Quote:Original Posted By rerets
masih mending gan, saudara saya meninggal dapat santunan dari jasa raharja sekitar 12 juta, di potong polisi tinggal 9jt-an..


di potong???buat apa y gan kira2???

Quote:Original Posted By alahay
kebayakan polisi itu preman yang digaj oleh negara gan. jadi gak usah heran...
klo agan2 sekalian mau jadi preman mending jadi polisi aja, jadinya preman yang aman karena ada legalitas.. sama yang namanya polisi


Jangan begitu Bro, percaya masih sangat banyak polisi yang baik diluar sana walaupun memang akhir2 yg jelek saja yg terkenal karena pemberitaan lebih heboh sih.

Kasus serupa pernah ternjadi sama orang tua saya.

Bapak saya naik motor menuju kedaerah Ibu saya, trus diperjalanan ada motor lain didepannya trus Bapak saya melihat bahwa orang tersebut menoleh kearah kanan belakang sehingga Bapak saya langsung menduga orang tersebut akan belok kekanan (lampu zein tdk dinyalakan) sehingga Bapak saya juga bersiap mau ngambil sebelah kiri trus orang tersebut betul mengambil sisi sebelah kanan jalan sehingga bapak saya yakin dia akan belok kanan dan Bapak sayapun mengambil jalur kiri bersiap mendahului.

Tapi ternyata orang tersebut tiba2 banting setir kearah kiri pas akan memotong jalan Bapak saya, sehingga bapak saya kaget dan karena sdh sangat dekat akhirnya Bapak saya terdorong kerah kiri keluar jalan dan akhirnya jatuh. Bagian depan motor pecah dan yg parah ternyata kaki Bapak saya terjepit dan punggung kakinya (kulit ma dagingnya) terbuka. Malah orang tersebut tdk luka sama sekali motornyapun cuma lecet sedikit.

Alhamdulillah waktu itu pas ada Pak Polisi langsung mengamankan situasi dan menghubungi ambulance (pas operasi ketupat setelah lebaran). Singkatnya Bapak saya dibawa ke RS terdekat dan kedua motor diangkut ke Polres wilayah tersebut. Masalahnya orang tersebut ngotot bahwa Bapak saya yang salah sehingga Bapak saya bilang kalau begitu kita serahkan saja sepenuhnya ke polisi bagaimana aturannya biar polisi yg putuskan.

Namun ternyata orang tersebut sdh tau kalau dia yang salah dan kalau kasusnya lanjut di polisi dia bisa kena denda dan segalanya akhirnya dia mau atur damai saja dengan minta belas kasihan katanya dia orang tdk mampu bahkan sengaja mengundang adek saya kerumah dia untuk meyakinkan bahwa dia betul2 orang tdk mampu. Adek sayapun jadi kasian melihat situasi keluarga orang tersebut dan melaporkan ke bapak saya.

Akhirnya Bapak saya setuju atur damai saja, masalahnya orang tersebut mau atur damai tapi tdk mau bayar sepeserpun dengan alasan orang miskin. Setelah kami diskusi akhirnya keluarga kami sepakat kalau orang tersebut cukup mengganti kaca lampu depan saja yang lainnya biarlah kami yg urus sendiri termasuk untuk perawatan luka kaki Bapak saya. Bapak saya sampai sebulan tdk bisa jalan sampai harus ngesot kalau mau buang air kecil sekalipun tapi demi membantu orang biarlah kebetulan keluarga kami adalah keluarga kesehatan jadi bisalah mengurus lukanya sampai sembuh.

Sebenarnya keluarga kami sdh sepakat tdk perlu diganti kerusakan tapi akhirnya diputuskan juga cukup ganti kaca depan paling juga 50 ribu, bagaimanapun orang tersebut harus diberi sedikit pelajaran. Singkatnya lalu melapor ke polisi kalau kasusnya mau diselesaikan secara kekeluargaan saja dan pak polisi bilang kalau begitu cukup ambil surat keterangan dari pak lurah saja sebagai bukti di kepolisian bahwa sdh diselesaikan secara kekeluargaan dan akhirnya motorpun bisa diambil tanpa bayar sepeserpun ke polisi.

Maaf kalau kepanjangan, sekedar berbagi cerita saja kalau tdk semua polisi itu jahat. Kalau mau polisi jadi baik maka bantulah polisi untuk menjadi baik jgn malah bisanya mencaci tanpa bisa melakukan apa2.

Exclamation 

Quote:Original Posted By yowa38


ho oh, polisi kita begini karena direkrut dari rakyat Indonesia gan.... usulin aja polisi kita direkrut dari rakyat hongkong ato negara yg menurut agan polisinya bagus... kalo agan sama polisi Indonesia berarti agan juga dengan sumber darimana polisi direkrut

sekedar saran buat agan, baca baik2 postingan abang srigunting, kira2 polisi negara lain bisa melaksanakan tugas dengan kondisi seperti itu? jangan hanya menilai setengah2, beri penilaian setelah melihat secara komprehensif, thks


Dari banyak polisi yang sudah saya temui langsung, negara dengan polisi yang profesional, melayani dan berintegritas itu nomor satu Hong Kong, nomor dua Belanda.

Bayangkan, sama orang yang jelas-jelas bersalah, berbahaya dan berbicara kasar sama mereka, polisi-polisi ini tetap sabar dan menjunjung prosedur hukum yang ada. Kalaupun tersangka melawan, polisi ini tidak akan menyerang balik (memukul) yang mereka berhak lakukan adalah melumpuhkan tersangka (kuncian bela diri). Kalau sampai itu tersangka kena pukul atau lecet sedikit saja, dia bisa mengadu ke KOMPOLNAS dan kemudian dilepaskan (penahanan oleh polisi yang main kasar dianggap tidak sah atau melawan hukum).

Kenapa bisa begitu? karena strata sosial disini adalah SUPREMASI SIPIL!
Tentara dan Polisi itu walau profesinya dihormati tapi kedudukannya dianggap sebagai warga kelas dua, alias abdi negara pelayan rakyat. Bukan sebaliknya. Makanya tentara itu gak boleh rumahnya dekat sipil, dan polisi wajib beri salam kalau ketemu warga sipil.

Akibatnya secara general warga juga jadi respek sama mereka, karena mereka kalau menegur sopan-sopan dan selalu permisi dahulu. Ketika mau nilang juga tidak ada gelagat mendiskriminasi atau menyudut-nyudutkan seolah kita berbuat salah (padahal memang salah), POLISI harus respek sama SIPIL dong.
Quote:Original Posted By bennix


Dari banyak polisi yang sudah saya temui langsung, negara dengan polisi yang profesional, melayani dan berintegritas itu nomor satu Hong Kong, nomor dua Belanda.

Bayangkan, sama orang yang jelas-jelas bersalah, berbahaya dan berbicara kasar sama mereka, polisi-polisi ini tetap sabar dan menjunjung prosedur hukum yang ada. Kalaupun tersangka melawan, polisi ini tidak akan menyerang balik (memukul) yang mereka berhak lakukan adalah melumpuhkan tersangka (kuncian bela diri). Kalau sampai itu tersangka kena pukul atau lecet sedikit saja, dia bisa mengadu ke KOMPOLNAS dan kemudian dilepaskan (penahanan oleh polisi yang main kasar dianggap tidak sah atau melawan hukum).

Kenapa bisa begitu? karena strata sosial disini adalah SUPREMASI SIPIL!
Tentara dan Polisi itu walau profesinya dihormati tapi kedudukannya dianggap sebagai warga kelas dua, alias abdi negara pelayan rakyat. Bukan sebaliknya. Makanya tentara itu gak boleh rumahnya dekat sipil, dan polisi wajib beri salam kalau ketemu warga sipil.

Akibatnya secara general warga juga jadi respek sama mereka, karena mereka kalau menegur sopan-sopan dan selalu permisi dahulu. Ketika mau nilang juga tidak ada gelagat mendiskriminasi atau menyudut-nyudutkan seolah kita berbuat salah (padahal memang salah), POLISI harus respek sama SIPIL dong.

ane yakin c sebenarnya bny polisi yg mau seperti itu gan,cm masy kita dh siap blm?

gk usah liat ke hongkong ato belanda yg nun jauh disana...kita liat aja australia yg cm bbrp jam dari Indonesia..wktu ane ksna,polisinya bilang...bhkan seandainya ada org meludahi polisi yg lagi tugas,polisi gk bisa melakukan tindakan hukum pada org tsb,tapi cb aja org tsb menendang tong sampah yg ada di jalan...dijamin lsg ditangkap...

nah,masy kita dh siap belum utk hukum ditegakkan meski langit runtuh?sebab yg ane liat,langit gelap aja dh pada panik koar2 kesna kemari...

gk ush salah2an...polisi adalah bayang2 peradaban(ini kata seorang profesor di Inggris sana),jadi klo polisix blangsak n brengsek..berarti masyx juga begitu,krn polisi berasal dari masy itu sendiri...

saling membenahi diri aja,polisi bny yg brengsek,masy pun bny...bahkan utk mematuhi aturan paling simpel n paling tua mnrt ane pun masih sering banyak di langgar,yaitu BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA
post pengalaman saya yah
+- 2th yl saat puasa
saya keluar mengendarai mobil untuk kerja di pagi hari seperti biasanya
setelah saya mengendarai +- 5 persimpangan saya di tabrak dari belakang oleh seorang bapak2 tua mengendarai motor (+- 55th ke atas dari perawakannya) yang terhempas ke sebelah kanan mobil dan terlihat dari spion mobil sebelah kanan.
lalu saya keluar dan melihat kondisi bapak2 tersebut, alhamdulillah bapak2 tersebut tidak mengalami luka2 yang serius dan mungkin hanya sedikit memar pada lengan kanannya dan serta merta meminta maaf berkali2, dan saya pun mengikhlaskannya.
begitu saya membantu mengangkat motor datang seorang polisi yang tergolong masih muda dari perawakannya.
langsung bergegas mengeluarkan surat2 dari kantongnya.
sebelum dia menuliskan apapun saya langsung menghardik "SUDAH DAMAI! saudara perlu apa lagi?"
polisi muda "wah begini pak ini harus di usut dan dilaporkan, ......" sebelum ia selesai bicara sekali lagi saya tegaskan dengan pandangan tajam dan suara sedikit besar "SUDAH DAMAI KAMU DENGAR? TIDAK ADA MASALAH, SAYA TIDAK MENUNTUT!"
polisi itu terdiam sedikit dan disaat itu pula saya persilahkan bapak2 itu jalan meninggalkan saya dengan pesan berhati2.
dan tak lama saya juga naik kembali ke kendaraan saya dan meninggalkan jalanan dimana polisi itu berdiri terdiam hanya bisa melihat saya menjauh darinya di jalanan.

silahkan nilai cerita saya di atas
apa polisi hanya memikirkan melaporkan saja? bukannya membantu KLL tersebut?
Quote:Original Posted By buduik.ketek

ane yakin c sebenarnya bny polisi yg mau seperti itu gan,cm masy kita dh siap blm?

gk usah liat ke hongkong ato belanda yg nun jauh disana...kita liat aja australia yg cm bbrp jam dari Indonesia..wktu ane ksna,polisinya bilang...bhkan seandainya ada org meludahi polisi yg lagi tugas,polisi gk bisa melakukan tindakan hukum pada org tsb,tapi cb aja org tsb menendang tong sampah yg ada di jalan...dijamin lsg ditangkap...

nah,masy kita dh siap belum utk hukum ditegakkan meski langit runtuh?sebab yg ane liat,langit gelap aja dh pada panik koar2 kesna kemari...

gk ush salah2an...polisi adalah bayang2 peradaban(ini kata seorang profesor di Inggris sana),jadi klo polisix blangsak n brengsek..berarti masyx juga begitu,krn polisi berasal dari masy itu sendiri...

saling membenahi diri aja,polisi bny yg brengsek,masy pun bny...bahkan utk mematuhi aturan paling simpel n paling tua mnrt ane pun masih sering banyak di langgar,yaitu BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA


Polisi adalah cermin masyarakat adalah teori paling goblok didunia dan sering dipakai menjadi excuse ketika kepolisian New York masih dijaman kegelapan sama seperti Kepolisian di Indonesia sekarang. Full korupsi, nepotisme, dan sering makan uang hasil judi, pelacuran, miras dan pencucian uang.

Kenapa polisi new york bisa berubah? karena akhirnya dibuat sistem pengawasan oleh sipil yang sangat ketat. Bayangkan, arisan Ibu Rumah Tangga saja bisa pecat polisi di polsek/polres tertentu yang dirasa tidak memberikan perlindungan yang cukup pada warga.

Kuncinya PENGAWASAN!
CERMIN CERMIN, udah kayak dosen AKPOL aja anda ini, ngajarin yang salah, penjahat kok dikasih alasan pembenar terus,...KACAU!!!!
Quote:Original Posted By bennix


Polisi adalah cermin masyarakat adalah teori paling goblok didunia dan sering dipakai menjadi excuse ketika kepolisian New York masih dijaman kegelapan sama seperti Kepolisian di Indonesia sekarang. Full korupsi, nepotisme, dan sering makan uang hasil judi, pelacuran, miras dan pencucian uang.

Kenapa polisi new york bisa berubah? karena akhirnya dibuat sistem pengawasan oleh sipil yang sangat ketat. Bayangkan, arisan Ibu Rumah Tangga saja bisa pecat polisi di polsek/polres tertentu yang dirasa tidak memberikan perlindungan yang cukup pada warga.

Kuncinya PENGAWASAN!
CERMIN CERMIN, udah kayak dosen AKPOL aja anda ini, ngajarin yang salah, penjahat kok dikasih alasan pembenar terus,...KACAU!!!!

klo gitu berikan dunk teori terbaru yg membantah hal tsb gan?sekalian ane tambah2 ilmu dimari....

sistem perpolisian di Indonesia sangat berbeda dgn di US yg agan bangga2kan itu,dsna polisi boleh demo jika ada yg gk sesuai,dsna polisi digaji oleh pemprov/pemda setempat...bukan lsg oleh negara kaya di NKRI

yah,klo mw dibikin kaya di US c bisa2 aja...yg berarti harus dirombak total smwx..dan POLRI hrs dibawah mendagri....
tapi scr pribadi ane gk setuju polri dbwh mendagri,tanpa dibawah mendagri aja polisi masih bny takut meriksa pejabat daerah apalagi dibawah mendagri,tambah bny aja penyimpangannya...

maksudnya CERMIN?
agan polisi,lulusan AKPOL?

penjahat dikasih pembenaran?siapa yg ane kasih pembenaran?wong ane cm ngungkapin fakta2 aja kok....

lalu bgmn tanggapan agan soal aturan buang sampah?ato perda dilarang merokok?apakah masy sendiri ikhlas melaksanakannya?sdh berapa persen itu berjalan mnrt ente?

oya,ane gk bela polisi2 brengsek diluar sana...ane cm ngajak berfikir dr smw sisi yg mungkin....trs,trit ente yg lain..tolong diurusin...klo gk,sekalian aja diclosed gan...

Exclamation 

Quote:Original Posted By buduik.ketek

klo gitu berikan dunk teori terbaru yg membantah hal tsb gan?sekalian ane tambah2 ilmu dimari....

sistem perpolisian di Indonesia sangat berbeda dgn di US yg agan bangga2kan itu,dsna polisi boleh demo jika ada yg gk sesuai,dsna polisi digaji oleh pemprov/pemda setempat...bukan lsg oleh negara kaya di NKRI

yah,klo mw dibikin kaya di US c bisa2 aja...yg berarti harus dirombak total smwx..dan POLRI hrs dibawah mendagri....
tapi scr pribadi ane gk setuju polri dbwh mendagri,tanpa dibawah mendagri aja polisi masih bny takut meriksa pejabat daerah apalagi dibawah mendagri,tambah bny aja penyimpangannya...

maksudnya CERMIN?
agan polisi,lulusan AKPOL?

penjahat dikasih pembenaran?siapa yg ane kasih pembenaran?wong ane cm ngungkapin fakta2 aja kok....

lalu bgmn tanggapan agan soal aturan buang sampah?ato perda dilarang merokok?apakah masy sendiri ikhlas melaksanakannya?sdh berapa persen itu berjalan mnrt ente?

oya,ane gk bela polisi2 brengsek diluar sana...ane cm ngajak berfikir dr smw sisi yg mungkin....trs,trit ente yg lain..tolong diurusin...klo gk,sekalian aja diclosed gan...


1. Keplokisan tidak pernah mau berada dibawah kementrian, kasus terakhir UU Keplokisan dibawa ke MK untuk memindahkan supaya Keplokisan tidak lagi dibawah Presiden, tapi gagal. Kenapa? Karena penggugatnya mencabut gugatan. Kenapa dicabut gugatannya? karena penggugat menerima teror, bahkan setiap sidang berkali-kali Keplokisan mengerahkan ratusan bahkan mungkin ribuan anggotanya untuk memenuhi ruang sidang dan mengepung gedung MK..,..ini strategi intimidasi meja hijau yang juga diajarkan kepada detasemen independen PLOKRI yakni FPI.

2. Kepolisian tidak akan mau menggunakan sistem seperti US. Karena sudah berkali-kali UU Revisi KUHAP masuk ke DPR tapi mental karena PLOKRI tidak mau direndahkan sejajar dengan Tentara, dan secara tegas menolak menggunakan sistem penegakkan hukum federal. Karena PLOKRI ingin semuanya terpusat dan memonopoli kekuasaan di Trunojoyo. Ini semua ada dirapat dengar pendapat tripartit di DPR. Akibatnya PLOKRI menjadi sebuah sistem imperialis birokrasi yang besar, lambat dan tidak efisien dalam memberi komando. Makanya Kolusi dan Nepotisme tumbuh subur disini.

3. Plokis tidak mungkin takut periksa pejabat daerah. Polisi menjadi ciut ketika bosnya suka terima duit bagi kue APBD sama seperti rekan-rekannya pada Muspida. Ini sudah rahasia institusi, konyol kalau anda tidak tahu. Keploda yang jarang ikut "Muspida", biasanya didaerahnya sering bersih-bersih PNS korup.,contohnya Brigjen Pol Dicky Atotoy. Tapi orang begini biasanya dipasang ketika PLOKRI butuh pencitraan. Nanti begitu isu reda, akan segera dimutasi dan diganti tikus yang bisa setor upeti kepusat.

4. Buang sampah sembarangan itu contoh korupsi pola pikir masyarakat, ini urusannya Departemen Kebersihan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kementrian DikBud, hukumnya ditegakkan oleh Satpol PP. Merokok ditempat yang terlarang itu contoh korupsi moral, hukumnya ditegakkan oleh Satpol PP. Merampok, membunuh, memperkosa tahanan, memeras pengemudi jalan, mengancam saksi dan pelapor, itu baru urusannya KEPLOKISAN.

Anda kalau mau bersih-bersih ngepel rumah (keluarga-masyarakat-rakyat negara) tentu pakai pelnya yang bersih dong, masa pakai yang jorok? Nanti justru tambah kotor itu rumah bangsanya. POLISI tentu dituntut untuk lebih putih, bersih, heroik, disiplin dan taat aturan. Kalau tidak bisa jangan jadi POLISI dan copot itu motto: Polisi = PENGAYOM MASYARAKAT! karena gagal memberi contoh yang baik.

Hanya orang TOLOL yang bilang POLISI = CERMIN MASYARAKAT.
Itu yang point 2 berlaku juga untuk institusi kejaksaan. Akibatnya rentut harus tunggu persetujuan sampai jampidum atau bahkan wajagung. Hasil akhir:

1. Proses hukum berlangsung lama, tidak ada kepastian.
2. Masyarakat dirugikan.
3. Birokrasi yang tebal mengakibatkan semakin banyak kantong yang harus dipertebal.

Sudahlah, berargumen dari sisi orang yang punya kerabat plokis bermental bobrok, pasti akan dibela mati-matian. Saya tidak akan menyalhkan anda, siapapun orangnya kalau sudah disumpal mulutnya pake uang, ya tidak bisa bicara lagi bukan.

Institusi PLORI harus direformasi TOTAL. PENGAYOM MASYARAKAT harus DIMURNIKAN sesuai sumpah jabatannya. Relakanlah desentralisasi kekuasaan dari Truno joyo, dan tanggalkan sistem komando ala tentara yang terbukti ampuh untuk mengekang sipil dikala perang.
Quote:Original Posted By buduik.ketek

lho,agan kan tanya.." Tuh duit 1 juta pantes nggak dimintain sama tuh oknum plokis?!?!
itu motor yg ditahan polisi kenapa bisa dilepas dengan tarif 1 juta?!? 1 Juta itu biaya apa?!?!? Ada nggak regulasinya?!?!?"
.......pertanyaan2 ini kan...
agan gk bertanya soal masalahx selesai apa gak?
trs soal itu bener apa salah,kn dh pada dijawab diatas...klo gk da dlm aturanx y berarti salah...malah ditambahin dgn soal kss laka mana yg bisa selesa diluar sidang mana yg gk....makax merembet ke ADR/RJ




Posted with kaskusBetaQR


dolo tahun 2003 sih 500 rb waktu ambil motor temen yg kecelakaan tunggal alias jatuh kepleset karena OLI di jalan...akhirnya temen ane gak mo bayar kemudian lapor sama bapaknya yg kebetulan PM akhirnya dateng ke kantor polshit dah di bayar dengan 50 rb...kata bapaknya temen ane itu ambil motor yang di sita di polisi itu cuma 50 rb selebihnya masuk kantong itu polishit....jadi klo di suruh bayar 500 rb jangan mau mereka gak ada dasarnya...itu pengalaman ane "Gara2 OLI ane jadi paham biaya ambil motor yang di sita"
Quote:Original Posted By bennix


1. Keplokisan tidak pernah mau berada dibawah kementrian, kasus terakhir UU Keplokisan dibawa ke MK untuk memindahkan supaya Keplokisan tidak lagi dibawah Presiden, tapi gagal. Kenapa? Karena penggugatnya mencabut gugatan. Kenapa dicabut gugatannya? karena penggugat menerima teror, bahkan setiap sidang berkali-kali Keplokisan mengerahkan ratusan bahkan mungkin ribuan anggotanya untuk memenuhi ruang sidang dan mengepung gedung MK..,..ini strategi intimidasi meja hijau yang juga diajarkan kepada detasemen independen PLOKRI yakni FPI.

2. Kepolisian tidak akan mau menggunakan sistem seperti US. Karena sudah berkali-kali UU Revisi KUHAP masuk ke DPR tapi mental karena PLOKRI tidak mau direndahkan sejajar dengan Tentara, dan secara tegas menolak menggunakan sistem penegakkan hukum federal. Karena PLOKRI ingin semuanya terpusat dan memonopoli kekuasaan di Trunojoyo. Ini semua ada dirapat dengar pendapat tripartit di DPR. Akibatnya PLOKRI menjadi sebuah sistem imperialis birokrasi yang besar, lambat dan tidak efisien dalam memberi komando. Makanya Kolusi dan Nepotisme tumbuh subur disini.

3. Plokis tidak mungkin takut periksa pejabat daerah. Polisi menjadi ciut ketika bosnya suka terima duit bagi kue APBD sama seperti rekan-rekannya pada Muspida. Ini sudah rahasia institusi, konyol kalau anda tidak tahu. Keploda yang jarang ikut "Muspida", biasanya didaerahnya sering bersih-bersih PNS korup.,contohnya Brigjen Pol Dicky Atotoy. Tapi orang begini biasanya dipasang ketika PLOKRI butuh pencitraan. Nanti begitu isu reda, akan segera dimutasi dan diganti tikus yang bisa setor upeti kepusat.

4. Buang sampah sembarangan itu contoh korupsi pola pikir masyarakat, ini urusannya Departemen Kebersihan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kementrian DikBud, hukumnya ditegakkan oleh Satpol PP. Merokok ditempat yang terlarang itu contoh korupsi moral, hukumnya ditegakkan oleh Satpol PP. Merampok, membunuh, memperkosa tahanan, memeras pengemudi jalan, mengancam saksi dan pelapor, itu baru urusannya KEPLOKISAN.

Anda kalau mau bersih-bersih ngepel rumah (keluarga-masyarakat-rakyat negara) tentu pakai pelnya yang bersih dong, masa pakai yang jorok? Nanti justru tambah kotor itu rumah bangsanya. POLISI tentu dituntut untuk lebih putih, bersih, heroik, disiplin dan taat aturan. Kalau tidak bisa jangan jadi POLISI dan copot itu motto: Polisi = PENGAYOM MASYARAKAT! karena gagal memberi contoh yang baik.

Hanya orang TOLOL yang bilang POLISI = CERMIN MASYARAKAT.


ane minta teori baru yg menggugurkan teori yg ane pegang kok gk dikasih gan?ato kasih aja clue-nya apa?ane sendiri deh yg nayri klo ente males nulisnya....
1.bold merah: bisa mnta buktinya ato link beritax klo ada ato apapun itu yg menguatkan tulisan ente?klo gk bisa,ane nyatakan itu HOAX...soalnya ane baru denger

2.revisi kuhap dan kuhp terkendala bukan di polri setau ane,ane pribadi c berharap segera ada kuhap n kuhp yg baru(ini juga diinginkan mayoritas penghuni milis internal ane)sebab bny pasal yg udh gk sesuai dgn perkembangan zaman...oya,kuhap n kuhp tdk mengatur posisi polri dalam dalam pemerintahan y gan,itu aturan berdua murni mengatur soal pidana dan beragan tehnisnya...jadi gk da hubunganx ama tentara atopun federal
ato perlu ane lampirin RKUHP n RKUHAP biar jelas?ato mau cari ndiri?bny di mbah gugel kok

3.point ane setuju ama ente,itu polisi gk terima gaji aja dr kepala daerah masih bny yg takut n sungkan meriksa kepala daerah...apalagi klo gajix ntr apa kata kepala daerah...

4.ane gk bilang urusan sampah n merokok itu kewenang polisi..ane cm bilang,soal yg sepele itu aja masy gk bisa menjalankannya 90% aja...apa satpolpp kurang seram utk menindak?ato perlu TNI-POLRI yg ngemban soal ini biar lmyan tertib?ini yg ane maksud langit gelap aja dh teriak2 ksna kemari,apalagi langit runtuh...

bener,buat nyapu yg bersih perlu sapu yg bersih berasal dari bahan baku yg bersih...klopun bahan baku yg tersedia kotor harus dibersihkan sebersih2nya baru bisa dipake,klo ternyata setelah dibersihkan masih kotor tdk akan dipakai...lalu klo smw bahan baku tsb masih bny yg setengah bersih(ssh dibersihkan)sedangkan bahan baku yg bersih belum mencukupi utk bersih2..harus gmn?

membersihkan negara ini bukan cm urusan 1instansi saja...tapi urusan 1negara...percuma bersih2 klo gk da yg mendukung,klo gk da yg mau jadi sapu dgn segudang alasan klasik tai kucing....masy qt saat ini cenderung mau enaknya aja,tanpa mau berkorban...
ntar kapan2 ane tulis soal demokrasi ala indonesia mnrt pandangan ane....

mslh yg sering ane temui di dunia maya,semua sok bersih n suci...tapi begitu dsuruh berkorban utk idealismenya...pada nolak..sebab menjadi pegawai negara yg bersih itu bukan profesi yg menjanjikan bagi bny org di luar sana...

bersediakah agan jika diberi kesempatan utk masuk jadi aparatur negara?bersedia hidup susah demi idealisme?

klo ane,agan boleh cari tau tentang ane kmn aja..silahkan tny ane gmn..klo mau tau ane sapa..ane tunggu PMx....
Capek deh,...
Kadang kadang perlu punya kacamata elang papan catur jadi sudut pandangnya tidak melulu monoton ala pion catur. Walau kita di dalam institusi bukan artinya kita boleh dicuci otak.

Ini satu dari sekian banyak korban premanisme plokri:
http://www.rmol.co/read/2011/11/03/44455/Jelang-Sidang-Uji-Materil-UU-Kepolisian,-Ratusan-Polisi-Kepung-Gedung-MK-

Sebenernya klo mau tau ada lebih banyak lagi, cuma sayangnya masih banyak orang yang takut mati. Klo ada lihat UU TPPU itu plokri ngebom puluhan bahkan ratusan milyar ke dpr buat dapetin hak lidik dan membataai ruang lid ppatk.

Ampun deh, sudah millenium ketiga masih ikut aja kata pradopo.

Saya ga mau jadi PNS atau Birokrat. Saya mau punya banyak uang, makanya saya jadi pengusaha.

Saya mau mengabdi untuk negara, merendah jadi pelayan rakyat. Makanya saya jadi PNS/Plokis/TNI.

Kedua hal diatas tidak bisa sijadikan satu, kalau dijadikan satu maka hancurlah pilar negara.
Seperti perang 6 hari yang sudah membuktikan bahwa jendral yang banyak uang, tidak akan becus memberi komando karena sudah dimanjakan oleh fasilitas dan kemudahan, otaknya tidak akan dokus, pikirannya hanya kepada hartanya, hatinya untuk mengamankan asset dan jabatannya. 3 Pilar itu hukumnya tidak boleh Kaya, tapi harus diurus negara agar juga tidak merana. Israel sudah paham hal ini, sayangnya mayoritas Teluk baru ngerti setelah KO.
Tidak banyakyang tahu gaji tentara Israel itu dibawah gaji tentara Indo. Dan banyak yang hidupnya disokong dari tunjangan negara ( semacam BLT disini).

Yang harus diperkaya itu jaksa dan hakim.
Soal teori tanya saja sama murid-muridnya djokosoetono.

KUHAP itu maksudnya bagian dari grand strategy plokri diseluruh UU Sektoral. Kalau yang tahu cetak biru, KUHAP itu perananannya vital disamping 3 UU lain. Dan 4 UU ini wajib dipertahankan alias harga mati. Silahkan cari tahu saja apa 4 nafas plokri selain UU HAP.
Quote:Original Posted By yowa38


ho oh, polisi kita begini karena direkrut dari rakyat Indonesia gan.... usulin aja polisi kita direkrut dari rakyat hongkong ato negara yg menurut agan polisinya bagus... kalo agan sama polisi Indonesia berarti agan juga dengan sumber darimana polisi direkrut

sekedar saran buat agan, baca baik2 postingan abang srigunting, kira2 polisi negara lain bisa melaksanakan tugas dengan kondisi seperti itu? jangan hanya menilai setengah2, beri penilaian setelah melihat secara komprehensif, thks


Bold : Rakyat yang mana gan? Apakah itu dari bapak atau nyak ente? Atau dari Kalimantan, Jawa, Papua? Yang jelas kalo kasih contoh gan. Biar gak jadi fitnah. Ingat, fitnah lebih kejam dari pembunuhan.
Quote:Original Posted By bennix
Capek deh,...
Kadang kadang perlu punya kacamata elang papan catur jadi sudut pandangnya tidak melulu monoton ala pion catur. Walau kita di dalam institusi bukan artinya kita boleh dicuci otak.

Ini satu dari sekian banyak korban premanisme plokri:
http://www.rmol.co/read/2011/11/03/4...ung-Gedung-MK-

Sebenernya klo mau tau ada lebih banyak lagi, cuma sayangnya masih banyak orang yang takut mati. Klo ada lihat UU TPPU itu plokri ngebom puluhan bahkan ratusan milyar ke dpr buat dapetin hak lidik dan membataai ruang lid ppatk.

Ampun deh, sudah millenium ketiga masih ikut aja kata pradopo.

Saya ga mau jadi PNS atau Birokrat. Saya mau punya banyak uang, makanya saya jadi pengusaha.

Saya mau mengabdi untuk negara, merendah jadi pelayan rakyat. Makanya saya jadi PNS/Plokis/TNI.

Kedua hal diatas tidak bisa sijadikan satu, kalau dijadikan satu maka hancurlah pilar negara.
Seperti perang 6 hari yang sudah membuktikan bahwa jendral yang banyak uang, tidak akan becus memberi komando karena sudah dimanjakan oleh fasilitas dan kemudahan, otaknya tidak akan dokus, pikirannya hanya kepada hartanya, hatinya untuk mengamankan asset dan jabatannya. 3 Pilar itu hukumnya tidak boleh Kaya, tapi harus diurus negara agar juga tidak merana. Israel sudah paham hal ini, sayangnya mayoritas Teluk baru ngerti setelah KO.
Tidak banyakyang tahu gaji tentara Israel itu dibawah gaji tentara Indo. Dan banyak yang hidupnya disokong dari tunjangan negara ( semacam BLT disini).

Yang harus diperkaya itu jaksa dan hakim.
Soal teori tanya saja sama murid-muridnya djokosoetono.

KUHAP itu maksudnya bagian dari grand strategy plokri diseluruh UU Sektoral. Kalau yang tahu cetak biru, KUHAP itu perananannya vital disamping 3 UU lain. Dan 4 UU ini wajib dipertahankan alias harga mati. Silahkan cari tahu saja apa 4 nafas plokri selain UU HAP.

jangankan kacamata elang gan,kacamata langit pun dh ane pake...bahkan mnkin agan jg perlu make....

ane dh baca berita yg agan kasih,bukannya menghadiri sidang itu hal yg biasa...bukan cm polisi,masy,tni,ormas2 pun jamak melakukan hal tsb...lalu knp klo polisi yg menghadiri sidang seperti seakan2 masalah besar?? sepertinya agan mmg perlu kacamata langit deh

skrg agan mw bahas KUHAP(kitab undang2 hukum acara pidana) n KUHP(kitab undang2 hukum pidana) atau UUHAP?beda lho gan...dan UUHAP pun tdk ada membahas soal kedudukan polri..sebab UUHAP mmbahas isi KUHAP berkaitan detail dari KUHAP itu sendiri...????????

yg ane bold merah : kan dh ane bilang,percuma ngaku idealis n bersikap seperti idealis(sperti agan)klo gk mau susah memperbaiki negara ini....scra tersirat c ane nangkep agan gk mau tau ama negara ini,yg penting agan punya duit bnyak...
padahal utk memperbaiki n membangun negara ini bukan cm urusan pemerintah aja kok,kan dah ane bilang....1negara bertanggung jawab atas kebobrokan negri ini...

hahaha...agan yg membantah teori ane sodorin kok malah nyuruh ane nanya ke org lain...idealnya yg membantah itu yg mmberikan teori sanggahannya... klo gk sama aja ama korlap demo yg cm bisa koar2 tanpa memberi solusi

dari 4point postingan ane sebelumnya..agan cm menjawab point pertama(trma kasih atas link beritanya)...point kedua dijawab tapi melenceng gk jelas...2point sisanya malah tdk ditanggapi sama sekali...

sekali lagi ane sampaikan mmang benar utk membersihkan itu perlu sapu yg bersih,mslhnya apakah sapu tsb kita beli dari luar ato menggunakan bahan2 yg kita punyai??

yg ane bold item : betul,di dalam institusi bukan berarti kita harus mau dicuci otaknya..begitu juga,meski kita diluar lingkaran bukan berarti kita lebih paham n bersih dari yg didalam lingkaran...
Quote:Original Posted By foxspookymulder


Bold : Rakyat yang mana gan? Apakah itu dari bapak atau nyak ente? Atau dari Kalimantan, Jawa, Papua? Yang jelas kalo kasih contoh gan. Biar gak jadi fitnah. Ingat, fitnah lebih kejam dari pembunuhan.


dh jelas2 ditulis rakyat indonesia...memangx indonesia itu terdiri dari apa aja c n
ane tambahin gan.. malam minggu habis nongkrong(sedikit minum di kemayoran) ane pulang.. di lampu merah gn sahari seberaNG hotel sheraton. waktu ane lagi tancap gas, tiba2 ada tk nasgor nyebrang. ane ga sempat rem, terus nyenggol bagian depan gerobak. motor ane bentur trotoar, hancur.. gerobak kebalik kaca + piring2 pecah. tukang nasgor sehat2 aja.tapi ane ditahan di lapangan banteng, terus besok pagi tukang nasgor gak bisa ditemuin.. tau2 mertuanya datang minta duit belasan juta dengan alasan untuk operasi.padahal kawan ane udah ngecek ke rs husada ngecek kedaan tkg nasgor menurut penjelasan pihak rs husada si tkg nasgor tidak mengalami luka serius. tapi kenapa pihak lapangan banteng seperti membela si ibu2 mertua tkg nasgor yang minta duit belasan juta ke ane.. bahkan ane sempat nginep 2 hari 2 malam di lapangan banteng.. ujung2nya ane keluar lebih kurang 8 jt. 4jt uang damai, 1,5jt uang cabut berkas (sudah ada BAP menurut polisi) benering gerobak 1,5 jt.. uang derek motor + gerobak 350rb.. dll.

pesan ane: hati2 buat para pengendara di jalan raya kalo malam hari.. mungkin ada orang yang cari duit dengan cara menabrakkan diri ke kendaraan yang lewat.
Quote:Original Posted By buduik.ketek


ane minta teori baru yg menggugurkan teori yg ane pegang kok gk dikasih gan?ato kasih aja clue-nya apa?ane sendiri deh yg nayri klo ente males nulisnya....
1.bold merah: bisa mnta buktinya ato link beritax klo ada ato apapun itu yg menguatkan tulisan ente?klo gk bisa,ane nyatakan itu HOAX...soalnya ane baru denger

2.revisi kuhap dan kuhp terkendala bukan di polri setau ane,ane pribadi c berharap segera ada kuhap n kuhp yg baru(ini juga diinginkan mayoritas penghuni milis internal ane)sebab bny pasal yg udh gk sesuai dgn perkembangan zaman...oya,kuhap n kuhp tdk mengatur posisi polri dalam dalam pemerintahan y gan,itu aturan berdua murni mengatur soal pidana dan beragan tehnisnya...jadi gk da hubunganx ama tentara atopun federal
ato perlu ane lampirin RKUHP n RKUHAP biar jelas?ato mau cari ndiri?bny di mbah gugel kok

3.point ane setuju ama ente,itu polisi gk terima gaji aja dr kepala daerah masih bny yg takut n sungkan meriksa kepala daerah...apalagi klo gajix ntr apa kata kepala daerah...

4.ane gk bilang urusan sampah n merokok itu kewenang polisi..ane cm bilang,soal yg sepele itu aja masy gk bisa menjalankannya 90% aja...apa satpolpp kurang seram utk menindak?ato perlu TNI-POLRI yg ngemban soal ini biar lmyan tertib?ini yg ane maksud langit gelap aja dh teriak2 ksna kemari,apalagi langit runtuh...

bener,buat nyapu yg bersih perlu sapu yg bersih berasal dari bahan baku yg bersih...klopun bahan baku yg tersedia kotor harus dibersihkan sebersih2nya baru bisa dipake,klo ternyata setelah dibersihkan masih kotor tdk akan dipakai...lalu klo smw bahan baku tsb masih bny yg setengah bersih(ssh dibersihkan)sedangkan bahan baku yg bersih belum mencukupi utk bersih2..harus gmn?

membersihkan negara ini bukan cm urusan 1instansi saja...tapi urusan 1negara...percuma bersih2 klo gk da yg mendukung,klo gk da yg mau jadi sapu dgn segudang alasan klasik tai kucing....masy qt saat ini cenderung mau enaknya aja,tanpa mau berkorban...
ntar kapan2 ane tulis soal demokrasi ala indonesia mnrt pandangan ane....

mslh yg sering ane temui di dunia maya,semua sok bersih n suci...tapi begitu dsuruh berkorban utk idealismenya...pada nolak..sebab menjadi pegawai negara yg bersih itu bukan profesi yg menjanjikan bagi bny org di luar sana...

bersediakah agan jika diberi kesempatan utk masuk jadi aparatur negara?bersedia hidup susah demi idealisme?

klo ane,agan boleh cari tau tentang ane kmn aja..silahkan tny ane gmn..klo mau tau ane sapa..ane tunggu PMx....


PERMISI GAN...!!!
cuma urun rembug, menurut saya pendeskriditan polisi hanyalah pembodohan oleh pihak tertentu yang memang menginginkan polisi itu lemah.
PERTANYAAN SAYA :
- bagaimana jika negara ini polisinya lemah????
- bagaimana jika polisi di negara ini di bubarkan saja??? karena masyarakat
sudah gak nganggep polisi itu ada???
- apakah akan bisa aman dan tenteram jika suatu negara tidak ada Tentara
dan Polisi????

sudah lah jangan di perdebatkan. ini semua hanya provokasi dari pihak pihak yang menginginkan negra kita tidak kondusif. agar timbul kekacauan masyarakat yang berujung pada kepentingan politik suatu golongan tertentu. kalo ADR saya pribadi juga tidak setuju lebih baik jalur hukum saja, gak usah ada damai damai musyawarah atau apalah. melanggar hukum ya di HUKUM saja. biar plong masyarakat gak mrasa dirugikan...
Quote:Original Posted By rerets
masih mending gan, saudara saya meninggal dapat santunan dari jasa raharja sekitar 12 juta, di potong polisi tinggal 9jt-an..


waduh kasian gan. tega amat pokisnya