KASKUS

Quote:Original Posted By CASSANOVA888


Ada kata taiik nya bray...coba dengerin lagi...


Iya broo... ane denger jg... berarti kuping ane ga salah... kekekekekkee....
wajar dia marah... maju terusss pak.... bikin birokrasi dinegeri ini jadi lebih baik
ane juga ikut emosi liat wagub sekelas ahok marah2 cuma gara2 bus SUMBANGAN 8 BULAN TERBENGKALAI gara2 PAJAK REKLAME

ahok makin hari makin mecahin rekor nih bacot dan marah2ain pns dki

kata2 yang ane inget dari tuh rapat:
-gila
-keterlaluan
-terlalu
-heran
-logika
-masalah
-di mana
-untung
-rugi
-brengsek
-dll

buset koh ahok istilahnya udah naik mobil sport ga pake rem di mulutnya lah itu...semua curhatan dikeluarin
wajar lah wagub marah-marah
gw aja pasti emosi..
kalau mau nyumbang, mesti bayar pajak lagi
trus di suruh bayar konsultan pula...
padahal ini mau NYUMBANG lho...
malah di persulit...
wkwkwk
emang harus di shock gitu sih gan, seenak udelnya sndiri pnsnya
Quote:Original Posted By dslebors
Harus liat dari 2 sisi gan... jd begini

1. Dulu pak ahok sendiri yang pernah nolak pemberian 30 unit bus itu.
http://jakarta.okezone.com/read/2013...k-hibah-30-bus

2. Bus yang di sumbang itu kata nya CSR, tp 30 bus itu mau 'ditempelin' iklan yang pajak nya minta dihapuskan. Ada potensi kerugian negara. Misal 30 unit x pajak iklan x masa edar bus = 30x500jt x1 tahun = 1,50 milyar/pertahun.

3. Ada aturan dalam pergub yg menyebutkan untuk kendaraan umum harus berbahan bakar gas. Bukan solar. dan semua kendaraan diarahkan untuk high deck.

4. Yang mau ngasih bus pihak swasta (Rodamas,Telkomsel,Ti-Phone). Kenapa harus ke DKI? kenapa harus bus? kenapa tidak berupa beasiswa atau pembelian tanah untuk resapan di daerah banjir? atau malah pendidikan dan kesehatan? dalam prespektif swasta,faktor cost benefit jadi faktor penting.

5. Seperti nya ada kesalahan komunikasi sehingga pak wagub marah.

ane ga dukung siapa2, ga ada maksud apa2...
cuma melihat dari prespektif yg berbeda aja


setelah ane liat video youtube nya & tulisan ente, komen ane :
1. waktu ahok nolak hibah itu, mungkin ahok blm ngeh dgn permintaan penyumbang spy bs pasang iklan aja di bus itu.
2. ternyata tarif iklandi bisnya murah, cuma 30 juta setahun.
3. ane lbh setuju, bagi para pemberi hibah bis, dpt imbalan iklan di bus tsb.
bisa diartikan, pemprov dki yg bayar iklan penyumbang. itung2 gantinya beli bus.
& biaya iklan tsb dibayarkan pemprov dki ke kantor pajak.

jika beli bus sendiri, harganya 1,5M.
iklan 7 tahun cm separo nilainya dr 1,5 M.

gitu aja kok repot sih...
Quote:Original Posted By kimbo555


setelah ane liat video youtube nya & tulisan ente, komen ane :
1. waktu ahok nolak hibah itu, mungkin ahok blm ngeh dgn permintaan penyumbang spy bs pasang iklan aja di bus itu.
2. ternyata tarif iklandi bisnya murah, cuma 30 juta setahun.
3. ane lbh setuju, bagi para pemberi hibah bis, dpt imbalan iklan di bus tsb.
bisa diartikan, pemprov dki yg bayar iklan penyumbang. itung2 gantinya beli bus.
& biaya iklan tsb dibayarkan pemprov dki ke kantor pajak.

jika beli bus sendiri, harganya 1,5M.
iklan 7 tahun cm separo nilainya dr 1,5 M.

gitu aja kok repot sih...


"Saya bilang kalau kamu enggak kasih saya, saya enggak bisa servis mobil Anda. Dia pengennya ngasih setelah 5 tahun, setelah perusahaannya itu ngurangin pajak," jelas Ahok.


kalau gw tangkap, awalnya PT Rodamas mau ngasih bus tersebut setelah 5 tahun.
Jd selama 5 tahun, pemprov terhitung hanya pinjam pakai bus tersebut, namun dalam pencatatan akuntansi masih terhitung sebagai aset dari PT. Rodamas.
Nah selama 5 tahun, nilai depresiasi dari bus tersebut ingin di pakai sebagai pengurang pembayaran pajak kepada negara (ini biasa di lakukan dalam pencatatan laporan keuangan). Sehingga jumlah pajak perusahaan yang dibayarkan jauh lebih kecil karena telah di potong nilai depreasiasi / penyusutan bus selama 5 tahun, ini yang ahok nggak mau, karena kesannya manipulasi pajak. Bus tersebut baru akan di hibahkan dan tercatat sebagai asset pemprov DKI setelah 5 tahun.
Jadi kalau nilai 1 bus = 1,5 Milyar jadi 10 bus = 15 milyar.
Jika di hitung dgn metode depresiasi garis lurus maka nilai depresiasi yang dapat di pakai sebagai pengurang pajak pada profit perusahaan adalah sebesar Rp. 3 milyar / tahun. Dan ini nilai yang cukup besar lho. Berpotensi merugikan negara dari pajak perusahan +/- Rp. 900 juta an per tahun.

Kalau ada agan yang ngerti tentang akuntansi dan pencatatan laporan keuangan bisa tolong di koreksi pendapat ane