Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015239852/terungkap-keberadaan-amp-bentuk-allah-100-akurat-murni-qur039an-hadits
Quote:Original Posted By kayuaeng.com
nama Allah y memang dia diperkenalkan dengan nama Allah. entah yg lain menyebutnya dengan nama lain, tp tujuannya sama. yg menjadi pertanyaan adalah kenal tidak dengan yg memiliki nama Allah? karena Allah hanyalah nama, tapi untuk mengenal pemilik nama Allah itu sendiri bagaimana? seharusnya kan begitu kira2 hehehe

man abdal asma dunal makna fahuwa kafirun, walaa umati

barangsiapa menyembah nama tanpa tahu makna / mengenal yg punya nama berarti kafir, bukan umatku..


Allah itu yang maha penguasa, maha pencipta, dan maha segala2nya
Memang allah itu tidak terlihat tp dia memperlihatkan dirinya dengan kekuasanya dengan mukjizat yang di berikanya
Topik Ini sebenarnya sama kisahnya dengan nabi ibraham a.s yang mencari tuhanya
Quote:Original Posted By kayuaeng.com
nama Allah y memang dia diperkenalkan dengan nama Allah. entah yg lain menyebutnya dengan nama lain, tp tujuannya sama. yg menjadi pertanyaan adalah kenal tidak dengan yg memiliki nama Allah? karena Allah hanyalah nama, tapi untuk mengenal pemilik nama Allah itu sendiri bagaimana? seharusnya kan begitu kira2 hehehe

man abdal asma dunal makna fahuwa kafirun, walaa umati

barangsiapa menyembah nama tanpa tahu makna / mengenal yg punya nama berarti kafir, bukan umatku..


Setuju sama bre enih...

Klo urusan nama mah dari jaman Nabi Adam jg di perkenalkan tuh nama.cuman masalahnya kpd esensi tuh nama. Trus katenye nih umat sebelum Nabi Muhammad,peluang utk memperoleh esensi itu di cabut bersamaan dgn wafatnya Nabi2 Ybs. Nah beruntunglah kita umat Nabi Muhammad,karena peluang itu tdk di cabut hanya di sembunyikan saja. Yuuk...kita cari esensi nya berdasarkan apa2 yg sdh Baginda ajarkeun...
Gan... ane nemu ada yang berpendapat (cahayapalingbaik) begini :

Allah Menetap di As-Samaa` di atas 'Arasy.

Allah ISTAWA ILAS-SAMAA` 'ALAL 'ARASY.

Maka KESELURUHAN ALAM CIPTAAN ALLAH ini bisa terdiri :

1) MA (apa-apa) yaitu segala ciptaan yang tidak bernyawa yang menempati RUANG dan ADA ISIPADU - ini di panggil AL-ARD.

2) MAN (sesiapa) yaitu segala ciptaan Allah yang BERNYAWA yang menempati RUAMG dan ada ISIPADU - ini di panggil DAABBAH (hewan melata - kita manusia AN-NAS termasuk kategori DAABBAH)

3) AS-SAMAA` yaitu RUANG KOSONG BERISIPADU Kosong. Inilah HAMPIR KESELURUHAN ALAM SEMESTA (99.99999% (atau lebih besar lagi))

4) 'ARASY Allah - meskipun tidak diterangkan dengan JELAS, namun SECARA deduksi nya ia ada hubung kait dengan AS-SAMAA` tersebut, makanya jika seluruh Alam Semesta ini selalu Allah Gambarkan sebagai AS-SAMAAWATI WAL-ARD, maka 'ARASY adalah PEMISAH antara RUANG ada berisipadu dengan RUANG BERISIPADU KOSONG.

Jika As-Samaa` mengisi 99.99999% dari seluruh alam semesta dan Al-Ard hanyalah 0.00001% saja, maka 'Arasy Allah itu juga adalah sesuatu yang AMAT BESAR, iaitu mengisi 99.99999% Alam Semesta.

Ini Kesimpulannya :

Ruang BERISIPADU KOSONG sebenar-benarnya adalah BUKAN RUANG, sebab TAKRIF RUANG mesti ada ISIPADU, maka 'RUANG BERISIPADU KOSONG' adalah sesuatu yang TIDAK boleh Di Sebut, Tidak Boleh Di Ukur, Tak boleh di namakan apa pun, Tiada siapa dan apa-apa boleh di bandingkan dengannya dan sebenarnya itulah YANG DI PANGGIL INFINITI - sesuatu yang tidak boleh di ukur Mulanya sebab INFINITI KECIL tiada kesudahan dan sesuatu yang tidak boleh di ukur besarnya sebab ianya JUGA INFINITI BESAR tiada kesudahan dan juga ianya adalah 'sesuatu yang TIDAK DI KETAHUI'.

Di situlah WUJUD ALLAH - MENETAP atau ISTAWA di ILAS-SAMAA` dan 'ALAL-'ARASY di suatu yang TIDAK BERTEMPAT atau BER-RUANG dan DI SITU jugalah TERDAPAT KEKUATAN INFINITI - yang MANA Wujud Allah ini MEMENUHI atau MELIPUTI 99.99999% (atau lebih dari itu) SELURUH ALAM ini meskipun Tidak Menduduki Ruang dan Tidak ada Isipadu.

Janganlah sedikit pun merasakan AS-SAMAA` itu jauh atas kepala kita di atas. Telah berkurun pemahaman As-Samaa` sebagai Langit yang di atas itu SALAH.

AS-SAMAA` itu sebenarnya TERAMAT DEKAT dengan kita seperti mana firman Allah dalam Al-Quran. Dan sebenarnya As-Samaa` itu MELIPUTI di DALAM diri kita!

Setiap benda yang kita nampak berjisim atau kulli-syai'in termasuk diri kita sebenarnya hanya 0.00001% (atau kurang lagi) sahaja yang menduduki RUANG yang berisipadu.

Sumber: Disini
Setau ane sih kita semua bakalan bisa melihat Allah SWT nanti pas hari akhir. Orang mukmin bakalan berseri dan orang kafir bakalan sebaliknya ketika melihat Allah SWT

Keren gan threadnya
Quote:Original Posted By rnvocaloid
Setau ane sih kita semua bakalan bisa melihat Allah SWT nanti pas hari akhir. Orang mukmin bakalan berseri dan orang kafir bakalan sebaliknya ketika melihat Allah SWT

Keren gan threadnya


Tetap tidak bisa Gan... dari awal sampai akhir kita, kita hanya bisa melihat Arsy (singgasana Allah). karena Allah tidak ada yang serupa dengan Nya.
Quote:Original Posted By Alieninearth
Tetap tidak bisa Gan... dari awal sampai akhir kita, kita hanya bisa melihat Arsy (singgasana Allah). karena Allah tidak ada yang serupa dengan Nya.



Iya kah? Baru tau kalo gitu nih
Ok, makasih gan
Ane ada tambahan nih gan

{وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ. إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ}
“Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat” (QS Al-Qiyaamah:22-23).

{وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ، إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ}
“Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri (indah). Kepada Rabbnyalah mereka melihat” (QS al-Qiyaamah:22-23)

{لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلا ذِلَّةٌ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ}
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (melihat wajah Allah Ta’ala). Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya” (QS Yunus:26).

{لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ}
“Mereka di dalamnya (surga) memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami (ada) tambahannya (melihat wajah Allah Ta’ala)” (QS Qaaf:35).

{كَلا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ}

“Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) pada hari kiamat benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka” (QS al-Muthaffifin:15).

{وَلَمَّا جَاءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَى صَعِقًا فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ}
“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Rabb telah berfirman (langsung kepadanya), berkatalah Musa:”Ya Rabbku, nampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu”. Allah berfirman:”Kamu sekali-kali tak sanggup untuk melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap ditempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Rabbnya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata:”Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang pertama-tama beriman” (QS al-A’raaf:143).

Dari sumber
https://muslim.or.id/2343-memandang-...i-akhirat.html
Quote:Original Posted By rnvocaloid
Ane ada tambahan nih gan

{وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ. إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ}
“Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat” (QS Al-Qiyaamah:22-23).

{وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ، إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ}
“Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri (indah). Kepada Rabbnyalah mereka melihat” (QS al-Qiyaamah:22-23)

{لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلا ذِلَّةٌ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ}
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (melihat wajah Allah Ta’ala). Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya” (QS Yunus:26).

{لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ}
“Mereka di dalamnya (surga) memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami (ada) tambahannya (melihat wajah Allah Ta’ala)” (QS Qaaf:35).

{كَلا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ}

“Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) pada hari kiamat benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka” (QS al-Muthaffifin:15).

{وَلَمَّا جَاءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَى صَعِقًا فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ}
“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Rabb telah berfirman (langsung kepadanya), berkatalah Musa:”Ya Rabbku, nampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu”. Allah berfirman:”Kamu sekali-kali tak sanggup untuk melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap ditempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Rabbnya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata:”Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang pertama-tama beriman” (QS al-A’raaf:143).

Dari sumber
https://muslim.or.id/2343-memandang-...i-akhirat.html


Alhamdulillah... ya betul Gan.... memang bhs arab lebih komplek dari bahasa indonesia...apalagi ini firman Allah. Tentu saja penafsirannya bisa berubah. Seperti "melihat wajah Allah", kita sebagai manusia sudah akrab dengan kata-kata wajah tentu presepsi kita akan mengarah ke muka. tapi saya yakin makna 'melihat wajah Allah" lebih dari pada melihat. Dan yang mengetahui makna lebih dari melihat yaitu orang orang yang bertaqwa yang berada di surga, sesuai dengan firman Allah.
ijin menyimak masgan...
wah asik nih trit
Subhanaulowh...
Kesimpulannya bentuk aulowh gimana gan??
Quote:Original Posted By wiichuda
Subhanaulowh...
Kesimpulannya bentuk aulowh gimana gan??

Lebih tepat ...kenalilah dulu Allah itu bagaimana...
Jika Agan serius ingin mengenal Allah SWT dan sifat sifat Allah SWT... maka agan harus menganggap dan menyembah Allah.

Menganggap Allah = mengakui adanya tuhan, tidak atheis, mengucapkan 2 kalimat syahadat.
Menyembah Allah = beribadah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh utusan Allah yaitu nabi Muhammad SAW.

Mengapa kita beribadah sesuai dengan ajaran utusan Allah yaitu nabi Muhammad SAW ?... karena beliau nabi terakhir dan kita hidup dijamannya yang juga telah diturunkannya Alquran sebagai peringatan bagi umat manusia.

Lihat umat islam sekarang di indonesia dan diberbagai belahan dunia ....mereka damai...berkumpul ditempat ibadah berramai-ramai (sholat berjamaah)..bersilaturahmi bersama keluarga dikampung dan ditempat orang tuanya...tidakkah mereka bahagia saling maaf memaafkan (dihari raya Idul Fitri) ?. Alhamdulillah.

subhannallah
thnx gan sangat bermanfaat trit ente
Assalamulaika Wr.Wb. Sedaya Sedulur Pinisepuh Sugeng Rawuh Pripun Kabaripun Puh Mugi2x Seger Waras Barokallah Aamiin YRA Monggo

IMHO, (dirangkum dri berbagai sumber Al Quran, Al Kitab, Al Hadits, Kejawen, Sansekerta dll) bahwa pd tahap awalnya untuk Mengungkap Keberadaan Allah SWT adalah melalui pemhaman diri Sendiri (Barang Siapa Benar2x Mengenal Dirinya, Akan Menemui/Memahami Tuhannya) proses bertahap bahwa secara awam menganggap kt cm sendiri...? he3x salah sejak ditiupkan RUHULLAH kdlm kandungan Ibunda usia Janin 40 hari dititipkan pula Malaikatullah Hafadzhah/ Malaikat Pelindung/Guardian Angel bukan Rakib Atib bukan juga Mungkar Nankir krn Malaikat diciptakan PERFUNGSI/Khusus/Spesialis pada satu bidang saja Misal Malaikat Penjaga Bukan Malaikat Pencatat beda lgi Walaupun nti akhirnya secara goblok2xan jumlah totalnya Malaikat disekitar Wadag Raga Ruh Jiwa kt adalah Sembilan/Sanga dengan rincian ada Malaikat Penjaga/Sedulur Papat plus Malaikat Rakib, Atib, Mungkar, Nankir Jumlahnya adalah 8 sosok Plus satu lagi Jibril Selaku IMAM Malaikat jdi 9) cm utk kenal dan paham mrk semua prosesnya bertahap dan hrs diSUWUNKE Mohon kpd Allah spy bs PAHAM Insya Allah akan diberi jalan utk itu misal baca2x artikel dimari he3x


ini ada sedikit ulasan kli aja bs nambah2x WAWASAN....Sumonggo Kersa..CMIIW


TIADA AKU, HANYA ALLAH ... SUBHANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAILAHAILALLAH, HUALLAHU, AKBAR, LAHAWLAWALAQUWATTAILABILLAHILALIYULADZIMI, INNALLAHAGHAFFURRURAHIM, ALLAHUMMA ROBBANADHLALAMNA ANFUSANAWAILAMTAUGHFIRRLANA WATARHAMNA LANAKUNANA MINALGHASIRRIN, ASTAGHFIRRULLAHALADZIMIM, BAROKALLAH FII ANKUM, JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIRON
Jalan Hakikat Mengenal Allah: Sebuah Koleksi
mengenal diri »
Pintu Guru Yang Tersembunyi

Bismillaahirrahmaanirrahim

Inilah suatu pasal pada menyatakan pintu guru yang tersembunyi yang tiada diajarkan kepada orang-orang yang belum belajar tentang Ilmu Tauhid atau Sifat 20 (dua puluh), sebab buku ini berisi perihal orang-orang mengenal diri atau tata cara mengenal Allah pencipta Alam dan segala isinya supaya sempurna segala amal ibadahnya.

Adapun di dalam tulang kepala itu Otak
Di dalam Otak itu Ma’al Hayat atau Air Hidup
Di dalam Ma’al Hayat itu Akal
Di dalam Akal itu Budi
Di dalam Budi itu Roh
Di dalam Roh itu Mani
Di dalam Mani itu Rasa
Di dalam Rasa itu Nikmat
Di dalam Nikmat itu Nurullah
Di dalam Nur Muhammad

Firman Allah “AWWALU TAJLI ZATTULLAH TA’ALA BISIFATIHI
Artinya : Mula-mula timbul Zat Allah Ta’ala kepada Sifatnya

AWWALU TAJLI SIFATULLAH TA’ALA BIASMA IHI
Artinya : Mula-mula timbul Sifat Allah Ta’ala kepada namanya

AWWALU TAJLI ASMADULLAHI TA’ALA BIAP ALIHI
Artinya : Mula-mula timbul nama Allah ta’ala kepada perbuatannya

AWWALU TAJLI AF ALULLAHI TA’ALA BIINSAN KAMILUM BIASMAI.
Artinya : Mula-mula timbul perbuatan Allah Ta’ala kepada Insan yang Kamil yakni Muhammad RasulNya

QOLAH NABIYI SAW : “AWALUMAA KHALAKALLAHU TA’ALA NURI”
Artinya : Berkata Nabi SAW, yang mula-mula dijadikan Allah Ta’ala Cahayaku, baharu Cahaya sekalian Alam

QALAN NABIYI SAW : “AWWALU MAA KHALAKALLAHUTA’ALA RUHI"
Artinya : Yang mula-mula dijadikan Allah Ta’ala Rohku, baharu roh sekalian alam

QOLAN NABIYI SAW : “AWWALU MAA KHALAKALAHU TA’ALA QOBLI”
Artinya : Yang mula-mula dijadikan Allah Ta’ala Hatiku, bahru hati sekalian alam

QOLAN NABIYI SAW : “AWWALU MAA KHALAKALLAHUTA’ALA AKLI”
Artinya : Yang mula-mula dijadikan Allah Ta’ala Akalku, baharu akal sekalian alam

QOLAN NABIYI SAW : “ANA MINNURILAHI WA ANA MINNURIL ALAM”
Artinya : Aku cahaya Allah dan Aku juga menerangi Alam

HADIST : "AWALUDDIN BIL MA’RIFATULLAH”
Artinya : Awal-awal agama adalah mengenal Allah

Sebelum mengenal Allah terlebih dahulu kita disuruh mengenal diri, seperti Hadist : "MAN’ARA PANAP SAHU PADAD’ARA PARABBAHU”
Artinya : Barang siapa mengenal dirinya, mengenal ia akan Tuhannya

“MAN ‘ARA PANAPSAHU PAKD’RA PARABBAHU LAYA RIPU NAPSAHU"
Artinya : Barang siapa mengenal Tuhannya, niscaya tiada dikenalnya lagi dirinya

"MAN ‘ARA PANAPSAHU BILFANA PAKAD’ARA PARABBAHU BIL BAQA”
Artinya : Maka barang siapa mengenal dirinya binasa, niscaya dikenalnya Tuhannya kekal

"KHALAK TUKA YA MUHAMMAD WAKHALAK TUKA ASY YA ILA ZALIK"
Artinya : Aku jadikan Engkau karena Aku dan Aku jadikan Alam dengan segala isinya karena Engkau Ya Muhammad

Firman Allah : “AL INSAN SIRRU WA ANA SIRRUHU”
Artinya : Insan itu RahasiakKu dan Aku Rahasia Insan

“WA AMBATNAL ABRU RABBUN AU ZAHIRU RABBUN ABBUN”
Artinya : Adapun bathin hamba itu Tuhan dan Zahir dan Tuhan itu hamba

“LAHIN HUWA WALAHIN GHAIRUH”
Artinya : Tiada ia tetap dan tiada ia lain dari ia

Firman Allah Ta’ala didalam Al-quran : “FAHUWA MA’AKUM AINAMA KUNTUM”
Artinya : Di mana saja Engkau berada (pergi) Aku serta kamu

"HUWAL AWWALU WAL AKHIRU WALBATHINU WAZZAHIRU”
Artinya : Ia jua Tuhan yang awal tiada permulaannya, dan Ia jua Tuhan yang akhir tiada kesesudahannya, Ia jua bathin dan Ia jua Zahir

Dalam pandangan Ma’rifat kita kepada Zat Allah Ta’ala itu, “LAISA KAMIS LIHI SYAIUN" tiada seumpamanya bagi sesuatu, dan bukan bertempat.

Adapun Ma’rifat kita atau pengenalan kita akan diri diperikan AF 'ALULLAH, adapun Ma’rifat kita akan AF ‘ALULLAH, LAHAU LAWALA KUWWATA ILLAH BILLAHHIL’ALI YIL’AZIM. Artinya : Datang daripada Allah dan kembalinya kepada Allah jua segala sesuatu, sesuai dengan hadist Nabi yang berbunyi demikian : “MUTU ANTAL KABLAL MAUTU”. Artinya : Matikan diri kamu sebelum mati kamu.

Adapun mati ini ada dua ma’na, maka apa bila Roh bercerai dengan jasad itu mati hisi namanya, atau mati yang sebenarnya. Adapun mati yang dimaksud hadis Nabi yang di atas tadi, adalah mati Ma’nawi, artinya mati dalam pengenalan mata hati.

Mahasuci Allah Subhanahu wata’ala Tuhan Rabbil’izzati dari upayamu, wujudmu, supaya Aku terang sempurna, upaya Allah dan kuat Allah, dan wujudnya Allah “BILLAHI LAYARILLAH” tiada yang mempunyai dan menyembah Allah hanya Allah.

Bagitu sekalian Aribbillah mengerjakan ibadat kepada Allah Ta’ala. Adapun yang bernama Rahasia itu “Sirrullah”.

Adapun kita bertubuh akan Muhammad Bathin dan Zahir bertubuh akan Roh. Adapun jadi nyawa itu bertubuh kanan Idhafi Kadim (terdahulu), maka tiada lagi kita kenang tubuh dan zahir dan bathin itu, akan bernama Rahasia Ia Allah, Sir namanya kepada kita, karena rahasia itu Nur. Adapun sebenar-benarnya Sifatullahita’ala kepada kita inilah RahasiaNya yang dibicarakan Rahasia yang sebenarnya RahasiaNya yang kita ketahui.

Adapun jalan hakikat yang sebenarnya yang mengata Allahu Akbar waktu kita sembahyang itu, ialah Zat, Sifat, Asma, Af’al, Kudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, itu nama Rahasia Allah Ta’ala namanya kepada kita, itulah yang mengata Allahu Akbar tiada hati lagi, karena yang bernama Zat, Sifat, Asma, Af’al, Kudrat Iradat, Ilmu, Hayat itu nama Rahasia Allah Ta’ala namanya kepada kita.

Batin dan zahir kita akan memerintah diri, adapun diri kita tadi ialah Roh. Roh tadilah yang menerima perintah rahasia, maka berlakulah berbagai-bagai bunyi dan kelakuan di dalam sembahyang. Semua itu adalah perintah rahasia, maka perintah rahasia inilah Sirrullah. Karena Rahasia inilah kita dapat melihat Allah dan menyembah Allah serta hidup berbagai-bagai, itulah rahasia Allah kepada kita.

Firman Allah “MAN ‘ARA PANAPSAHU PAKAD’ARA PARABBAHU”
Artinya : Maka barang siapa mengenal dirinya, mengenal ia akan Tuhannya.

Maka mengetahui ia akan asal Nabi Allah Adam, nasarnya Air, Api, Angin, Tanah. 4 (empat) inilah yang dijadikan Allah, maka turun kepada kita seperti Firman Allah Ta’ala, kita disuruh mengetahui :

Adapun tanah itu Tubuh kita
Adapun Api itu Darah kita
Adapun Air itu Air Liur kita
Adapun Angin itu Nafas kita.

Maka berdiri syari’at, adapun kejadian air itu Tarikat, kejadian api itu Hakikat, dan kejadian Angin itu Ma’rifat. Baginilah kita atau cara kita mengenal diri namanya.

Adapun tatkala kita tidur itu, adalah perintah Rahasia Allah, maka dari itu janganlah lagi kita kenang dan janganlah kita berkehendak atau panjang angan-angan dan jangan lagi diingat diri kita ini, karena tiada hayat lagi di waktu kita tidur itu, itu adalah Rahasia Allah.

Adapun perintah segala hati pada tengah-tengah hati berbagai bagai, adapun tempat rahasia itu di dalam jantung. Maka jikalau tiada rahasia Allah itu, tiadalah bathin dan zahir ini berkehendak, karena pada hakekatnya rahasia Allah itulah menjadi kehendak segala manusia dan binatang. Akan tetapi awas, jagalah hukum syara’ (syari’at) yang difardhukan pada kita, maka dari tiliklah dan perhatikan bersunguh-sungguh perkara yang tersebut di atas.

Maka barang siapa menilik sesuatu tiada melihat ia akan Allah di dalamnya, maka tiliknya itu batil atau syirik, karena ia tiada melihat akan Allah Ta’ala.

Berkata Saidina Abu Bakar Siddik r.a :
ﻮﻤﺎﺮﺍﻳﺖ ﺷﻳﺎﺀﺍﻶ ﻮﺮﺍﻳﺖﺍﷲ
Artinya : Tiada aku melihat akan sesuatu melainkan Allah yang aku lihat Allah Ta’ala terlebih dahulu.

Kata Umar Ibnu Khattab r.a :
“MAA RAAITU SYAIAN ILLA WARAAITULLAHU MA’AHU”
Artinya : Tiada aku lihat sesuatu melainkan aku lihat Allah kemudiannya.

Kata Usman Ibnu Affan r.a :
ﻮﻤﺎﺮﺍﻴﺕ ﺘﺒﻳﺎ ﺍﻶ ﻮﺮﺍﻴﺕ ﺍﷲ ﻤﻌﻪ
Artinya : Tiada aku melihat sesuatu melainkan yang aku lihat Allah besertanya.

Kata Ali Ibnu Abi Talib r.a :
ﻮﻤﺎﺮﺍﻴﺕ ﺷﻴﺎﺀﺍﻶ ﻮﺮﺍﻴﺕ ﺍﷲ ﻓﻴﻪ
Artinya : Tiada Ku lihat sesuatu kecuali Allah yang kulihat di dalamnya.

Maka perkataan para sahabat itu agar berbeda, akan tetapi maknanya bersamaan.

Firman Allah di dalam Al-Quraan yang berbunyi :
“WAHUWA MAAKU AINAMA KUNTUM”
Artinya : Ada hak Tuhan kamu

Firman Allah Ta’ala :
“WAHI AMPUSIKUM APALA TUBSIRUN”
Artinya : Ada Tuhan kamu di dalam diri kamu, mengapa tidakkah kamu lihat akan Aku kata Allah, padalah Aku terlebih hampir dari padamu matamu yang putih dengan hitamnya, terlebih hampir lagi Aku dengan kamu.

Kemudian dari itu hendaklah kita ketahui benar-benar akan diri ini mengapa kita ini menjadi hidup, melihat, mendengar, berkata-kata, kuasa memilih baik dan jahat, cuba renungkan sejenak, siapakah yang berbuat di balik kekuasaan kita ini.

Maka di sini kita kembalikan saja kepada pasal rahasia yang telah lalu, sebutannya pasti kita bertemu dengan Allah atau Mi’raj dengan Dia.

Maka barang siapa tiada mengetahui perkara ini, tiada sempurna hidupnya dunia dan akhirat dan jikalau dia beramal apa saja semua amalannya itu syirik, maka dari itu hendaklah kita ketahui benar-benar apa asalnya yang menjadi nyawa dan roh itu.

Yang menjadi Nyawa dan Roh itu ialah ZADTULLAHITA’ALA daripada Ilmunya dan Roh sekalian alam.

Seperti sabda nabi kita “ANA ABUL BASYARI”
Artinya : Aku Bapak segala Roh dan Bapak segala Tubuh

Bermula sebenarnya Roh, tatkala di dalam tubuh, Nyawa namanya, tatkala ia berkehendak, Hati namanya, tatkala ia kuasa memperbuat, Akal namanya, maka kesemuanya itu adalah Rahasia Allah Ta’ala kepada kita. Maka barang siapa tiada tahu perjalanan ini, maka tiada sempurna hidupnya dunia dan akhirat.

Hidup ada nyawa itulah Muhammad dinamai akan dia bayang-bayang Ianya yang empunya bayang-bayang dan Idhofi, akan tetapi daripada Nur jua, karena tiada diterima oleh akal kalau bayang-bayang itu maujud sendirinya, kalau ada yang empunya bayang-bayang ialah Allah Ta’ala sendirinya.

Demi Allah dan Rasulullah Islam dan Kafir, jikalau tiada tahu atau tiada percaya akan kejadian Nur itu perjalanan Roh, maka menjadi kafir lagi munafik. Karena apabila tiada tahu mengenal diri dan tiada tahu/tiada dapat membedakan antara Khalik dan Makhluk, maka amalan orang tersebut itu Syirik.

Peganglah nasihat seorang Al Arifbillah yang berbunyi demikian :
“LATUHADDISUN NAASIBIMA LAMTUSLIHU AKWALAHUM ATURIDDUN AYYUKAZ ZIBULLAHAWARASULIH”
Artinya : Jangan kamu ajarkan akan manusia, akan ilmu yang tiada sampai akal mereka itu, adalah kamu itu nanti didustakannya oleh mereka itu Allah dan Rasulnya, maka orang itu kafir.

Jadi garis besarnya, apabila seseorang umpamanya, tiada biasa belajar Ilmu Usuluddin atau Sifat `20 (dua puluh) tiada boleh diajarkan akan Ilmu Rahasia yang tersebut di dalam buku ini.

Wallahu’alam. Karena Seperti Hadits Kanjeng Gusti Rasulullah Muhammad SAW...."AWWALUDDIN BIL MAKRIFATULLAH" landasan bergama yg PERTAMA2x adalah MENGENAL ALLAH....lnjutannya Barangsiapa Benar2x Mengenal Dirinya Akan Menemui (Memahami) Tuhannya (Quran)! makanya Ilmu Tertinggi Makrifat adalah DALAM TIADA AKU ADA...(ketika hapus semua kesombongan diri,Allah Hadir) KHALIFATULLAH RAHMATANLILALAMIN WIHDATUL WUJJUDULLAH?!

Seperti Janji/FIRMAN Tuhan ALLAH dlm AL QURAN..."Kutundukkan Seluruh Semesta Alam Untukmu Hai manusia...Cuma Sedikit Yang Benar2x Bersyukur"!!! Dan Bahkan klo BELIAU ALLAH Hadir...SUBHANALLAH..lebih dri Orgasme 1000X plus Merindiing Disko (ini sensasinya) Berhenti semua Alam, Jangkrik, Hewan2x semua Tertegun..Senyap, Sunyi, Sepi, HENING NENG, Angin pun Berhenti Bertiup, Semua Pohon Tumbuhan Tertunduk Menyembah Sang MAHA DIGDAYA, Semua Mahluk Nyata, Ghaib TAKJUB Beku tidak berani bergerak ataupun bersuara seakan menunggu TITAH SANG MAHA EMPUNYA?!...ALLAHUAKBAR 3X!!! CMIIW

Maaf klo byk Khilaf Salahnya Maklum ane skdr org dodol (Dhloif dan Tolol) yg berceloteh Sharing pglmn Thx All!
Barokallah Fii Ankum, Jazakumullah Khairan Katsiron, Wabillahil Taufiq Walhidayah, Wassalamualaika Wr.Wb.