksha itu?
apakah bebas dari perasaan2?
senang tidak senang suka tidak suka gemar tidak gemar
rasa sayang terhadap seseorang, rasa ingin mengetahui, rasa membenci sesuatu
apakah perasaan2 itu harus lenyap?
dingin sekali, hati ini seperti es, manusia itu seperti mati
tidak ada bedanya dengan boneka yang tak punya perasaan
manusia punya keinginan cita2 rasa tertarik dan menolak
apa benar demikian? demikiankah cara mencapai moksha?
Quote:Original Posted By beloved.Oot
kan ada tuh gan hukuman di neraka versi weda , itu apa aja ya??
penjudinya ada ga??


maaf sebelumnya di hindu sendiri tidak mengenal istilah neraka abadi, dan setau saya di veda tidak menjelaskan hukuman yg terdapat di neraka karena menurut hindu sendiri neraka bukanlah tujuan akhir dr atman

kepada bli ccck tolong jelaskan tentang neraka dr kitab mahabrata

Quote:kalau misalnya kita bisa berhenti berfikir keduniawian pada saat tua apa bisa moksa ya??

kalau masih muda agak susah ngebuang keduniawian


klo berhenti berpikir gak bisa ngapa2in dong gan alias sudah mati
ingat gan selama kita masih hidup di dunia kita tidak dapat terlepas dari berpikir dan perbuatan/karma. melihat, berbicara, makan, bernapas dan dsbnya sudah termasuk berkarma

Quote:Original Posted By ccck
"Soma" adalah 'sesuatu' yang merujuk pada kedamaian, kebahagiaan, ato kepuasan... cmiiw

mungkin mantram ini dapat membantu memahami yang diambil diluar dari mantram Rgveda mandala 9;

"O Soma, You alone create the medicines that heal us. You alone create the water that quenches our thirst. You alone create all moving objects, sense organs and living beings and also give us this life. You have provided expanse to this universe and you alone enlighten the world to eradicate darkness."
Rgveda 1.91.22

dan yang ini;

"Ordinary people consider that as Soma which is used as medicine. But the enlightened ones seek the Soma of intellect which materialistic minds cannot even comprehend."
Atharvaveda 14.1.3

selebihnya saya tidak mengerti, tunggu penjelasan lebih lanjut dari para ahli disini


ente kan termasuk sesepuh di sini
Quote:Original Posted By m0nday
apakah moksha itu?
apakah bebas dari perasaan2?
senang tidak senang suka tidak suka gemar tidak gemar
rasa sayang terhadap seseorang, rasa ingin mengetahui, rasa membenci sesuatu
apakah perasaan2 itu harus lenyap?
dingin sekali, hati ini seperti es, manusia itu seperti mati
tidak ada bedanya dengan boneka yang tak punya perasaan
manusia punya keinginan cita2 rasa tertarik dan menolak
apa benar demikian? demikiankah cara mencapai moksha?


mungkin bahasanya tidak berlebihan gan..jangan euforia...
perasaan juga ikatan....namun kalau senang jangan terlalu senang, kalau sedih jangan terlalu sedih, kalau bahagia jangan terlalu bahagia, kalau harusnya marah jangan terlalu marah dan bersikap bijak...itulah pengurangan sisi duniawi...karena pada dasarnya hal-hal tersebut yang membuat kita sengsara...hidup dengan menjalani karma terdahulu sampai habis karma yang ada, dan moksa bersatu dengan Tuhan / Brahman...(manunggaling kawulo gusti-penulis)...
Quote:Original Posted By hwayan

kepada bli ccck tolong jelaskan tentang neraka dr kitab mahabrata

wah... klo hal ini kita serahkan ke ahlinya aja, ntar saya minta bli sakradeva tuk menjelaskan hal ini

Quote:Original Posted By hwayan
ente kan termasuk sesepuh di sini

Quote:Original Posted By ccck
wah... klo hal ini kita serahkan ke ahlinya aja, ntar saya minta bli sakradeva tuk menjelaskan hal ini


lah kemaren kan bli udah bahas habis2an tentang neraka di ABHM

Quote:

lom iso mau ngebata

Quote:Original Posted By kusno666
mungkin bahasanya tidak berlebihan gan..jangan euforia...
perasaan juga ikatan....namun kalau senang jangan terlalu senang, kalau sedih jangan terlalu sedih, kalau bahagia jangan terlalu bahagia, kalau harusnya marah jangan terlalu marah dan bersikap bijak...itulah pengurangan sisi duniawi...karena pada dasarnya hal-hal tersebut yang membuat kita sengsara...hidup dengan menjalani karma terdahulu sampai habis karma yang ada, dan moksa bersatu dengan Tuhan / Brahman...(manunggaling kawulo gusti-penulis)...

terimakasih atas jawabannya gan
Quote:Original Posted By m0nday
terimakasih atas jawabannya gan


jadi sepi nih trit
Quote:Original Posted By ccck
wah... klo hal ini kita serahkan ke ahlinya aja, ntar saya minta bli sakradeva tuk menjelaskan hal ini



duh Ccck ini sukanya merendah, pakai manggil2 saya kayak manggil Jaelangkung
saya ga bisa menjelaskan , cuma bantu posting cuplikan adegan dari Mahabharata aja

===============================================
Setelah melihat kenyataan bahwa Duryodhana dan pengikutnya berada di Svarga, Yudhisthira bersedih karena tidak satupun saudara dan temannya berada disana, dia meminta Indra untuk membawanya ketempat dimana saudara, keluarga dan teman2nya berada.
Svarga bila tidak bersama dengan saudara, keluarga dan teman teman yang kusayangi, Nampak seperti Neraka bagiku
Quote:
Indra kemudian memerintahkan pengikutnya mengantar Yudhishthira ke tempat dimana teman-teman dan keluarganya berada. Putra Kunti dan para pelayan Indra berjalan bersama menuju tempat yang di inginkan oleh Yudhishhtira untuk melihat Keluarga, Teman dan mereka yang telah berjuang bersamanya
Sang raja mengikutinya di belakang, mereka menapaki Jalanan yang rusak dan sulit untuk dilalui oleh orang yang penuh dosa. Diselimuti kegelapan, dan ditutupi dengan bulu dan lumut. Tercemar dengan Bau busuk dari pendosa, dan dikotori dengan darah dan daging, dipenuhi berbagai serangga seperti lalat dan lebah yang menyengat serta nyamuk yang berbahaya ditambah beruang yang menakutkan menghadang dijalan. Mayat membusuk berbaring di sana-sini tersebar luas dengan tulang dan rambut
yg berbau busuk dikerubuti cacing dan serangga. Sepanjang jalan dikelilingi oleh kobaran api, burungleh gagak dan burung lainnya juga pemakan bangkai, mereka semua memiliki paruh besi, demikian juga mahluk jahat dengan mulut seperti jarum panjang siap menusuk. Sulitnya jalan yang dilalui seperti melalui pegunungan Vindhya . mayat dan daging manusia berserakan berlumuranlemak dan
darah, potongan lengan dan paha, serta isi perut yang robek serta kaki terputus. Sepanjang jalan itu begitu tidak menyenangkan dan mengerikan Yudhishthira melaluinya dengan berbagai pertanyaan dalam pikirannya.
Beliau melihat sebuah sungai yang dialiri air mendidih dan sulit untuk diseberangi juga sebuah hutan yang ditumbuhi pohon yang berdaun tajam seperti pedang dan pisau cukur. Terdapat juga tanah lapang berpasir putih halus namun sangat panas,dengan bebatuan yang terbuat dari besi. Ada banyak guci dari besi berisi minyak mendidih, ada Banyak Kuta-Salmalika (sejenis pohon ) berduri tajam dan menyakitkan untuk disentuh. Putra Kunti melihat juga siksaan menimpa para pendosa.
Yudhistira bertanya kepada pelayan Indra
"Seberapa jauh kita akan melanjutkan perjalanan ini? ", aku berharap kalian mengatakan dimana saudara-saudaraku. Aku juga ingin mengetahui, wilayah ini berada id keuasaan Dewa yang mana ? Para Pelayan surgawi berhenti dan menjawab”
“Kami akan mengantar sejauh keinginan anda, tapi kami akan berhenti jika anda lelah, mungkin engkau mempertimbangkan untuk kembali” kata mereka, dengan putus asa Yudhishthira mempertimbangkan untuk berhenti untuk berbalik. Saat itulah beliau mendengar ratapan pilu yang memanggil namanya

Diambil dari Svargarohanika Parva

note:
klo pengen mengetahui detail Naraka / Neraka di kitab Purana lebih banyak, salah satunya di Garuda Purana Mahabharata cuma sepintas
Quote:Original Posted By sakradeva
duh Ccck ini sukanya merendah, pakai manggil2 saya kayak manggil Jaelangkung

bukan merendah bli, cuman beneran klo tentang Purana ataupun Itihasa kan bli Sakradeva yang ahlinya

Quote:Original Posted By sakradeva
note:
klo pengen mengetahui detail Naraka / Neraka di kitab Purana lebih banyak, salah satunya di Garuda Purana Mahabharata cuma sepintas

kenapa tidak sekalian dijelaskan aja bli...
Halo agan2 pemeluk Hindu,,
Syarat nikah dgn org Hindu India apa ya? Khusus'a Hindu - Katolik..
Btw, kok antara Hindu India & Hindu Bali ada bbrpa tradisi'a yg b'beda,, kya d India ga ada tradisi Nyepi gtu,,
Quote:Original Posted By nanychan
Halo agan2 pemeluk Hindu,,
Syarat nikah dgn org Hindu India apa ya? Khusus'a Hindu - Katolik..


maksudnya? nikah beda agama atau yg non hindu nikah menjadi hindu juga?

Quote:Btw, kok antara Hindu India & Hindu Bali ada bbrpa tradisi'a yg b'beda,, kya d India ga ada tradisi Nyepi gtu,,

yap, karena hindu itu berbaur dgn tradisi dan budaya setempat sehingga hindu di tiap2 daerah menyesuaikan adat/budaya daerah tsb
Quote:Original Posted By hwayan
maksudnya? nikah beda agama atau yg non hindu nikah menjadi hindu juga?



yap, karena hindu itu berbaur dgn tradisi dan budaya setempat sehingga hindu di tiap2 daerah menyesuaikan adat/budaya daerah tsb



Nikah beda agama gan,, Hindu dg Katholik.. Syarat'a apa y?!

Oh, jdi tradisi Hindu ga baku yah,,
Quote:Original Posted By nanychan
Nikah beda agama gan,, Hindu dg Katholik.. Syarat'a apa y?!

Oh, jdi tradisi Hindu ga baku yah,,


saran saya bisa ditanyakan langsung ke pinandita (ke grya) langsung
di situ akan dijelaskan lebih lengkap tata upacara dan makna dari upacara tsb
tp mungkin di sini ada yg lebih tau, silahkan

berdasarkan yang saya ketahui
menikah beda agama tergantung mau masuk agama mana
jika khatolik masuk hindu, maka yang khatolik akan ngiktuin adat hindu metipatbantalan mebiakkaon dan serangkaian upacara hindu bali,
'katanya' umat tsb harus mengikuti ulang serangkaian upacara yang terjadi semenjak lahir, nanti kawitannya ada di pura gelap
jika sebaliknya, maka yang hindu mepamit di merajan/sanggah
tetapi jika tetap pada agama masing2, maka kedua prosesi dilakukan

cmiiw
menarik





sumber